Jump to ratings and reviews
Rate this book

Perjamuan Khong Guan

Rate this book
Mari kita buka
apa isi kaleng Khong Guan ini:
biskuit
peyek
keripik
ampiang
atau rengginang?

Simsalabim. Buka!

Isinya ternyata
ponsel
kartu ATM
tiket

voucer
obat
jimat
dan kepingan-kepingan rindu
yang sudah membatu.

130 pages, Paperback

First published January 27, 2020

66 people are currently reading
1078 people want to read

About the author

Joko Pinurbo

43 books367 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Trouser Doll (2002). Ia juga menerima Sih Award 2001 untuk puisi Celana 1-Celana 2-Celana 3. Buku puisinya Di Bawah Kibaran Sarung (2001) mendapat Penghargaan Sastra Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2002. Sebelumnya ia dinyatakan sebagai Tokoh Sastra Pilihan Tempo 2001. Tahun 2005 ia menerima Khatulistiwa Literary Award untuk antologi puisi Kekasihku (2004). Buku puisinya yang lain: Pacarkecilku (2002), Telepon Genggam (2003), Pacar Senja (2005), Kepada Cium (2007), dan Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung (2007). Selain ke bahasa Inggris, sejumlah sajaknya diterjemahkan ke bahasa Jerman. Sering diundang baca puisi di berbagai forum sastra, antara lain Festival Sastra Winternachten di Belanda (2002). Oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan sejumlah sajaknya digubah menjadi komposisi musik.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
363 (26%)
4 stars
644 (46%)
3 stars
327 (23%)
2 stars
37 (2%)
1 star
4 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 310 reviews
Profile Image for Dian Achdiani.
207 reviews26 followers
January 17, 2020
Ambu biasanya nggak ngerti puisi. Tiba-tiba melihat promo PO Perjamuan Khong Guan ini, tergelitik dengan judul, tergelitik dengan sampul, dan tergelitik dengan bonus: notes wafer, biskuit paling dicari. Langsung pesan xD

Bahagia dengan keputusan itu, karena bahagia membaca lembar demi lembar puisinya, karena bahagia akhirnya tahu di mana sang ayah berada, tapi nyesek juga sih dengan beberapa puisinya.

Kusimpan untuk dibaca ulang hari demi hari 💛
Profile Image for Teguh.
Author 10 books346 followers
January 27, 2020
ANGGUR KHONG GUAN

Aku bersyukur masih bisa mendapatkan
sisa anggurmu dalam kaleng Khong Guan
--anggur paling jos yang kauminum
dan kaubagikan pada malam perpisahan--
walau aku tak datang di perjamuan.
Saleh dan salah, aku tetap bocahmu, Bro.

(2019)

LEBARAN KHONG GUAN

Ketika aku tiba
di ambang pelukmu,
kudengar kumandang rindu
dan pekik petasan
dalam kaleng Khong Guan.

(2019)

AGAMA KHONG GUAN

Rengginang bersorak
ketika agama-agama menyatu
dalam kaleng Khong Guan

(2019)

Kaleng Khong Guan mungkin menjadi hal biasa saja atau luar biasa--terutama saya. Sebab saya dan keluarga bukan PNS yang setiap tahun mendapatkan parsel lebaran yang biasanya berisi kaleng khong guan dan tentu isinya. Saya kecil kerap mengimpikan bisa memilah-milah biskuit dari kaleng khong guan. Dan ketika tahu bahwa di luar khong guan, banyak biskuit lain yang dijual di swalayan, saya tetap tidak memilih khong guan. Ya, saya tidak suka dengan "kelas" khong guan yang waktu saya kecil hanya bisa dinikmati oleh golongan PNS.

Tetapi membaca buku ini saya sadar, bahwa dari biskuit itu tersimpan persoalan mulai dari rindu, cinta, kenangan, keluarga, dan persoalan besar termasuk negara. Masih dengan gaya bahasa santuy, wolak-walik kata yang menarik, dan tentu jenaka yang tidak terperi.

TIga cuplikan puisi khong guan itu bisa jadi maksud keindonesiaan yang terrekam dalam kaleng khong guan. Satu lagi yang paling saya sukai adalah singgungan Jokpin dengan dunia pop modern dan kemudian menyeret ke area spiritualitas. Misalnya dalam puisi DOA ORANG SIBUK YANG 24 JAM SEHARI BERKANTOR DI PONSELNYA.

