Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kita Terlalu Muda untuk Jatuh Cinta

Rate this book
Saat SMP, Azna pernah menyaksikan temannya melahirkan di dalam kelas. Kejadian tersebut meninggalkan sedikit trauma, membuat dia mulai mengasingkan diri dari makhluk berjenis laki-laki. Bahkan di semester awal SMA, bersama dua sahabatnya, dia mengajukan ekskul Anti Pacaran pada pihak sekolah guna mencegah kejadian yang pernah menimpa temannya terulang. Seperti melempar bumerang yang kemudian berbalik arah. Ide anti pacaran itu menjadi abu-abu ketika Farah, salah satu sahabat yang juga penggagas ekskul tersebut, mulai berhubungan kembali dengan laki-laki yang pernah dekat dengannya saat SMP. Lalu, debar-debar yang kerap dirasakan Azna setiap kali melihat Reksa, si ketua kelas, latihan panahan di sekolah semakin membesar meskipun selama ini terus dia tekan. Mendapati kenyataan bahwa dirinya sendiri merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis, bisakah Azna tetap pada prinsipnya untuk tidak pacaran?

304 pages, Paperback

Published February 3, 2020

12 people are currently reading
70 people want to read

About the author

Aiu Ahra

17 books40 followers
Ordinary woman with ordinary life.
Half Author, Half Dreamer.
Sky. Star.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (25%)
4 stars
31 (56%)
3 stars
8 (14%)
2 stars
2 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Dion Sagirang.
Author 5 books56 followers
March 6, 2020
Blurb dalam novel ini sudah cukup memberikan gambaran isi cerita. Saya suka cara Aiu menulis. Saya suka cara Aiu membangun kedua tokoh dengan latar belakang yang kuat. Saya suka dengan cara Aiu menuliskan debaran hati kedua tokoh tanpa melibatkan banyak adegan. Saya suka dengan pilihan keduanya di akhir.
Saya merekomendasikan novel remaja dengan bumbu islami ini dibaca oleh anak-anak yang baru mengenal cinta.
Profile Image for Dedik Ariyanto.
50 reviews1 follower
March 31, 2020
Buku dengan label "Novel Remaja Islami" ini, mengangkat permasalahan yg kerap kali terjadi di masa remaja saat ini. Tentang gaya pacaran remaja yg sering kali kehilangan kendali.

Tersebutlah Azna yg menolak untuk pacaran, tetapi diam-diam menyukai Reksa. Reksa yg menyimpan sebuah rahasia dalam kehidupannya, tentang keluarganya.

"Ada rahasia yang sebaiknya jadi rahasia selamanya. Tapi selalu ada hati yang nggak tenang karena rahasia itu." (Hlm, 70)

Ini buku pertama dari penulis yg aku baca. Dan, aku dibuat jatuh cinta. Aku tidak terlalu muda, tapi sangat tua untuk membaca cerita seperti ini. Tapi, aku bisa menelannya dengan mudah. Plot cerita menarik, dengan premis yg sedikit berliku. Alurnya sendiri mulus, seperti jalan yg baru saja di aspal. Meskipun terdapat kerikil-² tajam. Percayalah itu hanya sebuah tantangan agar makin terasa dan merasuk dalam raga.

Pengambilan sudut pandang bergantian, antar tokoh utama cukup efektif. Terlebih lagi dalam mengekpresikan setiap perasaan masing-² tokoh. Ceritanya sangat relevan, terutama di masa sekarang. Saat pergaulan remaja, mulai kehilangan kontrol. Kebebasan yg akhirnya kebablasan.

Pesan yg disampaikan sungguh tepat. Melalui dua tokoh yg punya instrik masing-².

Meskipun begitu, tak ada kesan mengurui. Aku sendiri mendapatkan kenyamanan maksimal saat mengigit ujung-² paragraf pembentuk kalimat dan narasi. Melalui dialog-² ringan namun memberi beban.

Dapat aku bilang, ini kisah sangat remaja. Tentang cinta, cita-cita, dan pencarian jati diri.

Konfliknya sendiri tak sesederhana gaya penulisannya yg memang menawan ini. Permasalahan remaja, dibuat panjang seperti judulnya, namun memiliki kemanisan gula jawa yg membuat lidah ketagihan.

