Semula hanya ada Jia dan Sekai. Jia selalu mengikuti apa pun keinginan dan pilihan Sekai. Namun, jauh di lubuk hati, Sekai tidak menyukai sikap Jia tersebut.
Saat memasuki kelas sebelas, Sekai meminta Jia mulai mencari teman baru. Ada Kinal, si gadis dingin. Cowok aneh bernama Alden. Juga sepasang mantan sahabat, Tobi dan Alin. Mereka semua memiliki latar belakang masalah masing-masing.
Pengumuman seleksi study exchange di Australia mengantar mereka untuk mempersiapkan ujian bersama-sama. Karena terlalu sering bersama, konflik tidak bisa dihindari. Juga perasaaan suka.
Dalam persahabatan, mereka berusaha memaafkan masa lalu, melukis masa depan, dan menyambut perasaan spesial yang tidak lagi meminta untuk bersembunyi.
Semula hanya ada Jia dan Sekai. Begitu kalimat yang tertulis di kaver belakang novel yang memiliki kaver depan sangat cerah nan segar. . Jia dan Sekai bersahabat sudah lama tapi Jia masih sulit menebak isi kepala Sekai namun tidak untuk Sekai, cowok yang jago menyembunyikan perasaan itu juga jago dalam hal untuk mengerti Jia. . "Aku pengin kita punya banyak teman, Zy," — Hal. 9. . Begitulah kalimat yang terlontar dari bibir Sekai. Sebagai informasi nih, Sekai dan Jia ini awalnya berada di kelas A, bisa dibilang kelas unggulan gitulah, kelas pintar, tapi ternyata dengan aktifitas yang monoton, membuat Sekai bosan —namun ternyata ada alasan lain kenapa Sekai ingin pindah kelas—. . Gara-gara kebosanan dan alasan lain itu lah, sebuah ide brilian muncul dari Sekai, cowok yang selalu ceria dan optimistis, itu yaitu meninggalkan kelas A dan mencari teman. Namun ide brilian itu sukses membuat nyali Jia ciut. . Bagi Jia, perubahan tak pernah berjalan mulus, makanya gadis itu tidak suka perubahan. . Jia dan Sekai akhirnya pindah kelas. Sekai tersenyum cerah kerika berada di kelas B namun tidak untuk Jia. "Cobaan" Jia belum selesai, wali kelas mereka mengadakan permainan yaitu mengacak tempat duduk dan itu membuat Jia merasa dalam bahaya. Senyum tenang dari Sekai yang biasanya manjur untuk melegakan Jia, kali ini tidak berhasil lho. . Kenapa? Ada apa dengan Jia? Kenapa ide "mencari teman" membuat Jia seperti ketakutan? . . Dulu, hanya Sekai dan Jia. Sekarang, ada Alden, Kinal, Alin dan Tobi. Dulu, hanya berdua. Sekarang, berenam. Then They, Now Us. . "Semakin banyak orang dalam hati dan hidup kamu, semakin terasa berharganya kamu di dunia" — Hal. 21. . Kalau kemaren sudah bahas Sekai dan Jia, kali ini mau ngenalin yang lain. . Al Dante Widana, dipanggil Alden oleh teman sekolahnya. Tapi keluarganya memanggilnya dengan Dante. Spoiler sedikit, Alden ini yang jadi teman sebangkunya Jia. Rumor yang beredar di sekolah mereka bilang bahea Alden ini trouble maker yang tajir. Benarkah demikian? . Alden yang sangat suka banget dengan game, dessert manis, permen lollipop, dan bulan ini anak bungsu dari dua bersaudara. Kak @aiuahra03 kamu ngga mau buat kisah Kak Varo dan Alden kah? . "Masalah belum bisa disebut masalah sebelum itu menganggu." — Hal. 31. . Kinal, Kinal Julinka, yang menurut Sekai sangat dingin dan mukanya jutek. Kalau menurut Sekai, ketika ia melihat Kinal, ia seperti melihat seseorang di masa lalunya. Kinal yang sangat suka sama coklat ini