Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Emperor #2

The Emperor: Brotherhood of the Knights

Rate this book
"Ini perang, soal hidup atau mati. Bagi seseorang yang tidak punya keterampilan, mati adalah hal yang pasti!" Helmut sengaja berkata keras, supaya kata-katanya merasuk ke benak Fabien.

Pemuda itu terpana, seolah tak tahu harus menjawab apa.

Beruntung baginya, Serge mencairkan suasana.

"Sebenarnya, punya atau tidak punya keterampilan, kita semua tetap akan mati suatu hari nanti."


BANGSA ELNIRI telah menaklukkan sebagian Daratan Utara dan Anthravai menobatkan dirinya sebagai Pemimpin Agung. Namun, sekelompok Kesatria menentang dan menyusun rencana untuk menghabisi Anthravai.

Pertarungan memperebutkan kekuasaan pun semakin memanas ketika dua penyihir muncul dan sesama saudara dari Elniri hendak saling membinasakan.

368 pages, Paperback

First published January 1, 2020

2 people are currently reading
27 people want to read

About the author

R.D. Villam

684 books82 followers
A writer who loves reading fantasy, science fiction, mystery, history, and feeding cats. He doesn't have a cat, but every morning there are always at least three cats waiting for him at his front door, and sometimes they are completely different cats. Besides looking for food, maybe they came for auditions so they could get into his book.

Books on Amazon:
- Embracing the Clouds: The Dreams and Adventures of Children from the Bowl World ~ Book 1
- Heir of the Knights: The Dreams and Adventures of Children from the Bowl World ~ Book 2
- The Dreams and Adventures of Children from the Bowl World: Book 1 & 2
- Black Stone of Vallanir: Northmen Saga ~ Book 1
- King of the Northmen: Northmen Saga ~ Book 2
- Northmen Saga: Book 1 & 2
- Valley of Wizards: The Peacemakers ~ Book 1
- Rise of the Conqueror: A Prequel to Northmen Saga (Coming Soon)

Contacts:
Website: rdvillam.mailchimpsites.com
Twitter: rdvillam
Facebook: rdvillam
Instagram: rdvillam20

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (43%)
4 stars
11 (47%)
3 stars
2 (8%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
February 22, 2020
Buku kedua dari seri The Emperor kali ini semakin memperluas universe-nya. Penulis tak lagi hanya berfokus pada ambisi Anthravai dalam menjajah dan memperluas daerah kekuasaannya. Kali ini kita akan menyaksikan sudut pandang dari pihak korban, yaitu rakyat yang dijajah. Sudut pandang dari tokoh Fabien menjadi angin segar di buku keduanya ini. Ceritanya menjadi semakin kokoh dan menarik untuk diikuti. Untungnya sampul buku keduanya dibuat seseragam mungkin dengan buku pertamanya. Seorang prajurit yang menunggang kuda dengan tombak di tangannya sudah mewakili tokoh Fabien. Latar perbukitan dan sinar matahari senja menambah unsur peperangan yang sendu dan suram. Maka saat buku pertama dan keduanya disandingkan akan terlihat serasi dan layak untuk dikoleksi.

Berbeda dengan buku sebelumnya yang hanya berfokus pada peperangan dan perluasan daerah kekuasaan, di buku keduanya ini kita akan lebih banyak melihat dinamika latar belakang para tokohnya, khususnya tokoh Fabien. Perlawanan rakyat Tond terhadap penjajahan bangsa Elniri menjadi daya tarik yang kuat. Penulis tak lagi hanya menyuguhkan perang, tapi juga ada latar belakang dan emosi yang semakin menghidupkan ceritanya. Bagaimana perkembangan tokoh Fabien diperlihatkan tidak secara instan, tapi melalui proses yang cukup panjang. Peperangan masih bisa kita temukan di sini, tapi tidak sebanyak di buku pertamanya. Saya lebih menikmati buku keduanya ini karena terasa lebih bergejolak dan intens dalam segi cerita, karakter, dan emosi. Narasi peperangan yang digambarkan pun memiliki porsi yang tidak berlebihan sehingga tidak membuat jenuh.