Remaja identik dengan cinta dan pacaran. Bahkan pilihan seperti ini dibenarkan. Di usia yg masih belia, mereka mengenal cinta dan tumbuh dengan cepat.

Pertanyaannya, sudah siapkah mereka dengan yg namanya cinta?

"Kamu boleh nolak pacaran, itu memang nggak dibenarkan dalam agama kita, tapi jangan menolak cinta. Karena cinta itu datangnya dari Yang Maha Menciptakan." (Hlm, 109)

Buku ini menyentuh dan tak hanya berkoar-koar tentang sebab akibat remaja mengenal cinta terlalu muda. Tapi, lebih dari itu. Ada kehangatan yg menjalar saat menelusuri jalinan kisah Reksa dan Azna. Ada tidak ketegangan yg kian menanjak. Dan rasa gemas saat mengetahui pilihan-² tokoh utama untuk mengakhiri kisah mereka.

Melalui kedua tokoh yg bercerita bergantian, pembaca akan dibawa menelusuri lorong-² penuh tanda tanya. Akan dibawa kemana pembaca. Meski, tebakan pembaca sering kali tepat, kejutan kecil yg memberi sengatan muncul di beberapa bagian.

Hanya saja, ada harapan yg mungkin akan memberi kepuasan lebih untuk pembaca. Terutama, kabar ekskul anti pacaran yg digagas oleh Azna, pertengahan hingga akhir cerita tak pernah dibahas lagi. Padahal, jika sedikit disinggung akan lebih baik lagi, mengingat akan pilihan remaja-² di buku ini.

Setting cerita di Jogya, detailnya memang tak terlalu difokuskan. Pembaca bisa menerka melalui dialog dari si tokoh, meskipun medok Jawa sendiri tak terlalu mencolok. Aku berharap akan ada dialog berbahasa Jawa. Dengan cacatan kaki tentu saja. Akan sangat memberi rasa dan penekanan.

"Aku pernah mendengar kalau seorang laki-laki jatuh cinta pada perempuan, maka orang pertama yang akan cemburu adalah ibu mereka." (Hlm, 157)

Tak bisa dipungkiri, kalau buku ini menggambarkan kemelut hati, dari dua anak manusia yg sedang dilanda cinta. Antara prinsip dan perasaan. Siapakah yg akan berkuasa? Terkadang perasaan lebih mendominasi sehingga mematahkan segala macam prinsip. Dengan membaca buku ini, akan tahu seperti apa akhirnya. Sebab tak semua dugaan manusia itu berakhir sama.

Eksekusi cerita dengan tetap berpegang teguh pada tujuan awal pembuatan cerita, berhasil dengan baik membuat pembaca berpikir. Pesan moral tentang pacaran tersampaikan. Lebih-lebih untuk para remaja. Meskipun akan ada banyak yg mencerca, bahwa ini terlalu suci untuk remaja. Percayalah, bahwa manusia yg berpikir seperti itu, punya pandangan yg sangat sempit.

Pembaca dewasa sepertiku, mampu menjelajahi waktu yg telah berlalu. Secara tidak terduga, memberi kesempatan untuk kembali ke masa yg telah pergi puluhan tahun lalu. Sementara untuk pembaca remaja, bisa memberi asupan energi positif, agar tidak terlalu jauh melangkah saat pacaran.

Satu hal, tidak ada larangan untuk jatuh cinta. Hanya saja, ada waktu yang tepat untuk remaja merayakan cinta.

Aku sendiri, menyukai bangunan kisah seperti ini. Manis dan legit, tapi tetap berisi.

Membahas soal pacaran yg dipakai buat alasan untuk saling mengenal. Hei, ingat kawan! Bahwa di dalam agama islam ada istilah ta'aruf. Jadi, masih berdalih kalau pacaran itu tidak selalu buruk? Memang, tidak! Hanya saja, pacaran sehat itu, sering kali tak berhasil jika melawan hawa nafsu.

Di buku ini, jelas sekali digambarkan nilai-nilai negatif dan positif dari rasa yg bernama cinta.

