Baca buku ini, sy jadi semakin rindu atas tulisan-tulisan review pasca pertandingan di Tabloid Bola hari Selasa era 90-2000an. Ga ada yg bisa ngalahin kupasan Dwi Widijatmoko, Rob Hughes, Sapto Harjo, ataupun Bung Wesh. Ya, review dlm buku ini belum selevel tulisan mereka. Buku ini lebih mirip momen-momen sepakbola yang diceritakan secara kronologis oleh Sindhunata.
Menceritakan perjalanan sepakbola Eropa musim 2018-2019, terus terang sy telat baca buku ini, reviewnya jadi terasa ga update. Entah knp yg dikupas fokus pada detail kinerja pelatih di klub-klub besar EPL, Serie-A, dan La Liga. Simeone sygnya ga dibahas. Padahal banyak cerita menarik soal Paco Alcacer, Jovic, Thuram, Trent-Robertson, Alisson, Son-Kane, Davies, Gnabry, Coutinho, Hakimi dll. Bahasan soal Garry Neville bahkan lebih banyak dibandingkan Onana-De Ligt-Van De Beek-Ziyech-Tadic.
Namun, overall buku ini cukup mengobati kerinduan saya atas kupasan sepakbola bermutu. Welldone Bung Mahfud.