Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rumah Kayu Itu

Rate this book
Di ambang kematian, Aughie merasakan tubuh kucing yang membekap wajahnya itu mulai lepas. Kucing itu pindah ke dadanya. Seketika hidung dan mulutnya berusaha menghirup udara sepuasnya. Tetapi bukan udara segar ladang jagung yang masuk ke paru-parunya, melainkan amis darahnya sendiri!

264 pages, Paperback

Published April 10, 2019

9 people are currently reading
64 people want to read

About the author

Marliana Kuswanti

7 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
32 (45%)
4 stars
30 (42%)
3 stars
8 (11%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 29 of 29 reviews
Profile Image for Anisa.
92 reviews2 followers
October 19, 2023
Please jangan terkecoh dengan covernya yg lucu, this book is far from that!
Meskipun masih banyak typo, tapi aku enjoy bacanya.

Recommended book buat kalian yg suka buku kelab tengah malam, katarsis, seaside 👍🏻
Profile Image for nad.
88 reviews2 followers
November 9, 2025
after taste-nya kerasa bgt ya, padahal nonton anime dan film gore biasa aja, abis baca ini perut rasanya mual :)

buku ini cenderung thriller dan misteri yg sebenernya gak bisa dipecahkan jg karena menganut "sumpah" masa lalu yg di dalamnya ada cerita-cerita pendek yg berhubungan sama sumpah ini.

aku salut bgt sama gaya bahasa dan penulisannya, alurnya tumpang tindih tapi rating novel remaja dan cukup brutal, diksinya enak bgt buat berimajinasi. aku baca di ipusnas, mungkin kalo baca buku fisik bakal sekali duduk karena page turner.

padahal alur mundur dan ending udah diungkap duluan di depan, tapi tetep asik buat dibaca. bahkan buku ini ditulis oleh orang Indonesia tp latar tempat suasana eropa zaman dulu (meski ada bumbu karakter orang timur jg).

4 stars but worth your time to read once in a lifetime.
Profile Image for ginevieve.
31 reviews
November 25, 2025
Definisi dari "don't judge a book by its cover". Kalau gak ngintip dulu genrenya, aku kira buku ini bakal penuh dengan kisah keluarga yang hangat dan penuh suka cita. Siapa sangka isinya berbeda 180°. Diceritakan dengan apik dan gaya penulisan yang seperti dongeng klasik, menurutku penulis berhasil menyajikan suasana seram dari rumah kayu itu dan orang-orang di sekitarnya, salut!
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book37 followers
February 4, 2024
Rumah Kayu Itu
oleh Marliana Kuswanti
4 dari 5 bintang

Well, alasanku membaca buku ini tentu saja karena #REDRUARY. Lalu, ketika aku sekilas mencari ulasan soal bukunya, aku jadi penasaran. Apakah gerangan cerita yang ingin disampaikan melalui sampul yang terlihat sederhana dan unyu ini?

Surprisingly, aku ternyata beneran suka sama buku ini. Sebetulnya, cerita dalam buku ini berputar pada kisah-kisah yang terjadi di satu rumah kayu tak berpenghuni yang terletak di depan rumah Stephanie. Awalnya, Steph menjelaskan kalau akan ada tiga cerita yang ia bagikan mengenai rumah kayu itu. Cerita-cerita itupun ia dapatkan dari kedua kakaknya, Lucy dan Donny, dan seorang sepupunya, Laura. Yang pasti, ketiga ceritanya memang cukup seram apabila didengar oleh anak-anak.

Sebetulnya, kisah yang paling berkesan dari ketiga cerita itu adalah kisah Elizabeth Drough, seorang perempuan muda yang bekerja sebagai penulis dan pencerita. Ia datang ke desa kecil itu secara tiba-tiba. Tak ada yang tahu asal mulanya maupun tujuannya menetap di desa itu. Awalnya, kepindahan Miss Drough tidak memberikan dampak apa-apa. Sampai suatu ketika, kisah-kisah yang Miss Drough ceritakan berubah menjadi kenyataan. Pertanyannya, mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah kisah-kisah Miss Drough merupakan kutukan?

