Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ini Untuk Kamu

Rate this book
Kumpulan surat-surat yang dikurasi dari ribuan surat lainnya, yang belum sempat tersampaikan. Semoga dapat mewakili perasaan banyak orang. Kami percaya, ketika suara tidak mampu mengutarakan, tulisan adalah cara yang tepat untuk meluapkan perasaan.

Surat selalu punya tempat.

200 pages, Hardcover

First published May 3, 2019

32 people are currently reading
279 people want to read

About the author

Menjadi Manusia

2 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
38 (24%)
4 stars
63 (41%)
3 stars
40 (26%)
2 stars
7 (4%)
1 star
5 (3%)
Displaying 1 - 30 of 32 reviews
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,443 reviews73 followers
December 8, 2020
Aku nggak sampai selesai bacanya. Bukan karena apa. Sangat intens aura sepi dan kehilangannya. Aku salut pada sederet panjang penulis di sini yang benar-benar menuangkan perasaannya pada untaian aksaranya. Aku membayangkan diriku merangkai surat-surat serupa untuk beberapa nama seperti yang sudah mereka lakukan. Gak bisa.

Jika kamu sedang kehilangan, aku enggak tahu apa buku ini bisa jadi temanmu untuk memancing derai air mata agar dadamu lega setelah merasa terwakili, atau justru harus menyarankanmu untuk menjauhinya agar tak depresi.

Hidup kadang ada canda kadang ada duka. Memahami semua itu akan menambah derajat kemanusiaan. Kadang ada yang lebih baik hanya dikenang tapi tak usah kembali. Agar tak lagi saling mencaci dan melukai.

Salut untuk keberanian para penulis untuk mengakui perasaannya secara jujur di sini. I can't. I just can't....
Profile Image for Muhammad Muhsin.
54 reviews20 followers
May 17, 2021
Membaca buku ini itu mirip dengan membaca surat dari sahabat pena, atau mendengar rubrik salam-salam dari radio yang menyentuh hati kita.

Isinya tidak jauh beda dengan apa yang dibahas di Channel YouTube menjadi manusia, di mana para penulisnya diminta menjawab pertanyaan terkait pertemuan, perpisahan, dan pesan yang tak sempat dijawab.

Isi buku ini juga makin menyentuh karena terdapat ilustrasi foto yang memberi pembaca gambaran bagaimana pertemuan, perpisahan, atau perasaan terkini penulis ketika mengirim surat itu ke redaksi.

Kekurangan buku ini bagi saya itu masalah subjektif saja di mana ada masalah yang repetitif atau kurang unik, meski tetep itu memberi efek adanya kesamaan cerita antara penulis A dengan penulis B.

Semoga ada buku lainnya, terutama dengan topik yang lebih berat seperti survivor bullying, survivor gangguan kesehatan mental, atau curhat dari minoritas.
Profile Image for Descartesius.
58 reviews1 follower
December 31, 2023
"Ketika kita lupa mengingat-ingat pelajaran penting pada waktu kita absen dari suatu kelas, kita merasa tertinggal dari sekitar. Tetapi, kita terus berjalan, bukan? Meski bukan menjadi yang terdepan, setidaknya langkah kita tetap seirama dengan tubuh dan jiwa yang kita punya."

"Tenang, tak ada yang salah menjadi orang biasa. Jangan ikut kebanyakan orang yang khawatir jika dirinya menjadi debu, menjadi bukan siapa-siapa, dan biasa saja. Padahal, menjadi debu pun akan bermakna ketika ia menjadi berperan. Untuk tayamum, misal."
- Surat dari Rizky Iis Firunika, Pati

~ו°~

Ini Untuk Kamu, berisi kumpulan surat dari hasil seleksi ribuan surat. Dari sampulnya aja--berwarna ungu dengan bunga dandelion di bawah judul (sangat polos dan cantik. Nggak norak tapi cukup buat menarik perhatian. Cocok banget sama isinya yang berupa kumpulan surat-surat manis)--cukup untuk menyampaikan identitas dari buku ini, bahwa, layaknya bunga dandelion, buku ini akan menyampaikan surat-surat yang belum sempat sampai kepada orang yang seharusnya. Namun walau begitu, tim penulis percaya, jikalau surat-surat tersebut juga tak kunjung sampai ke yang seharusnya, tentunya surat-surat tersebut dapat dibaca oleh orang yang gak kalah tepat.