Duuuuh! Juara ini. Pusi pembuka 2020 yang indah dan membahagiakan.
Profile Image for Luthfi Ferizqi.
503 reviews17 followers
May 2, 2026
This is my first time reading the work of Joko Pinurbo, or Jokpin as he’s commonly known. These poems feel quite different from those of Rendra, Anwar, and the ’60s generation. The writing style is concise, both in each stanza and in the overall structure. Perhaps this is what contemporary poetry tends to look like.

It’s quite interesting, and it makes me want to explore more of Jokpin’s other works.
Profile Image for Utha.
827 reviews405 followers
January 29, 2020
Membaca kumpulan puisi ini adalah pengalaman yang menyenangkan. Memang bukan pertama kali baca puisi-puisi Joko Pinurbo, tapi ini pertama kali baca kumpulan puisinya yang dibukukan. Jadi pengin koleksi yang lain.

Paling suka puisi-puisi di kaleng kedua.
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,051 reviews1,999 followers
February 11, 2020
KOPI KOPLO
Kamu yakin
yang kamu minum
dari cangkir cantik itu
kopi?
Itu racun rindu
yang mengandung aku.

(2018)


Sebuah pengakuan bahwa Perjamuan Khong Guan merupakan tulisan Joko Pinurbo (seringkali disingkat Jokpin) yang pertama. Awalnya aku sempat skeptis, benarkah Jokpin punya puisi-puisi yang mengena dan menyentuh? Rupanya, aku selama ini terperangkap prasangka tanpa melakukan pembuktian apa-apa. Melalui Perjamuan Khong Guan, prasangka itu terbantahkan.

Perjamuan Khong Guan dibagi menjadi beberapa bagian yang sebenarnya, apabila ditilik lagi saling berkesinambungan. Puisi-puisi yang berada dalam satu tema, juga memiliki arti-arti yang unik. Bahkan tidak sedikit yang jenaka , asal mau membacanya secara perlahan dan tidak tergesa-gesa.

Jokpin melalui Perjamuan Khong Guan menyentuh ranah spiritual hingga sosial. Tentang bagaimana kita selama ini memandang agama dan apa yang menjadi ironi. Juga soal kehidupan sosial manusia yang ada di kota. Maka dari itu, ku katakan sebagai jenaka.

Tidak rugi membaca Perjamuan Khong Guan. Aku berhasil menghabiskannya dalam sekali lahap. Sebab, memang begitu nikmat.

HATI KHONG GUAN

Hatiku yang biasa-biasa saja
sudah menjadi biskuit
dalam kaleng Khong Guan
Mula-mula dicuekin,
tak membangkitkan selera,
lama-lama, ha-ha, habis juga

(2019)
Profile Image for raafi.
955 reviews463 followers
February 13, 2020
Minnah oh Minnah. kau sungguh jadi panutan dan pemberi pelajaran bagi setiap pembaca budiman. bahkan lebih perkasa ketimbang keluarga Khong Guan.

puisi-puisinya memang indah. mereka seperti orang-orang kaya dermawan yang tak neko-neko dan suka memberi. tak besar cakap tapi tak terperi. "Es Krim Minnah" jadi salah satu favorit dari yang lainnya. menangis bacanya.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book276 followers
January 27, 2020
Yang ditunggu-tunggu akhirnya terbit juga. Terima kasih Gramedia Digital atas pinjaman bukunya.

Pertama kali baca puisi Perjamuan Khong Guan saat terbit di harian Kompas. Langsung suka dengan puisi-puisinya (yang dalam buku ini ada di bagian Kaleng Empat). Kemudian GPU menerbitkannya dengan gambar sampul karya Sukutangan yang ikonik. Khong Guan banget deh...

Selain puisi-puisi dengan judul Khong Guan, ada satu puisi dalam buku ini yang saya suka. Judulnya
DOA ORANG SIBUK YANG 24 JAM SEHARI BERKANTOR DI PONSELNYA.

Profile Image for ikram.
241 reviews645 followers
May 31, 2020
✨ 17/40 books read for Year of the Asian Reading Challenge ✨

LEBARAN KHONG GUAN

Ketika aku tiba
di ambang pelukmu,
kudengar kumandang rindu
dan pekik petasan
dalam kaleng Khong Guan.

(2019)

Perjamuan Khong Guan adalah kumpulan puisi yang saling berkaitan satu sama lain dan memiliki arti tersendiri. Bohong rasanya jika aku berkata buku ini tidak menyentuh, sebab membaca Perjamuan Khong Guan karya Jokpin seperti diberi peringatan untuk lebih memperhatikan hal-hal yang selama ini aku anggap remeh. Melalui puisi-puisinya, Jokpin melemparkan sindiran halus terhadap kehidupan bersosial dan beragama beberapa tahun terakhir ini. Aku merasa beruntung sudah dipertemukan dengan buku ini. Favoritku adalah puisi-puisi di kaleng ketiga dan kaleng keempat.

