Pada malam dia berpikir akan dilamar, Kessa malah diputuskan Jayaz, kekasihnya selama enam tahun terakhir. Mengira traveling keliling Indonesia Timur akan bisa menyembuhkan luka hatinya, Kessa menerima rekomendasi temannya untuk melakukan perjalanan bersama Narendra, fotografer berbakat yang tengah melakukan riset untuk bukunya. Siapa sangka itu menjadi pemicu masalah baru?
Meski Narendra—yang tidak ingin berurusan sama sekali dengan romansa—telah memperingatkannya untuk tidak jatuh cinta dan menjadikan pria itu pelarian, Kessa kehilangan kendali atas perasaannya sendiri.
Suka cara Kak Titi menceritakan perjalanan Naren dan Kessa keliling Indonesia Timur. Diceritakan dengan cukup jelas nggak berlebihan jadi bikin penasaran dan pengen jalan-jalan juga. Suka dengan Naren. Cuman agak terganggu yang bagian sistem reproduksi itu sama galaunya Kessa diputusin Jayaz.
Alur ceritanya terasa lambat sih, tp anehnya buat aku gak bisa berenti bacanya. Trus buku ini tuh, bener2 buat aku berasa ikutin mereka traveling, penggambarannya ckup detail. Jadi bener2 pengen jalan2 kesana deh.. Suka banget interaksi Narendra dan Kessa, awalnya kesel sih liat Narendra. Udh dia yg blg jangan sampai jatuh cinta sama dy, eh ini dy nya yg menghubungi terus2an 🤣🤣. Trus liat si jayuz-jayuz itu juga nyebelin bangeeet argh. Kayaknya cocok banget deh klo si jayuz dipasangin sama si joy aja 🤭
"Menarik itu hanya sudut pandang. Intinya sama, kebanyakan orang menganggap hidup orang lain lebih menyenangkan daripada hidup mereka sendiri." - Hal. 52 Betul sih yang dibilang bapak Naren ini, segala sesuatu emang bisa liat dari sudut pandang. Menjadi teman travelling Naren, membuat Kessa mengenal banget sisi lain dari Naren. Ya awalnya emang canggung, tapi pembawaan Naren membuat Kessa nyaman. Sampe tanpa sengaja, curahan patah hati pun bisa diceritakan. Setelah putus dari Jayaz, Kessa bertekad untuk move on meski emang masih sakit hati. Kesel juga kan, 6 tahun barengan cuman buat jagain jodoh orang 😅. Bersama Naren, Kessa bisa melupakan sakit hatinya dan merasa nyaman. Sayangnya warning dari Naren membuat Kessa harus mundur secara teratur. Jatuh cinta itu emang harus siap untuk patah hati. Iya nggak? Ini cerita ka Titi yang sangat fresh banget! Karena sebagian besar ceritanya tentang keindahan Indonesia timur ini membuat pengen jalan-jalan ke sana. Ya pendeskripsian tempatnya ini detail, kusuka banget. Gaya berceritanya menarik, aku suka sama tema yang diangkatnya. Patah hati dan move on ini emang bisa bikin mata kita terbuka, patah hati nggak selalu buruk kok. Aku suka Naren, orangnya cool, klo ngomong itu meski nyakitin tapi suka bener, temen jalan yang seru dan asyik, meski kepo dia tetap elegan gitu 😂. Kessa aku suka cara dia menyembuhkan diri, patah hati nggak membuat dia terpuruk. Ya Kessa ini sosok yang dewasa. Jayaz, aku nggak suka sama laki macem begini, klo sahabat okelah klo pacar sorry deh. Karakter mereka konsisten dan kuat.