Selain masih hadirnya tokoh-tokoh sebelumnya seperti Anthravai, Vyndassi dan Thorsti, ada satu tokoh utama yang menarik perhatian, Fabien. Tokoh Fabien adalah seorang pemuda dari desa kecil yang harus menjadi yatim piatu karena peperangan. Fabien memiliki cita-cita menjadi seorang prajurit. Fabien memiliki karakter yang tangguh, kuat dan bertanggung jawab. Perkembangan karakternya berproses dan tidak terjadi secara instan. Mulai dari ia kanak-kanak hingga dewasa. Saya merasakan perubahan karakter Fabien ini ditulis dengan rapi dan matang, sehingga tidak memunculkan tanda tanya. Secara perlahan-lahan penulis ingin memperlihatkan situasi dan kejadian apa saja yang berpengaruh terhadap karakter Fabien. Selain Fabien masih ada tokoh-tokoh pendukung lainnya, seperti Amelie, Serge, Helmut dan masih banyak lagi. Sedangkan karakter ketiga tokoh sebelumnya masih sama; Anthravai yang semakin berani dan ambisius, Vyndassi yang tenang, serta Thorsti yang kejam dan sadis. Jujur saya merasa geregetan melihat tingkah laku Thorsti yang semakin lama semakin mengesalkan. Apalagi saat ia mengucapkan "TORUG TUG" yang sukses bikin darah tinggi.

Sudut pandang orang ketiga dipilih sebagai pembawa narasi ceritanya melalui hampir semua tokohnya. Namun, hanya tokoh Fabien, Anthravai, Vyndassi dan Thorsti saja yang paling dominan. Lewat dua sudut pandang yang berbeda antara penjajah dan pemberontak, sebagai pembaca kita bisa melihat dua sisi yang berbeda. Bagaiamana batas antara baik dan buruk sudah menjadi kabur akibat perang. Saya menikmati dua sudut pandang antara pelaku dan korban ini karena terasa melengkapi setiap kepingan ceritanya. Alur ceritanya berjalan lambat, tapi ini wajar karena penulis ingin membuat karakter yang kuat bagi tokohnya, khususnya Fabien. Bagi saya alurnya tak jadi kendala malahan semakin memantapkan jalan ceritanya. Gaya bahasa dan berceritanya kali ini sedikit berbeda. Di mana narasi yang deskriptif dan padat akan peperangan tidak sebanyak di buku pertamanya. Pembaca tidak hanya disajikan adegan peperangan, namun juga masih ada interaksi emosional antar tokohnya. Dunia yang diimajinasikan dan dibangun masih terasa kuat. Lembah, gunung, hutan, desa, kerajaan masih menjadi fokus sentral latar tempatnya.

Seru adalah kata yang cocok untuk menggambarkan konflik yang terjadi di sini. Bagaimana konflik Anthravai yang ingin menguasai negeri Tond secara tidak langsung berhubungan dengan keinginan Fabien menjadi seorang Kesatria. Benang merah peperangan menyatukan kedua peristiwa ini yang memicu sebuah konflik yang menguras emosi. Peperangan, perlawanan dan penjajahan yang terjadi dibungkus dengan konflik yang kuat. Menurut saya di buku keduanya ini, penulis terlihat lebih matang dan lihai dalam membuat konflik yang tak hanya menarik, tapi juga seru untuk diikuti. Satu hal yang menarik di sini adalah dengan disisipkannya sedikit unsur romansa yang semakin menambah meriah jalan ceritanya.