————

ENGLISH REVIEW


My first book by Indonesian author, and I feel so guilty it took me this long to pick Perjamuan Khong Guan. I have been eyeing this book for a while, and it turned out this didn't disappoint me at all. This is also my first time reading Jokpin's book and let me tell you; it's a quite of an experience! I love everything about this book; from the choice of the words, the hidden messages between Khong Guans, and the jokes! Jokpin brought up topics from his view of religion to Indonesia's current society, which feels like a slap in the face for me.

Good job! Will recommend it to everyone!
Profile Image for Dini Annisa Humaira.
187 reviews4 followers
February 4, 2020
Baca ini rasanya menyenangkan. Di antara semuanya, yg kusuka



Tuhan, ponsel saya
rusak dibanting gempa.
Nomor kontak saya hilang semua.
Satu-satunya yang tersisa
ialah NomorMu.

Tuhan berkata:
Dan itulah satu-satunya nomor
yang tak pernah kausapa.




Guru Minnah heran melihat
ada yang janggal di wajah Minnah.

"Mengapa matamu sembab, Minnah?"
"Tadi ada yang numpang nangis
di mata saya, Guru."
"Siapa, Minnah?"
"Tokoh cerita yang saya baca, Guru."

Guru Minnah yang sabar dan lugu
hanya bisa diam termangu.




Bocahmu yang nakal
tertidur lelap sambil mendekap
kaleng Khong Guan
yang sudah kosong.

Saat bangun
dan membuka kalengnya,
ia girang menemukan
dua potong wafer
yang terselip
di antara mimpi=mimpinya
yang manis dan tidak logis.
Profile Image for Nike Andaru.
1,676 reviews115 followers
January 28, 2020
20 - 2020

Tahun lalu, Januari saya banyak banget baca ebooknya Jokpin, pokoknya yang ada di Gramedia Digital dibaca semua, tak ada yang tersisa. Tahun ini di Januari keluar lah buku puisi barunya, dan setelah nongol di GD langsung deh download.

Seperti sampulnya yang kaleng Khong Guan banget, cerita dalam buku puisi ini juga ada satu bagian khusus dibuat dengan judul Khong Guan, yaitu di bab terakhir, Kaleng Empat. Total ada 4 bagian puisi yaitu Kaleng Satu hingga Kaleng Empat. Dari awal baca, saya udah suka, tapi paling suka bagian Minnah di Kaleng Tiga.

Masih khas puisi-puisinya Jokpin yang seru, lucu tapi juga berisi kritik sosial.
Beberapa judul favorit saya ; Senin Pagi, Wawancara Kerja, Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya, Kopi Tubruk, Gadis Minnah, Perjamuan Khong Guan, Sabda Khong Guan.

"Tak ada yang bisa dikatakan kata
ketika kata telah terisi benci dan prasangka"

Di cangkir cantik ini
kubunuh dan kuhabiskan
kau, kesedihan
sambil kuingat sebuah firman:
"Pahit sehari cukuplah buat sehari."


Profile Image for blackferrum.
766 reviews57 followers
December 30, 2024
Pertama kali baca kumpulan puisi. Tetap pada prinsip terabas dan aku suka banget sama isinya. Memang, nggak semua hal perlu dipahami mendalam, dan selama ini nggak merasakan hal itu dari baca novel. Pas baca ini baru sadar, ternyata baca tanpa perlu membebani pikiran buat mikir keras makna dibalik setiap kalimatnya tuh begini, ya.

Salah satu penggalan puisi yang menurutku mengena banget (semua mengena, sih, percayalah, apalagi soal kritik terhadap pemerintah itu):

... Ayah menjawab,
"Maaf, saya
sedang
berbahagia.
Negara
dilarang
masuk
ke dalam hati saya."

