Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Desa Akeiwa, sebuah daerah terpencil yang terisolasi dari dunia luar dan terus dihantui oleh depopulasi. Di tanah yang terkekang oleh tradisi dan legenda ini, dulu dikisahkan, pernah terlahir seorang anak perempuan dengan penampilan luar yang “mengerikan”…

Aku yakin, saat ini bibirku berwarna merah.
Memerah akibat rasa kegembiraan yang meluap-luap, bagaikan mawar.
Bagaikan api.
Saat ini, aku begitu cantik.

288 pages, Paperback

First published December 16, 2014

11 people are currently reading
162 people want to read

About the author

Daruma Matsuura

32 books31 followers
Daruma Matsuura (松浦だるま) is a Japanese mangaka.
She is the author of Kasane.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
24 (17%)
4 stars
47 (34%)
3 stars
41 (30%)
2 stars
15 (11%)
1 star
8 (5%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
March 8, 2020
Di Desa Akeiwa terdapat sebuah legenda yang menyatakan bahwa bayi perempuan buruk rupa yang lahir di Tahun Kuda Api adalah titisan iblis yang harus segera dibunuh. Izana lahir dengan memenuhi semua syarat itu. Demi menghindarkan Izana dari orang-orang yang percaya pada legenda itu, ibu Izana memberikannya kepada Chigusa, bidan yang membantu persalinan Izana, untuk menyembunyikan anak itu.

Pada tahun-tahun berikutnya, Izana hidup tanpa berhubungan dengan dunia luar. Chigusa menyembunyikan anak itu dengan baik dan melarang Izana meninggalkan rumah demi keselematannya. Tapi, pada akhirnya rasa ingin tahu Izana mendorongnya untuk pergi ke desa dan membuat gadis itu merasakan kenyataan yang sebenarnya: dia tidak diperlakukan selayaknya manusia karena wajahnya yang buruk rupa.

Bisa dibilang legenda di desa ini adalah salah satu dari tradisi yang nyaris akan menghilang. Kalau dipikir secara rasional, seharusnya kepercayaan seperti itu sudah tidak dapat menyebar luas di zaman sekarang (hal. 8)


Prekuel dari seri manga "Kasane". Izana bercerita tentang ibu dari Kasane yang tumbuh besar dalam tekanan dan stigma akan dirinya yang buruk rupa hingga bagaimana dia memperoleh "sesuatu" yang kemudian menjadi plot point dari "Kasane".

Saya beli novel ini karena kebetulan suka dengan "Kasane". Awalnya berharap bisa mendapatkan cerita tentang Izana secara penuh, tapi ternyata hanya diceritakan hingga Izana meninggalkan desa. Kisah kehidupan Izana sebagai seorang aktris panggung tidak diceritakan di buku ini.

Walaupun tidak mengenal istilah "lampu yang dimatikan sebelum pertunjukan teater dimulai", aku tahu bahwa itu adalah cara untuk menghapus kenyataan. (hal. 29)


Ceritanya sendiri kurang menggigit buat saya. Selain karena ceritanya secara garis besar sudah diketahui lewat manga-nya, saya juga merasa tidak ada hal baru yang ditambahkan novel ini untuk latar belakang kehidupan Izana.

Secara teknik penulisan, penulisnya entah kenapa menggunakan POV 1 untuk tiga orang yang berbeda (Izana, Chigusa, dan Kingo). Hal ini membingungkan, khususnya di beberapa bab awal, karena penulis tidak menjelaskan siapa yang sedang menjadi 'aku' di awal bab.

Warna ceritanya tidak segelap "Kasane" yang penuh dengan orang-orang yang rela melakukan apa saja demi mencapai tujuannya. Ada sesuatu di bagian akhir yang cukup kelam, tapi cara penyampaiannya justru kalah kuat dengan yang ditunjukkan di manga.

Bukankah wajahkulah yang terpantul di cermin itu?

Benar, aku memahami kesedihan iblis perempuan itu.

Iblis perempuan itu ... adalah aku. (hal. 53)


Secara keseluruhan, Izana sayangnya tidak menambahkan sesuatu yang baru dalam kisah drama-tragedi kehidupan Izana dan Kasane. Mungkin masih cocok untuk dibaca oleh orang yang suka dengan manga "Kasane".
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
October 7, 2020
• Judul : Izana
• Penulis : Daruma Matsuura
• Penerjemah : Yuditha Savka
• Penyunting : Shafira Amanita
• Penerbit : Clover
• Terbit : 20 Januari 2020
• Harga : Rp 89.000
• Tebal : 288 halaman
• Ukuran : 13 × 19 cm
• Cover : Softcover
• ISBN : 9786024809355

"𝑴𝒖𝒏𝒈𝒌𝒊𝒏 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒂𝒓𝒕𝒊 𝒍𝒂𝒊𝒏, 𝒅𝒊𝒌𝒖𝒓𝒖𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒂𝒑𝒂-𝒂𝒑𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒅𝒊𝒔𝒆𝒃𝒖𝒕 𝒋𝒖𝒈𝒂 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒉𝒂𝒈𝒊𝒂𝒂𝒏." (hal. 27)

