"Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih" adalah buku ringkas yang merangkum tiga puluh delapan kisah perjalan cinta Agus Mulyadi dan kekasihnya, Kalis Mardiasih yang kini sudah resmi menjadi istrinya. Tulisan-tulisan pendek tentang perjalanan kisah lucu mereka semasa pacaran.
Agus Mulyadi, Penulis buku yang mengawali karirnya sebagai penulis melalui blog. Selain menulis buku, ia juga aktif menulis esai untuk beberapa media online Indonesia.
Yang suka baca-baca mojok.co pasti gak asing nih sama dua tokoh dalam buku ini, Gus Mul (Mas Agus) sama Mbak Kalis. Kebetulan buku ini adalah hasil karya Mas Agus yang isinya ngrasani istrinya yang waktu itu masih jadi kekasihnya, yaitu Mbak Kalis.😂
Ngomong-ngomong, aku penggemar tulisan-tulisannya Mbak Kalis. Kalau dilihat dari tulisannya, Mbak Kalis ini adalah sosok perempuan yang cerdas, yang kuat, yang amat keras menggaungkan emansipasi wanita 💪🏽. Tapi setelah membaca buku ini, aku tau kalau Mbak Kalis juga perempuan biasa yang kadang agak dodol dan lucu juga (maaf lho, Mbak Kalis. Ini salah Mas Agus yang membongkar aibmu 🙈).
Intinya bukan hanya oppa-oppa Korea yang romantis, buku ini pun juga romantis dengan caranya sendiri (dengan kedodolan dan kekompakannya itu). Yang pasti buku ini sangat menyenangkan sekali karena bisa menyajikan romantisme dengan sentuhan humor. Kurangnya cuma satu, Mas Agus.. bukunya kurang tebal 😂. Kira-kira kapan nih bikin yang jilid dua? 😁
Selesai dibaca dalam waktu 1-2 jam saja. Diberi bintang yang sempurna, sebab aku memang kebetulan sekali sedang mencari buku sejenis ini.
Buku ini berisi 38 potongan kisah pendek yang dibuat oleh penulis mengenai pacarnya (dan sekarang adalah istrinya). Kisahnya cukup kocak dan sangat menghibur. Mulanya, aku hanya mengikuti tulisan-tulisan di Mojok (itu pun tak semua), dan caption Instagram sang penulis buku, yang seringkali diakhiri dengan twist ending penuh kalimat humor --setidaknya buatku. Terlebih, kalau beliau sudah bicara soal istrinya, Mbak Kalis.
Menurutku, Mas Agus Mulyadi ini selalu bisa membungkus sebuah topik dengan guyon, menjadikannya hal yang tak lagi berat untuk dicerna --terutama oleh pembaca yang otaknya agak pas-pasan kayak aku. Di dalam Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih, Agus Mulyadi bercerita banyak mengenai kisah-kisah kepolosan pacarnya (sekali lagi, sekarang istrinya) dan kadang kedongkolannya atau rasa gemasnya atas kepolosan-kepolosan itu.
Bagian favoritku dalam buku ini adalah sebuah tulisan berjudul 'Kompromi' di halaman 67. Meski terbilang sama pendeknya dengan tulisan yang lain, namun menurutku tulisan ini memberikan kesimpulan yang lebih dibanding yang lain. Nggak tahu kenapa, aku suka aja. Sama seperti cinta yang tak butuh alasan, aku juga gak butuh alasan untuk ini. Pokoknya aku suka yang judulnya 'Kompromi'. 😌
Buku ini saya baca back to back dengan buku 'Sirkus Pernikahan'. Sungguh hari yang membuat saya terkalis-kalis dan terkekeh-kekeh 😁 Sebagai follower Mas Agus dan pembaca Mojok, buku ini pas sesuai dengan ekspektasi saya: jenaka dan jahil. Buku ini berisi tulisan-tulisan pendek Mas Agus tentang Kalis Mardiasih, kekasihnya. Di balik sosok Kalis yang aktivis cerdas dan berprestasi, ternyata banyak juga kelucuannya, seperti sering ketinggalan pesawat 🥲
Sangat menghibur dan sepertinya akan jauh lebih lucu kalau kamu bisa Bahasa Jawa.
Saya mesem-mesem sendiri baca buku ini, habisnya agak gila gimana gitu, tapi saya suka sama pasangan yang satu ini karena buat apa toh hidup kelewat serius tanpa guyonan. Cocok banget dibaca saat santai atau hati njelimet.