(2019)


Bagian paling mengena karena situasi ketika menulis reviu ini diganggu dengan adanya kenaikan pajak hehe.
Profile Image for Stef.
590 reviews189 followers
April 7, 2020
Ngga permah ngecewain puisi-puisi nya jokopin 😍
Dari kaleng pertama sampai kaleng keempat bagus dan tetep paling favorite kaleng ketiga dan keempat
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books155 followers
February 5, 2020
Rating tepatnya: 3.5
Aku kaget karena bisa menikmati puisi di sini hehehe
Profile Image for Yuu Sasih.
Author 6 books46 followers
January 27, 2020
Ini pertama kalinya saya membaca buku kumpulan puisi Joko Pinurbo dan buku ini entah kenapa sangat menginspirasi saya? Hampir setiap puisinya seolah menimbulkan cerita dan ide-ide dalam kepala, meskipun sajaknya hanya sedikit-sedikit. Puisi favorit? Tidak tahu! Karena setiap kali saya berpikir, oh ini puisi favorit saya, saya balik halamannya dan ternyata puisi selanjutnya juga favorit saya?

Puisi Pak Joko Pinurbo sederhana namun penuh makna. Beliau tidak mendayu-dayu, malah bahasanya lucu dan sangat 'rakyat' sehari-hari, tapi ketika bicara tentang rindu, percayalah hati ini akan ikut nyeri. Tak hanya rindu, Pak Joko Pinurbo juga sering menggugat kaum elit politik, meski masih dengan bahasa lucu.

Buku wajib punya agar bisa terus dibaca berulang-ulang.
Profile Image for fayza R.
227 reviews56 followers
February 3, 2020
Selalu me-refresh Gramedia Digital untuk memastikan apakah buku ini sudah available atau belum karena Joko Pinurbo tentu sajaaaaa, one of my Indonesian poet.

Selalu menyenangkan baca puisi2 Joko Pinurbo, sederhana ga bertele2 yet njleb, apalagi yang ini konsepnya lucu gitu kan kaleng khong ghuan yang suka dijadikan lelucon di dunia maya wkwk.

Salah satu petikan puisi favoritq :

Tuhan, ponsel saya
rusak dibanting gempa
Nomor kontak saya hilang semua
Satu-satunya yang tersisa
Adalah NomorMu

Tuhan berkata :
Dan itulah satu-satunya Nomor
Yang tak pernah kau sapa
Profile Image for yun with books.
738 reviews246 followers
January 26, 2026
DOA ORANG SIBUK YANG 24 JAM SEHARI BERKANTOR DI PONSELNYA

Tuhan, ponsel saya
rusak dibanting gempa.
Nomor kontak saya hilang semua.
Satu-satunya yang tersisa ialah nomorMu

Tuhan berkata:
Dan itulah satu-satunya nomor
yang tak pernah kausapa.


A good, quick and light read. Funny, touching yet flick the mind.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 25 books198 followers
May 31, 2020
Momennya cocok, lebaran baca perjamuan Khong Guan (meskipun lebaran kali ini tidak beli. Tetapi sebagaimana tersirat dalam puisi Jokpin bahwa yang penting kalengnya, bukan isinya wkwk). Buku ini menemukan momennya setelah puisi puisi beliau yang bertema Jokpin dimuat di harian Kompas awal 2020 dan dapat ditemukan di buku ini (alasan lain kenapa kudu punya buku ini hehe). Puisi yang tidak hanya unik tapi juga asyik yg pernah mewarnai stori banyak teman di jagad whatsapp. Siapa hayo yang pas kecil hanya ngincer wafernya doang diantara semua isi kaleng Khong Guan? Kebiasaan yg sangat Indonesia banget dan mengingatkan kita pada masa masa itu. Ketampol juga sama sindirian beliau di salah satu puisi di buku ini: walau awalnya sok nggak doyan, tapi ha ha lama lama habis juga seluruh isi kaleng Khong Guannya.

Sebagaimana jamuan lebaran, ada empat kaleng puisi dalam buku ini yg masing masing dibagi per tema. Kaleng satu dan dua adalah kumpulan puisi Jokpin yang khas beliau, kaleng ketiga puisi puisi untuk seorang wanita istimewa, dan kaleng keempat adalah puisi puisi Khong Guan. Selain masih menampilkan puisi yang bercerita dengan ending bikin mak jenggirat, tidak lupa terselip pesan pesan sosial yang menggelitik.

"Maaf saya
sedang
berbahagia
negara
dilarang
masuk
ke hati saya"

4 bintang dan layak dibaca serta dimiliki.
Profile Image for athiathi.
367 reviews
July 18, 2022
Buku puisi yang menurutku, cukup ringan dan bisa dinikmati siapa saja. Khasnya seorang Joko Pinurbo: puisi yang dihiasi dengan kejenakaan.

Meski begitu, diksi dan maknanya indah pun tetap tersampaikan. Bukunya tidak terlalu tebal, tiap halamannya juga tidak terlalu penuh akan kata-kata.

