Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Emperor #1

The Emperor

Rate this book
Anthravai, seorang kepala suku muda di Elniri, pergi ke pegunungan karang dengan ditemani sepasang serigala sahabatnya: Burai dan Qirir, untuk mencari tahu penyebab kematian kakaknya di masa lalu. Ia bertemu seorang wanita misterius yang terpenjara dalam sebuah dinding magis, yang mungkin adalah dewi dari lautan. Dua tahun kemudian ia ikut serta dalam Perburuan Agung yang diikuti oleh prajurit-prajurit terbaik dari berbagai suku di Elniri. Termasuk di mereka adalah Vyndassi dan Thorsti, teman Anthravai sejak kecil yang sudah dianggap seperti saudara sendiri. Anthravai membunuh seekor hewan raksasa, yang membuatnya yakin bahwa ia telah ditakdirkan oleh para dewa untuk menjadi pemimpin bangsa Elniri.

288 pages, Paperback

First published June 1, 2019

13 people are currently reading
72 people want to read

About the author

R.D. Villam

730 books82 followers
A writer who loves reading fantasy, science fiction, mystery, history, and feeding cats. He doesn't have a cat, but every morning there are always at least three cats waiting for him at his front door, and sometimes they are completely different cats. Besides looking for food, maybe they came for auditions so they could get into his book.

Books on Amazon:
- Embracing the Clouds: The Dreams and Adventures of Children from the Bowl World ~ Book 1
- Heir of the Knights: The Dreams and Adventures of Children from the Bowl World ~ Book 2
- The Dreams and Adventures of Children from the Bowl World: Book 1 & 2
- Black Stone of Vallanir: Northmen Saga ~ Book 1
- King of the Northmen: Northmen Saga ~ Book 2
- Northmen Saga: Book 1 & 2
- Valley of Wizards: The Peacemakers ~ Book 1
- Rise of the Conqueror: A Prequel to Northmen Saga (Coming Soon)

Contacts:
Website: rdvillam.mailchimpsites.com
Twitter: rdvillam
Facebook: rdvillam
Instagram: rdvillam20

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (25%)
4 stars
26 (38%)
3 stars
19 (27%)
2 stars
4 (5%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 30 of 40 reviews
Profile Image for Anindito Alfaritsi.
65 reviews8 followers
February 9, 2020
The Emperor adalah novel fantasi indo yang menarik karena beberapa alasan. Pertama, karena dikarang tokoh menonjol dalam komunitas penulis fantasi Indonesia; Bang Villam adalah pendiri komunitas Kastil Fantasi yang sempat rame di Goodreads Indonesia di periode 2011-2015 (Teman-teman, apa kabar?). Kedua, karena cerita The Emperor sendiri memang unik (dan bagus, tapi itu subjektif).

(Sebagai disclaimer, ulasan ini saya buat berdasarkan sampel cetak yang saya terima dari pihak Elex.)

Aku singgung ini dulu sebelum jadi membingungkan ya. (Waktu ini aku tulis, buku-buku terkait masih terdaftar di Goodreads soalnya.) Kisah The Emperor merupakan reboot/rewrite dari seri Quazar dan Ksatria, karya lama Bang Villam yang beliau terbitkan secara indie di tahun 2012. Selain sekarang diterbitkan Elex Media (dan mendapat banyak manfaat dari penyuntingan mereka), novel The Emperor didasarkan pada versi tulis ulang yang sempat diserialisasikan di situs web Storial. (Di mana kalian bisa menemukan beberapa tulisan Bang Villam yang lain.)

Di samping lebih enak dibaca, ceritanya juga lumayan beda. Makanya, aku enggak akan terlalu menyinggung soal versi lama dalam ulasan ini.

The Emperor berlatar di semesta Estarath (istilah dalam cerita yang merujuk pada 'dunia timur'). Ceritanya mengetengahkan seputar kebangkitan Kekaisaran Elniri yang dikisahkan tiba-tiba muncul dari seberang lautan dan menaklukkan satu demi satu negera di 'daratan utara'. Berawal dari 'daratan selatan' yang terpisah lautan dari 'daratan utara', (jadi, ada dua peta yang bisa kalian temukan di buku ini) buku ini berfokus pada tiga karakter berbeda yang menjadi penggerak revolusi dalam rentang waktu cerita sekitar sepuluh tahun.

Karakter pertama adalah Anthravai. Dia kuat, cerdas, memiliki visi luas, dan secara misterius sangat terobsesi pada takdir. Berikutnya adalah Vyndassi. Dia pemikir dan tidak suka konflik, suka belajar, hanya ingin hidup damai, dan menjadi semacam foil bagi Anthravai. Terakhir adalah Thorsti. Throsti kuat, suka pertarungan, agak berangasan, tapi juga jujur dan setiakawan. Ketiganya adalah kepala suku muda di Elniri yang telah mengangkat saudara dengan satu sama lain.

Kepala suku? Iya. Salah satu yang menarik dalam cerita ada pada bagaimana bangsa Elniri punya nuansa Indian/Native American yang mata pencahariannya di awal cerita tak jauh dari berburu dan berkuda di padang rumput.

Dari mana Kekaisaran Elniri berasal? Sampai mana mereka akan bercokol di Estarath? Apa sebenarnya yang ingin Anthravai kejar? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencuat seiring beragam diskusi tentang pandangan hidup, watak manusia, serta takdir.

Hal utama yang aku sukai dari Bang Villam adalah bagaimana beliau satu-satunya penulis genre fantasi di Indonesia saat ini (yang saya tahu) yang tulisannya memberi efek menghanyutkan. Seperti, bisa membuatmu larut dalam skala kejadian-kejadiannya gitu. Cerita The Emperor membawamu dari baris-baris pegunungan dan padang rumput di 'daratan selatan', melewati alam-alam mimpi gaib yang dijelajah Anthravai bersama serigala, melintasi samudra, hingga kota-kota pelabuhan dan benteng yang jauh di 'daratan utara'. Tapi, tanpa membuatmu lupa dengan elemen-elemen manusianya. Dan juga humor. Tentu saja, Bang Villam bukan penulis sempurna. Hanya saja, efek menghanyutkan ini belum pernah saya temukan di penulis-penulis lokal lain. (Kalau di penulis luar negeri, saya pernah temukan beberapa. Mungkin akunya juga yang belakangan jarang ke toko buku.)

Yang sangat membantu adalah gaya penceritaan Bang Villam yang lugas dan tidak ribet. The Emperor menjadi buku yang mudah dibaca dan dimasuki, tanpa ada unsur-unsur yang benar-benar membuatmu jijay. Kalaupun ada hal-hal kurang nyaman pun, itu disampaikan dengan cara yang mudah dicerna.

Bukunya secara umum lebih mengajakmu buat mikir gitu. Terutama soal cita-cita, kepemimpinan, cara interaksi dengan orang tua, sahabat, dan orang-orang yang kau sayang, dsb.

Buku ini memaparkan banyak aksi perang, tapi porsi dramanya berat juga. Adegan-adegan aksinya sendiri tidak dipaparkan terlalu grafis, jadi kau bisa merasa aman kalau menyodorkannya ke pembaca-pembaca yang lebih muda.

Kalau bicara soal kelemahan, terlepas dari beberapa saltik yang sulit ditemukan (macam 'kemalamanan'; bagaimana seorang karakter diceritakan dua kali terjatuh dari kuda dalam satu adegan; atau yang tertulis tiga padahal harusnya dua), Bang Villam kadang menyelipkan kata-kata serapan bernuansa modern dalam adegan-adegan percakapan, sehingga terkadang mengganggu imersi. Beberapa contohnya semisal 'reguler' dan 'paranoid' yang sama-sama digunakan Anthravai dan Vyndassi. Tapi, ini bukan kendala besar dan bahkan memberi kesan kalau ini cerita yang 'diterjemahkan' dan 'disadur' dari suatu sumber lain.