Terdapat mitos serta kebiasaan yang terjadi di sebuah desa terpencil bernama Akeiwa. Adat istiadat desa tersebut mengharuskan setiap kelahiran anak perempuan dengan wajah buruk rupa pada tahun kuda api harus segera dibunuh. Menurut mitos yang dipercayai oleh penduduk desa Akeiwa anak perempuan yang lahir di tahun kuda api akan membawa kesialan. Maka saat seorang wanita bernama Kazura akan melahirkan, wanita yang dituakan dalam keluarga Tsuki, Sasae, meminta tolong kepada Chigusa Hirasaka untuk membantunya. Chigusa yang memang memiliki ilmu kebidanan serta medis kerap kali menolong penduduk desa Akeiwa yang mengalami gangguan kesehatan. Namun, nasib anak yang dilahirkan oleh Kazura kurang beruntung. Selain karena memiliki wajah yang tidak rupawan, ia pun terlahir di tahun kuda api. Kazura yang mengetahui jika wajah anaknya buruk rupa langsung menitipkan anak tersebut pada Chigusa tanpa sepengetahuan Sasae. Kazura sendiri lebih memilih mengakhiri hidupnya agar anak yang diberi nama Izana tersebut dapat bertahan hidup.

Setelah dua belas tahun berlalu, Izana hidup bagaikan dalam penjara di rumah Chigusa. Dunia yang Izana kenal dan pahami hanyalah sebatas rumah Chigusa. Chigusa sangat menyayangi Izana dan merawatnya dengan amat baik. Namun, Chigusa tidak pernah lupa untuk mengingatkan Izana akan bahaya dunia luar baginya. Izana sendiri menuruti perintah Chigusa untuk tidak keluar rumah. Hingga akhirnya setelah dua belas tahun terkurung di dalam rumah Izana merasakan rasa penasaran akan kehidupan dunia luar. Izana sendiri merupakan anak yang cerdas karena kerap kali membaca buku. Maka saat imajinasi akan sekolah muncul setelah membaca buku, Izana penasaran setengah mati akan penampakannya di dunia luar. Izana merencanakan kepergiannya untuk melihat sekolah secara langsung. Namun, rencana itu berakhir tragis. Kini Izana terpaksa harus hidup dan tinggal sendirian di pondok di atas Gunung Shiranaga. Chigusa akan menyuplai kebutuhan Izana selama tinggal di pondok kecil tersebut. Akan tetapi seiring berjalannya waktu usia Chigusa tak mampu lagi mendaki gunung Shiranaga. Kini seorang bocah laki-laki bernama Kingo yang membantu Izana mendapatkan kebutuhannya. Izana hanya memiliki satu rencana atas kebencian yang ia tanam akan penduduk desa Akeiwa. Bagaiamana nasib Izana selanjutnya? Rencana apa yang akan Izana lakukan?

Izana merupakan spinoff dari komik Kasane. Di sini Izana, ibu Kasane, menjadi tokoh utama yang akan menjawab pertanyaan yang muncul di komik Kasane sebelumnya. Saya sendiri belum pernah membaca komiknya, tapi dari premis yang ada dalam Izana sepertinya Kasane memiliki cerita yang menarik. Menjadi sebuah spinoff yang unik tatkala Daruma Matsuura justru memilih media novel ketimbang komik untuk menceritakan asal-usul Izana. Melalui media novel pembaca, khususnya penggemar komik Kasane, akan mendapatkan penjelasan cerita yang terasa lebih padat. Mungkin Izana belum menjawab secara keseluruhan tanda tanya yang ada, tapi sudah memberikan sebuah kisah yang cukup memuaskan.Dari segi cover bukunya terlihat sosok wanita cantik nan menarik yang menghipnotis dengan tatapan matanya. Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa sosok Izana yang buruk rupa malah digambarkan rupawan dalam cover bukunya? Jawabannya bisa kalian cari sendiri setelah membaca bukunya. Perpaduan sosok Izana, tulisan huruf hiragana, serta penempatan judul dan nama penulis sangat terlihat harmonis, memikat, dan memabukkan.

Mengisahkan tentang Izana yang terlahir sebagai anak perempuan dengan wajah yang tidak rupawan. Sialnya Izana lahir di sebuah desa yang percaya akan mitos tentang anak perempuan yang lahir di tahun kuda api dengan wajah buruk rupa harus segera dibunuh. Menurut legenda yang beredar anak perempuan yang terlahir jelek bisa membawa kutukan bagi penduduk desa Akeiwa. Untungnya Izana bisa diselamatkan oleh ibunya, Kazura, yang menitipkannya pada Chigusa. Izana harus hidup dalam kungkungan dan dunia yang terbatas akibat sebuah tradisi yang dipegang oleh penduduk desa Akeiwa. Di sini Daruma seperti ingin memperlihatkan bagaiamana betapa menderitanya ibu Kasane, Izana, yang terlahir buruk rupa dan dibenci oleh lingkungannya. Sebuah kondisi yang bisa dibilang mungkin cukup relatable dengan kehidupan kita. Bagaimana kondisi fisik seseorang yang kurang menarik dan dianggap tidak "cantik" akan dikucilkan dan dihina oleh orang-orang sekitar. Bagi saya nasib Izana ini terasa menyakitkan karena saya sendiri pernah merasakannya sendiri. Ditolak oleh lingkungan hanya karena kondisi fisik kita sebenarnya terasa konyol dan mengada-ada, tapi apa mau dikata terkadang begitulah realita. Daruma sukses memadukan fantasi dan realita yang ada dalam formula cerita Izana.