Pertama membaca judulnya, saya pikir buku ini akan berisi panduan-panduan untuk meluluhkan hati kekasih dengan perhatian-perhatian yang tidak sampai dipikirkan oleh kekasih kita. Setelah habis mengkhatamkan buku ini dalam 1 hari, o baru saya paham mungkin kekasih di sini adalah kependekan dari nama mbak Kalis Mardiasih, kekasih sebenarnya Mas Agus Mulyadi 😁
Berisi kisah-kisah romantis yang dibalut humor, sebuah perjalan cinta sepasang kekasih Mas Agus Mulyadi dan Mbak Kalis Mardiasih dari jaman awal PDKT sampai berakhir di pelaminan dan kisah setelahnya. Di sini kita bisa melihat sosok Mbak Kalis yang dibalik tulisan-tulisan kritisnya, ternyata mempunyai sifat ceroboh, sulit ditebak arah pikirannya, dan lebih misuh dari Mas Agus. Walau ditulis oleh Mas Agus, porsi Mbak Kalis dengan kecerobohan dan kekonyolannya ini mampu mengimbangi peran Mas Agus dan menjadi power tersendiri dalam menikmati buku ini.
Kalau buku ini berlanjut jadi penasaran ulah apalagi yang akan dibuat oleh Mbak Kalis, atau bahkan akan disalip lebih banyak oleh Mas Agus yang tak kalah ngonyoli.
Tidak hanya tulisan, buku ini juga dilengkapi ilustrasi yang digarap dengan baik oleh Muhammad Iqbal yang juga merupakan sosok ilustrator favorit saya. Dengan ilustrasinya yang sederhana, gambarnya sudah mampu merepresentasikan setiap cerita sebelum saya memulai membacanya. Sama halnya saat kita melihat kover buku ini, cerita berisi kekonyolan sepasang kekasih sudah digambarkan dengan gambar Mas Agus yang menyeka air mata Mbak Kalis dengan taplak meja di depannya.
"Ha kowe ki piye tho? Aku gek nganggo helm kowe wis ngelencer wae, tak kiro tekan ndalan meh mandek, jebul bablas". -Hal. 44-
Kebiasaan saat punya new book adalah baca ringkasan dibagian belakang, lalu baca tentang profil penulis, baru halaman depan yg isinya kapan terbit, dll. Klasik tapi harus tau itu semua sebelum lanjut baca. Biar moodnya baik hehe
Perasaanku waktu baca buku ini, so happy! Bahagia banget akutuh 😂 ngakak hampir dr awal sampai akhir 😂 apa yg dialami Mas Agus dalam memaklumi kekonyolan Mbak Kalis kayaknya juga dialami sebagian besar lelaki yg benar-benar menyayangi pasangannya :) kaya suamiku (Aamiin) Dicerita berjudul "Daster" aku rasa relatable banget sama kehidupan perempuan. Pilih baju lama banget. Kriterianya aneh-aneh. Untung mas Agus ga diajak balik lagi ke toko yg pertama setelah muterin pasar 😂 Lanjut lagi dicerita berjudul "mobil". Terngakak sih karena debat panjang milih mobil yg mau dibeli tapi ternyata belum ada uangnya 😂 ku yakin hal ini sering terjadi pd pasangan muda 😂
Setelah baca semua isi dr buku ini, aku cuma mau mengingatkan pepatah "tiada gading yang tak retak". Perihal kekasih, sesempurna apapun tipemu, kamu akan jatuh hati pada dia yg memang pantas mendapatkanmu. Kemudian, sikap dan sifatnya menjadi yg utama bagimu. Dia tidak sempurna, mungkin dia menyebalkan. Tapi kamu memilihnya. Seperti kalimat pada cover buku ini -memaklumi kekonyolan kekasihku adalah jalan ninjaku-. Setiap kali kamu menemui hal yg tidak kamu suka dari pasanganmu, kamu memang harus memakluminya, selama itu adalah hal yg wajar dan dapat diperbaiki :) Semoga jika kamu memakluminya satu kali, dia akan merubah sikapnya seribu kali. Hingga berbalaslah perasaanmu terhadapnya, perasaan saling menyayangi 🥰
Judul dan cover yang nyebelin membuat saya tertarik membaca ulasan sekilas di goodreads. Tanpa ba bi bu, saya pun memutuskan untuk bungkus bawa pulang 🤭
Jika boleh jujur, cerita-cerita dan celutukan di pertengahan menuju akhir lebih masuk buat saya orang Jakarta tulen ini.
Sebagian besar percakapan yang ditulis dengan bahasa Jawa membuat saya sibuk bolak-balik antara buku dengan google maupun chatgpt. Perlu waktu bagi saya untuk beradaptasi dengan nuansa bahasa yang dipakai. Agak miss di awal karena saya sibuk 'belajar' dibanding menikmati guyonan ceritanya 😅
Terlepas dari itu, saya sangat menikmati cerita:
Kalkulator Asu Pramuka Mobil Kompromi Makian Kolektif (saya ngakak terbahak-bahak disini 😂) Hujan Kepastian Lion King
"Kalis. Hidup itu tujuannya cari bahagia. Dan kebahagiaan bisa datang ketika kita bisa menghilangkan kebimbangan. Kalau aku beli dua, rasa bimbangku hilang, aku bahagia."
