Jaka Kelana: bajak laut yang konyol, tapi pintar (terkadang). Cita-citanya kali ini bukan terkenal dan disegani, simpel saja, gimana sih caranya biar nggak jomlo lagi? Dia pengin banget melamar Galuh, sang pujaan hati. Namun, apa profesi bajak laut—yang jadi buronan banyak orang—bisa memiliki masa depan bagus?
Gajah Mada: panglima perang Kerajaan Majapahit. Cita-cita Mahapatih adalah menyatukan Nusantara, menaklukkan beberapa daerah. Sumpah Palapa pun ia ucapkan, yang merupakan janji setia kepada kerajaan.
Tentu saja, di setiap perang ada banyak cerita. Drama apakah yang terjadi pada sang Mahapatih dan kisah-kisah perangnya? Lalu, bagaimana cerita Jaka Kelana bisa terkait dengan Mahapatih Gajah Mada yang hidup puluhan tahun lalu? Apakah Jaka berhasil membuktikan bahwa ia ganteng dan tidak jomlo selamanya? Padahal, kegantengan dirinya itu mutlak menurut Jaka seorang. Petualangan Jaka Kelana adalah novel komedi berlatar sejarah yang pertama di Indonesia!
Adhitya Mulya adalah penulis novel bestseller yang dikenal lewat banyak karya, seperti Sabtu Bersama Bapak, Jomblo, Gege Mengejar Cinta. Kali ini, lewat riset sejarah dan komedi khasnya, ia berhasil menulis novel yang diceritakan dengan menarik. Baca juga: Bajak Laut & Purnama Terakhir
Adhitya Mulya (Adit) aspires to be a story-teller.
At early age, Adit learned and enjoyed story telling thru visual mediums like movies and drawings. This, inspired little Adit to take up drawing as a child, and later photography in his teen years.
As a young adult, Adit tries to expand his storytelling medium thru novels. Jomblo (2003) is his first novel (romantic comedies) and was national best-seller - and later made into a movie by the same title (2006). He went on to write another rom-com novel Gege Mengejar Cinta (2004).
Adit uses novels as a medium to try new genres. Travelers Tale (2007) was the amongst the first Indonesian fiction novels with traveling theme before becoming mainstream in Indonesia. Mencoba Sukses (2012) was his effort to try on horror-comedy which later found, not working very well.
He released Sabtu Bersama Bapak (2014), a family themed novel which again became national best seller, well received, and also made its' way into motion picture (2016).
His latest novel, Bajak Laut & Purnama Terakhir (2016) - is his effort in learning how to make a thriller-history novel.
Adit's passion towards storytelling branches out from drawing, photography to novel and move scripts, which amongst other are, Jomblo (2006) Testpack (2012) Sabtu Bersama Bapak (2016) Shy-Shy cat (2016).
Selesai~ Yaampun suka banget uwuwu~ Cocok buat yang suka fiksi sejarah dengan sajian komedi. Sebelumnya kusarankan baca Bajak Laut dan Purnama Terakhir dulu, biar gak roaming tentang siapa itu Jaka Kelana dan kru Kerapu Merah.
Masih membahas tentang kerjaan Mataram, tapi kali ini kita akan mengenal sisi lain patih Gajah Mada.
selain kita di suguhi kepolosan beberapa anak buah si jaka, kita juga diajak untuk belajar sejarah ala Kang Adhit. Hal yang saya suka salah satunya adalah diary yang di tulis oleh Patih Gajah Mada. seandainya jika itu memang terjadi keren juga tuh Patih hahahaha dan saya ingin sekali untuk membaca diary Patih Gajah Mada. Namun, kira-kira ada gak ya??😂😂
Bajak Laut dan Mahapatih merupakan kelanjutan dari novel Bajak Laut dan Purnama Terakhir yang telah terbit lebih dulu. Masih mengisahkan kehidupan Jaka Kelana, sang bajak laut bersama awak kapalnya, Kerapu Merah yang konyol dan unik. Jika selama ini image bajak laut itu kejam, jahat dan sejenisnya, itu tidak akan kamu temui sama sekali pada sosok Jaka Kelana .