Hmm, aku rasa agak kurang pas kalau penulis bilang akan ada tiga kisah dalam buku ini. Secara teknis itu memang tidak salah, sih, tapi kisah Elizabeth Drough ini bisa dibilang telah menghabiskan tiga perempat buku. Aku malah jadi penasaran, kenapa penulis enggak berfokus ke kisah Elizabeth Drough saja? Aku rasa kisah Tuan Duncan dan dombanga serta Bayi Lucia bisa saja dimasukkan sebagai kisah-kisah yang diceritakan oleb Miss Drough. Well, mungkin penulis punya pertimbangan sendiri.

Overall, aku tetap suka membacanya meski ada sejumlah kesalahan ketik yang tak tersunting—tidak sampai di tahap mengganggu, kok. Aku tak yakin buku ini cocok untuk dibaca oleh anak-anak. Akan tetapi, harus kuakui kalau sampul buku ini cukup menipu karena kisah-kisah di dalamnya cukup tak terduga, sadis dan membuat bergidik.
Profile Image for Meta Morfillah.
671 reviews23 followers
October 19, 2025
Judul: Rumah kayu itu
Penulis: Marliana Kuswanti
Penerbit: Bhuana Sastra
Dimensi: 260 hal, cetakan pertama 2019, edisi digital Ipusnas
ISBN: -

Stephanie Hopkins ditemukan tak bernyawa akibat tikaman di suatu pagi di rumahnya sendiri. Polisi berusaha mengejar pelaku pembunuhan, tapi seharusnya mereka tahu riwayat tentang rumah kayu itu dan sumpah yang terucap. Tentang pemilik sebelumnya dari beragam kisah yang dituturkan, seperti Nyonya Adam Walker yang suka berpesta, Lucia Norman dengan kekuatan khusus dan keranjang serbetnya, serta Elizabeth Drough penulis dan pencerita dongeng yang tak diketahui asal usulnya. Meski cerita itu seperti legenda, tapi saat disatukan ada kebenaran berulang yang menjadi kisah sebenarnya.

Menarik sekali! Gaya bertutur penulis yang merupakan orang Indonesia, tapi rasanya seperti terjemahan dongeng klasik. Tampak awal seperti sebuah cerpen atau cerita lepas yang tidak saling berkaitan. Stephanie tumbuh besar dengan 3 kisah takhayul yang didapat tentang rumah kayu tak berpenghuni di samping rumahnya. Kisah itu menjelaskan versi berbeda dari tiap pemilik. Paling menakjubkan tentu saja bagian Elizabeth Drough, yang menuturkan kisah yang kelak menjadi kenyataan.

Plot twistnya, pengantar di awal ternyata menjadi epilog kisah ini. Serta tetap menyisakan plot twist, siapakah sebenarnya penghuni rumah kayu itu? Perpaduan 3 kisah sebelumnya yang membuat pembaca bebas berinterpretasi. Meski covernya imut, kisah di dalamnya memuat thriller dan horor.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller, horor, dan nuansa dongeng klasik terjemahan.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #rumahkayuitu #marlianakuswanti #metamorfillah #fiksi
#jagoankomplek_oktober
#owobmembaca2025 #owobreader
Profile Image for Anisa Ningtias.
88 reviews
September 11, 2021
#reviewdiction
📍Rumah Kayu Itu
📝 Marliana Kuswanti
📚 Bhuana Ilmu Populer
📖 260 hal
📅 2019

"Tak apa jika sekali-sekali kau memburu kesenanganmu sendiri. Semua orang juga melakukannya."

