Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mereka Yang Tidak Berbahagia

Rate this book

138 pages, Hardcover

Published November 1, 2019

5 people are currently reading
64 people want to read

About the author

Robby Julianda

4 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (24%)
4 stars
23 (40%)
3 stars
11 (19%)
2 stars
7 (12%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
1 review
June 16, 2020
"Mereka Yang Tidak Berbahagia" is a collaboration novel, odd chapters written by Robby and even chapters written by Intan. The title of the novel seems frontal, tends to be judgmental but also contains a heartache, its cover design invites my curiosity. Both do not show unhappiness, another with the red title printed on it.
The back cover is orange, there are three quotes with interesting sentences and enough to explain the parts in this book even if not as a whole. Trust me, the story inside is full of surprises from those who were beaten to a battered life. Like the editor said, I feel fortunate when reading this novel. Under the quote there is a picture of a figure like the front cover. In the illustration, both of them do not reflect unhappiness which actually creates curiosity.
The story begins with a message from the editor, then opens with chapter 1 which is an introduction to the story. This novel was written not only from the perspective of the two main characters. In chapter seven, Charlie Parker Tom's pet cat in this novel also gets a ration to write a short note about the foolishness of humans. I mean, Robby Julianda is very neat when positioning himself as Tom's pet cat in his writing.
Overall, this novel is good and worth reading, the language is light, and quite easy to understand. The target audience is 15 years and above.
Profile Image for Dea.
155 reviews4 followers
February 17, 2020
Picked up this book at a hidden bookstore in Surabaya and read it in 1 sitting on the plane. Didn't regret it one bit. Short but still felt like a punch to the gut. I haven't finished any Indonesian novel in a looooong while and this set a high expectation for my future experiences. I loved Kal, Tom, and all the side characters. The chapter written from the cat's POV + another from a 2nd person POV were soooo quirky I loved them a lot.
Profile Image for Hadissa Primanda.
248 reviews3 followers
June 26, 2023
ini buku bagus - dan seru untuk dibaca santai!

udah lama gak baca buku Mojok, dan seperti biasa buku2 Mojok selalu punya judul-judul yang menarik dan bisa kenalan dengan penulis lokal, meski dari beberapa pengalamanku gak semuanya sesuai ekspektasi.

tapi buku ini aku ambil hanya karena judulnya tanpa tau penulis dan ceritanya tentang apa, dan ternyata bagus!

buku ini punya konsep yang unik karena ditulis oleh 2 penulis secara bergantian; bab2 ganjil oleh penulis pertama dan bab2 genap oleh penulis kedua. tapi jujur aku gak melihat ada perbedaan yang mencolok dari cara mereka bercerita.

mengangkat kisah Tom dan Kal, dua orang asing yang tiba-tiba bertemu dan tiba-tiba jadi punya cerita, tapi POV-nya bukan hanya Tom dan Kal tapi juga ada orang asing bahkan kucing. juga tiap bab disajikan dengan konsep yang beda-beda.

di awal sama sekali gak dapat gambaran arah dan inti ceritanya apa, tapi makin ke belakang makin jelas semuanya - ternyata ini kisah cinta, tapi versi tidak menye-menye. juga ada cerita-cerita anak band, KDRT, broken home, transgender, trauma masa lalu; yang membalut keseluruhan cerita.

suka dengan gaya penceritaannya! 👌
Profile Image for Nisa.
327 reviews18 followers
September 20, 2020
"Menjelaskan hal yang tak perlu dijelaskan hanya akan memperburuk keadaan. Hasilnya neraka."
-Kal.

Let's be honest. Buku ini menarik karena judulnya yang menyentil. Mereka yang tidak berbahagia, katanya? Siapa tuh? Gue masuk di dalamnya kah?

Dulu, gue pernah ga sadar ngomong kalo hidup gue ga bahagia ke seseorang. Yang langsung dibalas dengan nada sinis menyayat hati, "Sumpah, ga cuma egois, lo kedenger luar biasa sombong."

Gue langsung sadar kalo omongan gue itu melantur. Bukan hidup gue yang ga bahagia, tapi emang lagi momennya aja yang ngedown. Berbicara gue ga bahagia itu sama aja dengan mengelak kalau kebahagiaan-kebahagiaan yang gue dapetin sebelumnya itu ga berarti.