Perkembangan cerita yang terjadi dalam The Emperor: Brotherhood of The Knights tergolong memuaskan dan pesat. Bagaimana fokus cerita kini tidak hanya ada di seputar Anthravai dan Bangsa Elniri, tapi juga ada tokoh baru yang menjadi daya tarik. Pembaca tak hanya diperlihatkan sudut pandang Bangsa Elniri belaka, namun ada sudut pandang dari para pejuang Negeri Tond juga. Dengan adanya dua sudut pandang, pembaca bisa menilai sendiri mana yang layak untuk mendapatkan empati dan simpati. Selain itu ceritanya bukan hanya berkutat pada adu perang dan strategi belaka, tapi juga ada hubungan keluarga, cinta dan persahabatan yang digali lebih dalam lagi. Secara keseluruhan The Emperor: Brotherhood of The Knights merupakan sekuel yang sukses memberikan jalinan cerita yang lebih kuat, kompleks dan menarik. Sajian kisah fantasi lokal yang layak ditunggu kelanjutannya.
Profile Image for Icha.
61 reviews38 followers
February 20, 2020
"Kau akan merasakannya sendiri nanti, semakin besar kekuasaan yang kau miliki, semakin besar kegelisahan yang timbul di hatimu. Bukannya kenyang yang kau dapatkan, sebaliknya kau akan semakin lapar. Bukan damai, kau justru semakin cemas membayangkan orang lain merebut kembali wilayah yang telah kau kumpulkan selama ini dengan susah payah." hal 240.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Anthravai dan pasukannya telah mengambil alih sebagian Daratan Utara dan menobatkan dirinya sebagai Pemimpin Agung.⁣⁣⁣
Akan tetapi Anthravai dihadang dengan adanya sekelompok Ksatria yang ingin membunuhnya. ⁣⁣⁣
Perebutan kekuasaan di dalam Kerajaan Elniri pun tak bisa di hindari ketika dua penyihir muncul. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
********⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Setelah dibuku pertama kita liat pov dari para petinggi Elniri, skrg kita mengikuti Fabien. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Fabien sendiri adalah anak yatim piatu yang kemudian di asuh oleh paman dan bibinya dan tinggal bersama mereka di Windales. ⁣⁣⁣
Sepupu Fabien, Amelie menjadi sahabat sejak kecil hingga mereka menginjak usia remaja. ⁣⁣⁣
Sang paman, Arjan diketahui dulu merupakan pendekar dan perlahan-lahan mengajari Fabien seni bela diri. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Perang yang pecah memaksa Arjan kembali bertugas dan meminta Fabien untuk menjaga Bibi Jeannie dan Amelie. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Arjan meninggal dalam pertempuran, membuat Fabien semakin kuat ingin mengikuti jejak sang paman. ⁣⁣⁣
Setelah pamit kepada bibi Jeannie dan Amelie, dia pun berangkat menuju ranah peperangan dan mengikuti sekelompok pasukan. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Pertemuan pertama Fabien dengan Thorsti tak terelakkan. ⁣⁣⁣
Namun itulah yang membuat dia terseret dalam perang yang lebih besar lagi. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Di pihak bangsa Elniri, Anthravai semakin gigih untuk mengambil alih semua kerajaan. ⁣⁣⁣
Thorsti semakin brutal. Hampir setiap desa yang dilewati, hancur karenanya. ⁣⁣⁣
Vyndassi merupakan salah satu yang masih waras otaknya (menurut aku). ⁣⁣⁣
Dengan kehadiran sang Istri dan ketiga anaknya, dia mulai berpikir apakah ini masa depan yang akan di lewati anak-anaknya juga di masa depan? ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Jujur mulai dari buku kedua ini, Thorsti makin brutal. Diapun semakin haus kekuasaan.⁣⁣⁣
Namun karena strategi perang di pegang Anthravai, pasukan yang di pimpin Thorsti berkurang karena harus di bagi dengan pemimpin lainnya. ⁣⁣⁣
Vyndassi semakin banyak meragukan tindakan dari Anthravai dan Thorsti. ⁣⁣⁣
Hal ini di kemudian hari menjadi bibit awal perang saudara. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Fast pace dan tiap bab ga banyak halamannya. Aku suka banget. Bahasa yang digunakan penulis sangat mudah untuk di baca. Aku ga ada keluhan, cm memang ada beberapa typo yang aku lihat. Semoga akan diperbaiki kedepannya. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Other than that, i like it soo much. ⁣⁣⁣
Dan tentu saja bantal menjadi kambing hitam karna kena jotos terus. ⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Thank you buat kak @rdvillam20 dan @elexmedia atas kesempatannya mereview buku ini. ⁣⁣⁣
Aku sdh tidak sabar menunggu buku selanjutnya. ⁣⁣⁣
😆😆😆⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
#books #book #read #reading #reader #page #pages #paper #instagood #kindle #nook #library #author #bookworm #readinglist #plot #climax #story #literature #literate #stories #words #bookstagramindonesia #bookstagramid #bacabuku⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Anindito Alfaritsi.
65 reviews7 followers
February 9, 2020
Aku terpaksa nurunin skorku buat buku yang pertama karena membaca buku ini.