Di sini menggunakan sudut pandang orang ketiga, ya perasaan tokohnya digambarkan dengan baik. Dan aku kaget, sama masa lalu Narendra. Nyesek banget deh pastinya jadi dia, pengen pelukin bapak Naren jadinya 🤗✌🏻. Bahasanya ringan dan mengalir, enak banget buat diikuti nggak bikin bosen. Alurnya maju mundur, masa lalu Narendra terungkap menuju ending jadinya emang bikin deg-degan. Aku suka sama interaksi antartokohnya seru, gregetan dan hangat. Apalagi kalau udah obrolan keluarga, huhu sedih banget sama mereka ini. Chemistrynya feelnya dapet dan berasa banget. Dan untuk konflik romansa cinta ini emang pas banget porsinya, meski sumpah ya gregetan sama mereka berdua ini. Bukan denial sih, lebih tepat emang memantaskan hati lebih dulu biar masa lalu nggak selalu membayangi. Ada konflik batinnya juga sih, karena emang keduanya mengalami hal yang menyakitkan. Jadi emang harus bener-bener bersih (apa sih ya 😂). Eksekusi konfliknya apik dan baik, endingnya pas, puas dan sukaaa 🥰🥰🥰. Overall, aku suka banget ceritanya. Pokonya jangan takut untuk jatuh cinta (lagi)! Dan siapkan amunisi juga ketika patah hati 🤣🤣🤣. Patah hati emang selalu sepaket dengan jatuh cinta. Kalau nggak mau patah hati, ya jangan jatuh cinta 😅.
"Saat jatuh cinta, kita akan memikirkan orang itu lebih banyak daripada kita memikirkan diri sendiri." (hal. 261)
Ini novel ke sekian karya ka Titi yang ku baca. Sampe lupa ini buku ke berapa yang ku miliki 😬
Kali ini, menceritakan lagi seorang Fotografer National Geografic. Udah bisa dibayangkan dong akan di ajak berkelana. Tapi, tetap balutan kisah romance bikin gemash. Yas, kisah Kessa dan Narendra yang nggak mudah. Punya masa lalu dalam percintaan. Terlebih mungkin trauma membaluti mereka masing-masing. Tapi, apa semua akan berakhir indah?
Aku suka dengan cara penulisan ka Titi. Mungkin ide nya emang ringan, tapi pengemasan hingga masuk konflik klimaks juga rapih. Mungkin karena penokohan yang cukup konsisten membuat chemistry antar tokohnya dapet abis. Apalagi karakter2 nya yang hidup dan saling mengisi. Alurnya maju dengan sedikit perlahanan menjelaskan kisah masa lalu mereka. Ada sedikit kelegaan yang membuat semua nya selesai. Aku sendiri ikutan lega. Abis sedih juga sih pas tau kenyataannya huhu Ini buku cukup singkat dan tipis wkwk biasa buku ka Titi lumayan tebal sih. Ngerasa kurang. Masa tiba-tiba udah di halaman terakhir sih :( Sedikit typo ajasih. Tapi tetap nyaman dibaca kok Banyak hikmah yang bisa diambil dari kisah ini. Tentang komitmen, kekecewaan, juga kesabaran bahkan banyak lagi deh. Relate abis gitu sih
Final Review~ "Pada akhirnya, masa lalu adalah kenangan karena kita enggak hidup di sana lagi." - Pg. 225 Selesai! Ini udah karya kesekian dari Kak Titi yang aku baca dan selalu berhasil memikat diriku sih.. Cerita Kessa & Naren ini page turner banget, tahu-tahu udah abis dibaca aja pokoknya. Kisah Kessa & Naren ini menarik banget. Naren yang awalnya skeptis sama Kessa malah berbalik jadi teman perjalanan yang menyenangkan buat Kessa walaupun diawal Naren sudah ngasih warning soal jangan sampai jatuh cinta apalagi jadiin dia pelarian. Plus keengganan Naren berteman dengan roman yang mampu dibaca Kessa dengan "seseorang yang punya pengalaman/masa lalu pahit soal cinta." Seperti Kessa yang punya pengalaman pahit soal cinta dengan Jayas plus masa lalu keluarganya yang tak terbilang baik, Naren juga memiliki masa lalu yang menyakitkan. Hal ini pula yang menjadi konflik antara Kessa & Naren yang menjadi "teman baik" sepulangnya dari perjalanan 1 bulan itu. Masing-masing tokoh mempunyai daya tarik masing-masing dan aku rasa itu pula yang membuatku menyukai kisah ini. Ah iya, Jayaz diakhir-akhir malah jadi lelaki yang kadar menyebalkannya naik 2x lipat 😒
Sial, aku kemakan blurb. Aku kira porsi travellingnya bisa sampai 70%, tapi ternyata hanya 50%. Aku akui kemistri antara Kessa dan Narendra terbangun dengan sangat baik, sehingga mereka terlihat shippable. Penggambaran latar travelling juga oke.
