Jump to ratings and reviews
Rate this book

Menjerat Gus Dur

Rate this book
Setelah sepuluh tahun dari wafatnya Gus Dur, perlahan fakta sejarah tentang kebenaran yang dilakukan oleh Gus Dur semakin bermunculan. Salah satunya fakta sejarah tersebut tertuang dalam buku “Menjerat Gus Dur” karya Virdika Rizky Utama.


Dari dokumen-dokumen yang diungkap dalam buku Menjerat Gus Dur ini terlihat bahwa sebenarnya tokoh sentral yang paling berpengaruh dalam upaya pelengseran terhadap Presiden Gus Dur adalah Akbar Tandjung yang saat itu menjabat Ketua Umum DPP Partai GOLKAR / Ketua DPR RI.

Kehadiran Akbar Tandjung di setiap acara tahunan haul Gus Dur di Ciganjur mungkin saja karena dia kini menyesal telah berlaku dholim kepada Gus Dur. Kemungkinan lain, jika dia tidak menyesal, kehadirannya bisa ditafsirkan dia ingin menutupi kejahatannya di hadapan publik agar terkesan dia orang baik.


Dari buku ini juga kita akan tercengang bahwa ternyata biaya operasional pelengseran Gus Dur beredar di lingkaran HMI senilai 4 Triliun guna menggerakkan BEM se-nasional yg dikuasai HMI guna menciptakan huru-hara jalanan, dana ini digalang oleh bendahara umum partai Golkar Fadel Muhammad dan Fuad Bawazier atas arahan Akbar Tanjung dengan koneksi kurir Anas Urbaningrum


Sebagai generasi penerus Gus Dur kita wajib membaca buku ini agar faham dan mengerti ribuan rahasia dibalik pelengseran Almarhum Gus dur.

376 pages, Paperback

Published December 1, 2019

66 people are currently reading
570 people want to read

About the author

Virdika Rizky Utama

2 books8 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
77 (43%)
4 stars
67 (38%)
3 stars
20 (11%)
2 stars
6 (3%)
1 star
6 (3%)
Displaying 1 - 25 of 25 reviews
Profile Image for Matt.
242 reviews1 follower
March 31, 2020
saya berharap bahwa pengalaman sebelumnya membaca buku sejarah populer seperti The Prize: The Epic Quest for Oil, Money, and Power atau The Square and the Tower: Networks and Power, from the Freemasons to Facebook tidak serta merta berarti semua buku akan seperti itu.

keinginan membeli buku ini karena ingin tahu sekelumit kisah pembentuk sejarah reformasi Indonesia dan tokoh-tokohnya. tetapi pengalaman membaca kedua buku yang kusebutkan itu membuatku kurang menikmati membaca buku ini. seharusnya materinya lebih dari cukup untuk membuat buku yang lebih ringkas tapi tetap menarik. di sini mungkin editornya, pembuat layout-nya, dan tim penerbit kurang cermat.

coba saja kutipan artikel, wawancara, sumber buku lain, diparafrasekan.

atau kalaupun tetap mengutip semirip mungkin, dibikin dalam text box atau margin berbeda. berkali-kali menemukan kata "kemarin" tanpa jelas bahwa paragraf tersebut dikutip semirip sumber aslinya. saya kan bingung, kok seperti baca ucapan orang padahal paragraf sebelumnya si penulis ada sebagai orang ketiga.

lalu penjabaran hal-hal yang seharusnya bisa dijadikan catatan kaki atau lampiran, bukan menambah konten bab-bab penulisannya (ini preferensi pribadi), atau ketika menjabarkan "Ada lima pola perubahan dari rezim otoriter menuju rezim demokratis. Pertama, ..." yang seperti tak fokus pada bagian Berebut Kekuasaan. seperti menunjukkan kekayaan referensi belaka.

ya sudahlah, saya ini siapa sih.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Agoes.
512 reviews37 followers
June 15, 2023
Premisnya: ada upaya yg terkoordinasi untuk menjatuhkan Gus Dur. Tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya merupakan tokoh terkenal di dalam negeri dan sebagian bahkan masih aktif hingga buku ini diterbitkan.