Daaaann, di dalam buku ini, ada bermacam-macam surat--mungkin puluhan surat, atau bahkan ratusan. Satu surat cuma ngabisin satu halaman. Jadi enak aja gitu bacanya kalo dibarengin baca buku lain. Nah, surat-surat yang lumayan itu terbagi menjadi beberapa bagian. Ada bagian tentang cinta yang kebanyakan tentang perpisahan, penyesalan, dan mengikhlaskan. Bikin sesak woy, walau, meski aku jomblo, kayak... aku bisa ngerasain apa yang dirasain si penulis surat. Sangat tersampaikan ke dalam hati.

Lalu ada surat buat orangtua. Nah di bagian sini ada satu surat yang gak beres, surat dari PDj dari Jakarta T-T, sksksksk ngakak juga si tapi gak beres lah intinya. Ada juga bagian surat untuk sahabat. Ngakak jugaa karena ada yang terjebak prenjon ternyata. Eh tapi karena ini sahabat harusnya bestijon dong sksksksk. Terus ada surat buat orang tersayang yang telah tiada (rata² semua bawang berkumpul di sini. Jadi siap sedia tisu ajaa).

Yang terakhir, surat buat diri sendiri di masa depan. Jujur ini bagian di mana surat-suratnya, in my opinion, unik dan gak biasa. Gimana gak unik? Dari temanya aja udah menarik kan? Surat buat diri kita di masa depan. Kesannyaaa kayak kapsul waktuuu gituuu. Hahaha jadi pengen nyoba bikin jugaa. Aku paling suka sama bagian ini. Karena beda sendiri gitu. Maksudku, surat buat ortu, sahabat, pasangan? Itu kan udah biasaa. Tapi surat buat diri sendiri di masa depan nanti? Waw!

Jujur ada sensasi unik gitu yang nyentil tiap kali ketemu surat panjang satu halaman penuh. Kayak berbeda dari yang lainn ajaa gituu. Soalnya semua suratnya kebanyakan pendek, jadi pas kamu hampir dapat feel dari suatu surat... ehh tetiba udah tamat aja. Kan gregettt ujung-ujungnyaa. Beda kalo sama surat-surat yang panjangnya di atas rata-rata, feel yang ingin disampaikan pasti akan lebih terasa. Aku sendiri lebih baperin surat yang panjang. Terutama surat Neptunus untuk Saturnus. Astagaa, indahh bangett. Rasanya aku kayak lagi liat dua planet itu pegangan tangan, so sweet parahhhhh!

Baca buku ini, aku merasa seperti sedang menyelami apa yang dirasakan si penulis surat. Membayangkan si penulis sedang menulis surat tersebut. Menari bareng sama kalimat-kalimat surat yang, ya Allah, puitis dan indahhh bangettt. Semisal lagi baca surat yang sedih, sontak jadi pengen meluk dan rangkul si penulis surat. Kalo lagi baca surat yang isinya keputusasaan, jadi kepengen megang tangan si penulis surat dan bantu dia melangkah satu langkah maju ke depan. Pokoknya entah siapa penulisnya, surat-suratnya benar-benar laksana tari yang menarik kita ke dalam samudera perasaan dan galaksi peristiwa. Avvvvvvv indahhh, lopppppp ><

Aku paling sukaa. Sama. Bagian. Pembuka! Jugaaa suka bangett samaa teori bab Bertamu! Avvvv, apa lagi sama dua pertanyaan ini;
1. "Apa definisi menjadi manusia?"
2. "Mereka hanyalah seorang tamu yang harus segera pulang ke rumah. Beberapa dari mereka senang mengulur-ulur waktu.
Tanpa ada rasa dendam, apa yang ingin kamu utarakan kepada mereka yang pernah singgah, namun hanya sementara?"