Jaka Kelana ini punya tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi, dia menganggap bahwa dirinya ganteng 😂 sayangnya, dia harus mengakui kalau kegantengannya tidak bisa membuat sosok Galuh menerima cintanya (Jaka sudah ditolak lebih dari 12x dan belum menyerah juga)
Jaka pun masih menjadi buronan nomor 1 senusantara. Nah, kali ini petualangannya berlanjut. Jaka Kelana terlibat sesuatu yang berhubungan dengan rahasia Mahapatih Gajah Mada. Nah bagaimana bisa mereka saling terikat? Temukan jawabannya sendiri dengan membaca novel ini ya 💙
Sekali lagi dibuat jatuh cinta dengan tulisan Kang Adhitya. Idenya unik sekali memadukan sejarah dan komedi, sesuatu yang terasa "tidak mungkin" bahkan mungkin jarang diangkat, bisa menjadi sesuatu warna baru dalam dunia fiksi 😍😍😍
Aku suka dengan eksekusi ceritanya, terutama bagian mengintip jurnal harian Sang Mahapatih. Sesuatu yang terasa personal sekali. Didukung dengan ilustrasi yang cantik dan bagian fiksi vs fakta di halaman akhir, kita jadi tidak perlu repot-repot menebak mana yang fakta dan mana yang fiksi belaka.
Aku sih berharap bakal ada kelanjutannya lagi kisah Jaka Kelana. Karena endingnya masih terasa menggantung sekali .
I love this soooo much! Jaka Kelana si makhluk kepedean, impulsif, tapi diem-diem cerdas! Situasi lagi serius eh doi malah lawak. Komedinya dapet, romansanya dapet, adegan aksinya dapet. Berharap seri ini bakal berlanjut terus sih.
Jaka, bajak laut konyol yang berpengalaman (konyol nya). Antara keberuntungan dan kecerdikan, tipis banget. Tapi harus diakui, memang Jaka Kelana ini cerdik. Ngakak yang gak mubazir.
Buku ini menceritakan tentang cinta dalam level yg berbeda. Di balut cerita humor awak kerapu merah yg segar di ingatan saya di buku pertama, sampai kepada kisah perjuangan cinta Jaka.
Lebih suka buku kedua ini daripada yang pertama. Lebih dalemmm ceritanya sukaaa. Porsi romancenya ga kemanisan, tapi bisa bikin baper. Sejarahnya mantap jiwaa.
Awal cerita dalam buku ini sempat bingung kenapa jaka kelana dikenal sebagai sang pembunuh naga. Ternyata, alasannya ada di buku seri pertama novel Bajak Laut & Purnama Terakhir. Setelah ku baca buku seri pertama, barulah diriku melanjutkan baca buku ini. Secara konsep, diriku lebih suka buku seri pertama, tetapi buku yang satu ini juga tidak kalah serunya loh.
Diriku bahkan tertawa ketika membaca buku ini gara-gara tingkah konyol Jaka Kelana. Mulai dari mengganti nama menjadi Jaka Celana karena banyak pendekar dan umat manusia yang memburunya dalam keadaan hidup ataupun mati. Selain itu, nama tim Kerapu Merah diganti menjadi Pesut Hitam supaya aman ketika bersandar di pelabuhan. Namun, ujung-ujungnya balik lagi ke nama semula karena Jaka Kelana butuh uang hahaha.
Di samping itu, tak hanya sekadar komedi dan sejarah yang disajikan dalam cerita ini, tetapi ada juga kisah sedih seperti perpisahan Jaka Kelana dan awak Kerapu Merah. Selain itu, ada juga kisah romantis yang disajikan melalui catatan peninggalan mahapatih. Penggabungan unsur-unsur ini yang menjadikan cerita tidak membosankan.
Buku ini memiliki persamaan pada buku seri pertama yang terletak pada bagian akhir buku dimana melampirkan fakta vs fiksi. Ini sangat membantu pembaca untuk bisa membedakan mana yang fiksi dan mana yang sejarah. Sebenarnya, masih sulit diriku membedakan bagian fiksi dan sejarah walau sudah ada bagian tersebut karena perlu adanya pengetahuan tentang sejarah gajah mada. Sejauh ini, diriku menikmati alur cerita karena dalam buku ini tidak hanya tulisan yang disajikan, namun terdapat ilustrasi gambar yang membuat pembaca berimajinasi selama membaca buku ini.
