Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tumbuh Dari Luka

Rate this book
Saya Memilih Tumbuh

Ada yang akhirnya tumbuh dari luka yang harus mereka terima.
Mereka seperti kopi yang disiram air panas.
Air panas membuatnya harum dan bermanfaat.

Ada juga yang akhirnya hancur karena luka yang mereka terima.
Mereka menolak tumbuh atas kekecewaan yang datang.
Mereka hancur seperti tomat yang dimasukkan ke dalam air panas.

Kamu tidak punya kuasa atas luka yang akan datang padamu.
Tapi, kamu punya kuasa untuk memilih tumbuh atau hancur dari luka itu.
Baca lagi buku ini saat kamu sedang terluka.
Karena ikhlas menerima luka bukanlah perkara mudah.

Indra Sugiarto

208 pages, Hardcover

First published July 25, 2019

89 people are currently reading
1129 people want to read

About the author

Indra Sugiarto

4 books42 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
123 (57%)
4 stars
51 (23%)
3 stars
23 (10%)
2 stars
8 (3%)
1 star
10 (4%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Nur Rokhmani.
256 reviews6 followers
February 17, 2021
Judul: Tumbuh Dari Luka
Penulis: Indra Sugiarto (@indra.sugiarto )
Jumlah Halaman: 211 halaman
Durasi Baca: 2 hari

Buku yang jadi wishlist tahun lalu, dibeli tahun lalu tapi baru dibaca kemarin. Aku menyesal!

Menyesal baru membacanya saat ini.

Buku ini, gak pake kalimat-kalimat romantis. Tulisan apa adanya, tapi di sana letak kekuatannya. Seperti kata penulis di akhir bukunya, ia percaya bahwa tulisan memiliki kekuatan dalam menjembatani hati dan pikiran. Dan aku sungguh melihat itu dengan nyata. Setiap halamannya punya kekuatannya sendiri. Ada emosinya sendiri.

Kecewa, semangat, hampir menyerah, luapan cinta, kegigihan berjuang, atau kerinduan untuk pulang, semuanya tersampaikan dalam setiap barisan kata-kata yang indah. Aku merasa sangat terwakili di beberapa bagian. Bagian favoritku adalah bagian 'Dear Ibu', 'Dear Ayah', dan 'Dear Ayah dan Ibu'. Tapi yang paling membekas adalah bagian 'Ngapain Perempuan Belajar Terus?'

Kamu, harus baca! Untuk kamu yang merasa sedang terluka. Sedang mengambil jeda dari rasa sakit, sedang mencoba bangkit, sedang berjalan menjauh dari hal yang membuatmu jatuh. Atau kamu yang sedang berlari menggapai mimpimu, atau mimpi-mimpi barumu. Atau kamu yang juga kini sedang terbang di atas semua. Buku ini punya pesan.

Jangan lupa pulang, jangan telat makan. Jaga terus kesehatan!
1 review
July 9, 2020
Bagus banget
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nie Cha Cha.
52 reviews1 follower
January 24, 2025
Tentang tumbuh dari luka, mungkin sebagian besar dari kita akan berpikir bahwa terluka itu sakit. Setelah membaca buku ini, persepsi kita mengenai luka ini juga tak akan berubah.

Jika luka ibarat air panas maka kamu bisa memilih, apakah kamu akan jadi kopi yang mengharum saat dituang air tersebut. Atau jadi tomat yang hancur saat terkena air tersebut?

Kata-kata tersebut jadi pembuka sekaligus mengajak saya untuk berpikir sejenak sebelum membaca buku ini. Dan benar, setelah membaca buku ini air panas tetap jadi air panas, luka juga tetap jadi luka. Tetapi, akan ada sesuatu yang kamu temukan untuk bisa jadi kopi bukan tomat. Jika buku lain memiliki bab, buku ini memiliki lima fase yang sangat menyenangkan untuk dijelajahi.

“Kamu menyadari bahwa hatimu bodoh, hatimu lemah saat terlalu peduli”

Pertama: Fase terluka, ya benar kamu tidak salah dengar fase terluka. Kamu akan dijadikan tokoh utama oleh penulis dan kamu akan melihat dirimu yang terluka di fase ini.

Kedua: Fase terdiam, setiap lembar yang kamu buka ketika sampai pada fase ini membuat kamu benar-benar terdiam.

Ketiga: Fase berjalan, dengan keahlian penulis, kamu diajak mulai berjalan di fase ini. Tapi hati-hati memulai berjalan adalah suatu yang tidaklah mudah.

Keempat: Fase berlari, capek? Iya fase ini kamu akan diajak capek oleh penulis. Dengan gaya bahasa khas, penulis membawamu dalam keadaan benar-benar berlari.

Kelima: Fase tumbuh, ini jadi fase terakhir. Fase dimana seperti yang diharapkan, bahwa kamu dapat tumbuh dari luka yang kamu miliki sebelumnya. Mungkin lima fase yang ada dalam buku ini tidak akan cukup untuk menjadi pegangan atas segala permasalahan yang kalian hadapi. Tetapi, akan ada satu hal yang membuat tumbuh. Yaitu bagaimana kamu memandang dan merespons masalah tersebut.