"Cinta itu kayak candu yang nggak bisa ditolak. Indah, tapi di satu sisi ngasih rasa bimbang. Pada akhirnya, cinta cuma jadi alasan untuk membenarkan apa yang ingin dibenarkan. Cinta merefleksikan apa yang ingin kita lihat dari seseorang." (Hlm, 282)

Hati pembaca akan menghangat setelah menyelesaikan buku ini. Bukan karena akhir kisahnya yg manis dan menjawab sebuah tanda tanya yg diciptakan sejak awal. Namun, keteraturan dan gaya bahasa yg mengalir disertai deretan kalimat-² menyejukkan. Aku sendiri sepakat dan sepaham dengan pemikiran penulis akan definisi pacaran untuk remaja. Korelasinya untuk masa depan juga membanggakan.

Hubungan persahabatan dan kekeluargaan sangat mampu menghadirkan rasa tentram di dada pembaca. Terlebih lagi, dibagian akhir kisah. Saat percakapan Reksa dan orang yg selama ini dia cari. Bagian itu, menguras hati dan menimbulkan bulir-² air hangat yg merembes hingga ke pipi.

Dalam waktu sekejab, aku menempatkan buku ini menjadi salah satu buku yg layak untuk dibaca tahun ini.

Interaksi antar tokoh, hingga sudut pandang orang pertama dibuat bergantian antara Azna dan Reksa.

Pekerjaan yg baik. Penulis tidak hanya mencuri hati pembaca, tapi juga mengambil alih keadaan pembaca agar ikut terhanyut dalam derasnya kisah yg rupawan ini.
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
April 1, 2020
Jauh sebelum FanFiction, saya mengenal tulis-menulis dari novel Islami, terutama yang remaja (padahal waktu itu saya masih SD wkwk). Bahkan saat SMP saya punya auto-buy author yang sampai sekarang karya-karyanya masih saya ingat, meskipun nama beliau sendiri saya lupa 😅 ingatnya cuma anak Sastra China UI, barangkali ada yang tahu hehe.

Novel ini memiliki napas yang sama, jadi mau tak mau membuat saya bernostalgia. Tidak menggurui, bahasanya enak diikuti, ada ilustrasinya (novel-novel DAR! Mizan dulu selalu pakai ilustrasi kayak gini. Ada juga nomiknya. Sayang buku-bukunya sudah entah ke mana sekarang). Bedanya, ini lebih modern dan rapi. Dulu yang saya ingat masih tren sekali novel-novel dengan gaya bahasa berhumor, jadi kadang garing. Novel ini lebih sesuai dengan selera saya.

Saya pun bisa relate dengan ceritanya, sebagai mantan rohis (surprise, surprise) dan pernah menemui masalah yang sama saat SMA, meski tidak seekstrem Azna. Saya juga pernah punya mentor senior di rohis yang suka pulang bareng naik angkot dan kami suka cerita-cerita. Saya juga curhat ke beliau, dan mentornya Azna mengingatkan saya akan tanggapan beliau terhadap curhatan saya. Semoga beliau sehat selalu di mana pun berada.

Saya suka sekali alur ceritanya, terjalin rapi dan penuh emosi. Maksudnya, bahkan tiap gerakan kecil saja punya arti dan itu menambah nilai ceritanya. Perasaan Azna dan Reksa tumbuh dengan alami dan nggak lebay. Ceritanya juga ditutup dengan baik, menimbulkan rasa puas setelah membacanya. Sebetulnya dari bab-bab awal saya sudah mengira soal ayahnya Reksa dan konflik selanjutnya dengan Farah. Meski begitu, eksekusinya tetap mulus.

Saya merasa konflik di sini sangat ekstrem, ya. Maksudnya berapa besar sih, kemungkinan seseorang untuk terus dihadapkan pada kejadian traumatis yang sama? Tapi karena ini fiksi, seekstrem apa pun asal masih masuk akal kayaknya dimaafkan. Cuma kalau di dunia nyata, misalnya ada remaja yang hidup di lingkungan baik dan punya prinsip tegas, kayaknya bakal sedikit kemungkinannya buat ketemu hal-hal tak senonoh haha. Karena sudah dijaga lingkungannya.

Awalnya saya excited sama penokohan Azna karena dia sedikit unlikable (lagi-lagi, ngingetin sama diri sendiri yang dulu emang sempet nyebelin kek gitu haha. Maafkaaan). Saya berharap makin ke sana dia belajar dan memperbaikinya, tapi rasanya kok ujug-ujug langsung 'bener'? Kayak pendapat dia waktu Farah pacaran, rasanya terlalu bijak buat tokoh yang tadinya keras dan bengkeng.