Beberapa bagian yang kusuka:
"Langit membagikan bonus air mata kepada pelanggan banjir yang setia."

"Menunggu itu sakit. Sakit itu mahal dan rumit."

"Hati-hati dengan hati."

"Pahit sehari cukuplah buat sehari."

"Hidup adalah pustaka cinta yang tak akan habis dibaca."

"Hidup adalah perjalanan kehilangan.
Hidup adalah kumpulan perpisahan."

"Tak ada lagi yang bisa dikatakan kata ketika kata telah terisi benci dan prasangka."

Ini bagian yang lucu:
"Biskuit berterima kasih kepada rengginang yang telah ikut melestarikan rumahnya yang merah:
kaleng Khong Guan."

Kalau begitu, sampai jumpa! 💛
Profile Image for Afy Zia.
Author 1 book117 followers
February 8, 2020
3,3 bintang.

[BERISI PENDAPAT PRIBADI!]

Nyelesaiin Perjamuan Khong Guan dalam sekali duduk! Asli, buku ini cepet banget dilahap.

Waktu pertama kali liat judul dan kover, saya langsung dirundung penasaran. Soalnya kedua hal tersebut unik banget. 😂 Siapa yang menyangka kaleng tersohor Khong Guan bakal dijadiin ide puisi oleh Jokpin?

Ini bukan pertama kali saya baca kumpulan puisi Joko Pinurbo yang udah dibukuin. Dan seperti buku-buku sebelumnya yang udah saya baca, Perjamuan Khong Guan mengandung kata-kata puitis serta humoris. Saya beberapa kali dibuat ngakak sama puisi-puisinya (terutama di Kaleng Empat tentang Khong Guan). Bener-bener ajaib banget idenya.

Secara keseluruhan, saya cukup menikmati kumpulan puisi ini. :)
Profile Image for Molin.
762 reviews
July 22, 2020
Doa orang sibuk yang 24 jam sehari berkantor di ponselnya. Jleb. Dalem banget Pak Jokpin.
Profile Image for Putri Salsabila.
83 reviews
February 22, 2023
Antologi ini berisi sebanyak
Kaleng 1 : 19 puisi
Kaleng 2 : 17 puisi
Kaleng 3 : 21 puisi
Kaleng 4 : 22 puisi.

Isi atau inti dalam setiap judul puisi yang ditulis saya rangkum dalam list berikut. Tapi pada bagian yang saya berikan tanda tanya (?) itu artinya pemaknaan puisi ini cukup sulit saya pahami karena kebanyakan dari puisi-puisi ini memiliki jumlah larik yang tidaj terlalu panjang tetapi memiliki metafor yang "gelap" ¯\_(ツ)_/¯ pemberian judul pada bagian cover sangat unik, cukup mengundang rasa penasaran untuk membacanya.

— Kaleng 1 —

Dari jendela pesawat : merindukan cinta
Kopi Koplo : merindukan cinta
Malam minggu di Angkringan : Politik dan negara
Kesibukan di pagi hari : metafora kehidupan
Senin pagi : Metafora senin pagi seorang pekerja yang "menakutkan".
Wawancara Kerja : korupsi pegawai pemerintah
Belum : makna tentang keikhlasan
Gajian : sedekah
Hari pertama sekolah : cita-cita
Demokrasi : suara rakyat
Pesta : ironi para petugas pemilu
Buku hantu : ?
Kakus : gambaran Rumah Ibadah yang kondisinya memprihatinkan.
Bonus : Hujan yang menyebabkan banjir
Menunggu kamar kosong di Rumah Sakit : Makna dari kata "Menunggu"
Markipul : Gangguan jiwa yang harus disembuhkan ke rumah sakit jiwa.
Doa orang sibuk yang 24 jam sehari berkantor di Ponselnya : esensi Tuhan
Fotoku Abadi : Dampak negatif dari perkembangan teknologi.
Malam Virtual : Sesuatu yang viral di media sosial.

