Adimas Immanuel adalah serorang penyair dan novelis Indonesia. Ia lahir di Solo, 8 Juli 1991.
Tulisan-tulisannya beredar di berbagai surat kabar nasional dan lokal. Karya-karyanya pernah dinominasikan untuk beberapa penghargaan seperti Anugerah Pembaca Indonesia dan Kusala Sastra Khatulistiwa. Adimas kerap diundang dalam festival sastra seperti ASEAN Literary Festival 2015, Ubud Writers & Readers Festival 2015, Melbourne Writers Festival 2016, dan Festival Sastra Banggai 2019. Pada tahun 2019, Adimas terpilih mengikuti residensi penulis di Oslo, Norwegia dengan dukungan Komite Buku Nasional.
"Bahkan mungkin kita tak benar-benar mencintai yang kita tunggu. Mungkin kita hanya cinta hal-hal yang selintas tapi membelenggu." - Kepadamu Kupasrahkan Hidup dan Moodyku.
Really put me in such a mood for a big realization.
Anyway, what I like the most about Adimas‘ writings is the humor and the way he puts humor here and there, mostly as the title. His works are very enjoyable to read.
Buku pertama yang saya baca dari lima buku seri Selfie(sh). Karena baca versi ebooknya, saya gak tau seperti apa besarnya buku ini, mungkin dicetak kecil gitu ya kayak buku saku, mengingat ini totalnya hanya 30 halaman saja. Walau begitu, Adimas Immanuel tetap menulis puisi dengan baik dan saya suka hampir semua judul dalam buku ini.
Favorit saya : - 5 Rahasia Sederhana untuk Kecantikanmu - Dekatmu - Mimpi Menciptakan Manusia
Setelah berjam-jam sesudahnya, kau tersadar juga bahwa kecantikan adalah ilusi, sementara yang nyata adalah upaya-upaya mempertahankannya.
Buku puisi ini berada dalam satu bendel kumpulan puisi "Selfie(sh)"
Pencurian Terbesar Abad Ini bisa dikatakan sebagai buku puisi milik Adimas Immanuel yang pertama kali aku baca. Isinya menarik. Dengan gaya penyampaiannya yang menurutku juga tidak lazim. Ide dan gagasannya memberikan sesuatu yang bagiku, mungkin seperti hal yang tidak terpikirkan oleh banyak orang. Dan Adimans Immanuel mampu menyampaikannya dengan baik.
Dari kelima buku Selfie(sh). Buku ini yang paling berkesan. Bukan karna yang lain ga sebagus buku ini atau yang ini lebih bagus dari buku lain, cuma rasanya puisi-puisi disini tuh relatable banget sih. Sesederhana itu.
i only found a few suitable poems in here, and Pencurian Terbesar Abad Ini is the best poems I've ever read from this book.
"jangan mudah percaya apa pun. dunia ini dibentuk dari ribuan cermin dan labirin. kau akan temui dirimu berusaha menipu dirimu yang lain sementara dirimu yang lain lagi akan berusaha menyelamatkan dirimu yang hampir tertipu dengan penipuan-penipuan baru hingga kau menemukan dirimu tersesat dalam ribuan dirimu yang tidak utuh dan bertanya-tanya, dan bertanya-tanya, mana yang nyata, mana tanya yang nyata, hingga berharap seseorang yang sama sekali tak mengenalmu akan merekatkan diri-dirimu pada suatu hari baik nanti.
jangan mudah percaya apa pun. termasuk apa yang aku katakan sebagai apa pun. termasuk aku yang mengatakan padamu jangan percaya apa pun. tidak dirimu, tidak aku, tidak pakaian-pakaian yang menempel di tubuhmu, tidak sepatu, tidaksabun, tidak sisa makanan, tidak bantal, tidak kasur, tidak dinding-dinding, tidak sabun, tidak pasta gigi, dan tidak piring-piring. keraguan sesungguhnya jeda antara ruas-ruas punggungmu, yang menegakkan dan memampukanmu berjalan jauh ke dalam dirimu.
jangan mudah percaya apa pun. jangan percaya pencarian-pencarian apa pun. jangan mencari sesuatu yang membuatmu mencari. jangan mencari. jangan mencuri. jangan mencari karena percaya ada bagian dirimu yang tercuri. jangan melibatkan diri dalam pertarungan yang tidak bisa kau menangkan. yang kaucari tidak di sini.
pencurimu menunggu di tempat lain tidak percaya apa pun dari dunia ini."
This entire review has been hidden because of spoilers.