Rumah Kayu Itu adalah novel bergenre thriller yang berisi beberapa cerita pendek yang berkaitan dengan sebuah rumah kayu di seberang rumah Stephanie. Cerita dibuka dengan monolog Stephanie perihal rumah kayu dengan cerita konon katanya dari tukang kayu, temannya, kakaknya, dan tetangga betapa mengerikan rumah kayu itu jauh sebelum ditinggalkan seperti saat ini, dan itulah alasan kenapa rumah kayu itu tak berpenghuni hingga sekarang.

Cerita pendek itu berjudul sesuai dengan pemilik rumah kayu dan lingkungannya pada masanya, seperti Tuan Antonio dan Nyonya Adam Walker, Lucia Norman dan Keranjang Rotan Bertutup Serbet, Elizabeth Drough dan Kucing Hutam dari Neraka, Serigala dan Domba Tuan Duncan, Mawar Merah di Bukit Hening, Sumpah Elizabeth Drough dan Kucing Neraka.

Tak seperti covernya yang cantik dan lugu. Nyatanya isi buku ini sungguh di luar dugaan, ya karena genre nya thriller sih pasti sudah berekspektasi akan seperti apa. Satu kata yang bisa aku katakan, ngeri! Kita disuguhkan perihal Tuan Antonio yang mengubur istrinya di rumah, Lucia Norman yang memotong-motong bayi, Tuan Duncan yang mati dimakan serigala, dan masih ada lagi kisah ngeri selanjutnya.

Buatku, Mawar Merah di Bukit Hening jadi cerita yang terngiang-ngiang dan masih suka bikin mual 🥲.

Fyi, penulisnya orang Indonesia lhoh, meski latarnya nggak Indonesia banget, tapi diksi yang dipake itu bagus. Serius kalian harus coba baca. 🥰
Profile Image for Azfa.
295 reviews2 followers
August 13, 2022
Ceritanya tidak sengaja melihat judul ini, lagi tersedia 3 copy pula waktu itu langsung aja pinjam. Melihat covernya wah kayaknya asyik nih, asri sekali pemandangannya. Eh pas baca sinopsis kok seram ya! Jadi makin penasaran deh dibuatnya.

Novel ini dibuka dengan sebuah quote dan halaman persembahan untuk Stephanie Hopkins, seorang gadis yang tinggal tidak jauh dari rumah kayu yang ada di cover. Rumah kayu itu telah lama kosong, namun masih terus memancarkan aura keasriannya. Meski begitu, tidak ada seorang pun yang berani membuka pagarnya apalagi bermain ke sana. Ada apakah sebenarnya? Nah melalui Stephanie, kita akan diceritakan beberapa kisah tentang penghuni rumah kayu itu dan suatu hal yang terjadi pada Stephanie. 🫢

Siapa sangka novel ini akan dikemas oleh penulis dengan kisah yang begitu sadis. Lebih tidak disangka lagi, novel ini ditulis oleh penulis Indonesia yang gaya tulisannya ketika dibaca seperti sedang membaca novel terjemahan. 👏🏻

Aku suka dengan cara penulis yang berhasil membuatku terkejut pada setiap halaman berikutnya mengenai kisah yang terjadi. Benar-benar tidak terduga apalagi kisah 'Mawar Merah di Bukit Hening'. Meskipun terasa tidak masuk akal bagiku akan garis merah dari ceritanya, penulis telah berhasil membuatku meresahkan seolah-olah ada di sana bersama para tokoh dan menyaksikan setiap kengerian yang terjadi. 😱