Ada dua tokoh yang cukup penting selain Izana, yaitu Chigusa dan Kingo. Kedua tokoh tersebut, Chigusa dan Kingo, merupakan dua sosok yang membantu Izana untuk bertahan hidup di desa Akeiwa. Izana sendiri bisa dibilang merupakan anak yang tidak diinginkan. Kazura, ibu Izana, pun mendapat perlakuan yang sama seperti anaknya karena memiliki tampang yang tidak cantik. Izana harus terlahir dalam kondisi yang mengancam dan penuh bahaya. Untungnya Izana tumbuh menjadi anak yang penurut. Izana selalu mendengarkan perintah Chigusa agar ia tidak keluar rumah. Namun, meskipun tumbuh dan berkembang dengan didikan yang baik, nyatanya kondisi yang dialami oleh Izana pada akhirnya membentuk karakter kelam dan gelap pada dirinya. Kemudian ada Chigusa yang merupakan seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya. Chigusa sendiri merupakan sosok ibu yang baik, perhatian, dan sangat menyayangi Izana. Akan tetapi sayangnya perlindungan yang coba Chigusa berikan pada Izana dengan mengurungnya di rumah malah menumbuhkan derita pada Izana. Terakhir ada Kingo, bocah cilik yang tidak diterima oleh keluarganya sendiri. Kingo tinggal bersama Chigusa dan ikut membantu mengurus keperluan Izana untuk bertahan hidup. Ketiga tokoh utama yang Daruma hadirkan sudah cukup membangun sebuah ikatan yang emosional sekaligus menyakitkan. Bagaiaman ketiga tokoh ini bisa dibilang orang-orang "buangan" yang mencoba untuk saling menguatkan. Daruma berhasil menghadirkan nyawa pada setiap tokohnya.

Novel ini memakai dua sudut pandang dalam menceritakan kisah Izana. Sudut pandang orang pertama dinarasikan oleh Izana dan Kingo. Sementara sudut pandang orang ketiga dinarasikan oleh Chigusa. Meskipun memiliki dua sudut pandang yang berbeda, tapi Daruma tidak menimbulkan kebingungan saat melakukan perpindahan sudut pandang. Setiap sudut pandang seakan memiliki ciri dan perbedaan yang jelas sehingga dapat dengan mudah dibedakan oleh pembaca. Alur ceritanya sendiri bagi saya berjalan cukup lambat. Banyak deskripsi, khususnya tentang legenda, mitos, dan kebudayaan, yang dijelaskan dengan amat terperinci. Bagi saya ini tak masalah karena semakin menguatkan sebab dan akibat yang dialami oleh Izana. Gaya bahasa dan terjemahannya tergolong ringan dan mudah dipahami. Tidak lupa catatan kaki yang disematkan pun sangat membantu pembaca untuk memahami istilah yang ada. Latar tempat yang digambarkan, yaitu desa Akeiwa terdeskripsikan dengan cukup detail. Mulai dari kondisinya yang depopulasi, Gunung Shiranaga beserta rahasianya, dan perayaan serta kebudayaan yang menghiasinya.

Konflik yang terjadi berfokus pada Izana yang merasa diasingkan oleh keadaan dan lingkungannya. Izana merasa insecure pada dirinya sendiri akibat fisiknya yang tidak rupawan. Akibatnya muncul perasaan iri, dengki, dan dendam pada tanah kelahirannya, Desa Akeiwa. Di sini unsur magis dan legenda yang dipadukan dalam konfliknya cukup membuat terkesan. Sebelum itu terjadi penulis menggiring pembaca untuuntuk memahami terlebih dahulu asal-usulnya. Konflik yang terjadi terasa tenang dan menghanyutkan. Namun, saat menuju akhir kita akan melihat sebuah kejutan yang terjadi. Bagi saya konfliknya terlalu hambar, tapi masih tetap oke untuk disimak. Daruma sepertinya tidak ingin memberikan sesuatu yang kompleks bagi konfliknya. Cukup dengan menimbulkan perasaan yang dialami oleh Izana yang dapat memicu sebuah konflik yang mengancam. Sekali lagi konfliknya mungkin tidak terlalu menggebu-gebu, tapi nuansa kelam dan menyakitkan yang dialami oleh Izana berhasil menarik empati pembaca.

Mungkin karena belum pernah membaca Kasane bagi saya membaca Izana masih terasa biasa saja. Meskipun masih bisa dibaca tanpa harus membaca kasane, tapi tetap saja rasanya akan lebih lengkap dan paham jika kita membaca Kasane terlebih dahulu. Daruma seperti ingin menjawab rasa penasaran penggemar setia Kasane akan asal-usul ibunya, Izana, serta kekuatan ajaib yang menyertainya. Media novel yang dipilih terasa tepat karena akan semakin memperkuat ceritanya. Nuansa Desa Akeiwa yang sepi dan menghanyutkan bisa diperlihatkan dengan begitu hidup. Saya bisa merasakan keadaan Izana yang dilingkupi oleh perasaan takut, sedih, dan marah. Sejarah akan kebudayaan yang terdapat di Desa Akeiwa pun menjadi daya pikat yang membuat Izana semakin menarik. Tampilan beberapa ilustrasi yang ada pun semakin memanjakan pembaca. Banyak hal yang dapat dipetik dari kisah Izana ini, di mana perasaan insecure biasanya memang muncul saat lingkungan tidak dapat menerima kita apa adanya. Meskipun novel ini mengandung unsur magis, tapi kesan kuat akan realita yang terjadi menjadi penghubung yang mengikat pembaca dengan ceritanya. Secara keseluruhan Izana adalah sebuah spinoff yang akan menohok pembaca dengan caranya yang menghanyutkan.
Profile Image for Aravena.
675 reviews36 followers
March 1, 2020
Ini kisah seorang gadis buruk rupa.