Aku pribadi merasa puas dengan buku ini. Jauh lebih puas ketimbang kalau beli novel fantasi lokal biasanya. Meski tak berukuran besar, bukunya tetap lumayan padat (sedikit lebih tebal dari buku pertama Ther Melian), tapi aku tetap membacanya sampai habis dalam sehari. Aku berharap beberapa bagian cerita bisa digali lebih dalam, mengingat skala cerita yang luas dan banyaknya karakter yang terlibat. Tapi, mempertimbangkan tempo cerita yang telah terbangun saat ini, hasil sekarang kurasa sudah optimal.

Seperti yang sudah aku singgung, ada dua gambar peta yang disertakan dalam buku ini (dua peta yang ditampilkan rapi, tapi dengan gaya gambar yang benar-benar sederhana). Lalu di halaman belakang, ada apendiks berisi daftar karakter, sedikit sketsa wajah, daftar lokasi penting, penjabaran tentang istilah, serta beberapa keterangan tentang legenda dan mitologi Elniri. (Aku sedikit kecewa dengan bagaimana peta ditampilkan spread antara dua halaman, sehingga bagian tengahnya sulit terbaca akibat lipatan kertas. Tapi, lagi, ini bukan masalah besar.) Kesemuanya ikut menambah wawasan tentang apa-apa yang terjadi dalam cerita.

Akhir kata, ini novel yang patut dibeli bila kalian penggemar fiksi fantasi Indonesia. Selain menarik, perkembangannya seru. Tak benar-benar ada kelemahan yang novel ini punya. Ada drama. Ada misteri. Ada aksi. Ya, ada juga romansa. Tak ada sistem sihir yang ribet di dalamnya, sehingga kalian tak perlu khawatir akan perlu investasi pikiran terlalu banyak hanya demi menikmati novel ini.

Ini masih buku pertama, jadi cerita buku ini berakhir (agak) menggantung untuk dilanjutkan di buku berikutnya. Mudah-mudahan bisa cepat terbit. (Bersama cerita-cerita lain di latar Estarath juga.)
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
July 20, 2019
Sekarang ini semakin banyak novel lokal bergenre fantasi yang terbit. Setelah dulu saya sempat membaca Palagan Nusantara, Dharitri, dan The Darkest Ray, kini hadir novel fantasi lokal terbaru dengan judul The Emperor karya R. D. Villam. Jika ditilik dari blurb di belakang buku novel ini menyajikan dunia fantasi dengan citarasa kolosal di dalamnya. Peperangan dan perebutan wilayah merupakan unsur yang ditonjolkan dari The Emperor ini. Kehadiran beberapa makhluk fantasi juga semakin menguatkan minat saya untuk membacanya. Apalagi sampul bukunya juga menunjukkan nuansa petualangan dan peperangan yang kuat. Sosok Anthravai dan kedua serigala sahabatnya, Burai dan Qirir, sukses menunjukkan karisma dan kekuatan dari tokoh ini. Padang rumput, langit biru, matahari, dan senjata yang menancap ke dalam tanah semakin memancarkan aura fantasi yang kuat dalam sampul bukunya. Kombinasi penempatan judul, nama penulis, gambar, dan warna yang cukup cerah mewujudkan sebuah sampul yang menarik dan merefleksikan tema ceritanya.

Mungkin tema fantasi yang ditawarkan oleh The Emperor cukup berbeda dengan novel fantasi lokal lainnya. Di mana dalam The Emperor kita hanya diberikan sedikit unsur fantasi lewat hewan-hewan aneh seperti Oggdrill. The Emperor lebih menyoroti peperangan, strategi, dan perbutan wilayah yang dipimpin oleh Anthravai. Di sini kita akan cukup sering melihat Anthravai dan pasukannya dari negeri Elniri yang memginvasi negeri-negeri di sekitarnya, seperti Heyniri, Tarxia, dan Torag. Bersama dua sahabatnya Vyndassi dan Thorsti, Anthravai menyerbu negeri-negeri tersebut untuk menuntaskan takdir dan ambisinya. Pada awalnya saya cukup menikmati alur dan tema cerita yang diberikan. Namun, seiring berjalannya cerita saya mulai merasakan kemonotonan dari perang dan perebutan wilayah yang terjadi. Di mana menurut saya motif dari Anthravai untuk menyerang wilayah negeri-negeri tersebut masih dangkal dan kurang begitu kuat. Selain itu peperangan yang digambarkan dalam The Emperor ini terlalu singkat dan terasa terburu-buru. Oleh karenanya saya tidak bisa menemukan ketegangan dari peperangannya itu sendiri.

Ada tiga tokoh utama yang disorot, yaitu Anthravai, Vyndassi, dan Thorsti. Ketiga tokoh utamanya ini memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda sehingga tidak sulit untuk membedakan dan mengingat mereka. Tokoh Anthravai merupakan seorang kepala suku di Elniri utara yang memiliki karakter kuat, pemberani, dan berwibawa. Perkembangan tokoh Anthravai ini sebenarnya cukup baik. Saya bisa melihat ambisi dari sosok Anthravai yang ingin menguasai negeri-negeri di daratan selatan. Kemudian ada tokoh Vyndassi yang merupakan kepala suku di Elniri selatan. Vyndassi merupakan sosok yang tenang, cerdas, dan cinta damai. Tidak jarang Vyndassi selalu memilih jalur diplomasi ketimbang perang. Selain itu Vyndassi juga merupakan ahli strategi perang yang baik dan selalu membantu Anthravai dalam menginvasi negeri-negeri di daratan selatan. Terakhir ada tokoh Thorsti yang merupakan kepala suku di Elniri barat. Thorsti memiliki watak yang pecicilan, mudah marah, dan petarung yang haus darah. Thorsti tak segan-segan untuk langsung membunuh musuhnya dalam peperangan. Saya suka dengan cara penulis dalam membedakan ketiga karakter tokoh utamanya. Penggambarannya pun tergolong kuat dan mudah masuk ke memori pembaca. Namun sayangnya, latar belakang ketiga tokoh utamanya belum tergali dengan sempurna. Kebanyakan latar belakang mereka hanya ada sekilas dan diceritakan secara singkat saja.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan fokus utamanya pada tokoh Anthravai, Vyndassi, dan Thorsti. Melalui sudut pandang ini kita bisa melihat bagaimana pemikiran yang membangun karakter mereka bertiga. Alurnya tergolong cepat dan mengalir. Saking cepatnya saya merasa beberapa bagian cerita jadi terkesan terburu-buru. Novel ini memiliki narasi yang lumayan padat akan penjelasan mengenai dunia dalam The Emperor. Membaca narasi-narasi ini seperti membaca buku sejarah dengan cara yang menyenangkan. Gaya bahasanya ringan, sederhana, dan mudah dimengerti. Tidak banyak istilah-istilah khusus yang digunakan. Terakhir latar tempat yang dipakai kebanyakan seperti padang rumput, pegunungan, hutan, dan tebing beserta laut. Setiap tempat digambarkan dengan cukup detail sehingga tidak sulit untuk ikut masuk ke dalam dunianya.

Hampir tidak ada konflik yang intens atau menegangkan. The Emperor hanya memperlihatkan konflik tentang politik kekuasaan dan ambisi Anthravai untuk menguasai negeri-negeri di daratan selatan. Hampir setiap konflik yang muncul hanya berupa peperangan dengan pola yang hampir sama. Tadinya saya menunggu akan konflik pribadi yang akan terjadi pada ketiga tokoh utamanya. Namun, sepertinya penulis hanya ingin fokus pada konflik kekuasaan dan peperangan saja. Bisa dibilang konfliknya mungkin sedikit hambar dan biasa saja bagi saya. Peperangan yang terjadi tidak terlalu detail digambarkan dan terjadi dengan sangat cepat. Motif Anthravai untuk merebut negeri-negeri di daratan selatan terkesan kurang kuat, selain hanya karena takdir dan ambisinya. Padahal jika penulis bisa membangun motif yang kuat dalam ambisi Anthravai ini mungkin konflik yang terjadi bisa lebih pecah dan menegangkan. Terlalu banyak peperangan yang terjadi secara cepat dengan hasil yang sudah bisa diduga.

