Exploring whole ethics domains; classic topics(conscience, freedom, human rights, etc), history of moral philosophy (eudemonism, utilitarianisms, deontology, hedonism) and applied ethics.
Dalam buku ini Dr. Kees Bertens mangajak Anda untuk menelusuri seluruh wilayah etika. Pertama dibahas tema-tema klasik seperti hati nurani, kebebasan, tanggung jawab, nilai, norma, hak, kewajiban, dan keutamaan. Lalu, dibicarakan beberapa teori besar dari sejarah filsafat moral: hedonisme, eudemonisme utilitarisme, dan, deontologi. Akhirnya disajikan sekadar pengantar pada "etika terapan", artinya, etika yang menyoroti bidang-bidang khusus seperti dunia kedokteran, praktek bisnis, lingkungan hidup, dan lain-lain.
Prof. Dr. K. Bertens dilahirkan di kota Tilburg, Nederland, 1936. Ia mendalami filsafat dan teologi di sebuah perguruan tinggi di Nederland, lalu filsafat dan psikologi di Universitas Leuven, Belgia. Setelah mengajar selama dua tahun di Nederland, tahun 1968 ia memperoleh gelar "doktor filsafat" di Universitas Leuven, dengan disertai tentang Nicolas Malebranche, filsuf Prancis abad ke-17. Sejak tahun 1968 pula ia mengajar filsafat sitematis dan sejarah filsafat di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sejak tahun 1983 ia termasuk staf Pusat Pengembangan Etika, Universitas Atma Jaya, Jakarta, dan pernah menjabat sebagai direkturnya(1984-1995). Ia mengajar dan menekuni etika terapan, khususnya etika bisnis dan etika biomedis, serta meredasi "Seri Etika Biomedis". Ia membantu mendirikan "Himpunan Dosen Etika Seluruh Indonesia" (HIDESI) dan menjadi ketuanya yang pertama (1990-1997). Karya-karya ilmiahnya antara lain: Sejarah Filsafat Yunani, Yogyakarta, Kanisius, 1975; Ringkasan Sejarah Filsafat, Yogyakarta, Kanisius, 1976; Filsafat Barat Abad XX, Jilid I, Jakarta, Gramedia, 1987; Etika, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 1994; Pengantar Bisnis Etika, Yogyakarta, Kanisius, 2000. Sedangkan karya terjemahannya antara lain: Sigmund Freud, Memperkenalkan Psikoanalisa, Jakarta, Gramedia. 1979; Sigmud Freud, Sekelumit Sejarah Psikoanalisa, Jakarta, Gramedia, 1983; Thomas Shannon, Pengantar Bioetika, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama 1995.
Prof. Dr. K. Bertens merupakan seorang pakar filsafat kelahiran Belanda. Beliau kelahiran tahun 1936 dan sejak 1968 telah aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi filsafat dan teologi di Indonesia.
Buku ini antara lain membahas pengertian etika. Definisi etika dibedakan menjadi tiga, yakni: (1) nilai dan norma moral yang jadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya, (2) kumpulan asas atau nilai moral atau kode etik, (3) ilmu yang mempelajari baik atau buruk. Seperti akal, moralitas merupakan salah satu pembeda antara manusia dengan mahluk lainnya. Dalam kaitannya dengan agama, moralitas akan lebih kokoh bila memperoleh dukungan dari agama. Dukungan agama akan cenderung bersifat sebagai dogma (given) sedangkan pemikiran filsafat lebih merupakan sebuah jawaban hasil pemikiran. Dalam bidang hukum, moralitas memegang peranan yang sangat penting karena setiap keputusan legal harusnya didukung oleh spirit moralitas yang adil.
Dalam Bab II, buku ini menekankan hati nurani merupakan salah satu pintu terakhir untuk memfilter perilaku dan moralitas kita. Hati nurani dalam hal ini diartikan sebagai sebuah “instansi” dalam diri kita yang menilai moralitas perbuatan kita secara langsung . Perbuatan yang melawan hati nurani pribadi biasanya akan menumbuhkan kegelisahan (bad conscience) dan sebaliknya. Hati nurani merupakan suatu hal yang bersifat personal dan hak azazi. Meski demikian, hati nurani juga merupakan sebuah aspek yang bisa dididik dan dikembangkan, walaupun proses pendidikan hati nurani akan lebih kompleks disbanding pendidikan untuk pengembangan akal budi. Terkait dengan hati nurani ini, dalam sebuah masyarakat perlu dikembangkan adanya “guilt culture” atau budaya merasa bersalah dari dalam nurani. Hal ini berbeda dengan shame culture (budaya malu) yang mana rasa malu akan muncul bila perilaku buruknya diketahui orang lain.