Alasannya karena kalau aku enggak nurunin, pembaca awam enggak akan bisa langsung paham kalau buku kedua ini sebenarnya lebih bagus dari buku sebelumnya.

Lebih bagus dan juga lebih memuaskan.

Kenapa aku pakai 'sebenarnya'?

Alasannya karena perempat awal buku ini kerasa tanggguuuuuung banget. Kayak enggak mulus. Kayak enggak beres disuntingnya. Makanya, kerasa kurang nyaman dibaca, apalagi dinikmati.

Buku Brotherhood of Knights ini melanjutkan cerita penaklukan bangsa Elniri atas tanah Estarath yang dimulai di buku pertama.

Tapi, berbeda dari buku pertama yang mengambil sudut pandang bangsa Elniri, buku ini lebih banyak menyoroti sudut pandang bangsa-bangsa yang dijajah. Dalam hal ini, Fabien, pemuda petani yang kelak tumbuh menjadi pahlawan yang gagah. Rentang waktunya pun lumayan lama. Dari waktu Fabien masih kecil hingga akhirnya jadi dewasa.

Buku ini menampilkan bagaimana Fabien dan orang-orang di sekelilingnya tumbuh dan berubah nasibnya. Lalu baru menjelang akhir, kita kembali ke trio Anthravai, Thorsti, dan Vyndassi, serta bagaimana mereka semua kemudian bentrok.

Untungnya, ini jenis buku yang bagian belakangnya jauh lebih bagus daripada bagian awal.

Tamatnya benar-benar memuaskan dan aku sangat penasaran buat tahu kelanjutannya.

Untungnya juga, ini jenis cerita yang meskipun penceritaannya kurang optimal, isi ceritanya sendiri memang menarik. Ada beberapa kali aku terpaksa berhenti membaca karena menjadi baper dengan nasib para karakternya. Ini terutama terasa sesudah kita memasuki pertengahan buku.

Padahal, penceritaannya sendiri memang banyak kelemahan. Saltik banyak ditemukan di awal dan baru berkurang di belakang tanpa benar-benar hilang. Karakterisasinya masih terasa tersederhanakan. Urutan pembangunan adegannya tidak selalu efektif. Tempo ceritanya pun aneh.

Tapi, semua kelemahan ini bisa dikesampingkan karena cerita Bang Villam ini masih saja terasa menghanyutkan saking gedenya skala cerita dan misterinya. Juga, pada pemaparannya yang luar biasa sederhana, tapi akurat, akan watak dan sifat manusia.

Pokoknya, ini jenis buku yang kadang berat dibaca karena keenggakmulusan itu, tapi enggak akan menyesal kamu baca begitu kamu beres sampai tuntas.

Kalau buku ini diperbaiki penyuntingannya, aku bahkan bakal rela beli lagi!

Ditunggu lanjutannya!
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 3, 2020
The Emperor 2 : Brotherhood of The Knights merupakan novel kelanjutan dari The Emperor yang diterbitkan sebelumnya. Masih bercerita rencana penguasaan dan penaklukkan negeri Utara oleh Anthravai dan pasukannya. Anthravai yang berhasil mengukuhkan diri sebagai Pemimpin Agung bangsa Elniri di Selatan. .

Pertama, aku suka COVERnya. Karena senada dengan The Emperor. Pemilihan warna dan ilustrasi eye-catching sekali.

Kedua, konflik yang diangkat. Jika di The Emperor aku diajak berkenalan dengan Anthravai, Vyndassi dan Thorsti. Ketiganya yang bergabung dan bersama mewujudkan mimpinya untuk menguasai semua negeri dibawah pimpinan bangsa Elniri. Di The Emperor 2 ini konflik semakin kompleks dan memanas, tidak lagi hanya 3 bersaudara ini. Tetapi, semakin seru karena muncul tokoh-tokoh lain yang terlibat. Ada penyihir dan kesatria yang sama-sama mencoba untuk menggagalkan Anthravai dan pasukannya .

Di buku ke-2 ini kisah masih didominasi cerita peperangan antara Elniri dan negeri tujuannya. Selain itu, ada bumbu-bumbu lain tentang sihir, para kesatria dan unsur-unsur mistis lainnya .