Aiu Ahra telah menulis banyak genre--teenlit, metropop, dan domestic drama yang pernah juga saya baca, Unpredictable Marriage--tapi sepertinya elemen terkuatnya berada di novel Islami seperti Kita Terlalu Muda untuk Jatuh Cinta ini. Sangat merekomendasikan ini untuk remaja karena isu yang diangkat penting, terutama bagi muslim dan muslimah. Semoga bisa banyak yang baca dan mengambil hikmahnya.
Profile Image for Lelita P..
633 reviews58 followers
December 1, 2020
Whoaaa ini bagus bangeeettt, sangat well-written. Ngingetin saya zaman-zaman ketika novel remaja Islami sangat booming pada tahun 2000-an awal. Dan eksekusi cerita ini bener-bener juara: emosinya intens, latar belakang tokoh sangat kuat, pembangunan karakter kedua tokoh utamanya dapet banget, ditulis dengan mengalir tapi nggak menggurui, dan tetap nggak "keluar jalur". Mana ceritanya realistis banget, pula. I can relate to a degree that I'm ashamed to admit. Hahaha.

Membaca ini, menyelami cinta anak muda dari sudut pandang "anak lurus", membuat saya terserang nostalgia deras. Zaman SMA dulu saya pernah di posisi Azna, dan mungkin si dia pernah di posisi Reksa (never know how was his feeling, though, haha). Kisahnya sama--berakhir tanpa dimulai. Oleh karenanya, saya SUKAAA BANGET cerita ini, .

Ceritanya ketebak dan simpel banget sebenernya, tapi karena penulisannya sangat menghanyutkan dan intens, kita jadi terbuai untuk membacanya perlahan-lahan dari awal sampai akhir, mengikuti dinamika perasaan Azna dan Reksa. Saya suka karena cerita ini sama sekali nggak menye-menye, sebaliknya superrealistis dan manusiawi, lebih dekat pada perwujudan remaja "lurus" zaman sekarang. Dan meskipun memakai dua POV, suara Azna dan Reksa sukses terasa berbeda (selain karena font-nya juga). Kita jadi paham isi kepala dua-duanya dan bisa mengerti kehidupan mereka dengan baik, bisa memahami bagaimana perasaan mereka tumbuh, juga merasakan kepedihan mereka kala diserang kepahitan-kepahitan hidup.

Membaca novel ini tuh berasa lagi baca suatu konstruksi kisah yang dibangun perlahan dan hati-hati, layaknya istana kaca. Usai menamatkannya, yang tersisa hanya senyum sendu dan haru berkepanjangan karena kita ikut bersimpati pada dua anak manusia yang terlalu muda untuk jatuh cinta, tapi akhirnya memilih untuk melepaskannya karena menyadari apa yang lebih penting dari sekadar cinta fana semata.
Profile Image for sarah.
15 reviews
September 14, 2021
pretty good, ngerasa kalo si azna pick me girl BGTTTT. gue lebih suka pov nya yg cowo dripada pov nya yg cewe soalnya dia kek pick me girl bgtttt plss 😔😔
Profile Image for Nida Najwa.
88 reviews4 followers
September 6, 2020
Ini karya pertama Kak Aiu Ahra yang pernah kubaca.⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣���⁣⁣
Novel ini menceritakan tentang Azna yang mengasingkan diri dari laki-laki karena dia pernah menyaksikan temannya melahirkan. Saat SMA, ia mengusulkan untuk membuat klub anti pacaran pada sekolah. Tapi Farah, salah satu penggagas itu tersebut justru malah dekat dengan laki-laki lain. Ditambah lagi, debaran yang dirasakan Azna pada Reksa, anggota klub panahan sekaligus ketua kelas. Apakah Azna bisa tetap bertahan pada prinsipnya untuk tidak pacaran?⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Novel ini mengangkat tema tentang pacaran yang sering digandrungi anak muda zaman sekarang. Juga bahayanya terhadap kehidupan itu sendiri. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Sewaktu awal-awal membacanya, alurnya yang agak lambat membuatku sedikit bosan. Tapi, dipertengahan cerita, seiring konfliknya mulai dibuka, aku jadi makin penasaran dan bersemangat untuk melahap habis novel ini. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
Konflik yang dibawakan juga nggak melulu soal cinta-cintaan. Ada juga tentang persahabatan Azna, Ratih, Farah, dan tentang keluarga. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Ceritanya dituliskan dengan sudut pandang orang pertama, bergantian antara Azna dan Reksa. Jadi kita bisa memahami alurnya dari dua cara pandang yang berbeda. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Novel ini ditutup dengan ending yang melegakan. Baik Azna maupun Reksa sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mereka hadapi. Juga berhasil menyelesaikan perasaan mereka dengan damai.⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Kekurangannya mungkin ilustrasi yang ditempatkan di bagian yang kurang nyambung dengan ceritanya. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Nuansa islaminya juga cukup kental, sehingga bisa menjadi bahan renungan sebelum melakukan hal yang dilarang agama, terutama pacaran. ⁣⁣⁣⁣
181 reviews
March 18, 2020
Judul : Kita Terlalu Muda Untuk Jatuh Cinta
Penulis : Aiu Ahra
Penerbit : Laiqa ; PT Elexmedia Komputindo
Tebal : 298 hal.
Terbit : 2020