Lewat wawancara & sumber yg beragam nampaknya bukti2nya cukup meyakinkan, terutama buat saya yang sudah ikutin berita pada tahun 2001.

Moga-moga buku ini bisa lestari dibaca generasi berikutnya.

Kalau sampai dicetak ulang moga2 sempat lewat ke editor yg berbeda.

Agak sayang saja karena kontennya menarik, tapi formattingnya kurang OK. Ada beberapa salah pengetikan juga. Malah jadi menjatuhkan kredibilitasnya sendiri padahal pasti menyelesaikan risetnya juga tidak mudah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
45 reviews4 followers
December 20, 2020
Buku ini buku monumental akhir 2019 lalu dan awal 2020. Buku yang menjelaskan alur bagaimana kekuasaan Orde Baru masih bercokok pasca reformasi dan bahkan bisa menggoyang Pemerintahan Gus Dur. Buku ini merupakan sumbangan penting dalam politik kekuasaan di Indonesia.
Profile Image for Ian Oganarto.
13 reviews
February 9, 2020
Based on some abandoned confidential letters among high politicians and disturbed parties due Gus Dur actions, the writer wrote another story behind the fall of the 4th President. After the end of Soeharto era, Indonesia people expect the reform soon. But this book told us that change of power will not happen overnight. Presidency can change, but we need a long process of power change from previous repressive ruler regime that involved Presidency, Golkar, Army into an openness of democracy. Gus Dur as President did not have yet enough supporters and strategy to transform the systems. He continue opening ruling opportunity for civilian that used to be exclusively belong to elite Army. He made basic need for more equality among people that we can enjoy today. Down to people he could do, but to make change to existing power built by Soeharto and even more, try to drag them into court cause him stand alone against the power. If you want to learn politics of Indonesia, read this book. You can read that names of people who took down Gus Dur 20 years ago still around in Elite of Politics now.
34 reviews4 followers
February 9, 2020
Pemakzulan GD itu fakta! Bahwa sampai sekarang tidak terbukti GD tersangkut KKN bisa ditelusuri di buku ini. Apalagi Virdi punya data konspirasi politik penjatuhan GD lewat dokumen temuannya berikut analisis tajamnya, tampaknya nalar jurnalistiknya sangat kaya di buku ini. Peristiwa pemakzulan GD menjadi penting bahwa dalam menempatkan sejarah masa lalu harus diluruskan sesuai fakta yang ada, bukan untuk membalas dendam tapi sebagai pelajaran & upaya kita untuk tidak jatuh dalam lubang yang sama. Fakta bahwa musuh utama pemerintahan demokratis adalah kekuatan oligarki, tentu saja. Bahkan sampai saat ini, pihak-pihak yang terlibat pemakzulan masih berada di lingkaran kekuasaan, FYI.
13 reviews
April 21, 2020
Buku ini merupakan keadilan sejarah untuk Gus Dur, dimana pemakzulan Gus Dur dilakukan oleh elitr politik tanpa adanya dasar dan bukti yang jelas, Buloggate dan Bruneigate kala itu diberitakan berupa pelanggaran Gus Dur tidak cukup bukti. Majelis Permusyawaratan Rakyat menuduh tindakan Gus Dur inkonstitusional, justru sebaliknya tindakan merekalah yang inkonstitusional.

Menjadi orang baik dalam perpolitikan itu berat, apalagi dalam masa transisi demokrasi dimasa itu, dimana Gus Dur yang mendukung kebebasan pers akan tetapi pers dan media lah yang memfasilitasi pembunuhan karakter terhadap Gus Dur
Profile Image for Jeffry Ridwan.
27 reviews8 followers
June 22, 2022
Sepuluha tahun yang tidak sia sia dengan membongkar apa impeachment terhadap gusdur kenapa dia bisa dijatuhkan tanpa persidangan yang konstisional. Terbongkar surat surat rahasia ketua ketua serta poros yang anti gusdur disitu kita kenapa bisa berfikir sejarah yang coba di gelapkkan dan tetap mencoreng nama gusdur, gusdur yg bertindak seipermasiv dengan kekuasaannya pun akhirnya kehilangan pendukungnya dan mulai kehilangan arah menentukan keputusan.