Bab III membahas tentang Kebebasan dan Tanggung Jawab. Beberapa anatomi kebebasan Individu al antara lain: (1) kesewenang-wenangan/bebas untuk semau gue, (2) kebebasan fisik, (3) kebebasan yuridis, (4) kebebasan psikologis, (5) kebebasan moral, (6) kebebasan eksistensial/seutuhnya. Kebebasan manusia mempunyai pembatas yakni (1) faktor dari dalam seperti fisik/non fisik, (2) lingkungan, (3) kebebasan orang lain, (4) generasi mendatang. Berkaitan dengan tanggung jawab, seseorang bertanggungjawab atas sesuatu yang disebabkan olehnya. Tanggung jawab ini bisa dilakukan secara individu ataupun secara kolektif.
Bab IV membahas nilai dan norma. Nilai disini diartikan sebagai “sesuatu yang baik”. Nilai moral mempunyai ciri; (1) nilai moral berkaitan dengan tanggung jawab pribadi atas apa yang kita lakukan, (2) berkaitan dengan hati nurani, (3) mewajibkan/keharusan bagi siapapun, (4) bersifat formal atau melekat dalam berbagai bidang kehidupan. Norma moral bersifat obyektif dan universal, sehingga bukan merupakan sesuatu yang relative. Salah satu yang menjadi dasar dalam menilai norma moral adalah “martabat manusia”. Seberapa jauh martabat manusia itu dihargai?
Bab V membahas tentang Hak dan Kewajiban. Hak merupakan sebuah klaim yang sah/dapat dibenarkan yang dibuat oleh seseorang atau kelompok yang satu terhadap yang lain atau masyarakat. Tidak semua hak bersifat sungguh-sungguh absolute karena kebanyakan hak bersifat hak prima facie atau hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Berbicara tentang hak, masih terdapat perdebatan hangat tentang siapakah yang dinilai mempunyai hak? Apakah janin yang mau digugurkan punya hak? Apakah binatang dan lingkungan punya hak? Apakah generasi mendatang punya hak? Bab VI membahas Etika Kewajiban dan Keutamaan. Etika Kewajiban disini berarti melakukan (doing) hal-hal yang sudah seharusnya. Sedangkan Etika Keutamaan adalah melakukan sesuatu yang seharusnya secara lebih baik lagi dan berorientasi pada diri manusia (being). Saya harus melakukan apa (pertanyaan etika kewajiban). Saya harus menjadui manusia yang bagaimana (pertanyaan etika keutamaan). Etika keutamaan ini yang biasanya akan menjadi penilaian bagi orang-orang yang disebut pahlawan.
Bab VII membahas beberapa system filsafat moral yang meliputi: (1) hedonism yakni suatu suatu aliran filsafat yang dikembangkan oleh Aristippos dari Yunani yang mendudukan kesenangan sebagai tujuan akhir bagi kehidupan manusia (2) Eudemonisme, yaitu aliran filsafat yang dikembangkan Aristoteles yang mendudukan kebahagiaan sebagai tujuan tertinggi kehidupan manusia, (3) Utilitarianisme, dikembangkan oleh Jeremy Bentham dari Inggris, yang mendudukan kebahagiaan dan kesenangan sebagian besar warga masyarakat sebagai tujuan akhir kehidupan manusia, (4) Deontologi yang dikembangkan oleh Immanuel Kant, yaitu system etika yang mengukur baik tidaknya suatu perbuatan berdasarkan maksud si pelaku dalam melakukan perbuatan tersebut. Konsep Kant tersebut disempurnakan oleh WD Ross yang menekankan bahwa konsep prima facie juga diperlukan dalam menjalankan kewajiban. Misalnya jujur merupakan sebuah keharusan. Tapi dalam situasi tertentu yang sangat darurat, kita bisa diperbolehkan berbohong.