Tapi tau ga sih kenapa cuma kukasih 3.2?
Satu, aku ga suka obrolan tentang "bentuk kastil" yang...aku ga paham. Dua, sifat si Jayuz di ending. Dia mengharapkan Kessa balik lagi? HAH? GA SALAH DENGER? Ini salah satu bentukan ending yang aku ga suka heeeee 🥺🥺
This entire review has been hidden because of spoilers.
Begins is the third books of Titi Sanaria's that I've been read and the second story of her that I've been following on Wattpad. Just like Starting Over, I've been waiting for the updates of the story patiently because it's quite interesting.
Begins bercerita tentang Narendra, seorang fotografer sekaligus wartawan National Geographic yang sedang menyusun buku tentang tempat-tempat menarik di Indonesia. Narendra pun melakukan perjalanan untuk mengumpulkan foto-foto keindahan alam Indonesia dengan ditemani seorang perempuan bernama Kessa. Kessa sendiri merupakan seorang produser suatu stasiun TV. Ia ikut serta dalam perjalanan itu sebagai upayanya menenangkan diri serta melarikan diri setelah diputuskan oleh Jayaz, pacarnya selama 6 tahun.
Narendra dan Kessa merupakan dua orang asing yang berpetualang bersama di wilayah Indonesia Timur. Dalam satu bulan perjalanan mereka, keduanya pun sedikit demi sedikit saling mengenal sosok satu sama lain. Kessa pun menaruh sedikit perasaan kepada Narendra, namun apakah benar itu cinta? Atau hanya sekedar pengalihan dari patah hatinya? Ditambah lagi dengan Narendra yang cukup tertutup dan terlalu skeptis perihal romansa. Narendra jelas bukan lah orang yang tepat untuk Kessa saat itu, hanya akan membuat Kessa patah hati untuk kedua kalinya.
Poin yang aku suka dari buku ini jelas terletak pada pendeskripsian mengenai tempat-tempat menarik di Papua, Maluku dan Sulawesi. Begins sukses membuatku ingin pergi ke tempat-tempat di dalam buku ini. Karakter Narendra dan Kessa pun digambarkan dengan sangat baik, apa lagi chemistry di antara keduanya Hanya saja, aku kurang begitu puas dengan ceritanya yang cukup pendek. Aku pikir, versi Wattpad dan versi cetak akan berbeda. Ternyata tidak jauh berbeda dan hanya ditambahi 5 bab baru atau sebanyak 23 halaman. Well, it's just my opinion tho.
Baca ini terasa nggak inget waktu, mengalir aja Masalah nya nggak terlalu pelik dan penyelesaian yg lancar nan mulus bikin baca novel bener-bener mengasyikkan. Eksekusi masalah yg tanpa babibu menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Walaupun banyak narasi yg ditulis, justru nggak bikin bosen. Malah bikin berimajinasi tentang narasi yg dibuat. Berasa beneran diajak menjelajahi Indonesia Timur.
3.5/5 star Novel Begins merupakan novel terakhir dari seri Urban Romance yang kubaca, yang menceritakan kehidupan kakak beradik, Kessa, Anna dan Salena. Seperti novel Once dan Hope, novel Begins ini bisa dibaca terpisah ya, karena kisahnya tidak bersambung, tapi berdiri sendiri. Benang merahnya mereka adalah kakak beradik, dan memiliki masalah masing-masing.