Untuk pencinta genre thriller, kurasa novel ini menarik untuk dibaca, terlebih karema novel ini ditulis oleh penulis Indonesia.🌵 🤍
#jejak_sibuku
Profile Image for Mawa.
172 reviews4 followers
September 13, 2023
Covernya lucu ya, tapi isinya lumayan dark.
Rumah kayu itu menjadi misteri bagi Stephanie, sejak kecil dia mendengarkan kisah2 yg menyeramkan mengenai rumah kayu itu yg sekarang tidak berpenghuni.
Rumahnya dekat dg rumah kayu itu. Tidak tahu mana yg benar, tapi cerita2 menyeramkan itu terasa begitu nyata.
Dia mendengar dari Lucy, kakaknya, bahwa Nyonya Adam Walker meninggal namun suaminya sudah mencari bantuan tidak ada yg menolongnya, jasadnya dikuburkan dalam rumah itu.
Ada juga Lucia Norman, si wanita gila yg mengatakan bayi yg lahir dalam rumah itu terkutuk, semua yg berhubungan dg bayi mati dg mengenaskan termasuk dirinya menggantungkan diri dg lidah menjulur.
Terakhir, ini yg paling banyak kisahnya, adalah Elizabeth Drough, wanita baik hati dg cerita2 menyeramkan. Ada dua cerita yg Miss Drough ceritakan di depan anak2 yaitu Serigala dan Domba Tuan Duncan. Setelah cerita itu selesai, ayah Peter mati dg cara yg sama, diserang serigala.
Lalu cerita ttg Mawar Merah di Bukit Hening, Rempel juga mati dg cara yg sama di cerita itu, bibirnya dilepaskan dari mulutnya.
Aughie, dg kecurigaannya mendalam menghasut warga desa utk mengusir Elizabeth Drough.
Dan Aughie, seperti yg dikatakan Miss Drough, dia mati mengenaskan.
Ngeri banget sih ini ceritanya tapi seperti kamu dibacakan dongeng cerita2 zaman dulu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dennisa .
160 reviews
October 17, 2023
Covernya terlihat heartwarming, ekpektasi sebelum baca blurb,-nya bakalan disuguhin cerita ala² keluarga Cemara, tapi jangan terkecoh yaa ceritanya ga semanis covernya ko. 🙃

Buku bergenre thriller ini menceritakan tentang rumah kayu disebrang rumah Stephanie yang selalu membuatnya penasaran.
Dan tak satupun tahu siapa pemilik rumah kayu itu ataupun siapa penghuni terakhirnya.

"Cerita tetaplah cerita. Ia lebih cair ketimbang air dan memiliki kekuatan luar biasa untuk menembus ruang dan waktu. Sekali diceritakan, ia tidak akan pernah mati. Sedang tentang kebenaran, sering kali kebenaran tampak tunggal dan utama. Tetapi ada kalanya kebenaran itu jamak dan tidak lebih penting ketimbang apa yang kau yakini sebagai benar."— hlm.60

Ada beberapa cerita pendek dalam buku ini, Page turner banget, cerita²nya menarik, seruu tapi ngeri, linu, sadis banget ikut deg²an bacanya sampai sekarangpun masih terbayang 🙃

"Kisah² itu tak sepenuhnya salah. Kisah² itu pasti berasal dari sebuah kebenaran. Dan kau seharusnya tak perlu mengetahui Sebagian apalagi seluruhnya. Karena dengan cara itulah, kau menghidupkannya sekali lagi dan sekali lagi." — hlm. 260
Profile Image for Nathania.
140 reviews3 followers
June 19, 2023
Siapa sangka buku dengan cover sederhana yang terasa tentram ini malah dipenuhi kengerian dan cerita berdarah di dalamnya? Kesadisan yang Rumah Kayu Itu berikan jelas melebihi ekspetasiku, terlebih lagi bab 'Mawar Merah di Bukit Hening'. Sampai detik ini, cerita itu masih terbayang jelas dan pastinya membuatku mual-mual dan ngeri.

Kisah dalam buku ini diawali dengan tingkat kengerian yang normal, tapi semakin lama tingkat kengerian itu akan makin parah. Awalnya, aku berpikir bahwa buku ini semacam dongeng seram untuk anak-anak, ternyata aku salah besar. Aku suka bagaimana narasi mengerikan dalam buku ini dibawa dengan ringan seperti cerita pengantar tidur untuk anak, blak-blakan dan tidak ada yang ditutupi.