— Kaleng 2 —

Kembang Susu : Cinta ibu pada bayinya.
Kamar Kecil: bercerita tentang kamar sosok "aku" yang memiliki banyak buku dan berukuran lebih "kecil" dari kamar sosok dia yang dirindu.
Masuk angin: bercerita tentang gambaran malam seseorang yang dilakukan dengan membaca buku, meminun obat, hingga akhirnya tertidur dengan sosok "kamu".
Rumah Tangga : sepertinya menceritakan tentang gambaran sebuah rumah yang dibangun dengan cinta(?).
Mata Buku : Buku digambarkan sebagai suatu hal yang baik sekaligus bisa membuat takut "golongan tertentu".
Catatan Kaki : Seseorang yang merindukan pertemunnya dengan sang pujaan hati di pojok perpustakaan.
Buah bibir : metafora buah bibir sebagai Cium.
Buah hati : Gambaran bagaimana seorang anak/buah hati hadir.
Anak Buah : Sepertinya metafora siklus para pekerja dan jabatannya yang akan terus terganti. Yang muda masuk menggantikan yang tua akan pensiun.
Patah Hati : gambaran ketika seseorang patah hati diberbagai tempat "galau".
Jalan Buntu : Seseorang yang lebih memilih menjauhi jalan menuju Tuhan.
Kabar Burung : Makna "kabar burung" (?).
Kopi Tubruk : Gambaran seseorang yang sedang bersedih ditemani secangkir kopi.
Cuci Mata : Metafora "cuci mata" sebagai sebuah alur tentang kerinduan.
mimpi Basah : Sosok ia yang memimpikan mendiang ayahnya.
Datang Bulan : Gambaran metafora seseorang yang "datang bulan" .
Putri Malu : Sepertinya metafora tentang ibu dan putri (?).
Nina Bobok :

— Kaleng 3 —

Lahirnya Minnah : cerita tentang kelahiran seorang anak bernama Minnah saat adzan subuh.
Rumah Minnah : Gambaran Rumah yang penuh dengan buku yang artinya rasa cinta yang banyak pada seorang anak.
Sekolah Minnah : Sosok minah yang ketahuan harus dihukum dengan belajar sendiri berbekal buku dari sang guru (bukan didalam kelas).
Tangis Minnah : Tangis seorang siswa bernama minnah karena isi cerita yang dibacanya membuat sedih hatinya.
Tupai Minnah : Gambaran bahwa hidup memang tidak serunut urutan buku, pasti akan ada fase terjatuh juga.
Guru Minnah : Pesan seorang guru kepada siswanya tentang ucapan "selamat membolos" yang diartikan terbalik.
Aku Tuh Minnah : satir tentang penampilan seseorang di dunia maya dan dunia nyata yang seringkali berbeda jauh.
Hati Minnah : ?
Mata minnah : Mata yang menandang dunia yang selalu memberikan keceriaan walau sering terkena berbagai cobaan kehidupan.
Kepala Minnah: Makna dari "kepala kosong tak berisi".
Bola Minnah: Sosok tokoh dalam cerita yang sedanh dibaca minnah membuat hatinya tertarik dengan tokoh itu.
Obat Minnah: Perumpamaan efek Obat yang diminum ketika sakit, dengan efek membaca puisi.
Es Krim Minnah: cerita tentang janji Minnah pada ibunya belum terpenuhi sebelum ibunya meninggal dan kerinduannya.
Uang Minnah: Satir ketika seseorang menjadi kaya harta maka "orang-orang terdekatnya" akan mulai mendatangi.
Susu Minnah: Metafora Buku dengan susu dan berbagai pengalaman saat sedang Membac buku.
Tidur Minnah: Sosok Minnah yang sedang fokus membaca dan belajar dengan bukunya, tidak bisa diganggu.
Gadis Minnah: gambaran ironi seseorang yang paham agama, akal dan ilmu tak akan ada apa-apanya tanpa banyak menbaca dan belajar.
Senja Minnah: Gambaran ketika Senja
Jalan Minnah: Arti dari "jalan" dalam kehidupan.
Malam Minnah: Menggambarkan kegiatan membaca buku di malam hari.
Demam Minnah: Metafora tentang suasana ekonomi yang sulit.