Mungkin bagi sebagian kalian dua pertanyaan tadi biasa aja. Tapi buat aku itu berarti banyak. Pertanyaan pertama bikin aku sadar kita gak perlu menjadi "manusia pada umumnya". Lalu, pertanyaan kedua bikin aku mengingat dan ngebatin, "Ah bener juga. Semua orang yang ada di hidupku ini cuma tamu. Dan mereka punya rumah masing-masing. Aku gak bisa bikin mereka terus bertahan sama aku dengan memaksa mereka menganggap aku sebagai rumah mereka. Bahkan aku sendiri pun pada hakikatnya hanyalah tamu yang sekedar singgah di planet ini. Suatu hari nanti, layaknya tamu, aku juga akan pergi."

Kekurangan dari buku ini? Ah kayaknya gak adaa. Oh tapi aku kurang suka sama font-nyaaa. Karena nurutku gak cocok kalo diaplikasikan ke buku berisi kumpulan surat-surat. Andaikata font-nya mirip tulisan tangan, kayaknya bacanya bakal berasa seperti baca surat benerannn! Ah tapi balik lagi sama kebijakan penerbitnyaa.

Dan satu lagi. Sepertinya aku agak kecewa sama buku ini. Memang, aku yang sebenarnya salah karena naruh ekspetasi terlalu tinggi. Karena kukira isinya bakal bikin nangis kejerr, tapi ternyata yahh isinya gak terlalu relate karena kebetulan aku lagi gak ada masalah apa-apa. Kecuali di bagian surat-surat terakhir memang relate banget sih. Jadinya bukan kayak surat tapi lebih seperti sejenis motivasi dan reminder yang indah. Tapi tetap aja gak berhasil bikin aku nangis gimanaa gituu.

Ishhh tapiiiiiiii, tetap ajaaa. Ditanya recommended apa nggak, pastinya aku gak bakal ragu buat bilang "IYAAA!!!". Terutama buat kamu yang lagi galauin sesuatu, bakal berasa punya temen galau pas lagi baca buku ini deh shshshsh. Maksudku, buku ini gak kurang apa pun! Buku ringan, suratnya menyentuh dan layaknya seperti membaca puisi, pokoknyaaa indahhhhhhh.
Profile Image for Soraya Nur Aina.
162 reviews1 follower
April 21, 2021
Buku ini adalah kumpulan surat-surat untuk seseorang yang tak pernah sampai pada penerimanya. Kalau kalian mencari kisah hidup orang lain yang utuh, buku ini agaknya kurang tepat. Kisahnya hanya sepenggal, ditulis (sebagian) dengan apik dan beberapa menyayat hati. Dibagi dalam beberapa bagian besar yang keseluruhannya dinamai seperti proses kehidupan manusia yakni Daur Hidup : Lahir, tumbuh, bertamu, berpindah, rumah, menetap, berkumpul, berpulang dan lahir kembali.

Dari semua bagian, tentu bagian 'berpulang' yang paling membekas. Seperti surat seorang ibu yang kehilangan janinnya atau surat seorang cucu yang rindu dengan simbahnya. Entah kenapa terasa surat-surat di bagian ini ditulis tulus saat kangen dengan seseorang yang tak akan bisa lagi digapai di dunia.

Mungkin buku #IniUntukKamu tapi bukan buat aku karena ga terlalu suka gaya menulis seperti ini. Jujur lebih menikmati kisah-kisah yang ada di Youtube.

Ditulis sambil dengerin Puisinya Jikustik biar hawanya makin sendu🎶🎶
Profile Image for Fad.
17 reviews5 followers
May 26, 2020
Merangkum serangkaian daur hidup yang dialami manusia. Lahir, tumbuh, bertamu, berpindah, rumah, menetap, berkumpul, berpulang, hingga lahir kembali. Mencoba melihat permasalahan yang terjadi melalui sudut pandang pelaku, melalui sebuah surat yang dituliskannya.