Tapi dari buku ini kita bisa belajar cara membedakan kata revolusi dan reformasi, mahasiswa yng menuntut reformasi total atau revolusi memang sulit bisa tetap ada kekuatan pasukan orde baru masih bersemanyam di dalamnya.
Profile Image for Aghni Ulma Saudi.
47 reviews1 follower
February 11, 2020
Buku pertama yang saya baca di tahun 2020.

Tulisan yang sangat berani dengan bahasa yang mudah dipahami. Citasinya jelas dan lampiran-lampirannya kredibel, terlihat bahwa penulis melakukan riset yang sangat tajam dalam penulisannya. Buku ini seperti tl;dr (rangkuman) dari kurang lebih 40 tahun sejarah Indonesia, sejak awal mula Orba, hingga lengsernya Gus Dur.

Oh iya, saya baca banyak ditemukan versi bajakan dari buku ini. Jangan dibeli ya! Beli yang asli cuma 100 ribu kok di Akal Buku (atau di toko buku terdekat). Tolong hargai kerja keras penulis dengan cara membeli buku yang asli.
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
May 17, 2020
Saya jadi teringat ketika melakukan penghancuran arsip di kantor beberapa tahun lalu. Repotnya bukan main! ada yang memgira cukup memanggil pengepul kertas buat dibawa pergi. Bagaimana jika ternyata ada dokumen yang tak boleh dibaca oleh orang banyak? Seperti asal mula buku ini.

Ide dan data yang brilian! Eksekusi yang kurang optimal. Buku yang saya miliki cacat produksi, alias beberapa halaman tidak ada isinya. Penjual memang menawarkan mengirim ulang. Tapi rasa penasaran saya tak bisa ditunda. Kirimi foto halaman yang dimaksud saja, demikian wa saya. Beres bukan!
Profile Image for Hbib Seven.
2 reviews
April 10, 2021
Sebuah fenomena percaturan politik antara kaum yang sakit hati direformasi, dan sosok eksentrik kontroversial pejuang demokrasi. Kebuntuan dalam kompromi, saling trabas regulasi mulai dari pansus sampai dekrit, menjadikan isi buku ini semakin menarik.

Gus Dur adalah jembatan, dilematis antara Gus Dur tidak siap memimpin Indonesia atau justru Indonesia yang tidak siap dipimpin Gus Dur, menjadi buah pikir sepanjang membaca buku ini.