ini sebenarnya buku ke 2 dr petualangan jaka kelana, yg pertama adalah bajak laut dan purnama terakhir. aku nekat baca buku ke 2 😂🙈tapi aku bisa ngikutin dan paham ceritanya. hbs ini baca yg pertama biar lebih paham hehe. petualangan Jaka kelana ini bersama dengan kerajaan mataram dan sejarah majapahit. seperti yg kt tahu salah satu tokoh terkenal Majapahit adalah Gajah Mada yg terkenal dg sumpah Palapa nya. bersama lembaran sejarah, kita diajak berpetualangan bersama Jaka mencari pusaka yg hilang dan mendengar kisah romantis Gajah Mada dg Dek Gita yg bikin berkaca kaca. pertarungan pasak bumi, cantik wangi dan pasukan mataram di deskripsikan dengan epic. dan pertarungan ending jg bagus. dan positifnya, ilustrasi buku ini cakep dan tidak membuat bosan. ceritanya bagus mempadukan fiksi dan sejarah beserta komedi yg jarang kt temukan di novel Indonesia. keren. (ada fiksi vs fakta dibelakang buku) hanya saja dibeberapa bagian, alurnya terlalu cepat, sehingga susah membayangkan nya.. komedinya pun ada beberapa part garing, tapi ada juga yang bikin geleng2 kepala sampai ngakak 😂 untuk penulisan di buku ini terdapat banyak typo yang bikin kurang nyaman baca. hehe tapi overall, aku ksh 4🌟 dari 5 🌟
Jaka Kelana adalah seorang bajak laut yang sampai saat ini masih seret jodoh dengan tampang yang tolol tidak tertolong.
Bersama awak kapalnya yang tidak kalah kocaknya dengan jaka, mereka melalui rintangan dengan kerjasama yang baik.
Kali ini Jaka terpincut iming-iming uang dari Datuk Sri Zubardah yang seorang putri sultan dari johor, yang dimana Jaka ingin mengumpulkan uang secepatnya agak bisa mempersunting Galuh sang pujaan hati. Putri Zubaedah meminta Jaka mengambil kepingan emas dari Mahkota Sultan Mataram. Bisakah Jaka melakukannya, sedangkan dirinya sedang diincar oleh para pendekar juga kompeni ?
Ceritanya Fresh banget dan ada ilustrasi. Aku suka karena ada foot note yang bantu menjelaskan Istilah-istilah sejarah yang ada dan juga ada lebar Fakta VS Fiksi yang menambah pengetahuan aku. Jadi aku ngerasa dapat ilmu sejarah, di balut cerita fiksi dan humor disaat bersamaan.
Naaah langsung lanjut ke sekuelnya. Sempet sedih sih ga ada versi kindle dan cuma ada e-book yang cuma bisa dibaca via app. Ya udah rela beli buku fisiknya itung-itung koleksi 😝
Gue lebih suka yang ini sih! Selain berhubungan dengan sejarah Mahapatih Gajah Mada, juga ada side story tentang unrequited love yang gemes banget. Level fiksi fantasinya juga bisa dibilang mungkin banget kejadian. Baca ini juga 3x duduk langsung beres! Semoga petualang Jaka Kelana bisa lanjut ya kang @adhityamulya 🔥🙌🏼
Selesai dalam 1,5 hari dan puas banget !! kayanya boleh nih jaka kelana jadi serial :D Di buku yang ini terkesan bgt sm part kisahnya Mahapatih, cintanya sederhana dan lurus aja gitu rasanya. Gita yang ini jadinya baper XD Dan mungkin bener juga yang selama ini dibilang Jaka Kelana, dia memang terlalu genius untuk hidup di jaman itu, kepintarannya lebih banyak keluar di buku kedua, puas sama endingnya !
Kisah Jaka dan Kerapu Merah (.. Pesut Hitam?) berlanjut setelah mengalahkan naga di Bajak Laut & Purnama Terakhir. Di novel ini menyoroti kisah cinta dari Gajah Mada yang green flag itu!!! Masih komedi, tapi menurutku ceritanya lebih serius dari yang pertama. Mending baca dulu Bajak Laut & Purnama Terakhir biar nggak ngang ngong karena beberapa part akan merujuk cerita dan tokoh di novel itu. Suka banget penulisan Kang Adhitya Mulya, bisa menyajikan dua POV dalam satu cerita yang akhirnya ketemu jadi satu perjuangan. Oiyaa, jokes di footnote-nya kayanya lebih sedikit ya?