Seperti Kessa dalam novel Begins, akhirnya harus menerima kenyataan diputuskan pacar bertahun-tahunnya, Jayaz. Pacar sekaligus sahabatnya. Untuk menyembuhkan patah hati, Kessa memilih untuk melakukan travelling keliling Indonesia Timur
Jika sebelumnya, aku sudah menikmati kisah Salena dan Anna. Sekarang saatnya aku berkenalan dengan sosok Kessa.
Hal yang paling kusukai dalam novel ini adalah ide perjalanannya. Mungkin saja ide soal menyembuhkan luka hati melalui perjalanan sudah pernah ada, tapi Mba Titi mengeksekusi novel Begins ini dengan menarik 😍
Aku suka bagaimana Mba Titi mempertemukan Kessa dan Naren, teman perjalanan Kessa kali ini. Seorang fotografer yang sedang menulis buku tentang perjalanan. Bagaimana serunya mereka berkeliling Indonesia Timur, dimulai dari Papua, Maluku Utara hingga Sulawesi 😍 Banyak spot-spot menarik yang diceritakan disini, pengetahuan tentang adat dan budaya setempat, yang membuat aku pun jadi ingin berkunjung disana ❤
Yang kusuka, karena Mba Titi berasal dari Sulawesi, Mba Titi sering menyelipkan tempat-tempat menarik yang tak kalah cantik dari Pulau Jawa, yang mungkin asing bagimu. Gara-gara baca novel ini, aku jadi ingin berkunjung ke Ternate juga ke Buton Selatan ❤❤❤
Chemistry antara Kessa dan Naren juga terbangun secara perlahan, kebersamaan yang intens yang tentunya bisa saja menimbulkan perasaan yang berbeda.
Oiya, buat kamu yang kangen dengan Ian dan Key (ayo masih ingat pasangan ini?), kamu bakal sedikit bernostalgia dengan mereka. .
Sayangnya, novel ini lebih fokus ke kehidupan Kessa pasca berakhirnya hubungannya dengan Jayaz dan perjalanan Kessa-Naren serta perkembangan hubungan keduanya.
Kisah keluarga Kessa sendiri tidak terlalu dieksplor lebih jauh, seperti saat aku membaca Once maupun Hope.Yang kusuka, chemistry antara Kessa dan Narendra disini terbangun secara perlahan, bersamaan dengan intensnya kebersamaan keduanya. Aku malah hampir saja melupakan sosok Jayaz.
Tidak ada konflik berarti dalam novel ini, kecuali pergolakan batin Narendra yang takut kembali jatuh cinta (alasan yang terasa manusiawi sekali)
Secara keseluruhan, kamu mencari sebuah seri tentang keluarga, romansa dan persahabatan, ayo baca Once, Hope dan Begins ya. Cover dan isinya sama-sama menarik loh
Kenapa wajib banget buat kalian yang lagi patah hati baca buku ini itu karna yakin bikin kalian tambah nyesek 🤭
Gimana engga?! Coba bayangin kalau kalian diposisi Kessa. Udah bertahun-tahun pacaran. Udah bayangin bakalan ke jenjang yang lebih serius tapi malah di putusin Jayaz dengan alasan dia nggak bahagia dengan hubungan mereka. Lah dari dulu kemana aja bang Jayaz ini 😥.
Awal cerita udah dibikin kesel sama Jayaz. Sakit banget pasti, apalagi mereka dulu sahabatan.
" Aku butuh waktu lebih dari satu minggu untuk menghapus kebersamaan kita selama enam tahun sebagai pasangan dan mengembalikannya ke setelan sahabat lagi. Hatiku enggak punya remote yang bisa diubah kapan saja aku mau. Aku sama saja dengan jutaan perempuan diluar sana, Yaz. Yang sakit hati dan terluka saat diputuskan secara sepihak saat mengira hubungan yang kami jalani baik-baik aja." - hlm 22
Untuk menyembuhkan luka hatinya kessa traveling ke Indonesia Timur dengan Narendra si fotografer yang sedang riset untuk bukunya. Tapi hal ini memicu masalah lain.