"Jatuh cinta itu nggak salah kok. "(Hal. 292)

Kita Terlalu Muda Untuk Jatuh Cinta berkisah tentang bagaimana Azna dan Reksa menyikapi perasaan 'cinta'. Buku ini juga tentang sebuah persahabatan yang tulus, serta kehangatan dan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

KTMUJC adalah buku ketiga karya Kak Aiu yang aku baca, karya sebelumnya sudah aku review juga btw.

Sama seperti sebelumnya, karya kak Aiu selalu khas, dan ada 'unsur persahabatannya'. Namun kali ini lebih kental ke arah spiritual remaja.

Aku suka sama perkembangan karakter Reksa dan Azna. Juga dengan pertentangan batin antara keduanya.

Konflik bukunya ringan banget sih, khas remaja gitu. Yang membuat buku ini beda dengan yang lain karena disini penyelesaiannya itu islami. Gak kayak teens pada umumnya.

Menggunakan sudut pandang orang pertama antara Reksa dan Azna secara bergantian dengan latar yang cukup dijelaskan dengan baik.

Karakter favoritku disini adalah Ayah Azna. Dia ayah idaman setiap anak gadis. Hangat, melindungi, dan siap sedia mendengarkan keluh kesah Azna.

Dan bagian favoritku di moment Ayah-Reksa. Syedihhh banget😭. Aku bener-bener mewek.

Kak Aiu, 'feel bukunya' sampai banget ke aku. Banyak banget pesan yang bisa ketik dari buku ini. Dan, endingnya sangat realistis menurutku.

Over all, aku suka sama bukunya!
Profile Image for Mare Mare.
Author 6 books1 follower
November 18, 2022
Baca novel ini jadi nostalgia novel-novel islami awal tahun 2000-an. Bahasanya ringan, jadi pas untuk remaja. Pesan moralnya, masuknya halus. Sebenarnya konfliknya sangat dekat dan relate dengan kehidupan sehari-hari, tapi penulis bisa meramu ceritanya dengan apik.

Kisah ini menceritakan soal Azna yang ga mau pacaran, karena pernah menyaksikan teman sekolahnya yang melahirkan di depan matanya. Pastinya temannya itu dihamili pacaranya. Sudut pandang kedua dibawa oleh Reksa, dia murid biasa aja. Anak ekskul panahan, yang suatu hari Azna malah jadi kepincut sama Reksa. Padahal Azna lagi berusaha ingin membuat ekskul anti pacaran di sekolahnya.

Sudut pandang bergantian ini, meski memakai aku, tapi pembaca bisa membedakan kedua karakternya. Azna cenderung lebih strict orangnya, lugas, dan teguh pendiriannya. Sedangkan Reksa lebih menjalani hidup dengan slow. Tapi dia punya masalah sama keluarganya. Dia kehilangan figur ayah, dan di rumahnya cuma ada kakeknya yang keras dalam mendidiknya. Lalu umminya yang menurut Reksa terlalu mengekangnya.