Bab VIII membahas Etika Terapan. Dalam bab ini dibahas bahwa. Perkembangan ilmu dan teknologi serta ekonomi telah menghantar manusia pada kehidupan yang bergelimang materi namun terkadang susah untuk menemukan kebahagiaan diri. Oleh karenanya dalam kehidupan yang sekuleristik saat ini, Etika menjadi sangat penting untuk menuntun manusia ke arah yang lebih baik. Bidang hokum, pemerintahan, ekonomi, kedokteran, lingkungan dll membutuhkan orang-orang yang mampu memberikan pencerahan moral, agar pengembangannya tidak salah sasaran.
Secara umum buku ini relative mudah dicerna dan dipahami oleh seorang pemula di bidang etika. Alur pembahasan cukup runtut dan enak dinikmati. Buku yang bagus untuk dibaca oleh para pengambil keputusan dan ahli hukum.
Dalam Bab II, buku ini tekanan hati nurani merupakan salah satu pintu terakhir untuk memfilter perilaku dan moralitas kita. Hati nurani dalam hal ini diartikan sebagai sebuah “instansi” dalam diri kita yang menilai moralitas perbuatan kita secara langsung . Perbuatan yang melawan hati nurani pribadi biasanya akan menyembuhkan penyembuhan (hati nurani yang buruk) dan sebaliknya. Hati nurani merupakan suatu hal yang bersifat pribadi dan hak azazi. Meski demikian, hati nurani juga merupakan aspek yang bisa dididik dan dikembangkan, walaupun proses pendidikan hati nurani akan lebih kompleks membubarkan pendidikan untuk pengembangan akal budi. Terkait dengan hati nurani ini, dalam sebuah masyarakat perlu dikembangkan adanya “budaya bersalah” atau budaya merasa bersalah dari dalam hati nurani. Hal ini berbeda dengan budaya malu (budaya malu) yang mana rasa malu akan muncul bila perilaku buruknya diketahui orang lain. Bab III membahas tentang Kebebasan dan Tanggung Jawab. Beberapa kebebasan anatomi Individu al antara lain: (1) kesewenang-wenangan/kebebasan untuk semau gue, (2) kebebasan fisik, (3) kebebasan yuridis, (4) kebebasan psikologis, (5) kebebasan moral, (6) kebebasan eksistensial/ seutuhnya. Kebebasan manusia mempunyai pembatas yakni (1) faktor dari dalam seperti fisik/non fisik, (2) lingkungan, (3) kebebasan orang lain, (4) generasi mendatang. Berkaitan dengan tanggung jawab, seseorang bertanggung jawab atas sesuatu yang disebabkan olehnya. Tanggung jawab ini bisa dilakukan secara individu ataupun secara kolektif. Bab IV membahas nilai dan norma. Nilai disini diartikan sebagai “sesuatu yang baik”. Nilai moral mempunyai ciri; (1) nilai moral berkaitan dengan tanggung jawab pribadi atas apa yang kita lakukan, (2) berkaitan dengan hati nurani, (3) kewajiban/keharusan bagi siapapun, (4) bersifat formal atau melekat dalam berbagai bidang kehidupan. Norma moral bersifat objektif dan universal, sehingga bukan merupakan sesuatu yang relative. Salah satu yang menjadi dasar dalam menilai norma moral adalah “martabat manusia”.
Buku Etika karya K. Bertens menurut saya adalah salah satu bacaan yang paling membantu untuk memahami cara kerja moral manusia secara lebih teratur. Penjelasannya terasa runtut dan masuk akal, sehingga topik yang biasanya dianggap berat jadi lebih mudah dicerna. Bertens membahas etika bukan hanya sebagai aturan benar dan salah, tetapi sebagai proses memahami alasan di balik pilihan manusia. Ia menjelaskan perbedaan moral dan etika, membahas jenis-jenis etika, lalu menunjukkan bagaimana nilai, norma, dan hati nurani membentuk tindakan seseorang. Bagian tentang hati nurani menurut saya cukup kuat, karena menjelaskan bagaimana seseorang bisa salah bertindak meskipun merasa benar. Penjelasannya tentang kebebasan dan tanggung jawab juga terasa relevan, terutama ketika ia menekankan bahwa setiap pilihan membawa konsekuensi moral. Meskipun ada beberapa bagian yang terasa akademis dan perlu dibaca perlahan, buku ini tetap memberi gambaran yang jelas tentang bagaimana etika bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, buku ini membuat saya melihat persoalan baik–buruk dan benar–salah dengan cara yang lebih terstruktur dan matang.