Narendra sudah memperingatkannya agar tidak jatuh hati kepadanya. Sanggupkah kessa patah hati untuk kedua kalinya?
Aku pilih buku ini pertama karna desain sampulnya yang simpel tapi enak dipandang. Kedua aku penasaran dengan blurb buku ini. Ketiga aku baca dari beberapa ulasan teman-teman buku ini dpt banget feel travelingnya. Akhirnya angkut deh 🤭
Cerita yang disuguhkan memang cukup menarik. Apalagi saat traveling Kessa ke Indonesia Timur. Feelnya dapet 🎆. Bahasa dibuku ini menurutku sedikit kaku atau mungkin memang disetting seperti ini karna tokoh-tokohnya. Misal kata 'Saya' dan 'Enggak'. Jadi lebih terasa karakter-karakternya seperti apa.
Aku suka bagaimana proses Kessa untuk bangkit dari patah hatinya ❣. Disini tidak hanya menyuguhkan romansa aja tp juga cerita dari keluarga Kessa yang broken home.
3,5 🌟 kok aslinya. Sebenernya rada bingung sih apa aku harus ngasih 4 atau 3,5. Tapi mengingat aku lama banget bacanya dan aku hampir kepikiran buat dnf karena perkembangannya lama banget, kupikir 3,5 adalah pilihan terbaik.
Begini-begini. Banyak aspek yang aku suka dari buku ini.
1. Narasinya aku suka banget. Ngalir, enak dibaca, terus nostalgic gtu lho. Karena tipe gaya ceritanya mirip penulis lama yang aku suka waktu aku masih SMP-SMA gitu. Persis kayak tipe cerita STPC gitu, lah.
3. Interaksi Narendra sama Kessa ini aku suka. Obrolan tek tokan mereka enak banget diikutin. Endingnya juga manis banget, aku suka.
Masalahnya adalah:
1. Setengah awal aku beneran kebosanan. Walopun emang narasi tempatnya riil, tapi gak tahu aja aku ngantuk gitu bacanya.
2. Interaksi Naren sama Kessa emang seru, tapi sebagai temen. Aku gak ngerasain kemistri mereka sebagai pasangan. Apalagi perasaan Narendra ditunjukkan akhir dan jadinya berasa gak ada feel nya gitu lho. Perasaan Narendra ini kurang dieksplor. Kalau seandainya emang mau limited ke Kessa aja aku bisa paham, tapi Narendra juga ada ambil bagian sudut pandang. Makanya kok ya berasa tiba-tiba aja gitu lho.
3. This book doesn't give me some times to sad. Maksudnya. Di part ini mereka pisah di part selanjutnya udah balikan lagi. C'mon, kasihlah waktu buat menekuri perasaan masing-masing dan jangan dipatahkan langsung di chapter selanjutnya. Jadinya rada kentang gitu sih, ehe.
Over all, aku tetep penasaran sama bukunya Mbak Titi yang lain, ehe.
📚Review by Sania --------------------------------------------------- "Laki-laki memang bisa mematahkan hati kita, tapi kita akan selalu menemukan cara untuk menyembuhkan diri..." (Hal.119) --------------------------------------------------- 🗼 Menceritakannya tentang Kessa yang sedang patah hati dan mlelampiaskannya pada sebuah perjalanan yang panjang. Kessa tidak sendirian, dia mempunyai teman perjalanannya yaitu Narendra.
🗼Baca ini pas lagi libur dari segala aktivitas dan memutuskan untuk tidak kemana-mana. Tapi setelah baca novel ini aku merasa diajak jalan-jalan sama Kessa dan Narendra.
🗼 Cerita tentang perjalanan mereka sangat seru, seakan-akan aku ada bersama mereka. Alur ceritanya ngalir gitu aja dan seperti biasa akan ada hal-hal yang berbau roman, jadi aku bacanya enjoy. Pokoknya ini ringan banget untuk dibaca di hari-hari yang penat ini.
