Jump to ratings and reviews
Rate this book

El Verano

Rate this book
I need your help.

Sebuah pesan yang dikirim Naia membuat Afa harus membuat satu keputusan besar dalam hidupnya: pergi ke Buenos Aires untuk mencari Naia, adiknya, yang sudah tiga tahun tak berkabar dengannya.
Kisah di masa lalu membuat Afa berakhir dengan membenci Naia, begitupun sebaliknya. Namun, pesan yang rasanya tak mungkin dikirim oleh Naia itu kini membuat Afa mesti berpikir ulang.
Bersama kedua sahabatnya, Afa yang sinis dan skeptis, melakukan perjalanan musim panas ke bagian selatan bumi.
Di sana, bukan hanya pertemuan canggung dengan Naia dan fakta pahit yang harus Afa hadapi, tetapi juga perjumpaan tak terduga dengan Naka-mantan kekasih Afa yang dulu ikut andil dalam retaknya keharmonisan keluarga Afa.

216 pages, Paperback

First published January 13, 2020

1 person is currently reading
16 people want to read

About the author

Pia Devina

31 books47 followers
AUTHOR OF ONLINE NOVELS:
- Rose's Queen Anne (on going at Storial.co)
- Here and Where You Are (on going at Storial.co)
- (Un)Broken Wings (on going at Storial.co)

AUTHOR OF PUBLISHED NOVELS:
- Friends with Bittersweet-Love (2020)
- El Verano (2020)
- Placebo (2019)
- Little Secrets (E-Book) (2019)
- Camera's Eye (Memento Series) (2018)
- Afterword (2018)
- Pendulum (2018)
- Play with Fire (2018)
- Never Too Far (2018)
- Kohesi (2017)
- The Whole Nine Yards (2017)
- Pinocchio Husband (2017)
- Roma (2016)
- Dark Memories (2015)
- Kata dalam Kotak Kaca (2015)
- The Wedding Plan (2015)
- Two Lost Souls (2015)
- Weh (2014)
- Deep Down Inside (2014)
- Carrying Your Heart (2014)
- Love Lock (2014)
- Beautiful Sorrow (2014)

AUTHOR OF NOVELLA:
- Violet's Heart (E-Book) (2016)

CONTRIBUTOR OF ANTHOLOGIES AND NOVELS:
- My Beautiful World
- Heartsick (Novel)
- Senja yang Mendadak Bisu
- Januari: Titik Balik (Novel)
- Gadis 360 Hari yang Lalu
- Curhatku untuk Semesta
- Curhat LDR
- True Love Stories

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
4 (20%)
3 stars
12 (60%)
2 stars
3 (15%)
1 star
1 (5%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
January 22, 2020
[numpang curhat] Ya Allah BARU aja lagi ngisi data buat nambahin buku ini di GR, pas mencet add book, eh nggak bisa karena udah terdaftar. Padahal beberapa menit sebelumnya buku ini belum ada. Sengaja saya ambil foto kovernya yang bagusan dari IG penerbit, soalnya kemarin-kemarin nyari ketemunya cuma satu di bukabuku.com, dan foto itu yang dipakai di sini. Buram dan agak miring. Coba saya yang duluan nambahin ya, wkwkwk. Semoga bisa diganti sama foto kover yang lebih jelas.

Kayaknya saya baca ulang ini nanti kalau dapat mood-nya, tapi untuk sekarang singkatnya ini adalah buku berlatar Buenos Aires yang nggak ada percakapan Bahasa Spanyolnya. Saya pun baru ngeh ini saat hampir selesai, membuat saya bertanya, apa itu sebabnya nyawa Argentinanya kurang terasa? Yang paling berkesan adalah tipikal rumah di sana, pemakaman gotik, dan jembatan yang terinspirasi penari Tango. Itu pun yang jembatan saya googling dulu, dan biasanya saya anti-googling kalau sedang baca. Lebih suka membayangkan saja.

Susunan kalimatnya rapi, nggak ada saltik dan kalaupun ada saya nggak sadar, tutur bahasanya sederhana. Namun ceritanya terkesan all over the place buat saya. Mungkin karena beberapa faktor ini:

◾ Deskripsi yang kurang merata, maksudnya ada satu waktu ketika sebuah deskripsi bisa jadi sangat detail padahal penjelasan sederhana pun sudah paham, dan di waktu lain sesuatu yang menuntut dijelaskan lebih ternyata dideskripsikan begitu saja.

Contoh: ada penjabaran detail soal warna dinding dan bentuk jam ketika pesan yang hendak disampaikan hanya tentang pukul berapa, dan warna-bentuk tadi tidak berperan lagi di adegan setelahnya. Di lain bab, ketika para tokoh sedang berwisata kapal, potensi untuk menjadikan latarnya lebih hidup tertutup dengan deskripsi yang guide book-ish.

◾ Fokus karakternya yang cepat berpindah-pindah. Saya nggak berani bilang headhopping karena pergantiannya pun nggak asal, tetap setelah adegan selesai. Namun dalam sudut pandang orang ketiga terbatas ini, saya kira hanya Afa (atau dengan Naia) saja yang diberi porsi besar. Ternyata Naka, Salma, hingga satu tokoh figuran juga dapat lampu sorot sesaat, sampai saya kira dia juga ikut dalam cerita inti padahal cuma muncul sekali. Dan tampaknya faktor ini ikut andil dalam memecah fokus ceritanya.

◾ Konflik yang terjadi ternyata bisa dicegah jika saja kedua tokoh utama memilih bicara. Ada pula misteri yang setelah terungkap, alih-alih 'oooh' saya justru berkata 'kok?' Sepertinya ini juga dipengaruhi faktor deskripsi di poin pertama, karena saya tidak yakin bagaimana sosok Naia saat di Bueno Aires sebetulnya, seberapa parah keadaannya. Kasus yang menimpa ibu mereka pun termasuk masalah yang berat, jadi rasanya kurang meyakinkan kalau Naia yang mengetahui faktanya tidak berusaha lebih keras untuk memberitahu Afa.

So many to do (or happen), so little time (or page? idk haha 😅)

Satu pertanyaan yang muncul setelah membaca ini adalah... mengapa Om Wira memilih Buenos Aires? Afa sempat digambarkan suka hal berbau Argentina karena ayahnya, tapi kurang apaaa gitu rasanya. Jadi, menilik hal-hal di atas, saya rasa buku ini ibarat Okky Jelly Drink--minuman penunda lapar haha. Maksudnya bisa jadi selingan dari CR buku tebal atau usaha keluar dari reading slump.

2.5 bintang dibulatkan ke atas karena kovernya (maaf saya bucin kover wkwk). Terima kasih Grasindo untuk hadiah GA vote covernya 😊 senang banget akhirnya pilihan saya yang menang, hehe 😁
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.