Lebih banyak tokoh yang hadir dan tentunya memiliki peran masing-masing, semuanya kuat dan mudah dibedakan. Konflik pun semakin rumit dan kompleks, dan hingga menuju akhir semakin banyak kejutan.

Ketiga, world buildingnya. Jika di The Emperor 1 lebih banyak berbicara tentang Elniri dan negeri-negeri di Selatan, di The Emperor 2 ini akan berbicara mengenai negeri-negeri di Utara yang sedang diekspansi oleh Anthravai. Untungnya, novel ini juga mencantumkan peta sehingga aku bisa membayangkan penjelajahan yang dilakukan.

Sebenarnya alur bergerak maju dari tahun ke tahun menceritakan tentang sepak terjang Anthravai dan pasukannya, bagaimana upaya-upaya mereka menaklukkan negeri lain dan bagaimana para kesatria, penyihir dan pasukan negeri-negeri itu berusaha mempertahankan diri.

Sayangnya, pergantian bab demi bab kadang suka agak membingungkan. Berpindah-pindah menceritakan para tokoh (yang jumlahnya memang sekarang bertambah banyak) tidak seperti di buku pertama. Sehingga butuh konsentrasi tersendiri untuk membaca dan mengumpulkan keping-keping informasi yang ada. .

Dan konflik yang datang silih berganti, membuatku cukup kaget dengan perkembangan ceritanya. Jika di buku pertama, aku bisa menebak akan dibawa kemana, buku kedua ini aku hanya menebak-nebak, karena terlalu banyak hal yang muncul. Apalagi menjelang ending, aku rasa kisah The Emperor ini belum akan berhenti disini.

Dan menuju ending, akan masih banyak hal yang kupertanyakan. Karena sepertinya kisah tidak akan berhenti disini, membuatku bertanya-tanya akan dibawa kemana kisah The Emperor ini . Aku sih berharap karena ini sebuah seri, kisah selanjutnya tidak akan terlalu lama terbit, agar pembaca juga bisa lebih fokus ke ceritanya, karena jujur aku sedikit lupa detail kisah The Emperor

Novel ini kurekomendasikan untuk kamu yang suka novel fantasi. Akhirnya kembali menemukan karya fantasi asli Indonesia yang layak untuk ditunggu kehadirannya
181 reviews
March 25, 2020
Judul : The Emperor #2; Brotherhood Of The Knights
Penulis : R.D Villam
Penerbit : PT Elexmedia Komputindo
Tebal : 360 hal.
Terbit : 2019
.
"Angin itu datang lagi, Anak-anak! Buka layar! Cepat! Kalian tak boleh menyia-nyiakan berkah dari para dewa!"(Hal. 355)
.
The Emperor 2 adalah buku kedua karya penulis yang aku baca. (The Emperor 1 sudah aku ulas juga ya). Berkisah tentang pertualangan Anthravai dalam menguasai daerah dan berperang dengan sosok ksatria yang menaruh dendam kepadanya.
.
Di buku kedua ini, ada muncul sosok karakter baru bernama Fabien serta perkembangannya menjadi sosok ksatria. Karena itu, porsi Anthravai terbagi. Di buku kedua ini juga, Anthravai malah kelihatan menjadi sosok antagonis. Well, karena seri ini masih berlanjut, aku juga gak bisa langsung menyimpulkan.
.
Masih ingat sosok wanita misterius yang dibebaskan Anthravai di buku pertama? Well, aku kaget kemunculan sosok Auri di bagian epilog.
.
Bisa dibilang, buku kedua ini menggantung. Mau gak mau, aku harus bersabar untuk tahu kelanjutan akan nasib Anthravai. Kak @rdvillam20 lagi proses buku ketiga, kan? Aku udh gak sabar 😅.
.
Secara keseluruhan, buku kedua ini lebih matang. Perkembangan karakter Fabien aku suka. Konflik bukunya juga makin kompleks. Penulis juga makin lihai merangkai semuanya menjadi apik.
.
Aku rada shock sih pas dapet 'kejutan' itu. Sebenarnya udah menaruh kemungkinan, tapi tipis banget, jadi bisa dibilang gak terduga.
.
Sama seperti buku sebelumnya, gaya ala ala buku terjemahan makin kerasa. Aku juga masih menemukan peta, ilustrasi, semacam catatan penting yang mungkin sulit diingat, dan juga kronik bangsa Elniri. Yang terakhir mengejutkanku juga.
.
Over all, aku menikmati banget buku kedua ini, malah lebih excited dari buku pertama, dan enjoy sama bukunya.
Profile Image for Azzahra Fitri.
2 reviews
February 10, 2020
Setelah di buku pertama pembaca disuguhi perjalanan Anthravai dan kawan-kawan untuk menaklukkan berbagai negeri, fokus cerita di buku kedua kini berpindah ke orang-orang yang terjajah di daratan utara.