Novel ini bagus dibaca untuk remaja. Soalnya membawa pesan bahwa Islam ga melarang jatuh cinta, tapi yang ga boleh itu jika kita melakukan tindakan atas nama cinta di luar aturan-Nya. Kalau kita membaca kisah yang ada di novel ini, kita paham kenapa Islam sangat jauh mengatur urusan lawan jenis. Bahkan dari aksi-aksi yang mengarah ke zina, bukan hanya perbuatan zina itu sendiri.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 3, 2020
Ini bukan pertama kalinya aku membaca tulisan Kak Aiu. Jika sudah pernah membaca tulisan Kak Aiu, kamu pasti sudah mengenal kalau Kak Aiu suka menulis tentang remaja, cinta dan persahabatan.

Dalam novel ini pun masih menggunakan formula serupa, namun dikemas dengan memasukkan unsur religi dan islami. Novel ini mencoba menyoroti isu yang sudah umum terjadi pada remaja, yaitu remaja yang jatuh cinta kemudian berpacaran. Masalahnya para remaja yang secara usia dan mental belum stabil ini, kadang-kadang mencoba bahkan melakukan sesuatu yang melanggar secara agama, yang berakhir fatal seperti hamil diluar nikah.

Untuk itulah, novel ini mencoba menyoroti bahaya pacaran itu sendiri. Novel ini sangat kurekomendasikan untuk para remaja, khususnya yang masih SMP maupun SMA, perjalananmu masih panjang. Jatuh cinta memang anugerah, tapi pacaran bukanlah satu-satunya solusi. Bagaimana kamu menyikapi perasaanmu itu yang terpenting.

Seperti sosok Azna dan Reksa. Disinilah peran penting orang tua, seperti Ayah Azna disini. .

Secara keseluruhan, aku suka novel ini. Pesan yang ingin disampaikan tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami. Tidak ada kesan menggurui sama sekali.
Profile Image for darulh27.
13 reviews
December 27, 2023
dengan blurb super ciamik, ekspektasiku terlalu tinggi untuk novel ini. cerita berawal saat azna si tokoh utama mengajukan proposal komunitas anti pacaran di SMA saat masih kelas 10! menurutku langkah yang dia ambil terlalu berani untuk seorang siswi yang baru saja lulus SMP. aku sudah beranggapan kalau azna ini semacam cewek mandiri, bisa jaga diri, dan tegas ke laki-laki. ternyata oh ternyataaa pada bagian berikutnya ekspektasiku dijatuhkan sejatuh-jatuhnya. azna seperti cewek pemalu yang selalu butuh perlindungan dan apa-apa masih manja ke ayahnya. caranya menanggapi traumanya adalah dengan 'takut' bukan 'melawan takut'. perkembangan karakternya juga kurang, malah nggak berasa di aku. yang justru pengembangan karakternya bagus itu reksa. he has a goals to meet his biologys father. dia teguh sama pendiriannya, dan setelah merasakan risiko dari keputusan itu, dia belajar banyak. usahanya buat goals itu juga serius. nggak kayak azna yang waktu tau sahabatnya kena dampak buruk pacaran tapi karakternya gitu2 aja. i mean, dia beneran cewe yang "pokok pacaran itu salah" tapi nggak bisa menguatkan argumennya selain dampak pacaran adalah bunting.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Izzatil Ishmah.
29 reviews
April 18, 2020
Aku tertarik baca novel ini waktu pertama kali membaca judulnya. Covernya juga sangat bagus dan mencolok. Melihat ilustrasi dengan gambar anak SMA dan perempuannya berjilbab, sudah pasti ini novel remaja Islami.

Konfliknya cukup ringan, khas remaja gitu. Bercerita tentang bagaimana Azna dan Reksa dalam menyikapi perasaan "cinta" terhadap lawan jenis yang muncul tanpa permisi.

Menggunakan sudut pandang orang pertama secara bergantian. Jadi pada setiap bab nya gantian Azna Reksa Azna Reksa gitu. Walaupun diawal sedikit bosan karna adegan yang ada Azna dan Reksa nya jadi terkesan diulang-ulang (karna sudut pandangnya gantian). Sisi positifnya kita lebih bisa memahami debaran hati kedua tokoh🙈

Karna ini novel Islami jadi jangan berharap ada cerita lovey dovey ya disini🤣. Walaupun gak banyak interaksi kedua tokoh utama, tapi tetap gemezz banget sama mereka.. saling menyukai dalam diam gitu. Bagian lucunya saat Reksa kepergok ibunya nulis nama Azna di buku sketsa hahaha. Terus si Azna juga ketahuan bapaknya suka sama Reksa, sampai mau dilamarin katanya (ayah idaman banget☺️).