Walaupun latar tempatnya bukan di Indonesia, justru menambah menarik kisah yang disuguhkan oleh buku ini. Buku ini bisa jadi pilihan untuk yang sedang mencari bacaan singkat yang penuh kesadisan. Dijamin kisah-kisah dari rumah kayu depan rumah Stephanie, si tokoh utama bisa membuat kita bergidik ngeri.
Profile Image for Nafisya.
29 reviews
September 5, 2022
Don't judge a book by its cover ya

Gak sengaja dapet bukunya di ipusnas, baca blurbnya menarik dan waktu baca kaget banget. Covernya gemes colorful tapi isinya dark banget.

Tentang Stephanie dan rasa penasarannya akan cerita yang sebenarnya dimiliki oleh rumah kayu di seberang rumahnya. Isinya terdiri dari beberapa cerita pendek yang pernah Stephanie dengar tentang rumah itu. Mawar Merah di Bukit Hening dan Sumpah Elizabeth Drough dan Kucing Petaka sukses bikin ngeri sih bacanya.

Page turner banget, bahasanya mirip novel-novel terjemahan plus diksinya bikin aku jatuh cinta. Suka banget bagaimana cara penulis mendeskripsikan sesuatu sehingga bener-bener bisa digambarkan dengan baik di otak. Buat pecinta thriller wajib banget baca ini sihhh
Profile Image for Winter.
67 reviews
August 28, 2024
Covernya menipu sialaaaannnnnnnnn, nih novel minimal sekali seumur hidup harus coba baca, heran kenapa gak hype 🤔 ceritanya agak brutal, jadi yang gak suka 💀🗡️💀💥 gak mending skip aja, tapi sangat disayangkan kalo gak bacaaaa woii.

Bercerita tentang orang-orang yang penasaran dengan rumah kosong yang punya banyak versi cerita. Aku suka versi terakhir yang ada Elizabeth Drough, seorang penulis yang kadang suka menceritakan kisah seram ke penduduk desa. Tapi kalau diperhatikan, cerita yang diceritain Elizabeth itu malah jadi kenyataan.

**Spoiler:**
Ada adegan motong bibir terus diperas, itu bikin mikir, "Gila, nih orang brutal banget!"
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Finesta Biyantika.
353 reviews
October 20, 2024
Diceritakan dari sudut pandang Aku, si anak kecil, yang penasaran soal rumah kayu yang berada dekat rumahnya. Ada rahasia apa sih di balik rumah kayu itu? Ia mencoba bertanya pada kakaknya, temannya, bahkan pekerja pabrik di dekat sana.

Baca Mawar Merah di Bukit Hening di KRL beneran kombo mematikan, bikin mual🥲

Jangan terkecoh dengan kovernya ya gaes! Ini bukan kisah rumah hangat dengan keluarga cemaranya loh, tapi kisah tragis di sebuah rumah kayu yang makin ke sini makin sadis detailnya. Bener-bener dari 3 cerita yang dikisahkan, level kengeriannya makin naik.
Profile Image for Arutala.
506 reviews1 follower
December 30, 2024
Ini cerita horor yang dikelabui dengan sampul buku manis dan tanpa cela hingga akhirnya membuat kita terkaget-kaget oleh kisah-kisah di dalamnya.

Cara meramu cerita dalam cerita lalu sekali lagi ke dalam cerita alurnya ini sangat mulus dan perpindahannya begitu halus seolah dongeng itu nyata adanya. Pada dasarnya Elizabeth Drough hanya memainkan dan membius pikiran serta jiwa orang-orang di sekitarnya. Dan yang menakjubkannya, kita pun tanpa sadar ikut terbawa alur permainan wanita ini. Keren plot twistnya.
Profile Image for Sari Marliana.
22 reviews
January 3, 2025
Plot twist banget! Kirain ini tuh cerita dengn genre family karena nilai dari covernya, tapi ternyata salah besar!! Don't judge a book by it's cover!👊🏻

Cerita-ceritanya seru banget, nggak ngebosenin juga. Aku suka semua bagian cerita di novel ini, terutama sejak Elizabeth Drough datang ke desa.

