Seperti buku yang sudah saya baca sebelumnya (Ivanna), ternyata Marianne juga punya sisi yang berlainan dengan apa yang ditunjukkannya kepada umum. Membaca kisah Marianne, membuatkan saya tambah suka padanya. Pada sikapnya yang pemberani, jujur dan tabah. Malah lebih tabah daripada seratus orang dewasa lainnya (termasuk saya.)
Seperti biasa, garapan Risa sangat bagus dan tepat pada naratif yang disampaikan. Santai, apabila tiba di babak yang ringan. Tegang, sedih dan penuh emosi pada babak yang berat. Sentiasa, setelah selesai membaca nukilan Risa, pasti akan terasa kosong di jiwa, kerana seolah-olah ada sesuatu yang telah dibawa pergi dari hati saya. Ya, barangkali rasa empati, juga rasa sayang telah terbang ke Bandung, menjengah mereka yang dicerekakan di dalam buku.
Semoga kamu, Marianne Charlotte Van Dziburg beroleh ketenangan di alam sana, dan nanti akan dipertemukan kembali bersama-sama papamu.