— Kaleng 4 —

Perjamuan Khong Guan: Gambaran kebahagiaan keluarga dalam potret kaleng khong guan.
Bingkisan Khong Guan: Kerinduan akan seseorang atau keluarga yang berada jauh.
Keluarga Khong Guan: Jawaban anggota keluarga tentang dimana sosok "ayah" yang tak pernah terlihat.
Ayah Khong Guan: Kebahagiaan seorang ayah yang terusik oleh "kebijakan negara".
Simbah Khong Guan: Kurangnya kebersamaan antara anak dan cucu dengan kakek nenek karena lebih memilih sibuk dengan gadgetnya.
Anak Khong Guan: Amanat untuk tidak memberikan gadget pada anak-anak.
Musik Khong Guan: Nostalgia permainan tradisional saat masa kecil.
Tidur Khong Guan: Keinginan seorang bocah atau anak kecil yang ingin merasakan isi kalenf khong guan "yang sebenarnya".
Malam Khong Guan: Gambaran kegembiraan dalam kesunyian malam.
Hujan Khong Guan: Takut ketika menjadi dewasa, kita akan menafsirkan kehadiran hujan sebagai 2 hal: berkah atau bencana.
Mudik Khong Guan: Satir tentang tanah pedesaan yang semakin habis untuk kepentingan pembangunan jalan, gedung, dll. Bukan untuk tetap menjadi pertanian.
Lebaran Khong Guan: Kerinduan pada kampung halaman dan suasananya saat akan tiba hari raya: suara anak-anak bermain petasan.
Sabda Khong Guan: "Tak ada lagi yang bisa dikatakan kata, ketika kata telah terisi benci dan prasangka".
Agama Khong Guan: Satir terhadap gambaran umat beragama hari ini yang banyak terjadi konflik.
Ibu Khong Guan: (?)
Doa Khong Guan: Sepertinya ini berisi satir tentang perjuangan ibu-ibu yang anaknya "diculik negara".
Rumah Khong Guan: Rasa terima kasih harus diberikan kepada siapa setiap orang yang sudah berusaha terus melestarikan kesenian, adat dan budaya daerah.
Burung Khong Guan: Manusia saat ini terlalu banyak bicara omong kosong dan hanya berisi keangkuhan.
Hati Khong Guan: Hati seseorang akan lebih berharga daripada keberadaan banyak orang (?).
Minuman Khong Guan: Sepertinya ini bercerita tentang penikmat buku karya sapardi djoko damono yang berjudul "hujan bulan juni".
Anggur Khong Guan: Entah ini puisi maksudnya tentang apa, tapi sepertinya tentang "budaya islam liberal" yang banyak diperdebatkan (?).
Jogja dalam Kaleng Khong Guan: Sepertinya menggambarkan kota Jogja karta yang Penduduknya membuat kangen dan gugup(?).
Profile Image for Nura.
1,061 reviews30 followers
June 1, 2020
Berasa ditampar bolak-balik baca puisi-puisinya om Jokpin. Dari relasi dengan keluarga, sesama, hingga dengan sang pencipta. Tamparan paling dahsyat dari Kaleng Satu.

Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya

Tuhan, ponsel saya
rusak dibanting gempa.
Nomor kontak saya hilang semua.
Satu-satunya nomor yang tersisa
ialah nomorMu.

Tuhan berkata:
Dan itulah satu-satunya nomor
yang tak pernah kausapa.


(2018)

Favorit dari Kaleng Dua

Kopi Tubruk

Dilarang ngopi sambil bersedih.

Itulah yang diucapkan
bibir cangkir kepada bibirku
sesaat sebelum aku
menyerahkan diri kepada kopi.

Mataku tabah
dan hatiku tidak goyah
ketika ada yang tiba-tiba
menubrukku dari belakang.

Di cangkir cantik ini kubunuh dan kuhabiskan
kau, kesedihan
sambil kuingat sebuah firman:
"Pahit sehari cukuplah buat sehari."


(2017)
Profile Image for Muhammad Rajab Al-mukarrom.
Author 1 book30 followers
March 2, 2020
Tidak dapat dipungkiri sosok Jokpin memang menjadi salah satu penyair kesukaanku. Puisi-puisinya enak dibaca dan terasa segar ketika dibaca di waktu-waktu berbeda. Bahkan bulan Februari lalu aku bikin film pendek berdasarkan dua puisi Jokpin yang aku suka, Dunia Pasar & Perjalanan Pulang. Sempat nangis dan pengin nyerah ketika proses pembuatan film pendek itu yang semuanya dikerjakan oleh aku sendiri. Namun, akhirnya ingat bahwa yang dikejar bukan luar biasa atau tidaknya hasil akhir film itu, melainkan niatku untuk mengapresiasi indahnya puisi-puisi Jokpin.

Nah, di buku puisi teranyarnya ini aku suka sekali bagian puisi-puisi Minnah. Menarik sekaligus mengharukan. Barangkali gara-gara Minnah suka membaca. Haha.
Profile Image for Safara.
413 reviews68 followers
July 4, 2020
Saya membaca buku ini dalam Bahasa Indonesia.

Joko Pinurbo selalu bisa mengkritik keadaan sosial dengan bahasa yang santai, tapi tajam :)) Saya bukan ahli menerjemahkan puisi, tapi apa yang saya rasakan terhadap kondisi negara kurang lebih digambarkan pada puisi di buku ini.