Izana adalah novel prekuel sekaligus pelengkap dari seri komik Kasane; mengisahkan tentang sosok ibu dari Kasane dan asal-usul lipstik ajaib/kekuatan bertukar wajah yang menjadi motor penggerak konflik di komiknya. Hal tersebut sebenarnya sudah sempat diceritakan secara cukup lengkap di Kasane, jadi awalnya saya sempat ragu apa novel ini benar-benar 'diperlukan'.

Ujungnya, saya tetap menikmati novel ini. Ada irisan tema psikologis antara Izana dan Kasane yang sama-sama mengutuki nasib terlahir dengan wajah buruk rupa, tetapi berbeda dengan Kasane yang berlatar perkotaan, novel ini berlatar desa kampung halaman si tokoh utama. Akhir-akhir ini, saya banyak menemukan tema tentang masalah depopulasi dan kehidupan masyarakat pedesaan yang berusaha tetap mempertahankan tradisi kuno di novel-novel Jepang. Hal-hal itu juga muncul di sini, dengan menyorot seorang Izana sebagai korban sebuah takhayul mistis yang mengakibatkannya harus hidup terisolasi.

Hanya ada dua orang yang terhubung dengan diri Izana: Chigusa, wanita yang menyelamatkannya, dan Kingo Habuta, keponakan Chigusa. Khusus Kingo, saya langsung girang melihat kemunculannya di sini karena perannya yang penting di komik Kasane. Di sini, ia tampil sebagai bocah lugu yang dipanggil "Kin-chan", dan diceritakan asal-muasalnya mengapa ia bisa menjadi figur penghubung antara Izana dan Kasane kelak.



Ada beberapa hal yang menjadi ganjalan saya dalam penuturannya. Transisi ping-pong sudut pandang antara Izana dan Kingo tidak begitu mulus; seringkali setelah baca beberapa paragraf, saya baru sadar kalau sudut pandangnya sudah berubah lagi. Ada beberapa momen yang rasanya bisa dieksplor lagi atau kurang wajar, seperti penafsiran Izana tentang dunia luar yang cukup baik walau dia menghabiskan masa pertumbuhannya dengan terisolasi. Namun secara keseluruhan, gaya berceritanya gelap nan sedap khas Daruma Matsuura. Ruang batin Izana dan Kingo dijelajahi dengan begitu baik, begitu pun dengan sisi gelap masyarakat desa yang . Tambahan ilustrasi, walau tidak begitu banyak, memberikan efek pelengkap yang selalu mengena.

Tiga setengah bintang untuk novel ini; bulatkan ke atas kalau sudah baca Kasane, dan ke bawah kalau belum. Tak bisa dipungkiri, novelnya memang memberi nilai tambah tersendiri bagi penggemar Kasane. Penceritaan tentang masa lalu kedua tokoh kunci membuat saya jadi makin simpati pada keduanya dan memahami semua tindakan yang mereka lakukan belakangan. Ending pada Kasane pun terasa kian bermakna setelah membaca novelnya. Walau begitu, bukan berarti novelnya tak bisa dinikmati tanpa baca komiknya. Yang jelas, jangan berekspektasi membayangkan alur narasi konvensional sebangsa menumpas kejahatan atau mencari jodoh, maupun protagonis yang 'lurus'.

Ini kisah yang murni tentang kebencian, ketidakadilan, dan upaya menuntut balas dari seorang gadis yang memilih jalan hidup kebebasan bergelimang dosa dan prahara, alih-alih menyerah pada nasibnya yang buruk.

Lama-kelamaan, aku tersadar bahwa tidak ada tokoh utama di buku-buku cerita bacaanku yang menyerupai diriku. -Izana
Profile Image for Carole.
1,971 reviews62 followers
January 7, 2022
https://www.my-bo0ks.over-blog.com/20...

Je continue mon objectif de lire des romans de ma PAL qui y sont depuis trop longtemps. Aujourd'hui je viens donc vous parler d'Izana, la voleuse de visage, acheté lors du salon en 2017. Il était grand temps de l'en sortir !

A l'époque, je ne savais pas que cette histoire était liée à un manga. Du coup, je me suis juste laissée tenter par cette couverture et son résumé. La légende raconte que tout enfant né laid lors de l'année du cheval, sera tué sur le champ pour ne pas subir le malheur par la suite. Izana a été épargnée à sa naissance par Chigusa, l'infirmière qui n'a pas pu se résoudre à cet acte. Depuis, elle vit chez elle, recluse, cachée de tous. Mais Izana commence à vouloir comprendre pourquoi elle ne sort jamais, ne va pas à l'école. Alors qu'elle profite de l'absence de Chigusa, Izana sort et son destin va prendre une toute autre tournure.

Lorsque j'ai commencé ma lecture, j'étais vraiment curieuse de voir de quoi il retournait. Je ne connaissais pas cette légende japonaise et encore moins sa signification. Clairement, c'est assez horrible de partir sur le constat que la beauté ou la laideur en l'occurrence soit à la base d'une décision aussi brutale que celle-ci. J'étais donc vraiment intriguée de savoir dans quoi l'auteur allait nous embarquer.