Terima kasih telah menyadarkan kembali bahwa setiap manusia memang menghadapi permasalahannya masing-masing, tidak ada yang salah apabila sering kali merasa tidak baik-baik saja. Hidup memang sangat menyebalkan, tapi kita tidak pernah sendirian. Jatuh, berdiri, gagal, bangkit. Menjadi manusia merupakan proses yang tidak akan pernah berhenti.

Karena ketika suara tidak mampu mengutarakan, tulisan adalah cara yang paling tepat untuk meluapkan perasaan - (tumbuh, hal 7)

(3.5/5)
Profile Image for Sarah.
87 reviews
August 27, 2021
Kesan pertama baca buku ini, langsung inget acara salam-salam tiap akhir semester pake speaker sekolah waktu SMA deh. Mirip bagian surat pembaca di majalah atau radio jaman dulu. Selalu di awali "teruntuk (...)"

Di awal tertulis kalo tujuan buku ini biar kita tau kita ga sendirian. Awalnya agak kurang nyaman sih, karna membandingkan kehidupan diri sendiri dg kehidupan orang lain ga akan ada habisnya, baik itu suka maupun duka.

Setelah baca bab bertamu malah jadi agak males bacanya, tapi pas baca halaman pertama bab perpindah kok nyesek ya. Ternyata surat-suratnya lebih dalam. Ada surat menyenangkan, ada juga surat yang sedih. Its pretty heartwarming.


---
MY BOOKMARK
----

Teruntuk suamiku,

Mohon maaf jika selama 635 hari, aku istrimu, belum bisa membuatmu bersyukur karna telah memilikiku.

Terima kasih karna telah membuatku bahagia diatas ketidakbahagiaanmu memilikiku.

Mulutmu tak luput dari cibiran untukku. Matamu tak luput dari sinis menatapku. Tak pernah terbayangkan bahwa kurangku akan begitu menyiksamu. Maaf. Mencitaimu adalah bahagiaku.

Maaf jika bahagiaku menyusahkan hidupmu.

Lysiq,
Jakarta

(Hlm. 44)
----

Teruntuk Nawa-ku,
Banyak kertas tulisanku yang tak berani kuberikan padamu. Aku hanya ingin mengungkapkan rasa syukur memiliki orang hebat sepertimu. Kau punya napas yang senada dengan napasku. Bila diriku kehilangan asa kau selalu hadir sebagai napas yang akan selalu memelukku.

Kau selalu hadir saat aku butuh uluran tangan, pelukan, tamparan, bahkan untuk mematahkan sayapku bila aku terbang terlalu tinggi.

Hal terbaik yang aku punya adalah dirimu yang selalu ada di sampingku, menggenggam tanganku erat.

Dari aku yang selalu berjuang untukmu,
Purwokerto

(Hlm 108)
Profile Image for Yuli.
58 reviews1 follower
December 22, 2021
Menurutmu, apa definisi menjadi manusia?.

Bila ditanyakan pertanyaan itu, jujur aku akan kebingungan menjawabnya. Rasanya mudah saja menjawab bahwa menjadi manusia adalah menjadi makhluk paling superior di muka bumi. Lihat saja, hanya manusia yang dianugerahi kecerdasan berpikir dibandingkan makhluk lainnya. Tak seperti hewan atau pun tumbuhan. Mungkin hal itu yang membuat manusia begitu kompleks. Manusia kan tidak dilahirkan untuk hidup, berkembang biak, lalu mati saja. Ada banyak hal yang dilalui manusia, baik melibatkan pikiran maupun perasaan.

#BukuIniUntukKamu merangkum serangkaian surat-surat yang dikurasi dari ribuan surat dari teman-teman yang mengikuti media sosial @menjadimanusia.id . Surat-surat yang berada dalam buku ini terasa begitu personal. Walau tak relate dengan kehidupanku, aku bisa memahami bagaimana perasaan mereka saat menulis surat-surat ini. Perasaan sedih, sakit, terkhianati, diabaikan, penyesalan, rindu dan yang lainnya. Surat-surat yang dikurasi memiliki kesamaan tema yang berulang. Seolah menunjukkan bahwa masalah yang dialami oleh seseorang, besar kemungkinan dialami oleh orang lainnya juga. Ini menunjukkan bahwa kita tak pernah sendirian menanggung suatu beban atau masalah. Dan kurasa, kesedihan mampu membuat seseorang menjadi lebih puitis.