Membaca ini membuatku jadi sadar, kalau kita gak bisa menolak perasaan atau cinta yang datang tiba-tiba. Karna pada dasarnya cinta itu adalah anugerah dari Tuhan. Disisi lain cinta juga merupakan ujian. Karna saat itu kita diuji seberapa mampu dalam mengendalikan perasaan, menyembunyikan, ataupun menahan rasa hingga waktunya tiba.

Jadi guys bagi kalian yang merasa masih terlalu muda untuk jatuh cinta, tapi galau dengan perasaan yang datang tiba-tiba, bolehlah tengok buku nih barangkali dapat pencerahan (seperti aku) hehe.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Zask S.
29 reviews
September 10, 2022
Sebenarnya, gak ada yang istimewa banget sama buku ini. Tema yang disajikan adalah tentang jatuh cinta. Jatuh cinta tak pernah salah. Tapi walaupun begitu, buku ini tidak melulu bahas tentang percintaan. Semuanya memiliki porsinya masing-masing.

Kalau saja aku baca buku ini sendirian, aku bisa aja nangis. Kenapa? Masalah keluarga Reksa terasa pedih dan hubungan ayah-anak Azna bikin iri. Aku juga sempet berkaca-kaca waktu adegan persahabatan Farah-Ratih-Azna di akhir. Pengen bisa kayak mereka huhu.

Buku ini cocok dikala santai, dan aku merekomendasikan nya untuk kalian calon pembaca.

Sekali lagi, jatuh cinta tak pernah salah.
Profile Image for nazla.
7 reviews
July 5, 2023
☆ 4.5/5

Buku ini bener-bener definisi dari "right person, wrong time" BANGET!!!!! aku bacanya banyak tertampar sih hehe. kayak jatuh cinta itu ga salah dan wajar, tapi gimana cara kita untuk ga goyah aja gitu. Reksa dan Azna bener-bener keren banget. dari segi cerita, pertemenan Azna kuat banget. Azna dan Ratih tetap berteman dengan Farah. Pertemanannya Reksa juga keren, cuma emang karakter Reksa keras kepala banget, batu banget. Kisah atau permasalahannya itu ga kompleks yang rumit banget gitu, tapi pasti ada tetjadi di sekitar kita. jadi ya berasa relate banget sih. overall, novel ini keren 👍🏼
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
April 1, 2020
Rating 4.5

Review lengkapnya bia di baca blog aku yaa ;)
https://collection-of-book.blogspot.c...

Kita Terlalu Muda Untuk Jatuh Cinta ini merupakan novel remaja islami yang mengangkat isu tentang baik buruknya tentang pacaran dan kedekatan seseorang dengan lawan jenis. Dengan adanya buku ini seakan adalah waktu yang pas untuk para remaja agar tidak menyalahkan kodrat seseorang dalam menyikapi perasaan sukanya kepada lawan jenis. Masing-masing punya pilihan mereka sendiri.
40 reviews
November 19, 2023
Keren sama azna
Karakter azna dan reksa bisa dijadikan inspirasi anak remaja untuk melawan rasa ingin pacaran.
Intinya sih suka boleh,pacaran jangan.
Di zaman sekarang udah banyak yang nganggep pacaran hal lumrah tapi di buku ini kita dibuka pemikirannya kalau pacaran tu cuman jadi tempat menjerumuskan kita ke jalan yang salah.
Profile Image for Jeon Dani.
132 reviews64 followers
March 19, 2020
Review nyusul. Intinya, gue falling in love sama Dani (lah)
Profile Image for nir.
17 reviews
July 12, 2021
Ceritanya gemesin, aku suka! Tema yang diangkat juga menarik. Gaya bahasanya enak. Ada ilustrasinya juga, lucu-lucu banget! ^^
Profile Image for pasha.
190 reviews
December 6, 2021
Sebenarnya aku sangat suka dengan cara Kak Aiu merangkai kata. Cuma aku enggak suka Azna, enggak tahu deh dia enggak bisa dapat simpatiku. Aku lebih suka Frizi (lah). Disisi lain, amanat cerita ini bagus, cuma yaaa aku tidak bisa bersimpati dengan Azna mungkin karena terlalu keras kepala (?), tapi tujuannya sangat mulia. Overall 3 stars!
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.