What do you think?
Rate this book


30 pages, Paperback
First published July 1, 2019
Di antara aktivitas mencuci, perempuan sering tersesat saat menyusun prioritas. Mencuci atau bernapas?
Ketimun digadang-gadang sebagai pahlawan yang sanggup mengobati semua luka, baik jiwa maupun raga.
Sudah lama perempuan mengerti kalau hujan tidak punya kuasa untuk menyembuhkan dan senja hanyalah rutinitas langit yang tidak berniat menghibur siapa pun.
Bagaimana jika tubuh menyerah lebih dulu sebelum pemiliknya menyerah kepada tubuh? Sungguh menjengkelkan. Seperti kedatangan hal-hal yang tidak diinginkan lalu di hari kemudian terkuak kalau ternyata hal-hal tersebut tidak pernah menginginkan untuk datang.
Perempuan berhenti mengeluh di usia 30 tahun kecuali kepada yang disayang tanpa perlu pura-pura peduli. Jika perempuan tidak mengeluh padamu berarti sosokmu di antara ada dan tiada.
Cobalah pahami sedikit, langit dan laut tidak pernah berbagi warna biru yang sama walaupun terlihat serupa.