Concrètement, si Izana est censée nous émouvoir et nous pousser à avoir de l'empathie pour elle vu sa solitude, son destin déjà tout tracé à la naissance, je n'ai absolument pas accroché à ce personnage. Et d'autant plus que très vite elle devient assez agaçante et même pire que ça, un monstre. Dans ces conditions il est clairement difficile d'apprécier sa lecture.

Pour tout vous dire, à peine cent pages de lues que je me demandais si j'allais poursuivre. Le roman était assez fin (300 pages) et la police d'écriture assez grosse, je suis allée au bout de celle-ci mais c'était vraiment pour ne pas finir cette lecture sur un abandon et dans l'espoir que la suite se révèlerait plus prenante.

Ca n'a malheureusement pas été le cas. Il faut dire que je n'ai pas trouvé le style de l'auteur, ou sa traduction très fluide. Le roman souffre de problème de rythme avec une bonne moitié où il ne se passe rien de spécial. Plus j'avançais dans ma lecture et moins j'avais l'envie de continuer ma lecture.

Ajouté à cela qu'au final, l'opposition entre beauté et laideur n'est pas traitée comme je m'y attendais, à savoir que la beauté intérieure est plus importante que la beauté extérieure et ça a été de désillusions en désillusions.

Enfin, la fin, tant espérée pour relever le niveau m'a laissé totalement perplexe. Je me suis faite la réflexion de : tout ça, pour ça ? Elle m'a paru assez floue, sans être vraiment développée et "facile" pour les questions restée en suspens.

En conclusion, je suis vraiment déçue de cette lecture. Je n'ai à vrai dire rien apprécier de celle-ci et en ressort sans trop quoi en penser. Je pense que les fans du manga y trouveront surement leur compte mais pour ma part, ça n'a pas fonctionné.
Profile Image for Bookish Dungeon.
105 reviews
July 10, 2020
Alurnya sangat detil. Terutama mengenai penggunaan istilah tahun-tahun masa lalu di Jepang, perayaan di Jepang, hingga urutan sebuah tradisi pun dibahas dalam novel ini. Ditambah hal-hal yang menegangkan ketika adegan Izana mencuri wajah Namino hingga penampilan kagura oleh Izana. Diikuti pembantaian masal keluarga Tsuki. Keluarga dimana Ibu Izana dibunuh.

Aku jelaskan secara garis besar, mengenai detil-detilnya kalian lebih baik membacanya sendiri, karena banyak istilah Jepang yang cukup membingungkan bagiku.

Novel Izana ini menceritakan perjalanan sosok Izana selama 18 tahun hidup dengan rupa wajah jelek. Gadis itu diasuh oleh Chigusa yang saat itu menjadi bidan ketika persalinan ibu Izana. Ibu Izana adalah anak dari keluarga Tsuki yang menjadikan perlakukan ‘tidak etis’ (ini kalian baca sendiri ya, kalau aku jelaskan spoiler nanti) oleh salah satu anak lelaki keluarga Susano. Namun kejadian tersebut dianggap lalu oleh keluarga tersebut. Ketika waktu hendak memasuki Tahun Kuda Api, Ibu Izana sengaja di keluarkan dari desa supaya bisa melahirkan dan merawat anak tersebut. Tapi tanpa disangka, saat memasuki Tahun Kuda Api, Ibu Izana justru pulang dan melahirkan di Desa Akeiwa dan itu menjadi malapetaka.

Izana dirawat oleh Chigusa hingga 18 tahun. Izana pun merasakan masa pubertas yang menurutnya aneh, ia pun merasakan jatuh cinta dengan sosok mahasiswa yang datang ke Desa Akeiwa untuk meneliti sebuah batu yang berhubungan dengan iblis (ini juga kalian baca sendiri, karena berhubungan dengan cara Izana mencuri wajah Namino) Sayangnya lelaki itu lebih menyukai Namino, karena cantik dan merupakan anak dari keluarga terpandang di desa tersebut.

Disini yang membuat aku tidak habis pikir, mengenai bagaimana cara Izana menaruh racun pada minuman yang akan digunakan untuk membunuh semua keluarga Tsuki. Itu tidak dijelaskan pada novel ini (atau aku yang terlewatkan?). Selain itu, akhir novel ini menggantung. Kenapa? Karena tidak diceritakan apakah Izana bertemu atau tidak dengan lelaki mahasiswa tersebut.

Novel Izana adalah spin off dari komik Kasane, kalau kalian belum tau. Kasane adalah anak dari Izana, Izana menikah dengan seseorang dari keluarga Fuchi. Dan Kasane diwarisi lipstick dengan komposisi yang sama ketika Izana menggunakannya untuk mengambil wajah Namino ketika muda dulu. Dalam novel Kasane ini, Izana diceritakan sudah meninggalkan dan Kasane dititipkan pada kerabat Izana.

Cukup kompleks novel karangan Matusuura-sensei, tapi aku puas ketika membaca novel Izana. Cara membalaskan dendamnya sangat tidak terduga, dan masih banyak hal yang akan kalian temukan disana diluar logika. Aku membacanya hanya bisa menggeleng-geleng kepala.