Membaca The Emperor mungkin bisa saya analogikan seperti bermain game Dynasty Warriors. Di mana kita akan disuapi berbagai macam adegan perang dengan ribuan pasukan yang saling bertarung. Elemen seperti tombak, pedang, perisai, dan kuda semakin menguatkan analogi tersebut. Jujur saja ini sesuatu yang menarik bagi saya, tapi sayang penulis terlalu monoton dalam menggambarkan adegan perang yang terjadi dengan dinamika yang hampir mirip. Selain itu satu hal lagi yang sulit saya cerna adalah nama-nama tokohnya yang banyak sekali dan hampir mirip satu sama lain. Namun, di balik itu semua novel ini sangat potensial untuk dikembangkan lebih jauh lagi. Apalagi sepertinya akan ada buku selanjutnya. Hal yang saya sukai dari The Emperor adalah ketiga tokoh utamanya yang memiliki karakter kuat dan berbeda antara satu sama lain. Latar tempatnya pun bisa dibilang indah dan memukau. Padang rumput dan pegunungan merupakan latar tempat yang sempurna untuk cerita seperti ini. Secara keseluruhan The Emperor merupakan novel fantasi yang menunjukkan tentang politik, kekuasaan, dan ambisi yang terkadang bisa menjadi boomerang yang berbalik menyerang.
Profile Image for Dian Achdiani.
207 reviews26 followers
July 27, 2019
Kangen tulisan-tulisan Kastil Fantasi xD

Emperor membuatku membayangkan Anth sebagai orang Mongol, yang terus-menerus melebarkan pengaruh kekuasaan.

Dan ditutup dengan cliffhanger. Baiklaaaaah!
Profile Image for Rizki Utami.
212 reviews20 followers
February 16, 2020
WOW. Ini pertama kalinya aku membaca buku fantasi karya penulis Indonesia. Sangat berkesan dan tidak mengecewakan. World building nya parah sih, keren... Aku sangat mengapreasiasi bagaimana penulis menciptakan dunia fantasi di buku ini, lengkap dengan bahasa, mitologi, nama tempat dan nama sukunya sendiri. Keren lah pokok nya.

Buku ini cukup singkat dengan jumlah halaman 282. Sesuai judulnya, The Emperor, buku ini tema nya pasti tentang kerajaan yang mana selalu ada pembahasan peperangan dan penaklukan. Dari awal cerita memang sudah disuguhkan mengenai hal itu (perang). Di 15 halaman pertamanya sudah berhasil membuat aku penasaran (ini aku inget banget, karena pas baca sampai halaman 15 ini aku harus dengan berat hati melanjutkan aktivitas. Padahal masih penasaran banget). Mungkin untuk beberapa orang ceritanya akan terkesan monoton karena kebanyakan intrik politik dan strategi perang untuk mengalahkan musuh. Tapi justru, menurutku buku pertama ini hanya sebuah pengantar saja. Jadi, hanya sebuah pengenalan atau sekedar background cerita sebelum kita masuk ke cerita inti (aku yakin ada di buku selanjutnya). Kenapa begitu? karena pengenalan karakter dan tempat nya juga detail sekali. Kita sebut saja ada 3 karakter utama yang sering disorot dan masing-masing itu dibahas mengenai latar belakang keluarga, lingkungan mereka, sifatnya, prinsipnya sampai kebiasaan buruknya pun dibahas. Dalam 282 halaman loh. Disamping itu, sajian 'kejutan' di akhir ceritanya pun mantap. Itulah mengapa aku menganggap buku ini sebagai pengantar.

Sempat aku sulit menghafal nama, sistem penanggalan dan istilah-istilah lainnya dalam buku ini. Akhirnya aku punya solusi untuk hanya menghafal 3 huruf pertama nya saja. Seperti : Anth, Vyn dan Vel. Haha itu kulakukan karena untuk membantu aku lebih gampang masuk ke dunianya aja.

Kesimpulannya : walaupun nama dan istilahnya agak sulit untuk diingat (karena asing dengan nama tersebut) tetapi aku salut dengan world building nya. Aku yang kebanyakan baca karya penulis luar ini dibuat kaget dengannya. Karena buku inilah, aku sekarang mulai tertarik dengan buku fantasi karya penulis Indonesia. Sekarang saja, aku pinjam seri Penjelajah Antariksa ke temen aku (aku tahu itu buku lama, tapi lebih baik terlambat baca kan daripada nggak sama sekali). Rate sebenarnya 4.25 dari 5 bintang, tapi karena buku ini sangat berkesan buat aku dan (lagi) world buildingnya yang keren jadi aku beri full 5 bintang. Rekomendasi banget buat kalian semua ya..
10 reviews4 followers
March 13, 2020
Novel fantasi lokal yang awalnya aku kira terjemahan ini punya jalan cerita yang menarik untuk disimak, dengan karakter yang punya ciri khas sendiri sehingga mudah diingat buat aku mudah mengikuti jalan cerita. Walau memang berkutat dengan perang dan strateginya aku enjoy dalam membaca.

Dengan sudut pandang orang pertama yang bergantian antara para tokoh utamanya membuatku makin paham alasan alasan para tokoh melakukan tindakan yang membuat ceritanya tidak tertebak. Novel fantasi yang memang layak untuk ditunggu kelanjutannya apalagi setelah baca buku keduanya juga yang lebih menarik!

Tapi, pengennya porsi si dua serigalanya lebih banyak karena ya Burai dan Qirir menurutku menambah daya tarik cerita.
Profile Image for Nara Zwei.
1 review2 followers
August 8, 2019
Satu kata yang tepat untuk menggambarkan novel ini dalam kepalaku adalah: prelude.

Buku ini terkesan seperti sebuah pembukaan untuk cerita selanjutnya dengan tema yang lebih besar.

The Emperor adalah novel dengan genre high fantasy. Ada negeri fantasi dengan set medieval lengkap dengan elemen sihir dan binatang buasnya yang orisinal.

Bisa dibilang, novel ini dibagi dalam 3 porsi. Ada porsi Anthravai, porsi Thorsti, porsi Vyndassi, yang ketiganya diselang-seling berulang meski nggak repetitif. Porsi cerita yang satu menambal sulam jalinan-jalinan cerita yang tidak dijawab di porsi yang lain.

Mungkin nama-nama yang bertebaran di cerita ini bakal bikin bingung pembaca yang nggak terlalu akrab dengan model high fantasy, tapi menurutku The Emperor sangat ramah mata dan padat banget. Nggak ada obral nama karena semua yang dimunculkan memang punya porsinya sendiri-sendiri yang nggak bisa kalau nggak dimunculkan. Bahkan di bagian buku paling belakang juga ada ilustrasi tokoh, sehingga bisa membuat pembaca lebih mengenal siapa yang siapa dan mudah mencerna hubungan antar tokoh.

Cerita ini bisa dibilang cerita tentang narsistik edan yang obsesif banget (begitulah aku memandang Anthravai, lol) pengen menguasai dunia. Kalau nggak ada Thorsti dan Vyndassi untuk menyeimbangkan, entah bakal gimana nasib Anthravai.

Anthravai ini sejenis Oda Nobunaga. Tipe pemimpin yang fearless, obsesif, idealis, dan seringnya omongan dia ga mampu dipahami oleh orang lain, bahkan orang terdekatnya. Aku setengah berharap dia bakal berakhir kayak Nobunaga, tapi setengahnya lagi juga pengen berharap dia berhasil memenuhi tujuannya.

The Emperor dibuka dengan genderang perang, ketika Himler melihat kapal-kapal asing berlayar ke pelabuhannya dan menyadari bahwa Fishen diserang, cerita kemudian dimulai dari introduksi sang hero (Anthravai) yang kemudian bergulir kembali ke penaklukan Fishen. Tapi cerita enggak ditutup di situ melainkan masih maju terus ke Melbrond.

Harus diakui, aku cukup takjub dengan stamina pasukan Anthravai yang langsung bablas maju dari menyerbu Fishen ke Melbrond yang jelas-jelas medannya susah karena dikelilingi pegunungan. Yah, bayarannya mahal, sih.