🗼Kessa yang sedang menyembuhkan luka hatinya dan Narendra yang sedang melupakan masa lalunya, emmm apakah mereka akan saling menyembuhkan atau mengorek lebih dalam luka hati itu?
Sempat baca di wattpad tapi gak selesai. Versi cetak ini lebih lengkap dan minim typo. Aku suka deskripsi lokasi Indonesia timur hampir separuh buku! Berasa ikutan jalan-jalan bareng Kessa dan Naren.
Chemistry Kessa dan Naren bagus. Terbangun dalam sebulan selama traveling dan berlanjut di Jakarta.
Rada bosan dengan pace yang lambat, terlalu banyak deskripsi Kessa patah hati dengan Jayaz, dan proses penyangkalan Kessa.
Pov 3 Kessa lebih banyak daripada Naren
Alur maju-flashback
Setting di Papua, Maluku dan Sulawesi, sisanya di Jakarta.
Banyak disebut tokoh dari novel lain; Ian, Keyra, Tita, Wahyu, Renata dan Bayu. Tapi yang berinteraksi langsung Ian dan Keyra aja sih.
Jayaz sebagai Mantan 6 tahun Kessa sayangnya cuma figuran. Padahal potensial jadi antagonis (?) Scene pertemuan Kessa-Jayaz kurang dramatis. Apa memang move on bisa semudah itu?
Aku menunggu buku kak Titi yang lain dengan tema yang lebih menarik.
Begins, seperti halnya tulisan mbak Titi yang lain, tidak mengecewakan saya. Mengangkat cerita tentang LDR, saya dari awal penasaran siapa yang harus/akan mengalah/berkorban diantara Kessa dan Naren? Pada akhir cerita semuanya terjawab. Saya senang dengan ending yang dipilihkan mbak Titi yang menurut saya tidak terlalu memaksa.
Satu hal yang berkesan buat saya pada Begins yaitu saya jadi sedikit mengerti alasan kaum LDR. Sebelumnya saya befikir orang yang contohnya saja menikah untuk LDR berkepanjangan itu bodoh. Walaupun sebenarnya mereka pasti memiliki alasan yang tidak saya pahami. Tapi Begins mengemukakan alasan yang paling masuk akal dan langsung menonjok saya. "LDR life may be unpleasent, but life without you (the spouse) is miserable." So, LDR is a better choice for them. Salut untuk semua pejuang LDR.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Dengar di Storytel. Naratornya enak banget dan nggak terasa tau-tau udah selesai.
Chemistry mereka asik banget pas mulai perjalanan bersama itu. Bukan cuma soal melupakan masa lalu, Begins juga tentang menyadari perasaan lewat perjalanan Kessa. Deskripsi tempatnya lumayan banyak, tapi karena dengar audiobook, aku menikmati semuanya. Nggak ada bagian bosan soal perjalanan mereka.
Bagian bikin ppaling penasaran itu soal masa lalu Narendra. Tapi si Narendra ini agak too good too be true ya huhu. Ganteng, karir mantap, bisa masak pula, emang idaman dah. Beruntung banget si Kessa dapat Naren apalagi dibanding Jayas haha.
Ending-nya aku sebenarnya cukup puas. Cuma agak sedih karena nggak ada soal ibu Kessa lagi. Padahal sepanjang awal sampai pertengahan itu si ibu muncul mulu buat khawatirin Kessa. Kirain bakal muncul sedikit di akhir. Selain itu sih, buku ini asik banget buat dinikmati.
Novel ini bercerita ttg perjalanan dua orang asing yang kemudian jadi dekat. Namun ini berbeda dari novel-novel roman lain.. dlm perjalanan mereka tidak saling menggoda, kedua tokoh utama kita mencoba berteman di perjalanan tersebut... meskipun salah seorang sepertinya mulai ada crush.. namun penulis benar-benar menggambarkannya secara realistis.