Annie dan Emily dengan semangat hidupnya. Peter dengan domba-domba kesayangannya dan Ibu yang hanya bisa berdiam di di kamar saja. Talbot dengan caus caci dan sweater punya kakaknya.

Semua karakter di sini bener-bener hidup. Seru banget baca ini!!
Profile Image for Nisa.
5 reviews
July 30, 2022
Cover: 🌞🏡🤗
Isi: 😵🤯☠️💀🏚️

Terpincut baca karena tertarik covernya yang lucu.
Tanpa ragu akan kuberi bintang 5 untuk karya yang satu ini. Page turner, seru banget! Nggak kusangka ceritanya bergenre thriller. Gila sih. Sepanjang cerita aku dibuat terkagum sekaligus ngeri.

Sayangnya buku sebagus ini belum banyak yang baca.
Untuk kalian yang tertarik, nggak perlu berpikir dua kali! Gas langsung masukin TBR!
Very recommended.

⭐5/5
Profile Image for Nea.
33 reviews
November 16, 2022
Ini buku fiksi tergila yang pernah aku baca sih. Beneran GILA NGERI LINU!! Iseng iseng baca di ipusnas karena covernya cantik juga menarik. Kirain cerita dongeng yang nakutin anak anak ternyata orang dewasa macem aku aja takut plus merinding sampe kebawa mimpi wkwk rekomen buat yang suka misteri thriller tapi yang ga kuat darah darahan sama coba coba sih TW nya kenceng banget terutama adegan darahnya yang serasa lagi nonton bukan lagi baca buku.
Profile Image for Abovetheclouds.
205 reviews
August 11, 2024
Pada bab awal aku hampir tidak melanjutkan buku ini karena terlalu banyak narasi tapi, untung saja aku cukup bersabar dengan terus membacanya dan ternyata sangattttttt seruuuuu dan sangat mengerikannnnn berbeda jauh dengan covernya. Aku benar2 penasaran kemana perginya elizabeth saat diusir dan mengapa ia kembali but, so far aku sudah sangat puas dengan isi buku ini secara keseluruhan, cerita2 yg ditampilkan cukup ngeri dan tragis sehingga aku tidak berani terlalu mengimajinasikannya terlalu dalam karena membacanya saja sudah cukup membuatku bergidik ngeri
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nandachan.
21 reviews
March 24, 2024
Don't judge by cover tapi lebih tertipu dengan cover hangat nya
Isinya dingin semua untuk penggambaran kegiatannya pun sempurna banget langsung terbayangkan
Alurnya juga gak bertele-tele yang termasuk cepat dan boom di ending.
Profile Image for Self..
52 reviews5 followers
August 10, 2022
Novel genre thriller, Mawar Merah di Bukit Hening jadi cerita yang terngiang-ngiang yang sukses membuatku mual padahal udah ku skip skip🥲
Profile Image for nir.
17 reviews
August 28, 2022
Covernya lucu banget. Kukira ini isinya tentang keluarga karena ada gambar rumahnya. Ternyata 😱
Profile Image for Zia Nazaliah.
146 reviews5 followers
November 22, 2022
bukuu fiksiii seruuu, kek buku terjemahan, don't judge book by cover haha, sangat2 thriller dan gore banget sih,
Profile Image for Mariatulr.
21 reviews
April 25, 2023
Covernya lucu dan gemes banget, tapi isinya sangat berbanding terbalik. Apalagi part Gamberta, rasanya mau skip aja tapi bikin penasaran.
44 reviews1 follower
April 30, 2025
3 kisah mengerikan tentang rumah sederhana. Seluruh tentangnya adalah tentang kayu. Rumah itu berdiri di atas tanah yang terbilang luas. Rumah itu akan lebih luas jikalau di atas seluruh tanahnya.
Profile Image for sasandhe.
23 reviews
October 12, 2022
Cover bersahaja dengan isi tak terduga.
Kalimat yang ku rasa cukup mewakili buku ini.
Awalnya, dengan cover yang cute dan warna yang di aplikasikan buku ini akan menceritakan kisah yang heartwarming. Namun ternyata tidak begitu.

