Jump to ratings and reviews
Rate this book

Humor, Perempuan dan Sufi

Rate this book
Hidup adalah perpaduan antara kebetulan dan kesengajaan. Ada banyak hal terjadi di dunia ini yang berada di luar kendali manusia. Tetapi ada pula hal-hal yang dapat dipilih dan dikendalikannya. Manusia bebas sekaligus terbatas. Setiap hari dia berjumpa dan terlibat dalam berbagai peristiwa. Di antara peristiwa-peristiwa itu, sebagian ada yang mengesankan dan berpengaruh bagi hidupnya. Inilah yang disebut kisah, dari kata Arab qisshah, yang secara harfiah berarti potongan atau penggalan. Kisah adalah penggalan peristiwa yang bermakna bagi hidup manusia.

Buku Humor, Perempuan dan Sufi, menuturkan berbagai kisah, aneka potongan pengalaman dan perjumpaan manusia dengan berbagai peristiwa kehidupan di ranah lokal, nasional, dan global. Kadang kala peristiwa yang terjadi hari ini justru mengingatkan pada yang pernah terjadi di masa lampau. Kadang kala peristiwa sederhana dan remeh-temeh justru mengandung pelajaran yang sangat dalam. Penulis mengajak pembaca untuk merenungkan aneka peristiwa itu, menunjukkan ironi-ironi sambil memaknainya dalam sinaran kearifan dan kedalaman spiritualitas kaum Sufi. Semua ini disajikan dalam bahasa yang sederhana dan renyah, dibumbui humor-humor segar.

332 pages, Paperback

Published January 1, 2017

2 people are currently reading
8 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (33%)
4 stars
3 (33%)
3 stars
3 (33%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Wandi Suhendi.
172 reviews11 followers
July 30, 2019
Humor, perempuan dan sufi || judulnya memang cukup menarik. Awalnya Saya berasumsi bahwa buku ini berbicara tentang kisah-kisah sufistik zaman dulu diliputi dengan humor-humor segar yang membuat kita makin dekat dengan Allah Al-Khalik. Namun ternyata asumsi saya keliru, buku karya yang ditulis oleh Guru Besar UIN Antasari Banjarmasin ini lebih kepada refleksi dan pengalaman-pengalaman sang penulis yang diubah menjadi kumpulan artikel bidang sosial dan keagamaan, sehingga nilai sufistiknya masih terkesan kurang. Karna lebih mendominasi pembahasan hablum minannas ketimbang hablum minallah.

Namun kendati demikian buku ini cukup inspiratif, Dalam pengalamannya, penulis juga mengajak kepada kita untuk selalu rendah hati dalam setiap keadaan, boleh jadi kekayaan dan kepintaran yang kita miliki itu justru merupakan suatu ujian dari Allah yang siap diambil kembali ketika digunakan dalam kekufuran, sebaliknya yang miskin tetapi kaya hatinya akan diberi keberlimpahan yang tak diduga-duga dikarenakan kesabarannya.
Seperti kata Ibnu Arabi, hidup adalah perjalanan tanpa akhir, menuju masa depan, tanpa bisa kembali ke masa lalu. Kita sesungguhnya berlayar di samudra tak bertepi Hal: 161

Maksud dari tokoh sufi tersebut bahwa kehidupan ini penuh dengan misteri dan ketidaktahuan akan apa yang terjadi selanjutnya, semuanya ada dalam genggaman sang Khalik, kejarlah dunia seakan akan engkau akan hidup selamanya, dan kejarlah akhirat seakan akan engkau akan mati besok.

Dalam salah satu artikelnya, penulis juga mengajak untuk meningkatkan minat baca dengan cinta sebagaimana wahyu pertama Rasulullah yaitu IQRO, baca disini bukan hanya berarti mambaca tanpa makna, tetapi membaca sekaligus memahami realitas dibalik kehidupan ini, seperti pepatah legenda mengatakan, jika ingin mengenal dunia, maka membacalah, namun jika ingin dikenal dunia, maka menulislah dan tentunya hal ini diawali dengan kecintaan minat pada buku.
Minat pada buku lahir dari minat baca, dan minat baca lahir dari minat pada ilmu. Minat baca laksana cinta. Cinta lahir dari ketulusan, bukan paksaan. Cinta buku lahir dari cinta akan ilmu. Sedangkan cinta ilmu lahir dari kesadaran akan pentingnya ilmu bagi kehidupan. Orang yang terpaksa apalagi dipaksa membaca bukui hanya karena ingin lulus ujian, tidak akan mencitai buku apalagi ilmu. Hal 221

Membaca untuk hidup juga berarti membaca untuk kesenangan dan wawasan. Membaca tulisan yang menghibur dapat membuat hidup yang sepi menjadi berisi. Membaca tulisan yang memberi banyak informasi, akan membuka hati, wawasan dan pikiran. Bahkan menurut Hamka, membaca cerita cerita sedih, dapat menorong seseorang pendosa bertobat dan berbalik menjadi baik.

Secara keseluruhan, bukunya bagus dan inspiratif meskipun alur pengalamannya loncat-loncat dan tidak sistematis dari tiap bab (Kadang di tahun 2015 bab selanjutnya menceritakan pengalaman di tahun 2002), karena ibarat kumpulan artikel pengalaman yang dikumpulkan menjadi buku, narasinya juga kurang begitu baik sehingga harus pelan-pelan bacanya, tetapi secara tata letak, font, warna tulisan dan desain isi, sangat nyaman dibaca.
Profile Image for Eva Novia Fitri.
163 reviews1 follower
February 22, 2023
Sayang sekali kalau ada yang tidak tertarik membaca buku ini hanya karena ada kata 'sufi' di judulnya. 348 halaman yang terbagi dalam 4 bab berisi kisah2 pendek tentang pengalaman atau ulasan peristiwa2 dunia kurun 2013-2014, tetap relate dan menarik dibaca di taun 2020, karena frame buku ini adalah hikmah.

Menarik sekali bagaimana setiap pengalaman dan peristiwa dipandang dari sudut yang 'sangat batin', sangat bijak, dan seringkali tak terpikirkan oleh mostly people.

Bahasanya ringan, rapi, tapi dalam dan kontemplatif. Sedemikian hingga kalau gak menahan2 diri, banyak sekali paragaraf yang menggoda untuk di quote.
Pilihan katanya santun, sopan, dan adem.
Keseluruhan hikmah seolah-olah terarah pada 1 tujuan: menjadi manusia rendah hati.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.