Beberapa surat mampu membutku menangis dan sesak. Seperti surat dari seorang ibu yang kehilangan bayi di rahimnya dan surat-surat dari bab lahir kembali.
Profile Image for Edward.
45 reviews
June 14, 2025
Buku ini hanya berisikan 200 halaman. Kukira bisa dibaca dalam sekali duduk. Ternyata, aku selesai membaca buku ini hampir 1 bulan. Buku ini berisi sekumpulan surat-surat yang memiliki berbagai macam tema mulai dari lahir, tumbuh, bertamu, berpindah, rumah, menetap, berkumpul, berpulang dan lahir kembali.

Awal-awal membaca buku ini membuatku tertarik karena penggunaan diksi yang bagus di beberapa surat hingga aku suka mengutip beberapa kalimat. Namun, ketika aku membaca surat dengan tema berpindah hingga seterusnya sampai selesai itu sungguh berat bahkan menguras energi sendiri. Luar biasa hingga diriku sampai berhenti sejenak untuk melanjutkan membaca.

Secara keseluruhan, surat-surat ini menggambarkan hati seseorang yang sulit diluapkan secara langsung sehingga menggunakan alternatif tulisan seperti surat sebagai tempat luapan. Dari sinilah diriku mengerti bagaimana cara meluapkan perasaan yang tidak mampu untuk dikeluarkan.
Profile Image for Nadhira .
3 reviews1 follower
July 8, 2021
"Menjadi Manusia adalah proses pencarian tanpa henti. Bila ada saatnya kita jatuh, kita bangkit lagi. Jika ada saatnya kita gagal, kita tidak menyerah, sampai kita mati".

Buku ini berisi kumpulan surat yang sudah diseleksi atas ribuan surat, yang terbagi atas beberapa bab yang merepresentasikan serangkaian daur hidup manusia seperti lahir, tumbuh, bertamu, berpindah, rumah, menetap, berkumpul, berpulang, dan lahir kembali.

Isi pesan dalam surat-surat tersebut adalah hal yang tak sempat atau tak bisa tersampaikan secara langsung kepada penerimanya.

Banyak isi surat yang relate dengan kehidupanku sehingga tak jarang aku nangis pas baca. Bab favoritku adalah bab terakhir "lahir kembali" yang berisi pesan dari penulis untuk dirinya di masa depan. Bukunya cocok buat jadi bahan refleksi diri.
Profile Image for Kai.
84 reviews2 followers
February 10, 2024
Ini Untuk Kamu berisi tentang sekumpulan surat-surat yang tak pernah sampai pada mereka yang dituju. Meski kisah nya sepenggal, namun cerita nya terbagi menjadi beberapa bagian yang membentuk serangkaian daur hidup manusia: lahir, tumbuh, bertamu, berpindah, rumah, menetap, berkumpul, berpulang, dan lahir kembali.

Banyak isi surat yang membekas dan mengena, terasa kalau surat-surat yang lolos seleksi dari sekian ribu yang disampaikan ini ditulis dengan tulus dan penuh rindu untuk seseorang yang sudah jauh. Minus dari buku ini bagi saya adalah pemilihan font type yang digunakan, agak kurang enak dibaca dan aneh jadinya.

Untuk saya yang mencoba menghindari hal-hal yang bikin down atau galau, agak kurang cocok dengan buku ini karena kesan nyesek nya ada. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau Ini Untuk Kamu bisa dijadikan sebagai refleksi diri.
Profile Image for Sa.
44 reviews
July 14, 2023
Seperti komitmen "Menjadi Manusia" buku ini juga mengajak kita untuk berhenti sejenak dan berpikir siklus kehidupan seorang manusia.

Lahir, Tumbuh, Bertamu, Berpindah, Rumah, Menetap, Berkumpul, Berpulang, Lahir Kembali

Ada bagian dari buku yang membuat tertawa karena relate dengan yang pernah dialami, namun ada juga bagian yang membuat air mata tidak sengaja jatuh.