Terdiri dari 3 kisah luar biasa yang berdarah-darah, namun banyak makna tersirat didalamnya.

Yang best banget menurutku di bagian klimaks cerita ketiga. Dimana kebencian yang teramat dalam hanya akan membuatmu menderita.
Profile Image for Nuri ✨.
82 reviews4 followers
June 1, 2025
Covernya lucu kan? Setidaknya itu yang terlintas dalam pikiranku sewaktu mengunduh buku ini di Gramedia Digital. Memulai baca tanpa melihat review dan sinopsis, dan surprisingly aku ketipu dengan espektasiku sendiri (kirain ini cerita yang hangat karena judulnya “Rumah Kayu”). Cerita dalam buku ini dipenuhi hal-hal sadis dan ngeri. Sekilas mengingatkanku akan kumpulan cerita dari Edgar Allan Poe, namun dengan versi lain yang lebih ringkas.
Profile Image for Nur Reti Jiwani.
109 reviews27 followers
March 22, 2024
Buku kelima di tahun 2020...
Cerita tetaplah cerita. Ia lebih cair ketimbang air dan memiliki kekuatan luar biasa untuk menembus ruang dan waktu. Sekali diceritakan, ia tidak akan pernah mati. Sedang tentang kebenaran, sering kali kebenaran tampak tunggal dan utama. Tetapi ada kalanya kebenaran itu jamak dan tidak lebih penting ketimbang apa yang kau yakini sebagai benar.

Ada cerita di dalam cerita, ada lapisan-lapisan kisah dalam setiap halaman buku ini. Awalnya, jika melihat sampul halaman depannya (mestinya kamu juga sependapat denganku), aku kira novel ini akan bercerita soal drama keluarga. Keluarga manis harmonis yang tinggal dalam rumah kayu yang asri di sebuah desa. Tapi, tebakanku kali ini belum beruntung.

Ah, memang sih rumah kayu ini ada di sebuah desa entah dimana, asri, namun penuh ilalang setinggi dada orang dewasa dan sudah tak ditinggali entah berapa lama.

Novel ini seperti bawang merah! Banyak sekali lapisannya. Sebuah keluarga yang tinggal di depan rumah kayu ini memiliki anak perempuan yang suka sekali memandang rumah kayu tua itu. Dia merasa tertarik, bukannya suka, hanya tertarik. Rumah itu entah kenapa selalu bisa mencuri perhatiannya. Anak perempuan itu lalu bertanya-tanya, "rumah siapa itu?", "kenapa sekarang kosong? siapa yang pernah tinggal disana? kapan? ada apa sehingga orang bahkan takut melewati halamannya sekedar untuk menengok?" dan aneka pertanyaan lain sejenisnya.

Lalu kisah bergulir, anak perempuan itu mendengar aneka cerita soal rumah kayu itu. Tentang Nyonya Adam Walker (yang dikubur dibawah dapur oleh suaminya), Lucia Norman (yang memotong-motong bayi dan memasukkannya ke dalam keranjang rotan), dan ... Elizabeth Drough? seorang penulis yang ceritanya seolah selalu jadi kenyataan? Umm, well, jika ceritanya bahagia tah apa, tapi Elizabeth bercerita soal ayah yang dikunyah serigala? Ough.

Begitulah, sampul buku ini sangat tidak representatif dengan isinya! Aku tertipu in a good way..

Ah, satu yang unik. Kukira ini novel terjemahan, karena aku yakin latarnya bukan di Indonesia. Pun begitu juga dengan nama-nama yang ada dalam ceritanya. Sangat-sangat Eropa. Tapi lagi-lagi aku salah. Penulisnya asli orang Indonesia! Alamak... ada-ada saja buku bagus ini.
Displaying 1 - 29 of 29 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.