Saya suka penggambaran tokoh Fabien, mulai dari saat masih belia, hingga akhirnya tumbuh menjadi seorang kesatria, dan menanggung beban berat sehingga ia harus mengorbankan kehidupannya. Tipikal hero sih, tapi tetap menarik.

Yang menyenangkan juga, cerita di buku kedua ini ada lebih banyak drama yang bikin baper. Lumayan nyesek rasanya begitu sampai di akhir cerita. Tidak hanya setelah membaca apa yang terjadi pada Fabien, tetapi juga pada Anthravai, Vyndassi dan Thorsti.

Sebagai sebuah fantasi epik, dunianya luas dan kompleks, tapi tetap mampu tersaji dengan sederhana dan mudah diikuti. Demikian pula ceritanya. Ada sebuah tema besar tentang peperangan, tetapi bisa disederhanakan tanpa terasa terlalu ringan.

Ditunggu cerita selanjutnya ya, Kak Villam! Penasaraaan!
Profile Image for Alfin Rafioen.
181 reviews8 followers
May 12, 2020
Novel ini bercerita tentang Fabien yang ditinggal kedua orangtuanya, ia tinggal bersama paman dan bibinya serta sepupunya, lalu pada suatu hari ia ikut dengan pamannya, di sana tumbuh keinginan ia ingin menjadi seorang ksatria seperti ayah dan pamannya. Lalu pada saat remaja, ketika pamannya gugur dalam medan tempur, ia memutuskan untuk meninggalkan bibi dan sepupunya.

Meski berat hati ia lalu bergabung dengan pasukan di Nettaran karena Terran diserang, ia pun bergabung dengan pasukan khusus lalu bertempur melawan Anthravai dari kaum Elniri yang ingin menguasai Terran.

Secara plot novel ini sangat bagus karena lebih ringan dari novel pertamanya, dari awal Fabien kecil hingga akhir plot dari novel, terlihat penulis sangat konsisten dalam menulis novelnya, alurnya pun sangat rapi, tidak mengecewakan.

Di sini terlihat gaya penulis menceritakan berubah sedikit dari novel pertama, karena lebih mudah dimengerti, di sini Fabien digambarkan sangat kuat walaupun rada cuek kalau soal asmara. Penokohan karakter-karakter pendamping pun digambarkan secara apik, rapi, walaupun tidak difokuskan ke semuanya, tapi sebagian besar, muncul dan mempunyai porsi yang pas. Penggunaan latar juga sangat kuat, bagaimana berulang kali latar tempat disinggung, ditambah dengan latar tahun.

Saran ke depannya untuk novel selanjutnya, konfliknya diperluas lagi karena kalau boleh berteori akan ada pertarungan seru di novel selanjutnya.

Lima bintang untuk novel ini.
Profile Image for Dian Achdiani.
207 reviews26 followers
February 21, 2020
Profile Image for Tetty Marlinda.
2,046 reviews46 followers
July 14, 2020
#110 - 2020
Genre: Fantasy

Here comes the installment of The Emperor by R.D. Villam. Villam, boleh saya bilang cukup berhasil menjalin novel bergenre fantasy dengan selera import. Two thumbs up, please don't look up my 3 stars for this second book, I like it but some elements in it not my favorite stuff 😊.

Buku pertama menceritakan kehidupan Anthravai, Vyndassy dan Throsti dalam mencapai keinginan Anthravai untuk menaklukan berbagai suku untuk memperbesar kekuasaan suku Eniri. Ambisi Anthravai yang sangat besar untuk tidak hanya menjadi kepala suku Eniri, membawanya berlayar ke wilayah utara dan menaklukkan banyak negeri lagi.