“Setelah berjam-jam sesudahnya, kau tersadar juga bahwa kecantikan adalah ilusi, sementara yang nyata adalah upaya-upaya mempertahankannya.”
Merupakan buku ketiga yang kubaca dari kumpulan seri Selfie(sh) dan puisi dalam buku ini yang paling kusukai. Rasanya terasa lebih dekat, lebih hangat dan lebih terhubung (related) saja dengan diriku sebagai pembaca. Puisinya pun terasa ringan dan nyaman untuk dilahap terlepas gaya dan tema puisi yang dituliskannya agak unik dan sedikit kurang lazim kalau dilihat dari sudut pandang puisi pada umumnya. Sisipan humor dalam puisinya membuatku menjadi lebih enjoy dan nyaman ketika membacanya.
Beberapa puisi yang kusukai dalam antologi ini antara lain "5 Rahasia Sederhana untuk Kecantikanmu", "Dekatmu", "Pencurian Terbesar Abad Ini", dan "Aku Berjanji Esok Akan Menjadi Orang yang Lebih Baik".
When it comes to poetry, I’m a simple person. In essence it’s hard to have many good poems, but if in one book, you have one good one, then I’ll say the book is good. And how do I judge if a poem is good or not? I judge it based on whether it moved me or not.
Two pieces in this book, “Kesuksesan Agung” /High Success and “Hidup adalah Statistik”/ life is a Statistic, was enjoyable for me, the former even put me to tears.
So even though I don’t typically like long forms of poetry, I’ll give this one a 4 star out of 5. Good job.
Jangan mudah percaya apa pun. Dunia ini dibentuk dari ribuan cermin dan labirin. Kau akan temui dirimu berusaha menipu dirimu yang lain sementara dirimu yang lain lagi akan berusaha menyelamatkan dirimu yang hampir tertipu dengan penipuan-penipuan baru hingga kau menemukan dirimu tersesat dalam ribuan dirimu yang tidak utuh dan bertanya-tanya, dan bertanya-tanya, mana yang nyata, mana tanya yang nyata, hingga berharap seseorang yang sama sekali tak mengenalmu akan merekatkan diri-dirimu pada suatu hari baik nanti.
Adimas di sini seperti berpuisi sambil main, ada cara beda dalam berpuisi. Contohnya di puisi "Aku Berjanji Esok Akan Menjadi Orang Lebih Baik", Adimas malah menuliskan beragam link yang mungkin dikunjungi untuk 'menjadi lebih baik' itu. Namun, di akhir larik malah ke p**nhub 😄
Semua judul ditulis dengan bentuk bermacam-macam. Sesuatu yang baru sih, bagus. Tapi mungkin kurang cocok dengan saya.
Membaca buku kumpulan puisi "Pencurian Terbesar Abad Ini" aku jadi makin kagum sama Adimas Immanuel dan nggak tau lagi harus gimana, kok bisa ya ada yang kek dia, duh, pusing, suka banget. Ingin kucuri isi pikirannya. Huhuhu.
Karya Adimas Immanuel ini adalah yang terfavorit dari rangkaian seri SELFIE(SH) lainnya. Apa yang ingin disampaikannya tepat sasaran dengan bahasa yang sederhana namun cukup membuat kita 'hening'.
satu yg bingung dr isi buku ini: sajak/puisi yg berjudul Aku berjanji esok akan jadi orang yang lrbih baik. apa2an itu isinya? tali ya sudahlah. hanya penulis yg tau.
This entire review has been hidden because of spoilers.
cantik. favoritku "dekatmu", "aku ingin", dan "aku berjanji esok akan jadi orang yang lebih baik". format puisinya banyak yang unik walau font-nya kadang bikin susah mencerna tulisannya.
Mengulas kembali hidup dalam nyanyian sajak penuh renungan. Bagian favorit: • Kesuksesan Agung • Dekatmu • Kita_Revisi_23_Fix_Final_LetihnyaAllah.docx • Aku Ingin
Favoritku: 5 Rahasia Sederhana untuk Kecantikanmu (Bagian "Adas"), Pencurian Terbesar Abad Ini, Dekatmu, Mimpi Menciptakan Manusia, terakhir Kepadamu Kupasrahkan Hidup dan Moodyku.
Seperti air mengalir, ini enak sekali untuk dibaca. Isu quarter-life crisis sebagai ide puisinya benar benar well-executed. Adimas memang yang paling bisa dalam menaruh humor diantara keresahan-keresahan hidup.
Menghangat membacanyaaa. Meski agak sedikit bingung dengan layout dan tulisan-tulisan miring, kecil, dan dempet-dempet, tapi untungnya isinya lumayan hehe.