Itulah salah satu nilai plus novel ini. Nilai plus yang lain adalah deskripsi penulis mengenai tempat-tempat yang didatangi kedua tokoh utama kita benar-benar indah... Menggoda para pembaca untuk berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Indonesia bagian timur memang permata, keindahannya belum banyak terjamah turis. Dan saya pun jadinya berharap bisa punya kesempatan untuk berkunjung ke tempat-tempat yang ada di novel ini.
Salam buat mba Titi yang sekali lagi berhasil dg karyanya yang membuat saya berhasil melewati masa insomnia. Thank q^^
Gaya penulisan masih khas Titi Sanaria. Mengalir dan lugas. Kagum banget gimana cara beliau mendeskripsikan alam Indonesia Timur yang indah. Semua tervisualisasikan dengan baik dan rasanya pengen ikutan berkunjung ke sana. Selain itu, dua tokoh utama di novel ini juga menyenangkan. Narendra dan Kessa. Keduanya sama-sama dewasa. Ngga kayak tipikal tokoh utama wanita di novel Titi Sanaria lainnya—labil dan doyan kabur.
Ngomong-ngomong, suka banget sama karakter Joy. Semoga Titi Sanaria berminat bikin cerita khusus untuk Joy. Sukur-sukur ceritanya Joy sama Genta (dari novel Love, Lost & Found). Ih, gemes tuh pasti!
Tata bahasa di buku ini enak dibaca, bukan yang alay atau amburadul. Keliatan kalo penulisnya belajar cara penulisan yg bagus.
Ceritanya ok, karena setiap tokoh karakternya kuat. Jadi terlihat semakin hidup, karena tokohnya konsisten gitu. Mulai dari apa yang mereka pikirkan, rasakan, dan lakukan.
Awal-awal ngerasa bosen bacanya. Tapi lama-lama interaksi tokohnya makin bagus. Dapat pengetahuan baru dari buku, terutama tempat-tempat bagus di Indonesia Timur. Hanya saja di buku ini aku masih menemukan beberapa typo. Overall, saya suka dengan tokoh Narendra.
Menurutku ceritanya seruuu!! Petualangan petualangan yang seru untuk diikutin. Apalagi karakter utama cowoknya tuh dibayanganku Nicsap gitu jadi makin seru SKSKSKSK
Gilaaakkk paraahh banget nih ceritaaaa. I love the way author writing this book!!! (Maap bat nih kalo Ku lebay hahaha)
Ku memang bukan anak traveling, bukan anak gunung, bukan anak pecinta alam. But, reading this book make me want to be them of all (maap lagi nih kalo grammarnya salah wkwk, sing penting pe-de). Penggambaran ceritanya amazing👏👏👏 cara author nyampein ceritanya juga dapet, detail banget penulisan latar tempatnya, bikin Ku jadi pengen ke tempat-tempat yang didatengin sama Kessa (tentunya ditemenin sama Naren di dunia nyata juga *ihiw).
Roman-nya juga ngga lebay jadi enak dibaca buat ABG kayak Ku ini hahaha, yang awalnya cuma teman traveling, hingga pelarian Kessa ke Naren, chemistry mereka berdua dapet banget. Apalagi Naren yang sok "ngga mau jatuh" eh akhirnya dia yang "jatuh" beneran wkwkwk.
Overall Ku suka banget sama novel ini. Mungkin kalo ini dijadiin film seru juga haha (bayangin Nicholas Saputra yang jadi Naren sama Michelle Ziudith yang jadi Kessa. Beuhh ngayal teross wkwkwk)
I LOVE I LOVE THIS NOVEL. THANKS TO AUTHOR TITI, KU LOVE YOU *ahay ❤❤❤👌👌👌
Ini novel pertama karya Author Titi yang Ku baca, dan Ku bakal ikutin novel-novel karya Author Titi selanjutnya🙆♀️
Minus: epilognya kurang greget (karna kurang panjang wkwk)
Karena banyak baca karyanya Titi Sanaria jadi tahu banyak tempat-tempat daerah timur. Jadi familiar sekali dengan Sulawesi, Maluku, Papua. Ceritanya ringan, keren.