Anyway, walaupun bukunya tipis dan ngebut, gue suka. Sepertinya buku ini emang pas ditulis dengan porsi yang sedikit. Ada humornya dikit-dikit. Tapi lebih banyak paitnya :(

Gue ngerti, buku ini ga buat semua orang. Cara berceritanya yang berbeda sudut pandang bisa bikin beberapa orang bingung dan jenuh. Tapi buat gue, ini cukup mengesankan.
Profile Image for Ilari Dawashy.
28 reviews
June 5, 2023
“Ya, barangkali takdir selalu berlaku demikian. Memilih lalu mencintai orang yang salah adalah cara Tuhan mengerjai manusia,” (Hal. 24)

Pertemuan tanpa sengaja antara Tom & Kal di sebuah bir, membawa pada sebuah perkenalan yang membuat mereka semakin dekat. Masa lalu keduanya terlalu kelu untuk diingat.

Merasa menjadi orang yang payah karena apa yang diinginkan justru menjadi sebuah kebalikan. Hidup terus berjalan, dan tidak ada yang tahu kemana arah jalan cerita.

“Apa pun yang kau pikirkan tentang hidupmu akan seperti apa, ketahuilah, semuanya tidak akan seperti yang kau pikirkan.” (Hal. 131)

Tom & Kal yang pernah saling kecewa, memutuskan untuk melewati hidup bersama-sama. Setidaknya, dua orang payah akan lebih baik karena merasa saling melindungi ketimbang selalu sendiri dan merasa bosan untuk terus menjalani hidup.
Profile Image for Meilany.
84 reviews3 followers
November 5, 2020
Novel kolaborasi yang berawal dari cerpen pada kegiatan berbalas fiksi di mana masing-masing penulis membuat 8 cerpen sehingga menghasilkan 16 cerpen yang saling berhubungan dan begitu apik menjadi sebuah novel. Mengisahkan dua tokoh utama bernama Tom dan Kal di mana mereka sedang sama-sama dihajar oleh kerasnya kehidupan kemudian mereka dipertemukan untuk sebuah alasan yang mungkin bisa saling melengkapi satu sama lain. Cukup terkesan baca buku ini. Mengajarkan juga bagaimana bisa berhubungan dengan manusia lain, mempertahankan apa yang sudah dimiliki, dan melepaskan apa yang sudah tak tertahankan. Cukup banyak pembelajaran tentang hidup yang bisa diambil dari buku ini.
Profile Image for Dessy Irene.
31 reviews1 follower
October 15, 2020
Aku sukaaaa 🌞
Kisah yang unik, masalah sosial, dan dua orang asing yang bertemu karena ketidakbahagiaan mereka (katanya). Banyak sekali kalimat-kalimat yang menohok tentan realita manusia yang terjadi. Novel yang bisa dihabiskan sekali duduk, dan pada akhirnya buat kita sadar, seburuk apapun hidup, hidup bukan sekedar hidup, namun hidup harus dihidupi, dan coba lah menikmati. Bahkan dua orang yang sama-sama tidak bahagia pun, bisa merajut bahagia dari puing-puing ketidak bahagian yang mereka bawa masing-masing.
Profile Image for Arik Riuh.
7 reviews
January 26, 2021
Agak susah masuk ke dalam ritme bacaan ketika baru membuka buku berjudul Mereka yang tidak Berbahagia. Terlalu banyak tokoh dan belum jelas bakal jalan dengan sudut pandang milik siapa. Sampai pada akhirnya, aku sebagai pembaca mendapati tokoh Kal, gadis yang ingin melompati gedung.

Kalau saja belum menikah, Kal adalah sosok perempuan yang selalu aku inginkan. Kenal tanpa perlu banyak basa-basi dan tak terlalu peduli dengan masa lalu. Tipikal perempuan yang layak digandeng menuju masa depan. Kalau dia memang ada, kau beruntung memilikinya.
Profile Image for Mega Rista.
13 reviews18 followers
January 20, 2020
Sebuah buku untuk hadiah ulang tahun teman yang sedang tidak berbahagia.
He loved it. Mungkin karena dia tahu kalau dia bukan satu-satunya orang tidak bahagia.

Bukunya simple dengan twist-twist yang menarik. Bahasanya bagus.
Profile Image for Agoes.
512 reviews37 followers
April 7, 2020
Not really my cup of tea, maybe more suitable for other people.
Profile Image for Giannina Lapian.
3 reviews
December 27, 2024
"orang-orang yang paling sering merasa kecewa adalah mereka yang kelewat optimis"
damn bro that hits hard
Profile Image for cebs.
20 reviews
April 21, 2022
The fact that this book is written by two author which have equal amount of chapters to write and the book turn out good is amazing to me.

Di chapter-chapter awal buku ini masih sedikit bingung dengan sudut pandang penceritaan dan mencoba menerka arah cerita. Tapi makin kebelakang makin jelas dan ceritanya sebenarnya sederhana. Hanya ditulis dari beberapa sudut pandang yang berbeda. I enjoyed this book!
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.