Rumah Kayu Itu
oleh Marliana Kuswanti
4 dari 5 bintang
Well, alasanku membaca buku ini tentu saja karena #REDRUARY. Lalu, ketika aku sekilas mencari ulasan soal bukunya, aku jadi penasaran. Apakah gerangan cerita yang ingin disampaikan melalui sampul yang terlihat sederhana dan unyu ini?
Surprisingly, aku ternyata beneran suka sama buku ini. Sebetulnya, cerita dalam buku ini berputar pada kisah-kisah yang terjadi di satu rumah kayu tak berpenghuni yang terletak di depan rumah Stephanie. Awalnya, Steph menjelaskan kalau akan ada tiga cerita yang ia bagikan mengenai rumah kayu itu. Cerita-cerita itupun ia dapatkan dari kedua kakaknya, Lucy dan Donny, dan seorang sepupunya, Laura. Yang pasti, ketiga ceritanya memang cukup seram apabila didengar oleh anak-anak.
Sebetulnya, kisah yang paling berkesan dari ketiga cerita itu adalah kisah Elizabeth Drough, seorang perempuan muda yang bekerja sebagai penulis dan pencerita. Ia datang ke desa kecil itu secara tiba-tiba. Tak ada yang tahu asal mulanya maupun tujuannya menetap di desa itu. Awalnya, kepindahan Miss Drough tidak memberikan dampak apa-apa. Sampai suatu ketika, kisah-kisah yang Miss Drough ceritakan berubah menjadi kenyataan. Pertanyannya, mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah kisah-kisah Miss Drough merupakan kutukan?
Hmm, aku rasa agak kurang pas kalau penulis bilang akan ada tiga kisah dalam buku ini. Secara teknis itu memang tidak salah, sih, tapi kisah Elizabeth Drough ini bisa dibilang telah menghabiskan tiga perempat buku. Aku malah jadi penasaran, kenapa penulis enggak berfokus ke kisah Elizabeth Drough saja? Aku rasa kisah Tuan Duncan dan dombanga serta Bayi Lucia bisa saja dimasukkan sebagai kisah-kisah yang diceritakan oleb Miss Drough. Well, mungkin penulis punya pertimbangan sendiri.
Overall, aku tetap suka membacanya meski ada sejumlah kesalahan ketik yang tak tersunting—tidak sampai di tahap mengganggu, kok. Aku tak yakin buku ini cocok untuk dibaca oleh anak-anak. Akan tetapi, harus kuakui kalau sampul buku ini cukup menipu karena kisah-kisah di dalamnya cukup tak terduga, sadis dan membuat bergidik.