Sayangnya, penulisan POVnya sempat membuatku bingung sesaat. Pergantian POVnya cukup cepat dan tidak diberikan clue mengenai POV siapa ini sekarang. Kalian harus mencernanya sendiri, menerkanya sendiri. Jadi saranku jangan terlalu lama meninggalkan atau tidak membaca novel ini, karena perpindahan POVnya cukup cepat dan tanpa clue.
Profile Image for Steph.
408 reviews
August 7, 2017
J’avais lu des avis mitigés du moins vu les notes, car j’évite autant que possible de lire une chronique en entier d’un livre que je possède ou que je compte acheter pour toujours me laisser la surprise, pouvoir donner mon ressenti à chaud sans m’être faite influencer.

Si l’on s’attend à lire un roman fantastique classique, un livre d’action, le lecteur sera déçu, pour ma part aimant tout ce qui est contes et légendes de cultures différentes de la mienne je suis comblée par Izana.

Izana La voleuse de visage est pour moi plutôt un conte à tendance horrifique à la Edgard Poe qu’un roman, j’y vois plusieurs interprétations que je développerai plus tard.

Daruma Matasura nous délivre dans son livre (prequelle du manga Kasane) l’histoire d’Izana, maudite avant même sa naissance. Dans ce petit village des montagnes du Japon, les croyances sont ancrées dans les esprits. « Une fille née l’année du cheval de feu, laide serait la réincarnation d’une ogresse tuée dans les anciens temps. Pour se venger, elle causera le malheur du village. Tuez-la sur le champ. » Quand Chigusa est appelée une nuit en urgence et dans le plus grand des secrets elle se doute de ce que l’on attend d’elle.
Chigusa, sage-femme du village aidera à mettre au monde Izana, fille de Kasura.
Chigusa décidera elle seule du destin du nourrisson, Izana sera élevée chez elle, cachée, personne dans les environs ne doit savoir qu’elle est en vie.
Ainsi de nombreuses années la petite fille vivra entre les 4 murs de la maison. Un jour, le 1er janvier, jour du Nouvel An elle s’échappera découvrir le monde, les autres enfants, elle veut juste pouvoir trouver l’école, elle qui est avide de connaissances.
Ce jour-là, l’enfant rêveuse comprendra le sens du mot « laide », ses espoirs seront réduits à néant. Je ne peux vous dire plus, vous avez là la genèse du roman.

L’atmosphère du livre est très sombre, un huit clos assez angoissant. Dans la première partie du récit, on ne comprend pas encore tout ce dont les personnes du village sont capables. On lit l’enfance de Izana, l’évolution de son corps et de sa personnalité. J’ai aimé les 3 narrateurs apparaissant tour à tour dans le roman. Chigusa bien sûr, comment ne pas aimer cette femme qui va à l’encontre des croyances des habitants pour sauver un enfant innocent, Kingo, un petit garçon rejeté également, mais pour des raisons différentes, mais tout aussi injustes, enfin Izana, autant elle peut mettre mal à l’aise autant j’ai pu comprendre ses réactions mêmes si certaines peuvent être étonnantes. Elle a ce mot laid ancré dans la tête, quitte à l’être elle l’est jusqu’au bout dans son apparence.

Concernant l’écriture, l’auteure nous emmène dans une ambiance froide, comme si même le soleil ne brillait plus dans lieu, mystique, étrange. Vous êtes en pongé en plein milieu des croyances et légendes même si celles-ci vous semblent horribles. Les textes anciens vénérés par les habitants du village, transmis depuis des siècles entre les générations ont tout pouvoir sur leur vie, c’est leur coutume, peu importe si elles s’avèrent barbares.
Les paysages et les lieux sont décrits à travers les yeux d’Izana qui les découvre peu à peu, elle ne connaît pas les saisons, les animaux, tout ce qu’elle sait c’est ce qu’elle a lu dans les livres, il n’y pas de télévision ni de radio dans la maison de Magusa.
Le rythme est assez lent, mais l’écriture très fluide, addictive comme je vous l’ai dit plus haut, mais aussi empreinte de sensibilité, poétique et à d’autres moments, très tranchante voire cruelle.

Ce conte, cette légende m’ont fait penser (de loin attention je ne dis pas que c’est identique juste la manière dont la beauté est traitée) à « La belle et la bête », à la méchante reine de « Blanche neige » ou encore à des contes nordiques où le handicap d’un enfant était vu comme une malédiction des dieux.
L’auteure soulève cette question et amène à la réflexion :
Est-ce qu’une personne belle extérieurement l’est-elle aussi dans son caractère et à l’inverse ?

La seconde partie du roman nous délivre une part plus sombre du village et de ses habitants, un aveu, voir plusieurs, que je n’ai pas vu venir et qui est encore plus complexe que ce je pensais. Tout ce qui entoure l’infanticide est déjà horrible, mais l’auteure apporte une autre dimension plus malsaine.

Vous vous doutez que le personnage de Izana va évoluer, certaines de ses réflexions, de ses rêves, ses espoirs, ses révélations m’ont émue.
Comme le fait qu’à un moment elle se rend compte qu’elle aussi est une femme, qu’elle est aussi aimée et voudrait être aimée. Les réflexions de l’héroïne apportent du corps au récit, on comprend sa fragilité (comment ne pas l’être quand on est aussi seule), mais une fragilité qu’elle va transformer en force. Ils ont voulu la tuer, elle a une revanche à prendre : celle de vivre envers et contre tout.