"Lis, kita ini kelihatannya berbakat diskusi, tapi tidak berbakat untuk mengeksekusi hasil diskusi."
"Di Magelang, makian kolektif itu memakan korban. Dan saya bahagia sebab menjadi salah satu pelakunya. Dan menjadi lebih bahagia karena kini saya semakin sadar, bahwa Kalis adalah pasangan yang seiya-sekata dengan saya. Baik dalam kata yang halus, maupun kata yang kasar."
Jika membaca sekilas dari judulnya, bisa mengira buku ini adalah buku tentang tips dan trik untuk langgeng sama pasangan. Nyatanya, merupakan cara Mas Agus Mulyadi membucini kekasihnya yaitu Mba Kalis. Buku ini merangkum kisah perjalanan cinta keduanya.
Sehabis membaca buku ini, jujur aku jadi kenal sosok Mba Kalis yang lain. Bagaimana tidak? Mas Agus ini mendeskripsikan Mba Kalis Mardiasih sebagai orang yang sulit ditebak, ceroboh, blak-blakan, juga kocak. Semua dalam satu paket komplit buku. Ada momen yang romantis mengagungkan sosok Mba Kalis dan sisi lainnya misuh. Another level of bucin sih ini🤔.
“ Tugasku hanya membuatmu tertawa, kalau ternyata kamu mau menikah denganku. Itu terhitung bonus…”
Aku pribadi menikmati buku ini. Bahkan moment sederhana bisa begitu berkesan dan konyol jika bersama dengan yang terkasih. Pemakluman dan kekompakan pada setiap lembarannya membuat diri ini penasaran ulah apa lagi di antara keduanya. Ilustrasi yang menambah semangat dalam membaca, sampai2 –loh-kok-udah-habis-aja! Dalam konten tulisan terdapat bahasa Jawa yang digunakan. Aku sendiri perlu validasi dari teman dan ortu supaya ruh nya tersalurkan sempurna.
Beberapa hari lalu saya mengunjungi Yogyakarta sehingga berkesempatan membeli buku ini langsung dari toko buku Shira Media. Sebagai pengikut Agus dan Kalis di media sosial sekaligus orang yang cukup menikmati cuitan dan pemikiran mereka, saya merasa harus membeli buku inii. Saya terlebih dahulu menonton film Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih ketimbang membaca bukunya. Kesan pertama saya membaca buku ya ini buku ini memang dipenuhi guyonan khas Agus Magelangan. Wkwkwk. Ternyata banyak jokes dan kisah Agus dan Kalis yang digambarkan di film diambil dari cerita di buku ini. Menyenangkan. Bukunya tipis, Bisa dibaca sekali duduk dan cukup bikin nyengir nyengir. Konon katanya buku ini diciptakan sebagai pembuka dari buku lainnya yang berjudul "Sirkus Pernikahan". Sayang sekali tempo hari saya mengunjungi Toko Buku Mojok dan mereka bilang buku Sirkus Pernikahan sedang running out of stock alias habis. Mungkin dalam beberapa waktu ke depan saya akan membeli Sirkus Pernikahan secara daring untuk menggenapi balada romansa nan jenaka khas Agus-Kalis.
Buku yang terdiri dari kumpulan cerpen yang mana habis dibaca dalam sekali duduk, cocok untuk dibaca ketika sedang perjalanan jauh ataupun sebagai selingan dari membaca buku-buku yang berat isinya. Buku ini murni menceritakan kisah cinta Agus Mulyadi dan Kalis yang penuh banyak kekonyolan di dalamnya. Sepanjang membaca buku ini, logat bicara Agus Mulyadi yang khas selalu terngiang-ngiang di kepala saya ketika saya membaca kata-perkata yang ada di buku ini seakan-akan saya membaca dengan logat beliau. Overall dari beberapa cerpen yang ada, cerpen berjudul "Jok Motor" dan "Digabung" menjadi cerpen favorit saya karena kisahanya yang padat dan ringkat dan chuakss banget serta sangat relate dengan kehidupan berpacaran muda mudi masa kini.
Kalau mau cerita cinta yang biasa aja, kampungan dan realistis, bisa baca buku ini. Apalagi kalau kalian bosen banget sama romansa yang terlalu imajinatif dan kasih kalian banyak ekspektasi. Disini, kalian dikasih tau kalau jatuh cinta itu sewajarnya saja dan beri kasih sayang semampunya. Perasaan kita ke pasangan bakal terus berkembang seiring berjalannya waktu. Mau seiseng, semenyebalkan, dan semenggemaskan apapun pasanganmu.
