Jump to ratings and reviews
Rate this book

Suster Apung

Rate this book
Menjadi seorang perawat atau biasa dipanggil suster, merupakan panggilan jiwa. Rabiah, yang lahir di pedalaman hutan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, terpanggil menjadi seorang perawat di pulau-pulau terpencil di tengah Laut Flores. Petualangan Rabiah sebagai perawat diawali masa-masa sulit, dari soal kapal karam berhari-hari di tengah laut, tersesat di tengah laut karena cuaca buruk, menangani ibu-ibu yang akan melahirkan, termasuk soal kehamilan di luar nikah.

Rabiah sebagai Suster Apung yang melayani masyarakat setempat dari pulau ke pulau di tengah Laut Flores, mencintai pekerjaannya dengan berbagai problematika yang dihadapi.

323 pages, cetak

Published January 1, 2019

5 people are currently reading
6 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (50%)
4 stars
2 (33%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
1 (16%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Gustia Mardalena.
26 reviews
June 15, 2025
Novel Suster Apung karya Arfan Sabran. Penerbit Buku Kompas, 2019. 303 halaman.

Sebuah novel yang terinspirasi dari kisah nyata, menceritakan tokoh utama bernama Rabiah yang lahir di pedalaman hutan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, terpanggil menjadi seorang perawat atau biasa dipanggil suster yang ditugaskan ke pulau-pulau terpencil di tengah Laut Flores pada tahun 1978. Bukan hal yang mudah bagi Rabiah untuk bisa mendapatkan pendidikan apalagi mendapatkan izin bertugas di pulau.

Sejak awal penulis menyuguhkan peta di halaman depan. Peta itu membantu sekali bagi pembaca seperti saya bahwa ternyata ada banyak pulau di tengah laut Flores, salah satunya Pulau Sapuka, kecamatan Liukang Tangaya, yang masuk ke wilayah kabupaten Pangkep, provinsi Sulawesi Selatan, tempat Rabiah ditugaskan di puskesmas.

Banyak sekali hal yang disampaikan oleh penulis dalam novelnya, baik kehidupan di Segeri, Pangkep, Ujung Pandang, juga di Pulau Sapuka. Serta bagaimana Rabiah menjalankan tugasnya sebagai perawat puskesmas, yang di pulau lebih dikenal sebagai bidan oleh masyarakat pulau. Rabiah tidak sendiri bertugas di puskesmas, ada dua petugas lainnya yaitu Mantri Asis dan Mantri Ramli. Mantri Asis ditunjuk sebagai kepala puskesmas.

Pulau Sapuka yang secara geografis lebih dekat dengan NTB dibanding dengan Pangkep, membuat perjalanan antara pulau ke daratan di Pangkep menjadi kendala tersendiri, begitu pun sebaliknya. Penulis begitu detail menceritakan bagaimana perjalanan di lautan menggunakan kapal laut yang bahkan di awal-awal bertugas belum menggunakan kapal dinas. Mereka harus menumpang kapal dari juragan yang ingin berlayar membawa barang agar bisa ke Pangkep untuk memenuhi kebutuhan puskesmas atau ada pasien yang harus dirujuk ke RS di Pangkep, kendala lainnya adalah jadwal kapal yang tidak selalu ada ketika dibutuhkan. Setelah beberapa tahun akhirnya puskesmas memiliki kapal dinas, itupun tanpa tambahan dana untuk biaya operasional. Mereka harus memutar otak bagaimana caranya agar kapal dinas bisa memiliki dana operasional.

Rabiah sebagai Suster Apung yang melayani masyarakat setempat dari pulau ke pulau, yang juga rutin mengadakan puskesmas keliling, sangat mencintai pekerjaannya dengan berbagai problematika yang dihadapi. Banyak hal yang dialami Rabiah dari mulai kapal karam berhari-hari di tengah laut, tersesat di tengah laut karena cuaca buruk, menangani permasalahan yang terjadi di pulau sebagai tenaga kesehatan, menangani ibu-ibu yang ingin melahirkan, termasuk soal kehamilan di luar nikah, sampai kepada kehidupan pribadi Rabiah.

Secara keseluruhan saya suka novel ini, walau di beberapa bagian dalam membangun dunia ceritanya seolah hanya tempelan agar bisa menyampaikan informasi yang menarik, baik, dan bagus untuk diketahui pembaca. Namun terlepas dari itu, novel ini sangat berkesan, tidak menyangka juga kalau akhir ceritanya akan seperti itu.

Sepertinya ini menjadi buku bacaan pertama saya yang isinya menceritakan tentang laut, kapal laut, petugas kesehatan, juga pulau-pulau yang kalau dilihat dari peta jarang sekali muncul.

Terima kasih kepada penulis, Arfan Sabran, yang lebih dikenal sebagai sutradara film dokumenter, juga kepada Penerbit Buku Kompas yang sudah menerbitkan buku yang bagus ini.
Profile Image for Ardelia Trouerbach.
44 reviews1 follower
January 31, 2021
Terinspirasi dari kisah nyata, novel Suster Apung menceritakan petualangan seorang perempuan bernama Rabiah, seorang perawat yang bekerja dan melayani masyarakat setempat dari pulau ke pulau terpencil Indonesia, tepatnya di tengah laut flores. Ya, ini sungguh membuka perspektif saya mengenai pulau pulau terpencil Indonesia yang terkendala akan medis.

Setelah membacanya, saya sempat mencari tahu mengenai novel Suster Apung, ternyata ada filmnya dan mendapatkan Eagle Awards pada tahun 2006.

Saya sedikit terkejut karena belum ada yang memberikan review di goodreads mengenai novel ini. Such a hidden gem book.

Rating 4,9 untuk novel Suster Apung, karena terdapat sedikit typo yang mengganggu.
Profile Image for Tiii.
151 reviews1 follower
September 3, 2024
Kisah di cerita ini bsgus banget, kisah hidup bu Rabiah yang sangat bersemangat sekolah dan mulai mencoba sekolah perawat dan akhirnya sangat menyukai profesi nya ini, yang ia mulai dari bawah denga gaji 15.000 , mengarungi luasnya lautan , saya nggak mau spoiler tapi buku ini bisa di baca di ipusnas loh. Sekali baca kamu nggak akan bisa berhenti😊
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.