Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sepakbola Tak Akan Pulang

Rate this book
Kumpulan tulisan Mahfud Ihkwan tentang sepakbola yang pernah dipublikasikan di media online. Mahfud mengumpulkan tulisan-tulisannya tentang sepakbola ke dalam sebuah buku yang berjudul Sepakbola Tak Akan Pulang.

208 pages, Paperback

First published January 1, 2019

4 people are currently reading
33 people want to read

About the author

Mahfud Ikhwan

22 books75 followers
Mahfud Ikhwan lahir di Lamongan, 7 Mei 1980. Lulus dari Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Gadjah Mada, tahun 2003 dengan skripsi tentang cerpen-cerpen Kuntowijoyo. Menulis sejak kuliah, pernah menerbitkan cerpennya di Annida, Jawa Pos, Minggu Pagi, dan di beberapa buku antologi cerpen independen.

Bekerja di penerbitan buku sekolah antara 2005–2009 dan menghasilkan serial Sejarah Kebudayaan Islam untuk siswa MI berjudul Bertualang Bersama Tarikh (4 jilid, 2006) dan menulis cergam Seri Peperangan pada Zaman Nabi (3 jilid, 2008). Novelnya yang sudah terbit adalah Ulid Tak Ingin ke Malaysia (2009) dan Lari Gung! Lari! (2011). Novelnya yang ketiga, Kambing dan Hujan, memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014.

Selain menulis dan menjadi editor, sehari-harinya menulis ulasan sepakbola di belakang gawangdan ulasan film India di dushman duniya ka, serta menjadi fasilitator dalam Bengkel Menulis Gerakan Literasi Indonesia (GLI).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (21%)
4 stars
9 (39%)
3 stars
8 (34%)
2 stars
1 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Seno Guntur Pambudi.
75 reviews30 followers
July 1, 2022
Mahfud Ikhwan terkenal akan novelnya Kambing dan Hujan yg memenangkan sayembara Dewan Kesenian Jakarta tahun 2014. Pada tahun 2017 novelnya yg berjudul Dawuk meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa.

Selain dikenal keranjingan film India, cak Mahfud jg dikenal menggilai sepak bola. Memorinya tentang sepak bola masa kecil dituliskan dalam cerita bersambung di Kumparan Plus dgn judul BEK.

Mahfud & kawannya, Darmanto menulis esai2 soal sepak bola melalui medium blog Belakang Gawang. Blog ini menjadi tolak ukur bagi penulisan esai sepak bola hari ini, yg ditulis oleh generasi lbh muda & coraknya berbeda dr para esais sepak bola pendahulu mereka, misalnya Sindhunata.

Buku ini merupakan esai2 sepak bola Mahfud Ikhwan di kolom Geotimes yg ditulis dalam kurun waktu 2018-2019. Terdapat 28 esai sepak bola dunia khususnya top liga Eropa. Cak Mahfud menulis ringkasan per pekan pertandingan sepak bola Eropa musim 2018-2019.

Ingatan2 yg tercecer ini dituliskannya dgn baik, satir, kritis, dan tentu saja dgn selera humor khas Mahfud Ikhwan. Esai pembuka yg berjudul 'Sepak bola Tak Akan Pulang', Mahfud mencoba mengkritisi Inggris yg menganggap sebagai orang tua resmi sepak bola.

Klaim Inggris ini runtuh karena sebagai tempat asal sepak bola, Inggris hanya bisa meraih satu Piala Dunia, itu pun di kandang sendiri dan sudah setengah abad yg lalu.

Ketika bola sudah bergulir dr kaki ke kaki lainnya, sepak bola sudah tak sama lagi, sepak bola sudah bukan milik Inggris lagi. Sepak bola sudah menjadi olahraga paling populer di jagat semesta ini. Sepak bola digemari masyarakat dari berbagai kalangan.

Esai2 lainnya berisi ulasan atau cerita di belakang layar tim2 besar di liga2 Eropa. Bagaimana Mourinho berharap menerima telpon dari Sir Alex utk menggantikannya, tanpa dinyanya ternyata Sir Alex lbh memilih David Moyes yg tdk memiliki trek record mumpuni.

Atau sialnya Liverpool yg sedang kuat2nya musim itu, ditelikung Manchester City di akhir penghujung liga. Cerita soal Juventus yg mencoba peruntungannya kembali utk menjadi jawara Eropa. Atau Real Madrid yg hobi memecat pelatih dan memanggil pelatih yg pernah dipecatnya.

Cerita2 ini memang seperti ringkasan mingguan liga2 Eropa. Namun cak Mahfud seperti mencoba utk menangkap sedikit ingatannya tentang Liverpool (tim idolanya) merapalkan mantranya sekali lagi, masih ada musim depan.
Profile Image for Andika Lesmana.
459 reviews
June 1, 2020
Baca buku ini, sy jadi semakin rindu atas tulisan-tulisan review pasca pertandingan di Tabloid Bola hari Selasa era 90-2000an. Ga ada yg bisa ngalahin kupasan Dwi Widijatmoko, Rob Hughes, Sapto Harjo, ataupun Bung Wesh. Ya, review dlm buku ini belum selevel tulisan mereka. Buku ini lebih mirip momen-momen sepakbola yang diceritakan secara kronologis oleh Sindhunata.

Menceritakan perjalanan sepakbola Eropa musim 2018-2019, terus terang sy telat baca buku ini, reviewnya jadi terasa ga update. Entah knp yg dikupas fokus pada detail kinerja pelatih di klub-klub besar EPL, Serie-A, dan La Liga. Simeone sygnya ga dibahas. Padahal banyak cerita menarik soal Paco Alcacer, Jovic, Thuram, Trent-Robertson, Alisson, Son-Kane, Davies, Gnabry, Coutinho, Hakimi dll. Bahasan soal Garry Neville bahkan lebih banyak dibandingkan Onana-De Ligt-Van De Beek-Ziyech-Tadic.

Namun, overall buku ini cukup mengobati kerinduan saya atas kupasan sepakbola bermutu. Welldone Bung Mahfud.
Profile Image for Literasi Gaharu.
15 reviews
May 25, 2023
Arsip gemerlapnya sepak bola dekade 2018-2019, Kedatang sang CR7 di Juventus dan Kebangkitan Liverpool Era Klopp dan tiga trisula andalan Firmino, Salah, Mane. Maurizo Sariball yang gagal meraih trpohynya sebab keblingsatan Kepa di final, dan banyak hal. Ini adalah buku tentang sepakbola yang menyenangkan dibaca
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.