Jika mau, duduk saja sejenak menuliskan kisah siklus dalam hidup kalian, seperti bagian dalam buku ini, semua manusia pasti mengalami siklus tersebut. Menuliskan kisah sendiri membuat saya pribadi menjadi lebih sadar akan esensi kehidupan dan mensyukuri lebih banyak hal.

Terima kasih untuk buku ini dan team Menjadi Manusia, satu momen yang membuat saya menyadari, saya bisa menjadi manusia seutuhnya...
Profile Image for Meirna Fatkhawati.
136 reviews3 followers
October 28, 2023
Baca di iPusnas. alhamdulillah

Buku non fiksi yang berisikan kumpulan surat surat dari warganet.

Dulu saya berkeinginan untuk mengirimkan surat. tahun 2019. Namun, urung dilakukan karena sudah terlewat deadline. Iya kalau ga salah ya.

Banyak juga yang antusias mengirimkan surat ke redaksi menjadi manusia.

Saya suka channel youtube ini. menjadi manusia. konten nya menarik. lebih banyak membahas isu kesehatan mental.

rating 4 karena ada surat yang susah sekali dibaca. surat yang cuma discan saja tanpa diketik ulang. capek bacanya.

ada beberapa yang relate dengan kehidupan saya. tapi keseluruhan isinya bisa disimpulkan nuansa buku ini sedih. namun, di akhir bab memberikan motivasi.

jadi pengen menulis surat deh. hehe.
Profile Image for Risqueenim.
16 reviews
September 24, 2025
Sebuah buku yang berisi kumpulan surat tentang kekecewaan, penyesalan, kerinduan, pengakuan dan ungkapan cinta untuk orang-orang terkasih (ataupun yang pernah menjadi orang terkasih).
Banyak isi surat yang menyentuh hati dan dada terasa sesak bahkan terkadang air mata ikut mengalir saat membacanya. Sebagai orang yang pernah tersakiti, dikecewakan dan kehilangan, membaca surat-surat dalam buku ini sangat merasa terwakilkan. Tidak berekspektasi bahwa buku berisi surat-surat bisa menyenangkan untuk dibaca.
Profile Image for dilla.
68 reviews
June 28, 2021
Dari awal sampai akhir saya nangis. Ikut merasa sedih tentang apa-apa saja yang dituliskan. Terimakasih Menjadi Manusia. Terimakasih orang-orang yang terlibat. Terimakasih untuk surat-surat yang telah ditulis secara tulus dan jujur. Dengan membaca surat-surat ini saya banyak belajar, tentang masalah-masalah diluar sana. Tentang bagaimana tidak menghakimi masalah diri sendiri yang terlampau berat dan orang lain tidak boleh bersedih akan sesuatu masalah yang dianggap 'receh'. Terimakasih❤
Profile Image for ℛ..
138 reviews25 followers
May 24, 2022
Saya butuh waktu yang cukup lama buat menyelesaikan buku ini. Bukan karena saya enggak suka, tapi saya dibuat merenung oleh setiap isinya. Buku ini sendiri seperti kumpulan surat-surat yang mungkin kita akan merasa relate di beberapa bagian. Saya sediri sempat dibuat menangis sampai dada saya terasa sesak saat membaca buku ini.

Penuh dengan emosi, di mulai dari rasa besyukur sampai kehilangan. Perasaan saya seperti diacak-acak selama membaca buku ini. Mungkin ada beberapa trigger warning dari buku ini seperti self harm dan suicide. Buat yang merasa mudah terpancing, tapi tetap ingin baca, ada baiknya membaca buku ini secara pelan-pelan.
Profile Image for kiadh.
148 reviews7 followers
May 23, 2022
Buku ini berisi kumpulan surat dari berbagai pengirim dengan latar belakang yang pasti berbeda. Ada keputusasaan, kehilangan, kekalahan, maupun mundur ke belakang mengenang masa lampau.

Banyak ungkapan yang menguras emosi, namun juga menemukan pelajaran dari tiap goresannya.