Salah satu puisi favorit saya judulnya "Pesta"

"Di balik demokrasi
yang boros dan brutal
ada pesta pembagian doa
untuk mengenang
para petugas yang lembur
dan mati di tempat
perniagaan suara
dengan honor tak seberapa."
(2019)

Banyak juga puisi lain yang menggambarkan kritik ranah negara terhadap kenyamanan warganya.

Salah satu jenis buku yang bisa kamu baca sekali duduk!
Profile Image for Andita.
330 reviews5 followers
October 1, 2020
Sukaaa sekali dengan buku baru Joko Pinurbo : Perjamuan Khong Guan. Rasanya puisi-puisinya lebih relate aja sama keadaanku sekarang ini hahaha. Sampul bukunya, judul bukunya, ini unik dan keren banget. Pingin punya buku fisiknya deh, maklum baca ini di gramdig uuuu..

Pertama cukup heran, kenapa judul buku puisinya begini, eh di bagian Kaleng empat baru sadar, inti buku puisinya tuh emang ada dan sejalan sama judulnya. Keren deh Jokpin. tepuk tangan

Puisi-puisi di dalamnya juga terasa lebih fresh dan banyak banget yang jadi favoritku, mulai dari Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya; Fotoku Abadi; Kamar Kecil; Datang Bulan; dan masih banyak lagi. Oiyaa, Jokpin ini tidak pernah lepas dari kata "Celana" ya haha..
Profile Image for isaiah.
160 reviews
July 31, 2022
KOPI KOPLO

Kamu yakin
yang kamu minum
dari cangkir cantik itu
kopi?
Itu racun rindu
yang mengandung aku

⭐ 4.5/5

aku jaranggg banget baca poem book. ini mungkin ketiga kalinya aku baca buku jenis tersebut. nggak nyangka kalo kosakatanya mudah banget dimengerti. nggak kayak buku buku puisi yang aku baca sebelumnya.

lucunya nyampe di otak aku. kadang, kalo baca buku puisi, otak aku tegang. mau cerna jokes, selalu mikir dulu. tapi kalo baca buku dari Pak Joko Pinurbo ini, aku nggak perlu mikir dulu sebelum ketawa, ahaha.

i love this poem book! 💗
Profile Image for Adrian Surya.
72 reviews
Read
October 3, 2025
Cinta-benciku terhadap puisi-puisi Jokpin kentara banget di sini. Terdiri dari empat bagian, aku paling ga suka bagian keempat karena, sesuai judul, semuanya harus memaksakan Khong Guan masuk ke dalam lariknya. Puisi-puisi di bagian itu pada akhirnya sama picisannya dengan penggunaan kata "rindu" yang berlebihan.

Di sisi lain, tersempil beberapa puisi yang aku suka karena menyentil negara. Hal ini sejalan dengan bagaimana aku suka penyampaian beliau yang ringan dan kocak (meskipun kadang garing).
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews6 followers
December 7, 2020
lucu, kocak, kritis, tiap "kaleng" isinya rentetan hal2 yg berkesinambungan.
aku awalnya gapaham sama bagian kaleng tiga, Minnah siapa? maksudnya apa?
tapi setelah dibaca sekali lagi dengan pelan2 aku jadi paham, bisa kepikiran gitu yaaa penulisnyaaa

favoritku sih kaleng empat, Khong Guan, apalagi yang di halaman 124:
"Biskuit berterima kasih kepada rengginang yang telah ikut melestarikan rumahnya yang merah: kaleng Khong Guan."
Profile Image for Mark.
1,284 reviews
February 4, 2020
Puisi yang paling kusuka dari buku ini adalah:


Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya

Tuhan, ponsel saya
rusak dibanting gempa.
Nomor kontak saya hilang semua.
Satu-satunya yang tersisa
ialah nomorMu.

Tuhan berkata:
Dan itulah satu-satunya nomor
yang tak pernah kausapa.
Profile Image for Kurnia.
176 reviews10 followers
March 13, 2020
4,4 setelah menyantap 4 kaleng dari Perjamuan Khong Guan. Sebuah buku puisi yang lengkap, kocak, kritis, dan bikin lapar. Sembari mengenang masa kecil kala lebaran, menebak-nebak benarkah Khong guan isinya wafer incaran. Wkwkwk.
Suka deh. Hampir punya favorit di setiap 'kalengnya'. Sebuah cara mengatasi reading slump.
Displaying 1 - 30 of 310 reviews