merupakan teman sebangkunya Sekai. Kinal, seseorang yang sangat dicemburui Jia. Uhuuk uhuuk. . Tobi, Tobi Yudishtira. Seseorang yang menyebut dirinya sebagai anime freak, yang selalu bilang bahwa anime dan kartun itu berbeda. Coba deh, Bi, jelasin bedanya dimana. . Tobi ini mudah banget dikenali di SMA Graha karena memiliki tinggi badan yang mencolok dan sangat 'rame' bin 'heboh'. . "Kepercayaan itu dibangun pelan-pelan, bukan dipaksain." — Hal. 85 . Fredelina, Alin, cewek berambut pendek yang tidak mau kalah dari Tobi ini suka banget sama makanan pedas. Salah satu impian Alin ingin jadi host acara kuliner. . Sekai, Jia, Alden, Tobi, Kinal dan Alin., teman satu kelas yang memiliki kesamaan. Sama-sama kesepian. Sama-sama harus belajar menumbuhkan kepercayaan pada orang lain. Sama-sama harus belajar merelakan. . . "Di setiap manis tersimpan pahit. Kayak hidup. Nggak selamanya berjalan sempurna. Ada suka dan duka." — Hal. 173. . Aku pernah bilang kan bahwa Sekai, Jia, Alin, Alden, Kinal dan Tobi ini memiliki kesamaan., mereka sama-sama kesepian namun dengan permasalahan yang berbeda. . Mereka tumbuh jadi tertutup dan tidak percaya pada orang lain karena permasalahannya. Namun, ketika mereka bertemu satu sama lain, perlahan mereka membuka diri. . "Kamu butuh keberanian untuk percaya yang hilang bisa digantikan." — Hal. 196 . Pada kaver depan novel #NowUs terdapat tulisan #TeenLit dan suasana yang dibangun Kak Aiu di novel ini memang kerasa banget Teenlit nya. . Pada novel ini, penulis menonjolkan kisah persahabatan tapi tetap "dibumbui" dengan romance, namun readers tidak akan menemukan cerita cinta yang menye-menye yak. . Sudut pandang yang digunakan penulis pada novel yang memiliki kaver segar ini adalah sudut pandang orang ketiga dengan alur cerita maju yang kadang diselipi dengan kilas balik kisah masa lalu dari para tokohnya. . Konflik yang mewarnai jalan cerita novel #NowUs ini berasal dari masa lalu para tokohnya. Aku suka cara penulis dalam menceriterakan bagaimana para tokoh menyelesaikan konflik mereka. . Selain kelamnya masa lalu, persahabatan mereka berenam juga diuji dengan adanya rasa cinta diantara mereka. Euugghh bisa kah mereka mereguk kebahagiaan? . "Bullying" juga turut mewarnai cerita di novel ini lho. Makin menarik bukan? . Melepaskan dan mengikhlaskan., kunci yang harus dilakukan oleh mereka. Mampukah mereka? . . "Ikhlas itu lahir dari hati yang merelakan. Kamu pasti bisa." — Sekai, Hal. 195. . Ahh aku tidak siap berpisah dengan Sekai dkk. Berbagai emosi bercampur ketika membaca kisah Sekai dkk ini. Siap siap tisu ya readers. . Yang aku rasa ketika membaca #NowUs ini adalah kesal dan gemas maksimal terhadap Jia, seriously ada cewek seperti Jia ini? Namun, setelah makin ke belakang, aku jadi mengerti kenapa Jia bersikap seperti itu. . Terharu dan tersedu juga aku rasakan ketika menyaksikan kisah masa lalu para tokoh dan bagaimana mereka menyelesaikan "masalah" mereka. . Mereka berenam mengajarkan kita bahwa kekurangan dan kelebihan membuat kita membutuhkan orang lain. . Menurut mereka lagi bahwa tidak selamanya orang yang selalu tersenyum itu dalam kondisi baik-baik saja. Fyi, senyum bisa jadi topeng untuk mengatakan "i'm fine". . "Jangan menilai buku dari kavernya" ini benar sekali dan aku sangat setuju. . Aku suka banget dengan ceritanya. Ceritanya mengalir dengan konflik yang kompleks, ditulis dengan bahasa khas remaja yang ringan. Bisa banget jadi stress-healer lho. . Terima kasih atas kesempatan yang diberikan padaku sehingga bisa berkenalan dengan Sekai dkk. Mohon maaf jika masih terdapat kekurangan selama mengulas novel ini. . Sampai ketemu di lain kesempatan. . . "Dulu gue selalu pengin cepat lulus SMA dan jadi mahasiswa tapi sekarang rada nyesel pernah kayak gitu, karena jadi anak kuliahan nggak seasyik yang keliatan di FTV." — Tobi, Hal. 246
"Semakin banyak orang dalam hati dan hidup kamu, semakin terasa betapa berharganya kamu di dunia." (hlm. 21)
Buku ini bercerita tentang dua sahabat, Sekai dan Jia. Sekai adalah satu-satunya orang yang dekat dengan Jia. Tapi suatu hari Sekai ingin ia dan Jia mencari teman lain. Hingga mereka masuk dikelas XI B dan bertemu dengan Alden yang badboy, Kinal dengan sikap dinginnya, Tobi si jangkung dan Alin si pendek. Berawal dari kerja kelompok, mereka pun menjadi keenam sahabat dengan masing-masing luka masa lalunya.
Awalnya agak kaget waktu Kak Ahra ternyata menulis teenlit. Tapi ternyata hasilnya nggak mengecewakan bahkan terbilang bagus banget. Konflik tiap tokohnya sangat mendalam dan eksekusinya pas banget. Semua konflik diselesaikan dengan baik satu persatu tanpa adanya hole. Alurnya walau terbilang cepat tapi enak untuk dinikmati. Tiap babnya juga pendek, tapi "padet" banget.
Karakterisasi tokoh konsisten dan berkembang sesuai jalan cerita. Nggak ada yang ujug-ujug berubah. Chemistry dan interaksi tiap tokohnya gemesin dan bikin haru. Yang bikin aku mewek bagian Alden dan Papi yang bicara heart to heart. Dan karena diceritakan melalui POV ketiga, semua hal yang bersangkutan dengantokoh disampaikan dengan baik.
Aku suka sama desain cover serta layout buku ini. Beberapa gambar anime tokoh didalam buku juga bikin aku nggak susah bayangin seperti apa para tokohnya.
Lewat buku ini banyak banget hal-hal yang ingin disampaikan oleh penulis. Salah satunya untuk belajar memaafkan kesalahan masa lalu dan untuk selalu berani berbicara apapun yang menjadi beban kita ke orang yang bersangkutan.
"Setiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Itu yang menjadikan mereka membutuhkan orang lain, untuk mengisi kekurangan, untuk membagi kelebihan. Saling melengkapi." (hlm. 237)
Sebagai remaja, saya merasa tulisannya cukup dapat dipahami sejauh ini. Yang menjadi daya tarik besar bagi saya di sini adalah ilustrasi yang disuguhkan begitu menarik, jarang sekali saya melihat novel Indonesia dengan ilustrasi berupa anime sejauh ini. Penulis cukup berani.
Namun yang masih disayangkan adalah gaya bahasa yang disampaikan. Terkadang memang saya harus berulang-ulang membaca paragraf yang sama untuk memahaminya. Meski pada akhirnya saya dapat menangkap maksud dari kalimat yang tertulis.
Novel ini cocok bagi kalian yang sangat menyukai light novel/novel ringan (meskipun gaya bahasanya tidak ringan, ilustrasi membantu pembaca untuk memvisualisasikan keadaan).
Itu saja yang mungkin dapat saya informasikan. Semoga tulisan ini dapat membantu penulis.