Buku etika karya K. Bertens patut di apresiasi buku ini menerangkan tentang perbedaan tentang etika dan etiket dalam kehidupan sehari hari dan juga bisnis. Buku ini juga menerangkan perbedaan antara moral , amoral dan imoral yang masih sering di salah pahami oleh masyarakat terkait penggunaan kata nya dalam kalimat bisnis dan bermasyarakat. Tidak hanya tentang itu, buku ini juga membedah lebih dalam hubungan antara moral dengan hati nurani , kebebasan , agama , hukum dan bentuk tanggung jawab lainnya lewat contoh nyata kehidupan masyarakat dalam realita dijelaskan pula tentang penerapan etika dimana etika disini mengalami kemajuan dalam bidang teknologi dan logika. Buku ini sangat bagus untuk membuka pikiran kita lebih dalam tentang perilaku, norma dan sopan santun yg beragam yang diterapkan dalam hidup bisnis hukum dan agama yg kita jalani.
Buku ini layak untuk dibaca karena banyak mengandung pembahasan yang sangat mendalam. sehingga pembaca mampu menyerap ilmu didalamnnya. Selain itu kata-kata ilmiah serta filosofi-filosofi yang terdapat didalam buku akan menambah wawasan pembaca menjadi lebih luas. Terlintas dalam benak kita mengenai tata cara berprilaku dengan norma yang ideal. Dalam buku ini memang membahas mengenai masalah bertingkah laku, akan tetapi penulis buku juga menjelaskan sampai ke akar filsafatnya. Etika dalam buku ini dijelaskan dengan perkembanganya mulai dari lahirnya istilah etika yang diperkenalkan oleh filsuf klasik Plato dan Aristoteles, aliran aliran filsafat etika, sampai etika terapan yang digunakan sehari hari.
Berkaitan dengan Hati Nurani. Semua nilai minta diakui dan di wujudkan. Nilai selalu megandung semacam undangan atau imbauan. Nilai estetis, misalnya, seolah-olah "minta" supaya diwujudkan dalam bentuk lukisan, komposisi musik, atau cara lain. dan kalah sudah jadi, lukisan "minta" untuk di pamerkan dan musik "minta" untuk dipendengarkan. tapi beda nilai-nilai moral merupakan "imbauan" dari hati nurani. salah satu ciri khas nilai moral adalah bahwa hanya nilai menimbulkan "suara" dari hati nurani yang menuduh kita bila meremehkan atau menentang nilai-nilai moral dan memuji kita bila mewujudkan nilai-nilai moral.
K. Bertens explains several aspects of ethics, including classical, modern, and applied themes. For example, classical ethics includes the ethics of conscience, freedom, responsibility, virtue, etc. He then explains modern ethics through major theories from the history of moral philosophy, such as hedonism, eudemonism, utilitarianism, and deontology. He also provides a brief overview of applied ethics, which refers to ethics that addresses specific fields, such as medicine, business practices, the environment, and so on. In my opinion, this book is highly recommended for educators and businesspeople.
Buku Etika karya K. Bertens membahas tentang bagaimana manusia seharusnya bersikap secara moral dan rasional. Bertens menjelaskan jika etika itu bukan cuma soal aturan baik-buruk, tapi soal refleksi dan tanggung jawab pribadi dalam bertindak. Buku ini juga mengaitkan teori etika dengan kehidupan nyata seperti pekerjaan, politik, dan lingkungan. Secara keseluruhan, buku ini bagus untuk membantu kita jadi lebih sadar dan bijak dalam mengambil keputusan sehari-hari.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Etika by Prof, Dr. K. Bertens. sebelum baca buku ini , saya pikir etika hanya sebatas sopan dan menghormati orang tua dan orang lain. ternyata cakupan Etika luas menurut Filsafat nya.dan nilai" norma yang tentunya tidak ketinggalan. buku ini adalah karya yang luar biasa, dan perlu di perkenalkan kepada semua orang. sebagai refleksi atas moralitas perilaku manusia. terimakasih atas ilmunya
buku ini sangat layak untuk dibaca karena banyak mengandung pembahasan yang sangat mendalam. sehingga pembaca mampu menyerap ilmu didalamnnya. Selain itu kata-kata ilmiah serta filososfi-filosofi yang terdapat didalam buku akan menambah wawasan pembaca menjadi lebih luas.
Salah satu buku wajib saat saya mengikuti perkuliahan filsafat dan etika profesi. Tidak banyak kesan yang saya dapat didalam memahami etika yunani. Selebihnya hilang dalam ingatan.
