Kesan setelah membaca buku ini: Umar bin Abdul Aziz adalah pemimpin yang luar biasa kesalehannya, kecakapannya, keahliannya, kebaikannya, ketegasannya, kelembutannya, kefasihannya, kerendah-hatiannya, kewaraannya - sifat-sifat yang amat sulit dikumpulkan dalam satu pribadi, lebih-lebih pribadi yang diamanahkan tanggung jawab kepemimpinan.
Mungkin orang dapat beranggapan bahwa wajar jika sahabat-sahabat Nabi adalah orang-orang yang mulia, karena mereka bertemu langsung dengan Nabi, mendampingi beliau dan mendapat pengarahan dan pendidikan langsung darinya. Tidak ada yang bisa menyamai derajat para sahabat dari golongan awam. Setelah para sahabat wafat, maka kedudukan yang tinggi itu tidak akan dapat lagi tercapai.
Namun dengan adanya Umar bin Abdul Aziz maka anggapan tersebut mungkin menjadi dapat sedikit disanggah, karena walaupun bukan sahabat Nabi (beliau lahir 63 hijriah, 52 tahun setelah Nabi wafat dan tergolong sebagai Tabi'in), Umar bin Abdul Aziz dapat menunjukkan teladan kepemimpinan yang tinggi layaknya para sahabat. Bahkan ada juga yang memasukkan beliau sebagai salah satu dari khulafaur rasyidin setelah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali. Melalui buku ini hal ini menjadi jelas.
Umar bin Abdul Aziz selama hidupnya, terutama ketika menjadi Khalifah, selalu mencoba meneladani para khulafaur rasyidin terutama kakeknya, Umar bin Khattab. Dan ia mencapai keberhasilan dalam melakukan peneladanan itu walaupun harus melalui berbagai rintangan. Dalam masa jabatan kekhalifahannya yang begitu singkat - hanya sekitar 2 tahun 8 bulan - beliau telah melakukan banyak hal yang sulit dicapai dalam waktu yang lebih panjang.
Walaupun begitu, beliau tetap rendah hati dan menolak untuk disamakan dengan khulafaur rasyidin. Mendekati masa wafatnya, ia ditawarkan untuk dikubur bersama Nabi, Abu Bakar dan Umar. Namun Umar bin Abdul Aziz menolak karena ia tidak merasa pantas disamakan dengan para pendahulunya. Kerendah hatian ini, yang menjadi salah satu hallmark beliau, justru semakin mendekatkannya kepada teladan para khulafaur rasyidin.
Buku ini sungguh pantas untuk dibaca bagi kaum muslimin, khususnya yang memiliki jabatan kepemimpinan - baik itu jabatan politik, perusahaan, organisasi, kemasyarakatan, atau lainnya - agar bisa semakin memperbaiki diri sesuai tuntutan keteladanan generasi-generasi Islam terbaik di zaman keemasannya.