Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dari Balik Layar Perak: Film Di Hindia Belanda 1926-1942

Rate this book
Buku ini mengkaji perihal proses perkembangan film di Hindia Belanda dalam kurun waktu 1926-1942. M. Abduh Aziz menggambarkan bagaimana rupa dan serba-serbi dunia kesenian film semasa kolonial. Ia memulainya dengan membahas lanskap sosial politik masyarakat Hindia Belanda jelang abad ke-20 dan perubahan wajah kota yang mulai menuju modernitas. Selain itu dibahas pula keberlangsungan kesenian tradisional di tengah mulai masuknya bentuk seni terkini juga film-film impor. Sebagai sarana penunjang perfilman, geliat bisnis bioskop juga tak luput dari pembahasan.

Jika sebelumnya mereka menjadi pengimpor film dan pengusaha bioskop, mulai akhir 1920-an mereka terlibat langsung di balik layar sebagai produser. Pesatnya perkembangan dunia perfilman tanah air juga mendorong dibuatnya aturan-aturan dari pemerintah kolonial terkait penayangan film-film, juga tentu terhadap pajak dan cukainya.

*

“Terbitnya buku ini bisa menjadi pengingat bahwa film merupakan anak kandung kehidupan modern. Sejarah film di Indonesia tak bisa diceraikan dari proses urbanisasi yang juga diwarnai oleh regulasi yang hendak menepis ‘efek buruk’ sinema. Tak aneh, hari ini bioskop di Indonesia hadir di tengah pusat perbelanjaan dan impuls untuk menyensor film tak pernah sirna. Setidaknya, buku ini telah menunjukkan akarnya di masa lalu.”

– Budi Irawanto, Presiden Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada.

106 pages, Paperback

Published December 1, 2019

1 person is currently reading
9 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (22%)
4 stars
5 (55%)
3 stars
2 (22%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Nanas Firmansyah.
74 reviews11 followers
March 20, 2020
Skripsi yg dibukukan ini tentunya membantu riset Saya dalam mendalami Sejarah Hiburan atau seni pertunjukan di Indonesia. Saya sepakat ketika sumber tentang Sejarah Hiburan/seni pertunjukan terbatas. Penelitian tentang Sejarah Hiburan pun terbatas dan jarang. Orang-orang lebih tertarik pada Sejarah militer, yang lebih membawa dampak besar pada Indonesia. Padahal penyebaran propaganda kekuasaan, legitimasi, itu bisa dilakukan lewat kesenian.
Profile Image for melancholinary.
454 reviews37 followers
May 17, 2020
Most of the informations are already extensively covered in other publication. However, this little book expands the history of modern transition.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.