Dari kacamata awam, saya hanya menyimpulkan "Anda boleh keras kepala, namun selalu sediakan ruang untuk negosiasi".
Profile Image for Aliazme.
19 reviews1 follower
June 5, 2022
Membaca intrik-intrik di tahun-tahun menjelang, saat, dan setelah mundurnya Gus Dur sebagai Presiden RI ke-4 memang seru. Selesai membaca ini lebih afdol kalau kita juga membaca buku lainnya sebagai balancing-information. Buat saya yang jarang baca buku politik, informasi yang ada di buku ini menambah pengetahuan, sekaligus pertanyaan seberapa tinggi validitas informasinya. Namun, setidaknya saya menjadi lebih yakin bahwa orang pintar harus bijak ketika ada orang menawarkan kekuasaan kepadanya.
Profile Image for Anna Gultom.
18 reviews2 followers
March 16, 2020
Sejujurnya sempat tersendat-sendat baca buku ini. Barangkali karna pemilihan bahasanya yang terlalu “politik” membuat saya, seorang yang masih merindukan demokrasi yang ideal benar-benar terjadi di NKRI ini. Kedengerannya klise. Tapi tidak ada yang salah dengan punya mimpi jika suatu saat negeri ini sungguh-sungguh mengalami perubahan dan masyarakatnya hidup sejahtera, adil & makmur.
Profile Image for Hilal.
43 reviews
March 21, 2020
Berhasil mendapatkannya setelah menunggu beberapa hari karena saking larisnya. Saya mendapatkan edisi keduanya.
Catatan kritis terhadap tampilan buku: editornya tidak bekerja dengan baik. Sangat banyak kesalahan ketik, ada banyak bahasa yang kacau, dan beberapa hal lain yang seharusnya bisa ditangani oleh editor.
Profile Image for Briliantina Hidayat.
203 reviews15 followers
January 21, 2020
Angkat topi untuk riset dan penelusuran rekam datanya. Meskipun buku ini hadir sebagai bacaan pengetahuan umum, namun literatur yang menjadi pondasinya komplit. Sayang penulisan terasa tergesa2, hingga typo banyak sekali dan di beberapa section tampak alinea2 yang kurang nyambung.
Profile Image for Tegar  Bestari.
17 reviews1 follower
April 5, 2020
membaca buku yang membahas tentang Orde Baru memang selalu mengerika, termasuk buku ini. Sejarah memang bisa dilihat dari banyak sudut dan sudut yang disuguhkan dalam buku ini memberikan wawasan pada pembaca bahwa para penguasa di Orde Baru masih berkuasa hingga saat ini
1 review3 followers
October 20, 2020
Terlepas dari temuan dokumen yang menarik tentang upaya pemakzulan Gus Dur, editor buku ini sepertinya tidak bekerja dengan baik. Banyak kesalahan ketik maupun struktur kalimat yang tidak jelas bisa lolos di buku ini, bahkan di cetakan kedua.
Profile Image for Miami Booksta.
43 reviews
January 29, 2021
Entahlah, karena buku ini memang ditulis dengan bagus atau saya yang kebetulan pecinta gus Dur sehingga ini menjadi satu-satunya buku non fiksi yang benar-benar membuat saya menangis.
Tapi salut dengan penulis yang dengan gigih & cerdasnya sehingga mendapatkan informasi dan dokumen tersebut.
Profile Image for Steven S.
703 reviews66 followers
February 10, 2021
Virdika membahas perjalanan politik Gus Dur. Berisikan pemaparan intrik politik yang dihadapi oleh Gus Dur selama menjabat menjadi presiden.

Direkomendasikan untuk peminat sejarah, pembaca umum, hingga pembaca politik. Jangan dilewatkan.
1 review
March 31, 2020
Good
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for lakinyaminami.
94 reviews2 followers
May 30, 2022
Lengkap, runtut, dokumen rahasia yang disajikan sungguh menggugah selera menelaah sejarah pusaran reformasi.
Sebuah keadilan sejarah Gus Dur pelengkap sejarah bangsa kita
Profile Image for Mr. Mahardika.
38 reviews
June 1, 2022
Sekarang semua paham siapa dan mengapa dia dijatuhkan. Haruskah selicik dan semenjijikan itu penjatuhannya? Disini semua dijelaskan secara jelas dan bagaimana skenario penjatuhannya tersebut.
Profile Image for Sheiboi Sheiboi.
1 review
January 16, 2026
This book is is pretty good if you want to understand the vicious cycle of Indonesia's dirty politics.

If you really want to see what's wrong with reformation era and how it can lead to current disastrous Indonesia's political climate, then i think this book is good at explaining good chunk of that. This book shine a light on how Gus Dur or Abdurrahman Wahid rise and fall. I won't spoil the whole thing as I want YOU to feel all the dirty works and how easily and foolishly Indonesian keep getting manipulated by politics and premise spewed by many figures.
Ask people today and they said Gus Dur was among the best and inclusive president, asks them back then, and they will say he is the worst even worst than Soeharto.

As for me, he is a great person but unfortunately foolish politician and president; this book will make you understand that.

Sincerely, as hot as the currently burning roots and branches of Indonesia's banyan tree,
Zero
Profile Image for Renata Putri.
3 reviews3 followers
October 9, 2021
Penulis sudah bagus, tapi penyuntingnya males. Banyak kalimat yang harusnya dipoles agar tidak njlimet saat dibaca. Banyak bagian yang kerasa kalau penulis mungkin sedang "brain fatigue," tapi tidak dirapikan si penyunting.


Tapi, tanpa editor yang rajin & mumpuni, pun, data-data yang dibawa penulis dalam buku ini memang cukup mengerikan. 🥲
Displaying 1 - 25 of 25 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.