Le dénouement de l’intrigue est addictif, on veut savoir comment Izana va bien pouvoir s’en sortir, vivre, survivre, les explications de Daruma Matsuura pour nous mener à la fin du roman sont disséminées au compte-gouttes nous poussant à lire encore et encore. Comme les pièces d’un miroir cassé que l’on essaie de reconstituer. Si je déplore quelques facilités dans le dernier rôle que va jouer Izana, j’ai vraiment apprécié me plonger dans cette légende et la culture nippone.

Un roman pas courant, "hors-norme"mais qui m’a vraiment plus
Une fin ouverte qui me plaît, étrange, car d’habitude je n’aime pas ça, je me suis fait ma propre idée et elle me convient.
Je ne lis pas de manga, mais l’auteure m’a donné envie de les lire. Dans le manga on suit la fille d’izana.
Profile Image for Rahma.
4 reviews
September 23, 2025
Alasan kenapa aku kasih bintang 3, there so much thing i need to tell you about this book. Tapi kayaknya hanya sebatas kekecawaan ku terhadap isi bukunya.

Okey, jadi izana ini buku pertama aku dari penerbit clover, jujur aja aku baca karena emng cover nya menarik, gambar seorang perempuan yang dari tatapan nya memiliki dendam yang sangat dalam kepada suatu hal. Namun sayang nya aku terlalu ber ekspektasi dalam cover nya.

Hal pertama yang aku lihat adalah gaya penulisan detail yang mungkin buat diriku cukup terbantu agar bisa berimajinasi, tetapi terlalu banyak malah bikin pusing buat aku jadinya harus lebih baca ulang biar agak paham dengan apa yang sedang terjadi.
Dan buku ini punya potensi besar banget kalau semisalnya ceritanya bener-bener di fokuskan kepada tujuan sebenarnya dari izana, karena banyak sekali hal yang bertele-tele dan jadi membingungkan bukan kah seharusnya izana langsung balas dendam saja? Kenapa harus panjang sekali untuk sampai ke tujuan nya, jujur menurut ku itu membosankan.

Sepanjang halaman 150 sampai 190 kok progress nya izana mau balas dendam makin tidak terlihat yah? Kayak masa iya sih ke terakhir banget gk seru dongg, dan ternyata iya, huhuhu. Jujur itu yang bikin aku kecewa kenapa gk fokus terhadap balas dendam saja? Padahal dari awal dia tahu loh apa yang harus dilakukan ternyata malah banyak hal yang di jelaskan, sebenarnya aku suka banget sama folkfore tapi kalau di buku ini rasanya terlalu banyak yang harus di ketahui.

Dan akhirnya hari ini aku menyelesaikan buku ini dengan sangat sudah bosan sekali, namun ada yang aku sukai di buku ini yaitu ada ilustrasi yang sangat bagus seperti manga, dan aku pun tahu author nya memang seorang komikus juga, jadi tidak heran bisa membuat ilustrasi se cantik itu. Dan aku lebih prefer kalau cerita ini dijadikan manga, karena pasti akan kerasa perjalanan izana.

Mungkin segitu aja sih, over all aku kurang sama buku ini, tapi buka berarti aku drop begitu saja, karena di satu sisi buku ini sangat mempunyai ciri khas tidak seperti buku jepang yang lainnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Day Nella.
248 reviews5 followers
September 27, 2024
"Sejak zaman dahulu, dikatakan bahwa perempuan yang lahir di Tahun Kuda Api akan memperpendek nyawa suaminya dan membawa malapetaka." Hal 59
-
Izana
Daruma Matsuura
Alih Bahasa : Yuditha Savka
PT. Gramedia Pustaka Utama - M&C
Cetakan Pertama 2020
Tebal 288 Halaman
-
Dibuka dengan narasi penuh misteri dan teka teki yang mengantarkan aku sebagai pembaca pada tragedi yang terjadi dan ternyata telah berulang kali dilakukan demi menjaga stabilitas desa Akeiwa dari bencana yang datang bila ada kelahiran anak di Tahun Kuda Api, di mana pada tahun tersebut sosok bayi mungil Izana dilahirkan dalam keadaan yang begitu memprihatinkan dengan wajah buruk rupa. Tiap tragedi yang berbuntut panjang dan jadi momok menakutkan hingga dilakukan tindakan pemusnahan atau penghilangan nyawa pada mereka yang mempertahankan tradisi atau suatu kepercayaan yang datang dari desa tersebut.
-
Suka dengan detail tahun serta menilik kepercayaan yang terjadi pada tahun 1683 dan tahun-tahun berikutnya yang diceritakan sangat kuat hingga membuatku meringis dan merasa ngilu. Bagaimana pembantaian terjadi karena kelahiran tahun tertentu bisa mendatangkan kesialan atau kehidupan yang tidak berkah. Padahal sejatinya setiap manusia yang dilahirkan telah memiliki jalan dan rejeki masing-masing sesuai porsinya, tidak ada buruk atau mendatangkan kesialan. Karena kembali pada masing-masing individu saja.
-
Hal paling aku suka adalah festival setempat terkait pertunjukan Kagura Akeiwa yang memiliki makna yang kuat akan Tahun Kuda Api dan dua keluarga yang terus mempertahankan tradisi yang dapat mengurangi populasi masyarakat Desa Akeiwa.
Aku kurang nyaman dengan pergantian sudut pandang yang begitu tiba-tiba antara Izana dan Kingo, atau Izana dengan Chigusa.
Meski begitu aku cukup menikmati light novel satu ini. Aku rekomendasikan buat kalian yang menyukai teka-teki serta misteri 🔥
Profile Image for Lire-une-passion.
2,078 reviews48 followers
June 25, 2017
"​En résumé, c'est un roman assez particulier. Si j'ai aimé l'idée de la malédiction, d'Izana qui doit rester enfermée pour sa protection, il m'a cependant manqué quelques petites choses pour que vraiment j'apprécie ma lecture à sa juste valeur. Néanmoins la Postface de l'auteure m'a donné envie de m'arrêter sur sa série de mangas, donc finalement, elle a réussi son pari !"