Novel ini temponya cepat, tapi nggak terasa terburu-buru jadi enak dibaca. Bahkan kisah cinta di dalamnya pun bisa diselipkan dengan manis, jadi novel ini nggak cuma berisi darah, keringat, dan seruan perang. Ada sisi romance-nya. Hal yang aku suka di novel ini adalah, nggak seperti novel high fantasy Villam yang lain yang pernah kubaca, Anthravai nggak bener-bener putih. Ada abu-abunya di karakter dia yang disadari oleh tokoh lainnya, Thorsti dan Vyndassi pun nggak ragu mengolok atau mendiskusikan 'kesintingan' Anthravai alih-alih mengaguminya, dan itu menjadikan Anthravai lbh manusiawi di mataku.

Nggak ada musuh besar yang harus dikalahkan dalam buku ini. Seperti yang kubilang di awal, bagiku novel ini lebih mirip seperti prelude. Babak pembukaan. Musuh aslinya belum muncul, bahkan konflik utamanya juga belum kelihatan. Bagusnya, ini menjadikan The Emperor semacam snack berkualitas yang membuat perut makin lapar untuk santapan utama. Jeleknya, buku ini kurang nendang untuk sebuah pembuka. Suspense-nya kurang, intriknya ngga ada, jadi terasa lempeng.

Meski begitu, The Emperor adalah novel yang cukup mengenyangkan, seperti sereal minuman penunda lapar. Semoga seri selanjutnya lebih mendebarkan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
October 17, 2019
The Emperor merupakan novel pertama Kak R.D Villam yang kubaca. Sebagai novel perkenalan, aku cukup menyukai kisah The Emperor.

Untuk novel fantasi lokasi, novel ini cukup menyita perhatianku. Jika selama ini novel fantasi di dominasi unsur-unsur magic, petualangan dan sejenisnya, novel ini membawa sesuatu yang berbeda yang terasa nyata, walau dunia yang dibangun disini adalah dunia yang berbeda.

Walaupun narasinya cenderung panjang dengan nama tokoh yang cukup banyak dan susah menyebut nama-namanya, tapi aku sama sekali tidak bosan, aku malah begitu larut membaca hingga akhir.

Karena ini masih buku pertama, jadi masih banyak pertanyaan yang mengganjal. Masih banyak hal yang perlu penjelasan.

Semoga The Emperor 2 bisa cepat selesai ditulis, karena aku sudah tak sabar membaca kisah Anthravai, Vyndassi dan Thorsti ...
Profile Image for Dewi Kirana.
Author 2 books20 followers
August 17, 2019
Di buku ini, sekali lagi Bang Villam berhasil mengukuhkan dirinya sebagai Dewa Perang. Taktik-taktik penyerangan yang diceritain di kisah ini benar-benar mengagumkan dan bikin iri (kok bisa kepikiran kayak gitu?). Selain itu worldbuilding-nya juga oke banget. Penamaan orang dari tiap suku di Elniri konsisten dan mitologi penciptaan dunianya cukup original.


Sayangnya, selama ngebaca buku ini aku nggak ngerasa ikatan emosi apa pun ama tokoh-tokohnya. Jadi rasanya kayak diceritain sebuah hikayat dari jaman dulu, tapi ya udah, gitu aja. Aku nggak berasa masuk ke dunianya dan nggak ngerasain berpetualang di sana. Dan ini, terus terang, bikin aku cukup kesulitan buat terus baca buku ini. Level of enjoyment-nya kelewat minim buat menggugah selera membacaku, dan bikin aku ke-distract sama buku-buku lain.


Dan ada beberapa aspek cerita yang bikin dahi mengerut.
Profile Image for Feby.
Author 3 books19 followers
July 5, 2019
Sebagai salah satu orang yang bercita2 menerbitkan buku fiksi fantasi, senang rasanya bisa melihat kawan seperjuangan yang dulu sama2 di kemudian.com bisa menerbitkan tulisannya di penerbit kawakan. Untuk itu, pertama2, saya ucapkan SELAMAT untuk Villam untuk prestasi ini. Nah, sebagai hadiah dan demi kemajuan kita bersama maka saya hadiahkan review singkat ini.

Review ini akan saya akan bagi 2 saja. Hal yang saya suka dan hal yang kurang saya suka.

HAL YANG OK
♡ Bahasa penulisan yang rapi dan runut.
♡Awalan yang menarik untuk diikuti.
♡POV yang difokuskan pada 3 tokoh saja. (Ada tokoh tambahan tapi bukan fokus utama)
♡Setting yang digambarkan cukup jelas sehingga mudah membayangkannya.

HAL YANG KURANG
♧Nama2 tokoh yang mirip2 dan jumlah nama yang terlalu banyak sehingga sulit diingat.
♧Pace cerita yang terlalu ngebut, sehingga banyak bagian yang kerasa seperti baca buku sejarah.
♧Konflik yang terlalu tipikal. Like conquer, conquer, tapi alasan untuk menyerang negara lain itu terlalu dangkal.
♧Inner conflict masing2 karakter utama kurang tergali. (Ini terkait dengan pace yang ngebut)

Itu aja dari saya. Semoga bisa membantu ke depannya. 👍

2.5/5 dibulatkan ke 3.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,361 reviews43 followers
October 14, 2020
Cukup lama juga novel fantasi yang tidak terlalu tebal ini akhirnya selesai saya baca, terbalap berbagai bacaan lain.

Awal cerita yang cukup mendebarkan bersama para monster oggdrill, makin ke belakang makin berkurang greget dan penyusunan "world building"-nya. Serigala yang muncul di sampul buku, ternyata cuma sedikit ceritanya. Malah semesta makin menyerupai seri LOTR, apalagi dengan pohon kerajaan berdaun emasnya (saya lupa namanya apa).

Tapi saya masih mau melanjutkan membaca buku keduanya, kok, tenang saja.
Profile Image for R.D. Villam.
Author 730 books82 followers
Read
July 5, 2019
Terima kasih pada semua yang telah membeli, membaca dan mengulas buku ini.
Salam paling hangat dari saya. :D
Profile Image for Ririn Ayu.
Author 9 books12 followers
December 18, 2019
"Pemimpin harus berkorban lebih banyak. Berkorban demi tujuan yang lebih besar. Hal. 188"

Kalau boleh merangkum The Emperor 1 karya Bang Villam adalah semuanya berawal dari mimpi, diperjuangkan lalu semuanya jadi kenyataan. Buku ini sarat mimpi dan cara mencapainya serta rintangannya. Sejak awal kita dibawa oleh jatuh bangunnya Anthravai--pemimpin suku Utara Elniri--demi mencapai mimpinya. Selain dari versi Anth, kita juga bisa tahu pandangan dari Vyndassi dan Thorsti, dua orang sahabat Anthravai. Namun, kerennya buku ini juga membahas mimpi musuh-musuhnya dari karakter utama.