Bagi awam atau orang yang baru mendalami, buku ini bisa jadi pengantar yang bagus. Bagi orang yang sudah 'senior' dalam bidang filsafat, buku ini tidak akan menarik.
Jika kita sekilas membaca judul buku ini, terlintas dalam benak kita mengenai tata cara berprilaku dengan norma yang ideal. Akan tetapi jika buku ini hanya merupakan panduan mengenai tata cara berprilaku, untuk ketebalan halaman yang hampir 300 halaman, rasanya tidak mungkin. Dalam buku ini memang membahas mengenai masalah bertingkah laku, akan tetapi penulis buku juga menjelaskan sampai ke akar filsafatnya. Etika dalam buku ini dijelaskan dengan perkembanganya mulai dari lahirnya istilah etika yang diperkenalkan oleh filsuf klasik Plato dan Aristoteles, aliran aliran filsafat etika, sampai etika terapan yang digunakan sehari hari.
Buku ini memang lebih banyak member penjelasan filosofi mengenai etika dan cabangnya, akan tetapi dari segi bahasa buku ini mudah dicerna, oleh sebab itu cocok sebagai pengantar bagi mereka yang ingin mempelajari filsafat. Dalam buku ini juga kita akan mendapatkan pengetahuan tentang beberapa istilah yang sering kita gunakan sehari hari tanpa mengetahui maknanya, misalnya ada sub bab yang membahas Hedonisme. Beberapa orang sering menggunakan kata kata hedonisme ini, untuk merujuk pada orang yang hidupnya berhura hura, konsumtif dan segala sesuatu yang mengejar kenikmatan badaniah. Padahal dalam buku ini dijelaskan hedonisme ini merupakan aliran filsafat yang diperkenalkan oleh Aritippos dan dikembangakan oleh Epikuros, dan aliran filsafat ini sejatinya justru menekankan kesederhanaan. Dengan membaca buku ini diharapkan selain menambah pengetahuan kita tentang etika dari segi filsafat dan praktisnya, juga memberikan pencerahan mengenai beberapa istilah istilah yang kita gunakan sehari hari. Dengan mengerti makna yang sebenarnya kita gunakan sehari hari, diharapkan kita tidak serampangan menggunakan istilah istilah tersebut, seperti mencap orang sebagai hedonis, amoral dan label buruk lain yang sebenarnya sudah keluar dari makna sebenarnya.
Sebenarnya agak merasa bersalah sama mata kuliahnya karena nilai saya lumayan bagus di saat saya sama sekali nggak suka bukunya. haha.
Bahasanya terlalu... biasa? Mungkin itu yang membuat saya tidak menyukai cara buku ini ditulis. Kesannya seperti membaca buku PPKn SD atau budi pekerti: kaku, tidak fleksibel, dan dikemas dalam bahasa tanpa elaborasi.
Ini pertama kalinya saya dibuat ngantuk sama buku--cara penulisan buku PPKn SD sama menyebalkannya, tapi setidaknya buku PPKn saya waktu SD lebih tipis dan saya setidaknya selalu dapat 10 di ujian tanpa perlu menyentuh buku teksnya, so it's a lot safer than this book.
Buku wajib selama perkuliahan "Profesi Informasi", semacam percampuran filsafat dan etika profesional.
Isinya menarik, intinya tentang betapa relatifnya makna etika di berbagai belahan dunia. Selain itu juga dijelaskan perbedaan pekerjaan yang termasuk 'profesi' dan yang mana yang hanya merupakan 'tenaga ahli'. Literally.
Punya buku ini aja udah menjamin lulus mata kuliah. Semoga menamatkan baca buku ini dan menguraikan isinya selama UAS lisan bisa berbuah nilai A.
Filsafat Etika merupakan salah satu kegemaran saya. Saya sangat menyukai masalah-masalah politik, oleh karenanya masalah-masalah moral pemerintah atau manusia secara umum sangat menarik minat saya. Ditambah lagi didalam buku ini disodorkan berbagai sistem filsafat moral (walau hanya sedikit) untuk dijadikan pegangan dalam berdebat atau berdiskusi kedepannya.
buku hijau ini memeberikan pengetahuan dan penjelasan mengenai etika dan moral,dan merupakan buku wajib bagi mahasiswa FKUAJ sebagai dasar sebelum mempelajari Etika Biomedis