“Dunia tak perlu tahu. Betapa lemahnya kamu saat malam hari, betapa gelapnya mimpi buruk yang harus kamu lalui, dan betapa hatimu tertekan dengan segala kesemrawutan ini.”

Buku dengan cover berwarna biru dengan tambahan ilustrasi tumbuhan yang tumbuh dari luka seorang ini bukan menjadi penuntun bagi pembaca. Kalian akan diajak menjadi tokoh utama dalam buku ini, dan setiap fasenya adalah sepotong kecil kehidupanmu. Untuk skala buku motivasi ini adalah buku yang benar-benar membuat kamu menikmati segala alurnya. Buku ini juga bisa jadi ladang curhatan kamu, karena di setiap fasenya disediakan beberapa halaman kosong yang dikhususkan untukmu bercerita. Seperti alasan kamu untuk berlari, nama orang yang selama ini berjalan bersamamu, apa saja kegagalanmu, dan masih banyak lagi. Buku ini juga cocok untuk kalian yang bisa disebut pemula dalam membaca buku, karena tata letak tulisan yang tidak monoton.

“Selamat merantau untukmu yang akan pergi jauh, peluklah orang tuamu dan peluklah semua kenangan. Ciumlah tangan mereka, doa mereka juga yang akan menyelamatkanmu.”

Buku ini jadi gambaran sederhana tentang sebuah perjalanan, terutama perjalanan yang penuh luka. Bagaimana memaknai perjalanan tersebut, dan bagaimana kamu mencoba tumbuh dari sebuah luka. Dan tidak ada kesempurnaan yang mutlak, sama halnya dengan buku bacaan ini. Kurangnya ilustrasi di setiap fasenya menjadi satu kelemahan buku ini. Dengan begitu, pembaca diminta untuk menerka dan membayangkannya sendiri. Walau demikian, esensi dari setiap fase ini akan tetap didapatkan ketika membacanya. Jadi, kapan kamu akan mencoba duduk dan menelusuri setiap fase yang ada?

“Dengarkan semua ceritaku, cerita perjalanan ini dibuat untukmu. Untuk kamu dengar. Sebelum aku pergi untuk selamanya. Aku mau kamu merekam semua ceritaku dalam kepalamu seperti sebuah film.”
Profile Image for Aisha Shiefa.
47 reviews
February 4, 2024
Buku motivasi yang bagus. Ada beberapa fase dalam buku ini yaitu fase terluka, fase terdiam, fase berjalan, fase berlari dan fase terbang. Setiap fase atau babnya memiliki kekuatan tersendiri. Aku suka cara penulisan Kak Indra yang to the point tapi mengena di hati. Dilengkapi pula dgn berbagai coretan serta font huruf yang eye catching menambah kesan unik dari buku ini. Ada beberapa bagian yang memang relate denganku saat ini. Bagian favoritku adalah Dear Ayah dan Ibu, Ngapain Perempuan Belajar Terus?
Buku ini akan menemani kalian yang sedang terluka entah oleh seseorang atau keadaan yang tidak berjalan dgn semestinya.
Mari kita berjuang dan tumbuh dari luka menjadi orang yg kuat dan tangguh. Serta memaafkan mereka yang telah menyakiti kita.
Profile Image for Mira Anjani.
12 reviews1 follower
July 7, 2022
Believe it or not this book was reccommended by my school’s counselor and ever since then i believe everything she says.
Awalnya ragu karena beberapa kali beli self-help book endingnya cringe atau bahasanya terlalu dibikin “ribet” tapi ternyata ini ngga sama sekali. Dan isu yang diangkat bisa ngena banget sama aku yang saat itu lagi hilang arah karena homesick dan baru kenal patah hati wkwkwk bisa dibilang anak kecil baru kenal dunia:D
Really grateful for the fact that i went for help that day<3
Profile Image for Widyoresmi Hastyo.
63 reviews
July 7, 2021
entah karena sudah banyak sekali buku kategori self-improvement yang saya baca, jadi buku ini seolah "kurang ngena". Buku yang sempet buat panik karena waktu pertama kali buka bukunya "loh ko banyak coretan?" :)) padahal ya emang dari sananya begitu.

Probably this book ain't the best book or going to be my fav, but I love it tho.
Buku ini mengingatkan saya soal tumblr saya, kontennya kayak yang "saya banget" (pada zaman itu ) hahahha.
Profile Image for Wulan Herdiani.
1 review
July 17, 2021
Saya suka karya dari Indra Sugiarto. Teman Berjuang dan Tumbuh dari Luka adalah dua karyanya yang telah saya baca berulang kali. Setiap kalimat yang tertuang dalam buku tersebut begitu menyentuh dan membuat kita ingin bertumbuh untuk menjadi lebih kuat lagi.

Saya sudah menuliskan sedikit review buku ini di medium.com, barangkali ada waktu senggang, dipersilahkan untuk mengunjungi https://wulanherdiani.medium.com/tumb...

Terimakasih....
Profile Image for Dewi Bunga Farizi.
13 reviews16 followers
August 29, 2021
Terdapat beberapa bagian cerita yang saya suka. Namun, pemilihan kata atau penempatan bahasa inggris yg dituangkan dalam buku tersebut menurut saya ada yang kurang tepat. Overall, menurut saya buku ini bagus untuk dibaca terutama ketika sedang lelah, khususnya bagi remaja atau dewasa awal
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.