Ini review pertama saya di Goodreads, jadi deg-deg-an hawanya, maafkeun ya Bang bacanya lumayan lama. Bukunya enggak jauh beda dari versi online yang udah dulu dibaca, cuma kalimatnya lebih luwes di buku dan ada perbedaan-perbedaan dikit meski samar, konyolnya saya nyari itu sepanjang baca dan bikin lama durasinya *halesan
Saya suka bukunya, dunia yang yang dibuat Bang Villam lengkap dengan petanya terasa nyata. karakternya banyak banget dan semuanya punya karakteristik masing-masing jadi bisa dibedakan satu sama lain. Meski saya jenis yang kesulitan menghafal nama, tapi saya bedakan karakter-karakter utamanya. Poin yang paling saya sukai bagian mimpinya Anthravai bersama serigala dan Mbak-Mbak tidak berbaju itu hahahaha
Namun, seperti yang dulu pernah saya singgung pas terbit online. Terkadang saya masih bingung dengan motif karakter utama untuk memulai peperangan. Okelah, mimpi untuk menyatukan dunia dan mencegah bangsa Elniri dijajah, akan tetapi seperti yang disinggung Vyndassi sendiri yaitu Elniri belum sampai tahap krisis hingga saat itu jadi belum perlu untuk berperang sampai ke benua lain. Tetapi, semuanya masih teka-teki bisa jadi nanti akan terungkap di buku selanjutnya
Selain itu, saya juga pernah bilang perang-perang yang ada di Emperor ini terlalu cepat selesai dan kesannya mudah. Mungkin saya jenis yang menginginkan perang berdarah-darah penuh drama hahaha...cuma bukan masalah juga mungkin Abang ingin menunjukkan betapa superiornya bangsa Elniri ini dan belum menemukan musuh yang sepadan. Bisa jadi nanti perang berdarah ada di buku selanjutnya.

overall, saya suka bukunya. Minim sekali typo dan rapih banget. Terima kasih Abang udah nulis buku sekeren ini. Ditunggu buku selanjutnya dan jangan kasih kendor, ayo nulis terus. Semangat Abang ^^

Rate 4,5/5

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Desita Itsmystyle.
64 reviews5 followers
December 22, 2019
Suatu hari, keturunan bangsa Elniri, jika sudah tak mampu lagi bergerak, akan kehilangan segalanya. Orang-orang asing itulah yang nanti akan datang mengejutkan kita, lalu menaklukkan kita. Keturunan kita tak mampu melawan, karena sudah tak lagi seperti kita. Kalian mengerti? Apa yang kita lakukan sekarang adalah tanggung jawab kita, untuk mereka. Hlm 200.
.
Hukum rimba, memakan atau dimakan. Kurasa konsep inilah yang masih kental di suatu masa yang ditinggali Anth dan kawan-kawannya. Karenanya cerita dominan bergulir dari sudut pandang 'penjajah' dan penulis memberikan 'pembenaran-pembenaran' untuk para tokoh utama atas tindakan mereka.
.
Kurasa ini cerita yang bagus untuk menyentil pembaca Indonesia yang masih mendendam atas penjajahan. Karena jika mau merekonstruksi ulang cara pikir dan memberikan pengandaian-pengandaian, sebenarnya ada moment ketika bangsa kita melakukan hal serupa 😂😂😂.
.
- Apa yang kau doakan?
- Semoga tak ada lagi orang-orang yang mati karena perang.
Hlm 266.
.
😢😢😢. Tetep nyesek sih. Kalah jadi abu, menang jadi arang. Setidaknya itu terjadi pada beberapa tokohnya.
.
Tapi intinya buku ini bisa membuat kita memahami dan ikut merasakan dorongan serta spirit yang menjelaskan kenapa peperangan dan penaklukkan pada masanya adalah tindakan yang diperlukan serta lumrah. I love that point 😍.
.
Hanya saja menurutku porsi 'tell'-nya masih mendominasi sehingga di banyak titik, ceritanya terasa lambat. Kekurangan lain meskipun juga positif, yaitu nama-nama tokohnya yang unik tapi bikin lidah keriting buat melafalkannya. Jenis yang susah dilafalkan lidah Indonesia karena distribusi fonemnya tidak mengikuti kaidah yang biasa terdapat dalam kosa kata bahasa Indonesia. Tapi secara keseluruhan ini masih cerita yang sayang untuk diabaikan.
.
Memang bukan fantasi yang kental akan nilai lokalitas, tapi juga bukan fantasi yang memaksakan diri menjadi kebarat-baratan. Silakan baca langsung dan rasakan sendiri sensasi baru yang ditawakan.
.
.
Di padang rumput kami terlahir, di tengah derap kuda berlarian ...
Tetap hidup kekal abadi, bahkan setelah terucap doa kematian.
Hlm 214.
.
.
Review lengkap cek IG:
1. https://www.instagram.com/p/Bz741E2gJVF/
2. https://www.instagram.com/p/Bz-pFy2AlkO/
3. https://www.instagram.com/p/B0BOSxDA0KG/
4. https://www.instagram.com/p/B0DtwOoAsNM/
5. https://www.instagram.com/p/B0GVH3Dg5aq/
Profile Image for Tetty Marlinda.
2,000 reviews46 followers
July 7, 2020
#105 - 2020
Genre: Fantasy

Tidak banyak buku bergenre Fantasy yg merupakan karangan penulis Indonesia, dari sedikit itu muncullah RD Villam. Awalnya saya membeli buku ini seperti blind date, baca blurb terus beli tanpa tahu kalau penulisnya dari Indonesia.

Hasil blind date ini ternyata tidak terlalu mengecewakan, karena penulis yang saya yang tidak kenal saya gak punya ekspektasi apapun. Cara penulisannya yang tidak bertele-tele, mengalir dengan cepat, sehingga pembaca pun tidak tersendat membacanya.

Tokoh utamanya seorang kepala suku muda bernama Anthravai yang memiliki ambisi besar untuk memperluas daerah kekuasaan sukunya. Dibantu oleh panglimanya, Vyndassi, yang berkepala dingin dan Thorsti, yang emosional, Ant berhasil menakluk banyak daerah sekitar Elniri.

Villam dalam bukunya banyak menggunakan bahasa asing, saya tidak tahu pengaruh bahasa mana, ditambah dengan penulis membuat peta sendiri, jadi membuat buku ini seperti ditulis penulis luar.

Yang kurang hanyalah ikatan pembaca ke tokoh utamanya Anthraval. Saya sempat berpikir apakah Vyndassy, yang jadi pusat cerita, karena lebih banyak bagian hidup Vyndassi atau Thorsti yang siceritakan, sehingga saya merasa kok saya tidak tahu banyak tentang Anthraval dan karakternya.

Tapi sebagai novel fantasi karangan penulis Indonesia, saya acungkan jempol buat imajinasinya. Apakah saya melihat pengaruh JRR Tolkien disini? Saya rasa ada sedikit, tapi Villam berhasil menjadi penulis dengan gayanya sendiri.
Profile Image for frikelovato.
137 reviews34 followers
April 2, 2020
Di luar ekspektasi ternyata bukunya bener-bener buat aku hanyut sama alur ceritanya 🥺

Inti ceritanya itu tentang kerjaan yang punya visi melestarikan keturunan dan tradisi (meskipun ada balas dendam juga) dengan cara mengekspansi wilayah kerjaaan lainnya dengan cara berperang. Ada tiga tokoh utama didalamnya yaitu Anthravai, Vyndassi, sama Thorsti, mereka ini sebetulnya sahabatan tapi karna mereka dari bangsa yang sama yaitu bangsa Elniri jadi mereka udah kayak saudaraan. Ketiga tokoh tadi punya karakter yang sama-sama kuat dan masing-masing punya peran penting diceritanya, ya meskipun Anthravai sebagai pemimpin bangsa Elniri tapi Vyndassi dan Thorsti juga punya andil kuat buat bangsa Elniri.

Isi ceritanya emang perang terus sih, tapi lumayan buat belajar karna strategi ilmu perang sama politik kerajaannya dijelasin, jadi lumayan bisa diimplementasiin buat di kehidupan sehari-hari buat menjalin hubungan sama orang lain.

Gak mau bahas kurangnya, karna kalo bahas kurang ya pasti ada kurangnya, termasuk kenapa tipis banget bukunya???? buat cerita fantasy kayak gini harunya tebel xD. Jadi kesel sendiri tiba-tiba tamat 😭udah gitu diakhir ada tokoh pendukung yang tumbang juga, padahal itu favorite couple, kurang momentnya 😭 pengen dibuatin spin-off ThorstixQanara 🥺🙏🏻

Gak sabar buat baca yang ke-2 (kangen Anthravai sebenernya 🤣) yang ke-3 nya di tunggu yaaa 🥺🥺🥺
Profile Image for Dinar Widyasmara.
121 reviews6 followers
February 20, 2021
Menyajikan tema yang berbeda dibanding buku fantasi lokal lainnya, membuat aku penasaran sama bukunya. Tidak banyak memunculkan hewan-hewan eksotis dengan kekuatan tertentu,tidak ada daerah-daerah penuh magis, atau mantra-mantra. No. Buku ini menyajikan, sebuah penaklukan, stategi perang, konflik kekuasaan. Fantasinya terasa dari beberapa hal misterius yang diyakini atau dialami oleh tokoh utama.