Udah ngefans sama karyanya mas adit dari sejak jaman Jomblo. Bajak laut dan mahapatih ini ceritanya seru. Lanjutan dari buku pertamanya, masih bercerita tentang Jaka Kelana dan kru Kerapu Merah, yang sempat berubah nama menjadi Jaka Celana dan Pesut Hitam, keliling pelabuhan di Indonesia mulai dari Pelabuhan Banten, pelabuhan palembang sampai pelabuhan di dareah timur Indonesia. Kalau ingin tahu detailnya, silahkan baca sendiri bukunya. It's a fun read. Ditambah lagi sama komedi khas Adhitya Mulya yang bikin ngakak.
Klimaksnya kurang bombastis dibanding novel pertama. Kekonyoloan Jaka Taruna dan Kerapu merah sangat menghibur. dan Plot Twistnya juga bagus. makasih hiburannya
lanjutan petualangan Jack Sparrow Nagreg (memancarkan aura gantengnya di Mataram) yang (sebenernya) udah kaga direstuin semesta. Udah ya bang Ganteng, udah gw kasih bintang bagus nih.
keren bgt bgt bgt! ak cmn baca buku ini sehari doang saking excited nyaaa! and cerita nya keren parah siiii,ilustrasi nya jg bagus and menarik nya lg dia ada lembaran “Fakta Vs Fiksi” keren bgt bangetannn wajib baca sikk parah! 😍🔥
“Jika sebuah perkara jatuh ke tangan penguasa yang bijak dan arif, maka perkara itu akan memberikan manfaat untuk orang banyak. Jika sebuah perkara jatuh ke tangan penguasa yang tamak dan haus kuasa, maka dunia dapat jungkir balik dibuatnya.” (hlm. 54)
Ini kali pertama saya membaca kisah petualangan Jaka Kelana dan Kerapu Merah. Sempat ragu, apakah akan bisa ‘nyambung’ dengan cerita buku dua ini, berhubung saya belum membaca buku satu (Bajak Laut & Purnama Terakhir). Tapi ternyata kekhawatiran saya tersebut sirna sesudah membaca buku ini. Meskipun belum membaca keseruan kisah Jaka Kelana membunuh naga di buku satu, itu tidak masalah. Toh kisah di buku ini bisa dibilang berdiri sendiri. Meskipun demikian, tentu lebih afdol jika kamu sudah menamatkan baca buku satu terlebih dulu sebab akan lebih paham mengapa Jaka diburu banyak pendekar di awal cerita buku ini.
Dengan mengusung label ‘komedi sejarah’, buku ini memang memadukan penggalan catatan sejarah Nusantara terutama di masa kejayaan Kerajaan dan Kesultanan di tanah Jawa dengan kisah fiksi petualangan, dikemas dalam nuansa humor dan selorohan yang mengundang tawa, yang menyiratkan keinginan penulis menyuguhkan cerita sejarah dengan gaya ringan menghibur. Bahasanya pun tidak seratus persen baku, dikombinasikan dengan gaya bahasa informal ala novel kontemporer tapi tetap sesuai konteks seting dan tokoh. Berbagai istilah dan fakta sejarah disuguhkan dengan tambahan catatan kaki. Fakta sejarah dipadukan dengan fiksi secara apik, tapi tetap disertai ulasan singkat di halaman terpisah di bagian akhir buku sehingga pembaca bisa membedakan dengan mudah mana fakta mana fiksi.
Selain tokoh Jaka Kelana yang menjadi fokus utama dengan segala kekonyolannya, keempat kawannya Lintong, Aceng, Surendro dan Abbas yang setia kawan, kehadiran tokoh Wirakrama yang berwibawa menjadi ‘penyeimbang’ karakter mereka, sehingga cerita tak melulu dibawa melucu. Sedangkan sisipan kisah romansa Jaka Kelana dengan Galuh, Mahapatih Gajah Mada dengan Sri Gitarja memang fiktif tapi tetap diramu menjadi plot yang menarik. Disertai duel dan aksi kejar-kejaran yang seru, Adhitya Mulya juga tak lupa memberikan kejutan-kejutan sepanjang cerita. Dan karena buku ini tak terlampau tebal, saya menamatkan baca tanpa terasa, terhanyut dengan aksi heroik Jaka Kelana, Wirakrama dan kawan-kawan.
