Selayang Pandang Negeri Nangroe
Meminjam istilah 'Le petite histoire' (sejarah kecil) yang pernah dikemukakan Rosihan Anwar, buku berjudul Perempuan Pala yang ditulis Azhari Aiyub ini merupakan serangkaian cerita pendek yang dikemas fiksi, seolah menceritakan sejarah kecil yang bisa berarti sejarahnya orang 'kecil' atau orang-orang yang tidak berpengaruh besar maupun tidak dianggap, namun bisa juga berarti serangkaian peristiwa kecil sebagai fragmen-fragmen yang mengisi peristiwa besar.
Penulis yang namanya besar oleh karyanya; 'Kura-kura Berjanggut' ini mencuri perhatian saya. Meskipun belum membaca karya besarnya itu, saya mencoba mulai mengenal lewat 'Perempuan Pala'. Memang, kini kian tumbuh buku-buku tentang peristiwa sejarah 'kecil' yang diceritakan dengan latar daerah di luar Pulau Jawa dan yang membedakan dengan buku lainnya, buku ini dituturkan dengan sarat diksi bahasa Melayu-Aceh hingga membawa saya masuk ke dalam ceritanya yang memang tentang selayang pandang Nangroe Aceh dalam khazanah sejarahnya.
Saya selalu suka kumpulan cerita-cerita pendek dengan sudut pandang orang 'kecil' dalam peristiwa besar sebab dari sini perspektif baru diperoleh. Berbagai latar peristiwa dari kesultanan, perang menghadapi Belanda, serangkaian peristiwa sekitar pekai, hingga konflik GAM menjadi kekuatan dalam cerita ini. Nangroe dalam bahasa Aceh berarti Tanah Air, ya saya juga baru tau ini. Tanah air Aceh memiliki sejarah yang amat panjang.
Yang cukup menarik perhatian saya, dalam 'Perihal Abdoel Gaffar dan Si Ujud' membuat saya menebak-nebak kisah ini mungkin terinspirasi dari tokoh Snouck Hurgronje yang ditugaskan pada misi perang Aceh oleh Pemerintah Hindia Belanda hingga tercatat dalam sejarah sebagai tokoh penting yang berkontribusi memenangkan perang itu. Selain itu, dalam 'Yang Dibalut Lumut', 'Menunggu Ibu', 'Kupu-kupu Bermata Ibu', kehilangan, penantian dan harapan takluput meliputi perasaan orang-orang yang mengalami sejarah panjangnya.
Buku ini kembali mengingatkan kita untuk menolak lupa tentang sekitar peristiwa besar yang mungkin masih menyisakan luka bagi orang-orang 'kecil' yang mengalaminya.
#dontjudgeimjustreading
#readandchill