Narasinya sih bagus banget, penulis jelas bukan orang baru dalam dunia tulis-menulis faantasi, terlihat jelas dari susunan kata dan diksi yang menawan. Seru memang ceritanya, plotnya juga jelas, deskriipsi tempatnya juga menawan, dari padang rumput, pegunungan, dan lautan, semuanya dideskripsikan dengan mantap. Hanya saja perlu aku akui, aku mengalami kebosanan di beberapa bagian. Bosan saja sengan sikap sok misteriusnya Anthravai,strategi perang, bahkan peprangannya itu sendiri.

Yang menarik memang tiga tokoh yang mendapat banyak sekali jatah tampil. Anthravvai jelas, dia tokoh utamanya, lalu ada dua sahabatnya Vyndassi, hatinya jauh lebih lembut dan bijak dari pada Anthravai yang sedikit emosian, dan Thorsti yang hebat dalam perang tapi punya perangai meledak-ledak.

Aku yakin akan ada di luar sana yang menyukai buku ini karena fantasinya yang kental, jadi buku ini layak untuk kalian coba.
181 reviews
February 29, 2020
Arhhh, berasa nemu harta karun pas baca buku ini.

Such a buku fantasi terjemahan. Tp ternyata buku fantasi lokal. Karena gaya ceritanya miripppp banget sama gaya terjemahan.

Penggemar fantasi kudu baca ini donggg.
30 reviews3 followers
January 19, 2021
Sebetulnya cukup banyak unek-unekku soal buku ini. Gaya fantasi dan cerita perang khas laki-laki, dominan oleh aksi, darah, politik, dan strategi. Rasanya seperti sedang membaca fiksi sejarah tanpa alur yang dalam dan berbelit-belit.

Aku kurang suka konsep karakter yang overpower seketika, tanpa penjabaran proses yang mengena. Hampir semua tokoh di buku ini digambarkan punya kelebihan yang pol, terlebih tokoh utama; Anthravai, yang alih-alih berkarisma dan punya sisi kepemimpinan yang patut dihormati, malah memberi kesan diktator muda yang labil dan ambisius. Juga menurutku agak kurang masuk akal ketika para pemuda bangsa usia 20-an bisa jadi panglima, sekaligus. Memang hal demikian sudah terjadi dalam sejarah negeri Turki. Panglima perang usia 23 tahun (muda bgt kan) dan kepemimpinannya dihormati; Sultan Mehmed II atau yang lebih akrab dengan gelar Muhammad Al-Fatih (The Conqueror). Tapi ini kasus satu banding sekian ribu.

Dan karena novel ini dikemas fantasi serius yang mana menonjolkan sisi logikanya, 3 pangilma usia 20-an sekaligus, memimpin perang besar dan menang terus, rasanya terlalu ajaib. Al-Fatih sekalipun sempat mengalami kekalahan dan kejatuhan berat sebelum kemenangannya yang gilang gemilang.

Tapi aku kagum dengan keseriusan penulis dalam membuat dunia sendiri, lumayan detail, sampai peta, sistem pemerintahan, dan populasinya terancang dengan baik. Aku juga suka tokoh Vyndassi, dia paling manusiawi di sini. Tak lupa ilustrasi sampulnya yang uwah, memikat.

Selebihnya, mungkin bagi yang suka fantasi silakan dibaca juga, siapa tahu punya pendapat berbeda yang bisa menambal kekuranganku dalam ulasan ini. Hormat untuk RD Villam!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Icha.
61 reviews38 followers
February 14, 2020
Anthravai is a badass.⁣

Ini kesan pertama pas aku baca buku ini. Tegas, ga takut siapapun.⁣

Skrg mari aku kasih tau blurbnya.⁣

Anthravai adalah seorang kepala suku. Meski masih muda, dia terkenal dengan kekuatan dan keahlian berperang.⁣
Suatu saat dia pergi ke pegunungan karang tempat kakaknya meninggal setelah menyelamatkan Anthravai dari serangan Oddgrill. Dia merasaada yang aneh dengan kematian sang kakak⁣
Disana dia bertemu wanita misterius yang mungkin adalah dewi dari lautan.⁣

Pada Perburuan Agung, Anthravai membunuh seekor hewan raksasa, dan membuatnya yakin kalau dia adalah masa depan Elniri.⁣
Kepada 2 prajurit terbaik yang sekaligus sahabatnya Vyndassi dan Thorsti, Anthravai mengajak mereka untuk menyerang desa-desa lainnya.⁣

Peperangan kemudian terjadi dan korban berjatuhan, tak menghentikan langkah Anthravai.⁣



***********⁣


Dari awal aku baca ini, aku udah senang bgt.⁣
Kenapa?⁣
Pembukaannya langsung di sodori perang. ⁣
Lalu kemudian scene yang gore juga banyak. (ini sih akunya aja yg ga punya hati 🤣) ⁣
Penulis juga selalu detail dengan penggambaran lokasi.⁣

POV pun berganti dari Vyndassi, Thorsti dan Anthravai. Walaupun sebagian besar pikiranku selalu ke Anth, karena dia paling sedikit informasinya tentang kenapa menyerbu ke wilayah lain.⁣
World building enak bgt. Aku sama sekali ga kesulitan buat ngebayangin.⁣

Dan ada twist di akhir yg bikin gemes. Kasian bantal di kamar jadi sasaran karena aku sama sekali ga liat ini bakalan terjadi 🙄⁣

Aku sangat menikmati bacanya, sampe aku sengaja ga buru-buru abisin, tapi di lain sisi aku penasaran 🤣⁣

Thank you kak @rdvillam20 buat kesempatannya.⁣


Tunggu review buku kedua!!!⁣






#books #book #read #reading #reader #page #pages #paper #instagood #kindle #nook #library #author #bookworm #readinglist #plot #climax #story #literature #literate #stories #words #bookstagramindonesia #bookstagramid #bacabuku⁣
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rizka Surfa Ardiana.
49 reviews2 followers
April 27, 2020
The Emperor merupakan karya pertama dari penulis R.D. Villam yang aku baca, dan aku sukses dibuat terkesan dengan kisah didalamnya.

Sebenarnya masih ngga percaya ini tuh kisah fantasi lokal, karena ceritanya apik banget!

Novel ini bercerita tentang sosok Antharavai--kepala suku muda di Elniri (dunia yang diciptakan penulis di novelnya).
Oh ya, didalamnya juga ada 2 halaman yang berisi peta tempat yang ada dalam ceritanya. Itu keren banget pokonya, jadi kita ngga bakalan bingung memikirkan tata letaknya tempatnya karena ada peta tersebut.

Antharavai ini punya 2 serigala kesayangannya bernama Burai dan Qiqir, sepanjang penulis menjelaskan keadaan kedua serigala tersebut entah kenapa pikiranku malah keinget jacob di twillight 😆

Lalu kepikiran lagi, gimana ya kalo novel ini diangkat jadi film, kayaknya bakalan spektakuler bangett!

Oh ya, ada juga 2 sahabat Antharavai yang udah kayak sodara gitu soalnya kenal sejak kecil. Mereka Vyndassi sama Thorsti.

Part paling berkesan buatku itu waktu pemburuan agung. Pemburuan itu bener-bener buat perasaanku dagdigdug ngga karuan, sampe melebihi waktu pembukaan dan peristiwa terbunuhnya kakaknya itu.

Penggambaran detailnya di novel ini keren abissss! Penulis lihai banget buat dunianya dan detai-detailnya di novel ini.
Imajinasi aku pun beneran jalan, sampe-sampe kadang ngeri juga setiap kali keinget pembunuhan hewan besar di pemburuan agung itu 😆

Pokonya novel ini rekomended banget!
Ngga sabar lanjut baca seri ke-2 nya.