Di buku ini, kita di perkenalkan dengan tokoh bari, Fabien, seorang anak di wilayah utara. Apa hubungannya dengan tokoh utama kita, nanti bisa sekalian baca saja ya langsung di bukunya? Penggambaran Fabien yang lengkap membuat buku kedua ini seperti bukan lanjutan kisa Anthravai, tapi seperti sempalan, karena sepertinya 2/3 buku ini didedikasikan untuk Fabien.

Seperti rata-rata penulis pria, unsur romance di buku ini gak terlalu banyak, kalaupun ada cuma sedikit bumbu penyedap saja, istilahnya daripada gak ada. Penggambaran hubungan antara Fabien dan sepupunya, Amelie, menurutku sangat tidak memuaskan. Sampai-sampai saya lebih setuju kalau Amelie menikah dengan Peter, karena tidak ada harapan sama sekali. 😆😆😆

Setiap ambisi besar tentu ada akhirnya, tidak ada ambisi sebesar apapun yang harus berhenti. Kita juga bertanya-tanya kapan Anthravai berhenti dengan ambisi penaklukannya, kapan rasa laparnya terpuaskan. Anthravai tidak mendengarkan orang-orang terdekatnya, terlalu percaya diri juga menghancurkan dirinya sendiri. Vyndassy malah menjadi lebih baik, menginginkan negara besar tanpa banyak pertumpahan darah, memang cocok jadi pemimpin besar. Sedangkan Thorsti, sejak Qarana meninggal, ada yang hilang di dirinya, dia seperti "numb" selain rasa marah yang menggelora, cukup mengerikan.

Pertanyaan saya, apakah Villam berencana untuk menulis lanjutan seri ini atau buku ini sudah tamat?
Profile Image for Lelita P..
638 reviews59 followers
January 9, 2023
Parah sih, buku kedua ini JAUUUUH lebih bagus dan seru, berkali-kali lipat, daripada buku yang pertama!!!

Gaya penulisannya jauh lebih matang, less-tell, jadi kita bener-bener kayak menyaksikan setiap adegan secara langsung. Penempatan setiap babnya pun tepat semua--mulai dari Hojduk dan Honggi dengan peran masing-masing dalam peperangan itu, lalu Anthravai dan tim, daaaaan yang paling highlight adalah kehidupan Fabien! Saya suka banget bagaimana buku ini mengupas banyak sudut pandang itu dengan komposisi dan porsi yang pas; blending-nya jadi baguuuuus banget. Selain itu, emosi di buku ini jauh lebih terasa dibanding buku pertama, soalnya di buku ini lebih banyak dramanya--baik drama humanis maupun drama politik.

Ah ya, bagian politik-politiknya itu saya kagum sekali karena Pak Villam bisa meramunya sedemikian rupa. Asli deh, sebagaimana yang sudah saya tulis untuk ulasan buku pertama, The Emperor, world building cerita ini memang top. Karakter-karakternya hidup, strateginya riil. Konfliknya tereskalasi dengan baik, resolusi dan penyelesaiannya juga memuaskan. Epilognya bikin pengin buku ketiga secepatnya--kapan??
Profile Image for Martha Tyas.
33 reviews
January 22, 2022
Much better than the 1st book!

Awalnya sya tidak berniat membaca buku kedua krn rasa muak thdp karakter utama (Anthravai) stlh menyeleseikan buku pertama. Tp setelah tahu buku kedua memiliki sudut pandang “rakyat yg terjajah”, saya memutuskan membaca buku kedua ini.

Dan tanpa diragukan, selama membaca buku kedua ini (yg mampu sya seleseikan dlm sehari!) saya sangat berharap Throsti dan/atau Anthravai mengalami kekalahan. Tindakan keduanya sudah tak lagi bisa dijustifikasi. Bengis, brutal dan penuh ambisi! Berkedok “demi rakyat Elniri” mereka secara brutal menghabisi rakyat/kota. Pdhl itu semua demi seorang wanita!

Yang belum bisa dipahami adalah tindakan dan mimpi si penyihir. Are they a good people?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews