Lis tidak pernah menyangka harus berpisah dengan Darren karena laki-laki itu mesti melanjutkan studinya di luar negeri. Perpisahan itu membawa trauma pada Lis. Dia merasa hidupnya terombangambing karena sudah nyaman dengan kehadiran Darren. Sebagai terapi, dia menulis sebuah buku puisi yang akhirnya diterbitkan oleh penerbit tempatnya bekerja. Meski demikian, dia memakai nama pena agar orang lain tidak tahu soal puisi yang dia ciptakan.
Tidak disangka-sangka, tiba-tiba Darren kembali hadir di hidupnya. Laki-laki itu menjadi manajer di galeri terkenal sekaligus seniman sukses. Lambat laun, sosoknya hadir lagi di kehidupan Lis. Lis pun merasa hidupnya kembali utuh saat Darren berada di sisinya. Namun, Lis sadar ada yang berbeda dengan hubungannya kali ini. Lis tidak tahu laki-laki itu menganggapnya sebagai apa. Jangan-jangan Lis terjebak dalam permainan “mantan jadi sahabat”?
Menjelang pergantian tahun baru, Lis ingin memastikan perasaan Darren terhadapnya. Berbagai dugaan saling tumpang tindih. Haruskah Lis tetap pada keputusan awal untuk meminta kejelasan akan perasaan Darren? Atau mestinya dia urungkan saja niat itu?
Kisah yang kak Seplia angkat masih bertema tentang mantan. Cuman di sini, kisah mereka sudah usai tapi persahabatan mereka masih ada. Hhmm kira2 gimana nih, apakah kalian tipe yang bisa sahabatan sama mantan meski udah putus?
Klo aku sih jelas menolak. Cukup sebagai teman aja udah, hatiku nggak kuat klo masih harus sahabatan. Hatiku masih harus kujaga, bekas patah hati. Dan klo hubungan masih sahabatan, nanti yang jelas makan hati truss!
Ini juga terjadi sama Lis, setelah putus dari Darren. Mereka emang nggak komunikasi, tapi setelah Darren kerja di Jakarta dia mencoba hubungi lagi Lis. Ya Lis sih seneng2 aja deket lagi sama Darren.
Dan emang sikap Darren ini pun agak2 bikin baper ya, masih perhatian dan selalu ngajakin makan dll. Ya sebagai cewek, Lis bingung dengan status mereka. Ditambah emang dikomporin sama temen2nya juga buat nanya. Klo balikan ya harusnya ada omongan jg dari Darren, ini sih biasa aja. Akhirnya Lis pun menanyakan status mereka. Apakah berakhir dengan kemauan Lis?
Gaya bercerita kak Seplia ini selalu menarik, tema ceri
Aku entahlah nggak terlalu suka sama Darren ini, dia tuh seolah kayak nggak salah. Sikap dia yang emang baik dan perhatian, cuman kayak wajar. Lah dia nggak tahu aja klo cewek digituin, bakalan baper dan salah paham kan ya. Apalagi mereka emang pernah pacaran juga. Sikap Lis, bikin gregetan juga sih ya. Dia tuh orangnya baik dan selalu berpositif thinking. Meski disentil dulu baru sadar, ya emang wajar sih ya klo masih cinta. Kadang perasaan ini selalu menutupi logika 😂. Tapi ya itu bikin sekitarnya jadi ikutan keras biar dia sadar. Karakter tokohnya berkembang dengan baik dan konsisten. Tokoh lainnya porsinya cukup pas.
Gaya bahasa yang ringan dan mengalir, selalu bikin penasaran. Apalagi pas belum kebuka, makin aja kepo sama mereka.
Alurnya emang agak lambat ya, tapi aku menikmati sih. Meski kesel klo sudah ada Darren 😤😤.
Memakai sudut pandang orang pertama dengan POV Lis, perasaan dan pikirannya diceritakan dengan baik. Ada beberapa scene yang bikin nyesek! 😭
Interaksinya antartokohnya kusuka, hangat. Dialog2nya pun enak banget, persahabatan mereka juga beneran real sahabat yang selalu ada. Chemistrynya dapet.
Dan untuk konfliknya ini lebih ke romansa cinta sih ya, dan konflik batinnya emang kuat. Ya perasaan Lis di sini emang beneran banget diuji. Cinta lama yang sudah kelar itu, kadang nggak harus diulangi dan ditanyakan lagi. Karena klo berharap, pasti bikin kecewa sih 😭😤😭😤. Eksekusi konfliknya pas, endingnya sukaaa meski berasa kurang 😂😍.
Nb : Pas baca ini, aku jadi keinget drakor her private life 😬😬😬
Another moving on story dr Seplia Suka sama ide ceritanya yang terasa relate aja, pdhl gue gak punya mantan, ajaib emang authornya wkwk Trus ceritanya kayak yg berasa nyata aja dan jadi keresahan umum gtu Ketika mantan jd sahabat, is that possible? Pesan ttg how to love ourselves first juga tersampaikan dgn cukup baik Dan nyinggung2 ttg fangirling itu cerdas banget sih wkwk, suka aja gtu dgn cara author ini menormalisasikan fangirling thing ini, even in their adulthood period Yg rebutan tiket sampe ngoleksi album juga itu hahahaha betul sekaleee 🤣 Pengembangan karakter si Lis juga berasa banget, dr yg maju-mundur mau nanyain perasaannya Darren jadi akhirnya bisa berani, tp gak ninggalin karakter rapuhnya dia And last, I really love the epilogue, sweet but not too much, pas banget dah Ah iya, ini gue sebelum ngeberesin bukunya sempet ngintip gtu ke halaman akhir and it didn't affect anything, gue ttp enjoy bacanya, lebih enjoy bahkan karena gak penasaran lg wkwk
Lis bertemu kembali dengan Darren. Pria yang pernah meninggalkannya untuk mengejar impiannya sebagai pelukis. Pertemuan kedua ini, Darren kembali memberikan perhatian yang membuat harapan Lis tumbuh. Apakah Darren ingin kembali padanya?
Setahun berlalu tidak ada tanda-tanda Darren akan menyatakan cintanya. Tapi perhatiannya tetap sama. Didorong oleh teman-temannya, Lis ingin memastikan hubungannya dengan Darren. Hanya saja dia menunggu waktu yang tepat. Sambil menunggu, Lis dipertemukan dengan banyak orang baru yang membuatnya semakin yakin harus memastikan posisinya di mata Darren.
Novel ini memang memiliki benang merah "memulai kembali". Selain Lis, beberapa tokoh di dalamnya juga memulai kembali kehidupan mereka. Bahkan sampai akhir penyelesaian konflik yang dihadapi Lis, memulai kembali tetap menjadi kata kuncinya. Nice story.
Sukaaaa 🤩🤩🤩. Bikin kesel sampe sempat malas mau ngelanjutin 🙈 nggak pernah rasanya baca novel yg cowok ini seperti Darren jahatnya 😖 tapi aku suka tema ceritanya realistis menurutku bagus untuk dibaca kaum perempuan pun. Aku tadinya nggak suka banget sama Lis, bikin emosi ya 🙈 tapi rasanya sebagian cewek pernah melakukan apa yang dilakukan Lis. Untung akhirnya dia melakukan yang terbaik.
Sepanjang flashback Darren Lis saya g berhenti merutuki Lis. Ya ampun udah berapa clue yg menyiratkan Kalo Darren hanya menganggap nya sebatas temen, sebatas sahabat kayaknya berlebihan, saya lebih pahamnya Darren spt g punya temen buat diajak hangout, makanya ngajakin Lis kemana-mana. Dan Lis teteeep menabur harapan bahwa Darren bisa aja kembali padanya walopun pertanyaan pura2nya lebih sering menghasilkan miris di hati. lis mengabaikan nya mgk krn blm siap move on juga sih. Lah gmn mo moveon Darren selalu ngajakin kemana-mana. Walopun sakit syukur lah Lis berani dgn tegas nanyain kepastian hubungan mereka dan dgn tegas juga mengakhiri semua. Bener2 ya Darren.. Pengen saya gule aja tu orang..
sebenarnya kelar baca novel ini aku pengen banget maki-maki tokohnya. tapi mau bagaimana lagi ntar dosaku makin bertambah.
Start Again; bercerita tentang Lis yang masih sangat mencintai mantan kekasihnya. Lis yang di deskripsikan tidak mempunyai mimpi apa-apa. bahkan ia hidup hanya mengikuti alurnya saja. Lalu si mantan yang bernama Darren datang ke kehidupannya kembali setelah mengakhiri hubungan mereka 5 tahun lalu demi melanjutkan studi ke New York. Darren kembali seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa di antara dirinya dan Lis. Lis juga diam-diam membuat puisi lalu menerbitkannya dengan nama pena. puisi yang bercerita tentang kisahnya dan Darren.
demi apaaaa... sebenarnya aku males banget ingin mereview cerita ini. aku benci Darren! benci banget! mungkin sosok Darren ini menyebar di dunia nyata dan seseorang sepertinya ada di dekatku. bahkan aku melihat sosok Lis ada di dalam diriku.
aku tuh pengen marah sama penulisnya kenapa sih harus baik sama Darren kenapa Darren nggak di siksa aja, kenapa harus berakhir seperti itu. aku pengen liat Darren menderita dengan apa yang sudah dia tuai. tapii aku sebagai pembaca cuma bisa menerima ending apapun yang di tuliskan oleh penulis.
aku engga kecewa dengan endingnya, malah aku takjub dengan sosok Lis yang berani bangkit lalu bertemu seseorang yang akan bisa melengkapi separuh jiwanya. tapi boleh nggaa sih cerita ini bisa lebih panjang? aku ingin menikmati kebahagiaan yang Lis dapatkan.
buku ini bagus, tapi aku hanya akan membacanya sekali. terima kasih.
Ketika Darren berkeras menerima beasiswa di luar negeri, Lis harus rela melepasnya, termasuk hubungan mereka. Tepat lima tahun kemudian, Darren kembali ke Indonesia, hubungan mereka kembali seperti sepasang sahabat. Sayangnya, perlakuan Darren membuat Lis bingung. Apakah mereka akan kembali merajut kisah masa lalu yang sempat putus? Atau apakah hubungan mereka cukup sepasang teman yang saling mengenal?
Di saat malam pergantian tahun, Lis bertekad menanyakannya pada Darren soal kejelasan hubungan mereka. Dia tidak mau lagi berharap berlebihan dan punya angan-angan tinggi, tetapi berhasil sia-sia.
Pemakaian sudut pandang Lis di sini membuatku nyaman saat membaca. Lalu soal konflik batinnya dengan Darren cukup bikin kesal, apalagi sikap Darren yang amat sangat bikin emosi.
Karena terkesan dengan kelapangan hati Lis, aku beri 3.8 bintang. Sebenarnya agak kesal sih, kenapa Lis orangnya terkesan baperan, tapi lama-kelamaan aku bisa mengerti alasannya. Akan lebih bagus lagi kalau buku ini ada sekuelnya:(
Sebagai orang yang pernah mengalami hal sama, aku bisa memahami dilema yang dirasakan Lis. Hubungan yang harusnya sudah usai tapi tiba-tiba orangnya (mantan) nongol lagi dan bikin irama kehidupanku terganggu. Harusnya sikap Lis biasa aja kan? Kenapa masih berharap? Yaaa realitanya memang tidak segampang itu ketika menghadapi “cinta yang belum selesai”.
Semua perasaan bimbang yang dirasakan Lis ikut membuatku merasa lelah. Pengen cepet-cepet nyampe ending aja, kasihan banget (kayak lagi ngaca ke diri sendiri). Tapi jujur aku sangat suka dengan endingnya yang realistis, memang sudah seharusnya begitu kok. Kalo bingung ya ditanyakan saja, apapun hasilnya ya kudu legowo. Memang tidak mudah, tapi perlahan-lahan, pasti rasa sakit itu akan berlalu 🩷
Meskipun hubungan percintaan Lis ga mulus, tapi dikelilingi temen, rekan kerja dan keluarga yang baiiik banget. Support systemnya ada dimana-mana, interaksi dengan tokoh-tokoh lain juga hangat, terutama temennya yang fangirl Kpop itu hehe.
Tokoh-tokohnya nggak ada yang saya suka. Darren orangnya nggak jelas, sedangkan Lis bucin akut. Side characters-nya juga nggak membantu.
Jujur, saya lumayan bosan waktu baca ini, cuma saya lanjutin aja karna halamannya nggak begitu banyak. Konfliknya tuh seputar itu-itu aja dan konflik yang dialami pemeran figuran juga yaudah gitu doang.
Saya beneran nggak abis pikir sama jalan pikiran Lis dan Rega yang unrealistic banget demi cinta. Apalagi kasusnya Rega, alih-alih romantis, keputusan dia malah keliatan bodoh banget. Hal yang saya suka di buku ini hanya penyelesaian konfliknya yang bagus dan bisa memotivasi orang-orang yang lagi patah hati 😂.
Oh iya seinget saya waktu baca karya penulis yang Three Sisters, gaya penulisannya cocok di saya deh tapi kenapa di sini malah enggak ya?
3,5 starts for this story... Can related to this story, tentang mantan yg masih nyimpen perasaan, yang satunya berbaik hati menawarkan persahabatan, yang satunya baper berharap balikan. Wkwkwkwk... . . Ceritanya simple, ngena, pas gitu aja. Cuma yah gitu, menurut ku kurang konflik dan penyelesaian akhirnya ga uwuwu gitu... 🤣 Bagi aku pribadi memang selalu lebih senang dengan fiksi yg ending uwuwu gitu. Ini nggak, dari awal sampai akhir, dari ada ataupun ga adanya konflik menurut ku flat aja gitu. Emosiku ga keluar baca buku ini. Wkwkwk... . . Tapi cocoknya jd selingan buku bacaan yang cari buku bacaan ringan banget. Karena bahasa yang simple dan ceritanya yg relate-able banget sama banyak pasangan yg kejebak di zona mantan pingin balikan. Wkwkwkwk...
Darren dan Lis, sepasang sahabat juga mantan pacar. Kebayang? Sahabatan sama mantan sendiri 🥲🥲🥲🙂 Selama melanjutkan hubungannya sebagai teman, Darren penuh perhatian. Sedangkan Lis kembali punya harapan untuk balikan. Selama baca novel ini, rasanya ikut frustrasi sama hubungan mereka, sempet bingung kenapa sih Lis masih ngarepin Darren? Tapi lebih frustrasi lagi KENAPA SIH DARREN BERSIKAP TERLALU PERHATIAN BUAT UKURAN MANTAN??!!
Aku cocok sama novel ini, gak kerasa tiba-tiba sudah epilog. Aku suka sama chara developmentnya Lis, dia berani mengungkapkan kegelisahannya ke Darren, menanyakan kejelasan hubungan mereka tuh apa sih sebenernya? Setelah tau jawaban Darren pun, Lis tegas untuk dirinya sendiri, gak membiarkan dirinya berada di situasi itu lagi. Aku jadi lega bacanya 😮💨😮💨
Start Again, satu novel Metropop yang memiliki ending tidak menye-menye dan sangat menunjukkan bahwa perempuan harus menghargai diri sendiri, salah satu caranya dengan berani mengambil keputusan besar demi pengembangan dirinya.
Start Again bercerita tentang Lis yang masih belum bisa move on dari mantannya, Darren. Mereka berpisah secara baik-baik karena Darren bertekad melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sepulangnya Darren ke Indonesia, Lis menjadi super galau karena Darren memberikan perhatian kepada Lis dengan intensitas tinggi. Sahabat-sahabat Lis melihat Darren seperti memberikan sinyal pada Lis dan akhirnya Lis meminta konfirmasi langsung pada Darren.
Lelaki seperti Darren ini ada banyak sekali di dunia nyata. Memperlakukan perempuan dengan manis dan protektif sehingga memberikan harapan palsu bagi perempuan. Perempuan seperti Lis pun ada banyak, yang merasa galau karena tidak kunjung diberikan kepastian atas sikap-sikap baik yang diberikan kepadanya. Tetapi, tidak banyak orang yang mampu mengambil keputusan sebijak Lis: meninggalkan hal yang tidak pasti (dan akhirnya mengecewakan) dan move on dengan cara menyibukkan diri untuk melanjutkan pendidikan.
Lewat Start Again, penulis berhasil menyampaikan pesan bahwa perempuan harus berdiri sendiri pada pendiriannya, berani untuk meninggalkan hal-hal yang tidak pasti, tidak bergantung pada laki-laki dan belajar untuk mengambil keputusan besar demi mengembangkan kemampuan diri. Suka sekali dengan novel-novel yang memberikan nilai positif seperti ini <3
Setelah Darren kembali ke Indonesia, Lis berharap kedekatan mereka berdua bisa menyatukan kembali cinta mereka yang kandas karena LDR.