Mas Agus bener-bener kasih gambaran kalau mencintai orang itu dengan modal seminim mungkin untuk cinta sebesar mungkin. Kalau lihat filmnya, cocok sama isi bukunya juga.
Sebagai yang sudah baca buku-bukunya Kalis, saya merasa Kalis adalah sosok perempuan yang feminis dari orang Gusdurian dan sangat aktivis. Pas tau menikah dengan Agus Mulyadi, saya jadi sering membaca tulisan Agus di Twitter. Sumpah, lucu banget si Agus!
Saya merasa selalu menyenangkan dan terhibur dengan tulisan Agus di Mojok dan sosial media. Pasangan ini tuh komedi banget memang terutama Agus.
Bacaan sekali duduk ini adalah cerita-cerita Agus tentang Kalis sebelum mereka menikah. Bacanya sungguh sangat menghibur saya di minggu pagi.
Sebagai pembaca setia apdet kisah rumah tangga Mbak Kalis dan Mas Agus di laman Facebooknya, aku berkeinginan membaca buku ini. Isinya berisi cerita keseharian keduanya yang konyol tapi romantis. Kesimpulan romantis asalnya dari pemakluman dan kekompakan satu sama lain. Secara keseluruhan, buku tipis ini pastinya bikin ketawa atau minimal nyengir, khas tulisan Mas Agus. Tapi kekurangannya satu: buku ini kok ya cepet banget sudah sampe halaman terakhir aja.
Sebuah buku yang dipenuhi kisah kejenakaan pasutri dalam menjalani hidup. Konten buku ini hanya berkisar tentang Agus yang mengisahkan pengalaman lucu istrinya yaitu Kalis Mardiasih, si penulis "Muslimah yang diperdebatkan" itu dari Mojok. Beberapa kisahnya menghibur dan beberapa biasa saja. Untuk ukuran humor, kelucuan buku ini saya pikir hanya berada di tahap Mild, tidak gokil tapi juga tidak garing. Setidaknya cukup untuk membuat senyum-senyum sendiri.
Lucu, ngakak, membuat hari lebih bahagia walaupun belum punya kekasih. Buku yang bisa membuatku tertawa dari halaman pertama, mungkin kalau bukunya setebal 500 halaman bisa jadi aku akan dianggap orang gila karena terus-menerus tertawa. Kisah kocak dari pasangan Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih yang disajikan dengan sangat-sangat jenaka. Ga usah ragu buat beli bukunya, dijamin nguakak
Bukunya menarik dan lucu, tapi beberapa bagian mengandung bahasa jawa, untuk saya yg ga bisa berbahasa jawa lumayan sulit untuk memahami, meskipun diawal buku ini sudah mengklaim bahwa memang beberapa bagian mengandung bahasa jawa karena akan hilang feel nya ketika di tulis bahasa indonesia, but in my opinion, mungkin bisa yaaa di kasih translate hehehe (peace)
Buku yang sangat tipis dan ringan. Setelah baca buku ini, persepsi saya terhadap Mbak Kalis yang awalnya tangguh, kritis, smart berubah jadi 'bingungan' dan nggak tangguh2 banget
Bukunya lumayan lucu, cuma kurang banyak lagi ceritanya 😁
Buku ringan dan menghibur yang bisa dibaca setelah menjalani rutinitas yang ruwet. Di sini, Agus bercerita tentang pengalamannya dari awal PDKT, jadian, dan menjalani masa berpacaran dengan Kalis. Saya pun pertama mengenal sosok mereka berdua dari tulisan-tulisan mereka di Mojok.co.
Lucu, Menyebalkan, Membingungkan. Tapi begitulah kisah menyenangkan yang akan dirasakan jika kita bertemu dengan wanita yang (Insya Allah) tepat. Mas Agus beruntung sudah menemukannya terlebih dahulu di jiwa dan raga Mbak Kalis.
Buku yang asyik sekali untuk dibaca. Tentang kisah-kisah pendek nan receh perjalanan kehidupan Mas Agus dan Mbak Kalis. Baca buku ini stress-free. Dapat info yang menarik di buku ini terkait Arya Penangsang dan kerisnya. Baru tahu kalau ada hubungannya dengan aksesoris pernikahan adat Jawa.
Buku ini kocak banget deh, suka bacanya. Banyak pesan terselubung yang mudah sekaligus sulit ditangkap. Sama sekali gak nyesel baca buku ringan kayak gini.
Kocak tapi kurang teballl. Satu yang ingin saya sampaikan, kenapa ga pake sisipan translate walau ada basa jawanya :( jadinya ada beberapa kisah yang kelewat gara-gara ga paham.