Saya suka sekali membacanya, seperti mengintip buku diary seseorang maupun berkirim pesan dengan sahabat pena nun jauh disana.
Profile Image for tia.
239 reviews7 followers
June 17, 2022
Buku ini pada dasarnya, isinya sama seperti yang ada di channel YouTube dengan nama yang sama milik Menjadi Manusia. Di beberapa bagian, perasaan sepi dan sunyi yang mencekam, benar-benar terasa. Setiap babnya juga terasa pas dengan tema yang diusung. Teruntuk kepada semua penyintas, kalian hebat. Dan habis hanya dalam hitungan jam saja, untuk saya.
Profile Image for RA Cendani.
87 reviews5 followers
March 19, 2023
Sebuah buku seperti mendengar isi hati para manusia yang tersembunyi jauh di dalam lubuk hati, yang kemudian dikhususkan untuk diterima dan didengarkan oleh kita.

Tidak ada salahnya membaca buku ini di waktu luangmu. Buku ini membuat kita berpikir bahwa apa yang kita rasakan tentang proses hidup dari lahir, bertemu, pisah, dll bahwa kita merasa tidak sendirian dan tentu memperkaya rasa syukur.
Profile Image for July.
71 reviews2 followers
August 23, 2023
Kumpulan surat-surat yang nggak sampai ke pengirimnya. Sedih karena seandainya surat ini sampai ke pengirimnya pasti akan ada hal lain yang seharusnya terjadi.

Surat untuk orang tua, kakek/nenek, keluarga, teman, kekasih dan mantan kekasih sampai untuk diri sendiri di masa depan benar-benar buat haru pas bacanya.
Profile Image for Rafa Aurellia.
6 reviews
October 4, 2025
This book is a collection of short letters from thousands of people, divided into chapters like “daur hidup, lahir, tumbuh, bertamu, berpulang, dan lahir kembali”.

Reading it made me feel restless because every story carries its own kind of sadness. But through their experiences, I learned a lot and felt like I was waking up to parts of life I hadn’t noticed before. 3.9/5!
Profile Image for Fla.
1 review
December 26, 2025
Banyak kata yang tidak bisa kita ungkap, aksara bisa jadi jalur alternatif dan Ini Untuk Kamu, berhasil mengutarakan itu. Kebanyakan surat terlampau sepi sampai-sampai belum kubaca penuh karena merasa hampa. Tetapi rangkumannya unik, seperti mempunyai sahabat pena yang sedang curhat mengenai perasaan :)
Profile Image for Daa.
72 reviews19 followers
November 5, 2021
DNF

Aku berhenti di bagian "Rumah" karena topik yang dibahas tentang pesan untuk orangtua. Aku tidak siap membacanya jadi ya....
Profile Image for Shintiana Aprilia.
10 reviews
June 6, 2022
Bagian Rumah yang paling berkesan bikin nangis bawang :) tapi beberapa surat memakai tulisan tangan yang di scan dan aku ngga terlalu jelas makay aku skip2
Profile Image for Nilampertiwi.
13 reviews1 follower
July 27, 2022
Buku yang sangat menyentuh. Setiap tulisan dari surat2nya bener2 kerasa banget karena memang ditulis dari hati. Sedihnya bahagianya terlukanya :))
Profile Image for audi.
13 reviews
March 12, 2023
Kumpulan surat” yang bikin haru dan terenyuh. Kebawa sedih juga
Profile Image for olatteapel.
20 reviews
February 1, 2025
Kumpulan surat-surat yang ditulis dengan tulus untuk orang-orang tersayang. Ketika suara tidak mampu untuk mengutarakan, maka aksara adalah pilihan yang tepat untuk mengungkapkan
Profile Image for Lya.
35 reviews1 follower
February 9, 2025
aaaa gabisa aku bacanya sedih soalnya isi bukunya itu kumpulan surat surat dari orang-orang yg ga bisa ngasih ke orang yg dituju itu, kebanyakan isinya tentang kehilangan orang yg mereka sayangi :(
Displaying 1 - 30 of 32 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.