Lis yang merasa senasib dengan mas Rega, pria yang selalu berharap untuk balik dan menikahi mantannya mbak Naya, membuat Lis optimis bisa seperti mereka berdua.
Metropop yang menurutku bagus. Ceritanya sederhana, nggak muluk-muluk, nggak bertele-tele, ringan, dan menyenangkan untuk dibaca seusai lelah bekerja seharian.
Endingnya pun manis walau tidak 100% sesuai tebakan saya. Seplia ternyata boleh juga cara berceritanya, jadi pengen baca karyanya yang lain.
Berkisah tentang Lis yang sudah 1 tahun ini dekat sebagai teman dengan Darren, mantannya 4 tahun yang lalu sejak SMA. Lis berharap Darren masih memiliki perasaaan yang sama dengannya dan berusaha mengajak Darren balikan. Menurut aku, ceritanya cukup bagus karena kita gak hanya dibawa melihat kisah Darren dan Lis juga tapi ada supporting characters yang memiliki ceritanya sendiri dan menyimpan pesan moral. Yang asu suka dari buku ini adalah pesan moral yang kuat dan cara penulis merangkai novel bagus karena kita diajak menyelami pikiran Lis.
suka sama bahasa penulisannya yang masih sopan (aku/kamu), tidak vulgar, plot cerita simple tapi terkesan di panjang-panjangin idk, endingnya ngegantung banget, pengembangan karakter yang bagus, bukan tipe romance receh tapi lebihke romance yang terjadi di dunia nyata. jangan berekspektasi untuk dapet kisah cinta yang manis dan bikin senyum-senyum. konflik di cerita ini lebih ke konflik internal dan ga ada konflik yang beneran boom, alur nya cukup ketebak but novel ini termasuk novel metropop yang cukup bagus.
Buku kedua yang sudah kubaca dari karya penulis Seplia. Sempat merasa stuck bukan karena cerita yang tidak bagus tapi ikut geregetan dengan pemikiran Lis. Sikap Darren, si mantan juga yang mentreatment Lis dgn sangat baik, membuat dia salah paham. Tapi akhirnya aku suka dengan perkembangan tokoh Lis di akhir.
cuman 200an halaman tapi bacanya lamaaaaaa banget. selain karena dibarengi sama buku lain juga karena ini buku sebenarnya alurnya ringan tapi nguras tenaga. emosi banget sama kelakuan Darren. COWOK JAMET SINTING
“bagiku, kalau sudah berakhir ya sudah, tidak akan kembali lagi.” YA TERUS KENAPA LU NGASIH HARAPAN COKKKKKK
endingnya kirain bakal sendiri, tapi ya deserve!!! Lis best girl
Yang paling aku suka adalah bagaimana penulis nggak bikin tokohnya sempurna. Lis kadang ragu, kadang egois, kadang berani… persis seperti manusia pada umumnya.
Memang, alurnya cenderung pelan, dan sebagian mungkin bakal merasa ceritanya “berputar” di situ-situ aja. Tapi buatku, itu justru bikin prosesnya terasa realistis—karena dalam hidup, closure nggak datang dengan cepat.
Sebenarnya jika dibandingkan dengan kisah romansanya, aku lebih tertarik dengan kisah kehidupannya Lis yang membuatku agak sedikit emosional. Karena pada beberapa momen aku merasa relate dengan apa yang Lis rasakan. Salah satunya dimana ketika banyak orang-orang sudah tau tentang apa yang mereka rencanakan untuk masa depan, Lis bahkan masih belum memahami apa tujuan hidupnya yang sebenarnya.
Selain dari kebetulan-kebetulan yang muncul di novel ini saat Lis ketemu beberapa orang yang "pacaran sama cinta pertama", gaya ceritanya enak. Selalu suka sama gaya penceritaan Kak Seplia. Suka juga penyelesaian novel ini.
Ceritanya bikin greget, sumpah. Lis yang terlanjur baper dan Darren yang kasih harapan tapi gak kasih kepastian. Yah, memang kita harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain kan? Belajar dari Lis tentang arti mencintai diri sendiri lah ya.
Dr dulu pingin baca novel ini tp slalu maju mundur krn feelingku g enak😂😂 takut patah hati. Dan ternyata aku jatuh sejatuh2nya. Aku kurang puas dgn endingnya.. Msh nyesek... Berharap lebih dan lebih happy..