Rated 4,5/5⭐
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for A.A. Muizz.
224 reviews21 followers
December 24, 2019
Membaca novel ini, seperti menonton film laga. Peperangan demi peperangan, dengan tokoh-tokoh yang mayoritas laki-laki. Dengan setting padang rumput, pegunungan, pelabuhan, dsb. Dengan pedang, kuda perang, serigala, mimpi-mimpi, kepercayaan terhadap dewa-dewa.⁣⁣
⁣⁣
Entah, daya tarik apa yang dimiliki novel ini. Yang pasti, meskipun saya butuh waktu lama untuk menyelesaikannya, saya begitu menikmati bab demi babnya. Narasi-narasi yang kadang panjang seperti pelajaran sejarah, entah mengapa tak membuat saya bosan.⁣⁣
⁣⁣
Salut kepada Mas Villam yang mampu menuliskan novel fantasi semacam ini. Beliau dapat membangun dunia baru (kayak Lord of the Ring gitu, bukan, sih?) yang menurut saya berhasil.⁣

Selain peperangan dan perebutan kekuasaan, novel ini juga diselingi dengan drama, kisah keluarga, persahabatan, dan humor yang segar serta cowok banget. Dan... yang juga penting, dari kisah Anthravai dkk ini, kita bisa mengambil banyak pelajaran tentang kehidupan. Juga tentang sejarah bangsa, bahwa dalam peperangan, tidak ada hitam dan putih.⁣
Profile Image for Rahman Anrabel.
56 reviews
February 14, 2020
Ceritanya seru dan mengalir ketika gue baca. Meskipun ada bagian yang bikin bosen sih walaupun sedikit wkwkw. Waktu liat cover pas beli. Gue berharap kalau kedua serigala di depan cover novel ini akan banyak membantu si tokoh utama. Namun kedua serigala ini cuman dikit banget diceritainnya, sehingga ekspetasi gue menurun.

Novel ini recommended banget buat yang suka genre petualangan 👍👍👍👍
Profile Image for Zahro.
162 reviews
October 14, 2025
Lebih suka chemistry Qanara & Thorsti, daripada tokoh utamanya, Athravai & Yalina.

Dan, ya, ending gantung dengan satu sosok yang bikin penasaran apa hubungannya sama beliau? Jahat? Baik? Pengkhianat?
Profile Image for Nailus Salsabila.
5 reviews4 followers
August 26, 2020
Petualangan yang seru. Ini sih dongeng untuk orang dewasa menurutku. Suka!
Profile Image for Dedik Ariyanto.
51 reviews1 follower
July 25, 2019
#TheEmperor menyajikan sebuah kisah yang mungkin berbeda, setidaknya di dunia kepenulisan di Indonesia. Meskipun tema perang dan perebutan kekuasaan bukan hal yang baru lagi.
Yang membedakan buku ini dengan yang lain adalah bangunan dunianya. Hampir aku tak mengira kalau ini buku tulisan orang Indonesia. Rasanya tetap Indonesia namun, suasana yang dibangun sungguh tak terduga.

Aku suka dengan pola penamaan toko dalam buku ini. Laki-laki pasti berakhiran I dan perempuan A. Misal, Anthravai, Vyndassi, dan Thorsti. Untuk perempuan, ada Tayara, Yalina, dan Qanara. Begitu juga, dengan nama tempat. Hampir bisa dipastikan, polanya. Meskipun asing terdengar dan di awal-awal membuat lidah terpelincir saat membacanya. Nyatanya, semua karakter yang kuat dengan deskripsi yang menarik tak akan jadi masalah. Pembaca bisa menyelaminya dengan mudah. Alur cerita mungkin sedikit lambat dibagian depan, dengan narasi panjang. Seakan menjadi hak paten setiap novel fantasi, minim dialog. Namun, alur terus naik, hingga kepuncak. Ketegangan dan mendebarkan akan terus menghantui pembaca. Tak tanggung-2 konflik cerita memanas hingga akhir. Meskipun, agak sedikit membosankan. Karena cerita hanya bergulir tentang menaklukan kekuasaan, perang, dan perang lagi. Tapi, percayalah irama menyenangkan saat mengikuti misteri yang ditebar sejak awal halaman tak akan menyurutkan niat pembaca untuk menghabiskan seluruh kisah. Deskipsi cerita sangat lembut, ditunjang dengan ilustrasi peta. Menjadikan pembaca makin mengkhayal jauh tentang dunia baru.

Karena ini, novel Fantasi lokal. Aku banyak berharap penulis akan lebih mengeksplore cerita dari tanah air. Mulai dari setting, hingga budaya. Tapi, penulis lebih memilih untuk membuat sebuah dunia baru, zaman baru dan budaya baru. Tapi, rasa yang disampaikan masih lokal. Imajinasiku liar, dan apa yang aku tangkap justru membuatku senang. Aku tak muluk2 mengkhayal terlalu tinggi, aku bayangkan saja ini memang ada di sini. Di tanah yang aku pijak. Meskipun entah ada di mana.

Satu lagi, yang aku inginkan. Sebuah bahasa baru yang kuat. Dunia yang terbangun akan semakin kokoh. Meskipun ada beberapa kata/bahasa dipaparkan, contohnya "Tug" juga doa-2 untuk para Dewa. Nyatanya, aku belum merasa puas dan ingin lebih.

#TheEmperor mungkin tak memiliki tokoh antagonis. Mungkin! Ya, aku bilang seperti ini karena si Tokoh utama sendiri hanya ingin menaklukkan beberapa daerah, perang dan perang. Sementara musuhnya, entah seperti apa, tak ada kepastian. Tujuan, utama si tokoh utama mungkin terkesan samar2. Sengaja disimpan untuk buku selanjutnya atau seperti apa, rasanya aku ingin petualangan ini makin mendebarkan dan menegangkan. Sepanjang mengikuti kisah Anthravai, aku selalu berpikir. Apa yg ada di kepala penulis, sehingga dia membangun dunia baru di luar dugaan pembaca. Nama-nama yg unik. Di sini jelas sekali, penamaan tokoh, dan tempat benar-benar baru.
Alur ceritanya juga tak mudah dipahami, butuh pemahaman lebih. Namun, percayalah Fantasi lokal ini akan membuatmu berdebar-debar merasakan ketegangan. Cerita penaklukan dan perang, serta sebuah teka-teki. Tentang takdir, dan juga mimpi.
Suatu kenekatan menurutku. Selain karena Fantasi lokal yang belum bertaring, juga pembaca genre ini bisa dibilang sedikit. Namun, kenekatan itu rupanya berbuah manis. Nyatanya semua kecurigaan dan kekhawatiran akan ekstensi Fantasi lokal tak benar adanya. Eksekusi cerita sangat baik, meskipun banyak sekali teka-teki yg belum terjawab.

Pengemar Fantasi lokal, harus berbangga diri. Karena Fantasi lokal tak kalah dengan Fantasi luar. Meskipun, butuh waktu yg panjang untuk membentuk karakter yg kokoh dan bangunan cerita yg kuat. Hingga terciptalah #TheEmperor.

Pengemar novel fantasi akan suka dengan cerita ini. Lebih lagi, Fantasi lokal. Ada rasa memiliki dan kebanggaan tersendiri bisa membaca novel Fantasi lokal. Apalagi, Novel Fantasi yang identik dengan sihir-sihiran itu masih mendominasi. Sehingga #TheEmperor yang menyajikan kisah peperangan di zaman yg dibangun spesial oleh penulis ini sekiranya dapat memberi warna baru di dunia fantasi lokal yg latah. Ya, aku bilang seperti ini, karena beberapa orang menganggap fantasi itu ya, sihir. Dan beberapa fantasi lokal sepertinya juga berlomba-lomba membuat fantasi yg tak jauh dari sihir. #TheEmperor mungkin sulit diterima oleh pembaca yg tak suka dengan narasi panjang cerita, dan lagi penamaan beberapa nama tokoh yg butuh ekstra untuk mengeja. Namun, tak ada salahnya untuk menikmatinya. Pembaca akan menemukan sekotak coklat dan rasanya akan sulit dilupakan. Seperti itu yg aku rasakan saat memakan lembar demi lembar buku ini.
#TheEmperor itu, ajaib dengan hewan2 aneh yg mungkin jauh dari perkiraan, dunia pertengahan yg juga penuh keanehan.
Profile Image for Sulhan Habibi.
809 reviews63 followers
April 5, 2020
Pertama, aku ingin menuliskan apa yang menarik dari buku ini.

