Pernah dengar kalimat “Dahulukan adab daripada ilmu.”?
Kalimat itu muncul dari kitab yang diterjemahkan dari buku ini. Syeikh Az-Zarnuji nulis kitab ini 850 tahun yang lalu tentang bagaimana para imam besar dan para ulama terdahulu dalam mencari ilmu, apalagi ilmu agama.
Dijelaskan pada pendahuluan buku ini bahwa manusia adalah makhluk mulia dari semua makhluk karena hanya manusia yang diberi akal oleh Allah swt. Nah maka dari itu gimana sih cara mengasah akal ini agar bisa bermanfaat dan berkah, dan bukan justru mendatangkan dosa.
Poin-poin penting dalam buku ini ada di video reel ya..
📕 Jadi dijelaskan tuh bahwa pertama2 niat kita dalam menuntut ilmu harus karena Allah, supaya bernilai ibadah.
📗 Memilih teman belajar juga jangan sembarangan. Analoginya, kalau berteman dengan penjual parfum, kita kecipratan wangi.. kalau berteman sama pandai besi, kamu akan terbakar atau kecipratan bau tidak enak. Ini hadits shahih, HR. Bukhari.
📘 Adab dan sopan santun terhadap guru juga harus dijunjung tinggi karena di situlah letak keberkahan ilmu. Ada orang yang sangat banyak ilmunya, tapi tak berguna dan tak berkah karena tidak menghargai guru.
📙 Ada hal-hal juga yang dapat menghambat proses belajar, contohnya terlalu banyak makan dan terlalu banyak tidur, serta masih banyak hal lainnya.
📚 Wajib banget dibaca buat para pelajar. Kalau di pesantren, ini udah jadi materi tersendiri sih. Tapi di sekolah umum, sayangnya belum ada ya. Sebagai seorang guru, buku ini bermanfaat banget kalau para siswa mau menerapkannya. Ga bakalan ada guru yang sedih atau marah karena kelakuan siswanya. Hehehe😆
Terjemah Ta’lim Al-Muta’allim • Syeikh Az-Zarnuji • Mutiara Ilmu • Cet. • 112 hlm.