Jika kisah Jaka Kelana dan kawan-kawan memiliki kelanjutan di buku tiga, saya yakin pembaca setianya akan menantikan. Terlebih lagi jika banyak menampilkan aksi laga di lautan, sesuai julukan Jaka: si Bajak Laut yang konyol tapi pintar. Dan sebaiknya juga masih dilengkapi dengan ilustrasi cantik di sejumlah halaman seperti di buku dua ini.
Saya baca buku ini tanpa baca buku pertamanya dulu, jadi memang ada beberapa jokes yang saya ga paham, tapi selebihnya saya bisa mengikuti alur ceritanya dengan mudah.
Awalnya sih sama sekali tidak tertarik sama buku ini, walaupun komedi-sejarah kayaknya baru buku ini doang tapi masalahnya buku ini bawa-bawa Mahapatihnya Majapahit, Gajah Mada. Dia sangat terkenal, setiap pelajaran sejaran porsi Gajah Mada dengan sumpah Palapanya selalu lebih banyak diabnding materi lain. Lagi pula sudah berapa banyak buku sih baik fiksi ataupun non fiksi yang bawa-bawa nama Gajah Mada dan Majapahit? Banyaaaak. Jadi saya hanya mengira, buku ini tidak akan jauh berbeda dengan yang lain.
Untungnya saya nonton video Kak Aya dan Kak Gia, salah dua Booktuber faorit saya, membahas buku ini, dan mereka suka. selera baca saya mereka ada kemiripan, jadi saya penasaran dong kalau mereka bilang buku ini bagus. Akhirnya setelah gagal terus ikutan GA-nya, saya beli langsung ke toko Gramedia terdekat. Dan iya ternyata saya suka.
Alur dan tokoh di buku ini dipersiapkan dengan matang, terlihat sekali bahwa penulis melakukan riset yang lumayan. Saya termasuk penyuka pelajaran sejarang di sekolah, jadi sejarah Majapahit mah tahu lah garis besarnya. Lembar Fakta vs. fiksi dibelakang sangat membantu untuk kita bisa membedakan mana yang fakta, mana yang fiksi. Karena beberapa fakta memenag dibumbui supaya menarik.
Oh dan humornya. Lumayanlah, berhasil membuat saya senyum-senyum sendiri hehehe. Humornya berasal dari tingkah para tokohnya ya, bukan dari plot yang dipermainkan.
Ini adalah buku sambungan Bajak Laut dan Purnama Terakhir yang mampu membuatku membuka buku sejarah.
Di buku ini, Jaka Kelana masih dikejar-kejar pihak kompeni karena perbuatannya dari buku pertama.
Udah mengerti kan maksud dari judul dalam seri ini. Dalam buku ini mengangkat kisah Gajahmada, Sri Gitarja, kerajaan Majapahit, dan Patih yang dituduh berkhianat.
Semua lika liku tersebut membalut isi dalam buku ini. Kekonyolan dan banyolan yang dilontarkan Jaka sebagai tokoh utama dalam buku pun jadi terlihat garing banget!
Jujur aja ya buku bukan tipe aku banget.!
Sepanjang membaca buku ini aku berasa melihat film The Pirates Of Caribbean dan kelakuan tingkah kocaknya Lufi dari komik One Piece.
Di beberapa bagian ada yang typho, ada juga kalimat-kalimat yang dibacanya aneh. Pada saat mengakhiri buku ini. OK, cukup! Aku gak cocok dengan bukunya. Aku akhiri sampai di sini saja untuk seri bajak lautnya. Udah gak mau melanjutkan seri berikutnya (kalau terbit).
Aku setuju banget kalau buku pertamanya lebih bagus, berbobot dan enak di baca! Semua komposisinya masuk semua.
Buat pembaca pemula genre sejarah, buku ini bisa di coba! Kali aja terinspirasi untuk mendalami dan membaca referensi sejarah lainnya yang lebih berat. Buat pembaca ekspert genre sejarah, harap menjauh dari buku ini!