1. Covernya menarik. Jujur, pada awal pertama aku meihat buku ini dan melihat desain sampul yang keren, aku mengira ini adalah novel terjemahan (maklum belum pernah mendengar nama mas RD Villam sebelumnya). Melihat cover yang menarik wajar dong pada akhirnya aku penasaran dengan buku ini.

2. Banyak ulasan positif mengenai The Emperor ini dan kebetulan aku merindukan kisah fantasi dari penulis lokal yang menarik untuk aku baca. Jadi, adanya buku The Emperor dengan kisah yang cukup berbeda semakin menguatkan keinginanku membaca buku ini.

Nah, bagaimana dengan ceritanya sendiri? Bagaimana gaya penulisan dari mas RD Villam? Inilah ulasan singkatku.

Kisah di The Emperor ini dibuka dengan baik. Sang tokoh utama, Anthravai, masih kecil dan mengalami kejadian yang menentukan takdirnya di masa depan. Pembukaannya mampu menghipnotisku dan misteri yang ada membuatku bersemangat membaca ke halaman-halaman selanjutnya.

The Emperor ini temanya adalah peperangan seperti kisah kolosal (sebut saja kisah bangsa Mongolia, kisah zaman kerajaan di Timur, bahkan ada sentuhan bangsa Vikings). Jadi kisahnya kebanyakan tentang perang, perebutan wilayah, dan strateginya.

R.D Villam membangun dunianya sendiri yang menjadi latar tempat di buku ini. Ada hal magis, ada hal-hal supernatural, ada sejarah namun sayangnya kurang dikembangkan lebih jauh. Hal magis dan supernatural cukup berpengaruh dalam cerita namun kesannya hanya pelengkap cerita. Kalau diperkuat bakal lebih nampol lagi.

Ada 3 tokoh utama di buku ini. Mereka adalah Anthravai, Vyndassi dan Thorsti, teman Anthravai sejak kecil yang sudah dianggap seperti saudara sendiri.
Karakter mereka berbeda dan memiliki keunikan sendiri, namun menurutku perlu dikembangkan dengan lebih baik lagi. Sebenarnya hal ini (menurutku) dipengaruhi oleh alur yang cepat dan banyakny konflik/pernag yang terjadi di buku ini sehingga feelnya kurang mengena kuat di hati pembaca (hatiku tepatnya).

Beberapa bagian cerita di buku ini tiba-tiba mengingatkanku akan serial VIKINGS di History Channel tentang bangsa Vikings yang suka bertempur dan dipimpin oleh Ragnar terutama metika Anthravai ingin memperluas wilayah ke daratan baru. Karena aku suka Vikings, jadinya enjoy membaca buku ini.

Apakah aku suka? Oh IYA JELAS SUKA. Malah penasaran akan buku selanjutnya karena buku pertama membuka lebar pengembangan cerita selanjutnya.
Profile Image for Yuanita Fransiska.
3 reviews1 follower
August 5, 2019
Novel fantasi dari penulis Indonesia pertama yang saya baca ini sangat menarik. Penulis telah menciptakan suatu dunia yang lengkap dan tertata apik, saling berkaitan satu sama lain. Dilengkapi juga dengan peta dan kamus, membuat pembaca lebih mudah memahami daerah yang sedang dibahas pada cerita.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Anthravai, seorang kepala suku yang berambisi untuk menguasai dunia. Bersama dua rekannya, Vyndassi dan Thorsti, mereka menyusun rencana untuk merebut wilayah-wilayah lain dan menjadikannya satu di bawah kekuasaannya. Karakter yang berbeda terlihat dari ketiga sahabat itu, namun saling melengkapi. Masing-masing memiliki keunggulan maupun kelemahan, selayaknya manusia biasa. Namun, tetap Anthravai yang memiliki kemampuan dan kebijaksanaan paling tinggi untuk memimpin.

Penulis berhasil menyajikan konflik peperangan dengan berbagai strategi, politik, dan perencanaan yang matang. Setiap karakter berperan penting dan saling melengkapi bagian cerita. Chemistry antar karakternya juga terbangun dengan baik, percakapan terasa normal dan tidak kaku. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penulis sudah mempersiapkan cerita sangat matang, hingga bahasa yang digunakan, lagu kebangsaan, bahkan sampai umpatan juga sangat khas menggambarkan daerah yang sedang diceritakan.

Peperangan demi peperangan diceritakan dengan baik dalam cerita ini. Namun, alangkah indahnya jika porsi cerita romantis lebih banyak lagi, sehingga memberikan jeda singkat pembaca untuk 'bernapas' di sela 'ngebut' membaca konflik peperangan. Terutama kisah antara Anthravai dan Tayara, yang hanya digambarkan 'Antharavai sudah mulai mencintai' tanpa penjelasan lebih lanjut (atau karena ini bukan dijelaskan dari Pov Anthravai sehingga tak terlalu dibahas). Juga konflik batin yang dialami Thorsti ketika Qanara tiada, kurang terlalu terasa, padahal bisa lebih merengkuh hati pembaca.

Selebihnya, cerita ini tetap menjadi pilihan dengan jalan cerita yang cukup tidak mudah ditebak. Kehadiran cerita selanjutnya juga sangat ditunggu untuk menuntaskan rasa penasaran karena ending yang menggantung. Sukses selalu untuk penulis, R.D Villam :D
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Tiara Aziza.
1 review1 follower
July 4, 2019
Dewa-dewi, padang rumput, karang dan lautan.
Beruang gunung, singa bersayap, dan serigala kelabu.
Dunia mimpi berlapis-lapis, cita-cita, keinginan dan takdir.
Pedang, tombak, panah, api, perang, kematian dan kematian lagi.

Awalnya saya pikir ini hanya cerita petualangan fantasi biasa, tetapi ternyata lebih dari itu. Karakter-karakternya dalam, saling bertolak-belakang dengan interaksi yang menarik. Semestanya unik dan dilengkapi dengan peta, sejarah, mitologi. Lalu penuh misteri, yang membuat penasaran dan jadi pengen tau gimana perkembangan cerita selanjutnya. Ada sedikit perasaan nggak puas, karena saya maunya ceritanya lebih panjang, karena banyak hal mungkin bisa lebih digali. Namun sepertinya dengan tebel yang sekarang, dengan gaya yang lugas begini, ini pilihan yang tepat juga.

Sebuah karya apik, dan saya rekomendasikan pada seluruh penggemar cerita fantasi di Indonesia.
Profile Image for Pikadita.
Author 3 books9 followers
July 11, 2019
Sebenarnya saya bukan penikmat novel fantasi. Kalau fantasi lebih baik saya nonton film saja. Tapi, the emperor ini mengubah pandangan saya. Bisa dibilang The Emperor ini novel fantasi pertama yang saya selesaikan. Hasilnya, saya kasih bintang 5. Bahasa yang digunakan penulis ringan, sangat mudah dipahami bagi saya yang tadinya malas baca cerita fantasi. Kemudian penulis juga menyisipkan 'teori-teori' ringan (yang sangat masuk akal) yang justru membuat saya terkesima tentang lingkar kehidupan yang kalau tidak salah ada di Bab 10. Kemudian dengan adanya peta di buku ini sangat membantu imajinasi saya tentang batas-batas wilayah yang dibangun dengan sangat apik oleh penulis. Saya selalu merasa penasaran setelah menyelesaikan satu Bab, hingga terus berlanjut ke bab berikutnya. Bintang 5 udah pas banget untuk the emperor. Seru 😎
Displaying 1 - 30 of 40 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.