Chronique complète: http://lire-une-passion.weebly.com/fa...
Profile Image for Mallou14.
303 reviews11 followers
May 22, 2017
"Bref, Izana la Voleuse de visage de Daruma Matsuura est une histoire qui m’a conquise du début à la fin. Une belle découverte, cruelle et captivante à la fois, qui m’a donné envie d’en savoir plus sur la suite avec le manga Kasane. Si vous aimez le manga, ce livre est fait pour vous, ou si comme moi vous ne l’avez pas encore découvert, cette histoire vous en donnera très envie !"

Avis complet : https://thenotebook14.wordpress.com/2...
Profile Image for Mona.
295 reviews12 followers
March 19, 2018
Malheureusement je n’ai pas du tout réussi à accrocher et je ne sais pas si c’est à cause du style de l’écriture ou de l’histoire en elle-même ou même parce que je n’ai pas réussi à m’attacher aux personnages.

J’ai trouvé ça dommage que le titre soit Izana la voleuse de visage alors que tout ce sujet autour du vol de visage commence p.242 (le livre en fait 302).

Profile Image for Reviewer.
166 reviews12 followers
August 27, 2022
I read it in my native language & I enjoy the story, it's interesting.
When I find out this novel is prequel of Kasane, I try to get the comics too, but I can't get some of the volume because of unavailability.
And then I know that Kasane have live action movie so I watched it, so I have a better understanding about the book because I'm not read Kasane yet.
Profile Image for Audrey.
722 reviews14 followers
June 29, 2017
Je ne sais pas pourquoi ce n'est pas du tout ce que j'attendais mais j'ai quand même bien apprécié. Tu ne peux qu'avoir envie de découvrir le manga qui suit !
Profile Image for Pauline.
285 reviews12 followers
May 8, 2021
"The child who is not embraced by the village will burn it down to feel its warmth.”

2 reviews
May 17, 2022
I really love how the writer writes this book. This is my new favorite book
Profile Image for Ahrell.
11 reviews14 followers
February 5, 2018
Revue complète : https://fromworldsapart.wordpress.com...

Je ne savais pas trop où ce roman allait m'emmener, mais j'ai été agréablement surprise ! Il est très prenant, on se retrouve vite plongé.e dans l'ambiance d'un petit village de la campagne japonaise où les traditions et les superstitions sont encore bien ancrées.
Le personnage d'Izana est plein de mystères, et elle est finalement autant une victime que le reste du village, mais pas pour les mêmes raisons. Le mythe de la voleuse de visage garde un côté très mystérieux jusqu'à tard dans l'intrigue.
Le rythme n'est pas très régulier, et on peut se demander quand les choses vont réellement commencer à se passer, mais une fois que la machine est lancée ... c'est difficile de relâcher le livre !
Profile Image for Galleane.
1,507 reviews156 followers
August 4, 2017
Ce n'est pas le genre de titre qui est très dynamique, mais comme avec le manga une atmosphère plane et ça suffit à tenir le lecteur. Aussi horrible et/ou fascinant que soit ce qu'on apprend au fil des pages qui défilent, cet aspect hors du temps amène un bien agréable plus à l'ouvrage.

Mon avis complet : http://bloggalleane.blogspot.fr/2017/...
Profile Image for Stéphanie.
466 reviews1 follower
January 7, 2018
Ce roman est une préquelle du manga Kasane la voleuse de visage de la même auteure. La force du roman réside dans la découverte, au fur et à mesure, des secrets plus répugnants les uns que les autres d'un village, du fin fond du Japon des années 60, gangrené par les superstitions et l'impunité d'une famille. Mais hélas on s'ennuie pas mal, le roman souffrant d'un problème de rythme. Bref, une lecture plutôt réservé aux fans de la culture japonaise ou aux amateurs d'histoire un peu glauque.
10 reviews
August 22, 2025
cerita tentang gadis bernama izana yang lahir dengan rupa aneh dan merupakan anak terkutuk yang di buru oleh warga, karna dipercaya kalo dia bisa membawa petaka bagi desa tempat ia lahir. izana harus hidup tanpa bisa merasakan sinar matahari dan angin sepoi sepoi yang menyapu tubuhnya secara langsung, ia harus terus bersembunyi jika masih mau hidup.

namun kemudian rasa iri menyelimuti tubuhnya, iri pada rupa dan kehidupan orang lain membuat dirinya haus akan itu. hingga izana pun menyalahgunakan kekuatannya untuk mendapatkan apa yang ia mau dan bahkan ia pun menghancurkan desa kecil itu. izana sudah berubah total, rasa sakit hati yang ada di dirinya tak bisa di singkirkan lagi. ia adalah izana, anak pembawa petaka buruk yang memang tak boleh hidup demi keamanan desa.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Kya.
15 reviews
April 25, 2025
good plot, it was an okay read. saranku setelah baca buku ini baca juga manga main storynya, judulnya Kasane
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.