Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ayah Dan Sirkus Pohon

Rate this book
Andrea Hirata adalah pemenang pertama penghargaan sastra New York Book Festival 2013, untuk The Rainbow Troops, Laskar Pelangi edisi Amerika, penerbit Farrar, Straus & Giroux, New York, kategori general fiction, dan pemenang pertama Buchawards 2013, Jerman, untuk Die Regenbogen Truppe, Laskar Pelangi edisi Jerman, penerbit Hanser Berlin. Dia juga pemenang seleksi short story majalah sastra terkemuka di Amerika, Washington Square Review, New York University, edisi winter/spring 2011 untuk short story pertamanya Dry Season. Tahun 2015 dia dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa di bidang sastra oleh University of Warwick, UK dan Tahun 2017 menerima penghargaan budaya dari pemerintah Prancis untuk karyanya Les Guerriers de L'arc-en-ciel (Laskar Pelangi edisi Prancis, penerbit Mercure de France). Laskar Pelangi telah diadaptasi dalam bentuk film, musikal, lagu, serial TV dan koreografi oleh Citydance Company, Washington, DC, dilayarkan di Berlinalle dan Smithsonian.
Laskar Pelangi telah menjadi international bestseller, diterjemahkan ke-40 bahasa asing. Telah terbit dalam 22 bahasa, diedarkan di lebih dari 130 negara. Melalui program beasiswa, Hirata meraih Master of Science (Msc) bidang teori ekonomi dari Sheffield Hallam University, UK. Hirata juga mendapat beasiswa pendidikan sastra di IWP (International Writing Program), University of Iowa, USA.
Karya Hirata berbahasa Indonesia: Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Song Book, Ayah, Sirkus Pohon, dan Guru Aini. Karya dalam bahasa asing The Rainbow Troops, Der Träumer, Dry Season.
Sejak Tahun 2010, secara mandiri Hirata mempromosikan minat baca, minat menulis dan mendirikan museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia, Museum Kata Andrea Hirata di Belitong.

204 pages, Paperback

Published February 2, 2020

15 people are currently reading
195 people want to read

About the author

Andrea Hirata

22 books2,440 followers
Under a bright sunny sky, the three-day Byron Bay Writers’ Festival welcomed Andrea Hirata who charmed audiences with his modesty and gracious behavior during two sessions.

Andrea also attended a special event where he and Tim Baker, an Australian surfing writer, spoke to a gathering of several hundred school children. During one session, Andrea was on a panel with Pulitzer Prize winning journalist from Washington, DC, Katharine Boo, which he said was a great honor.

The August event for the school children was very meaningful to Andrea, the barefooted boy from Belitung, as he made mental comparisons with the educational opportunities of these children, compared to what he experienced.

And now his own life story is about to become even more amazing, as his book Laskar Pelangi (The Rainbow Troops) is being published around the world in no less than twenty-four countries and in 12 languages. It has caught the eye of some of the world’s top publishing houses, such as Penguin, Random House, Farrar, Straus and Giroux, (New York, US) and many others. Translations are already on sale in Brazil, Taiwan, South Korea and Malaysia.

All this has come about because of the feeling of appreciation that the young Andrea felt for his teacher, Muslimah. He promised her that he’d write a book for her someday. This was because for him and his school friends, a book was the most valuable thing they could think of.

Andrea told a story that illustrated this fact. When royalties flowed in for him he decided to give his community a library. He spent a lot of money on books. He left the village headman in charge of administering the library. However, when he came back several months later, all the books were gone. People loved the books, but they had no concept of how a lending library functioned.

“Some of them could not even read, but they just loved to have a book, an object of great value and importance, in their homes. We will restock the library with books and this time it will be run by our own administration,” he laughed.

Andrea told this story as we sat in the coffee shop adjoining a Gold Coast City Library, one of 12 scattered around the city. One of the librarians, Jenneth Duque, showed him around the library, including the new state-of-the-art book sorting machine, for processing returns located in the staff area. As he saw the books being returned through pigeonholes by the borrowers and the computerized conveyor belt sorting them into the correct bin for reshelving, the sight made him laugh and prompted the telling of that story.

Andrea wrote the book for his teacher while in the employ of Telkom, but the completed manuscript was taken from his room, which was located in a Bandung student accommodation community. Whoever took the manuscript knew enough to send it to a publisher and that’s how Andrea, an unhappy postal service worker who had studied economics in Europe and the UK, became the accidental author of the biggest selling novel in Indonesia’s history.

He has since written seven more books.

Fast forward to 2011 and Andrea was in Iowa, the US, where he did a reading of his short story, The Dry Season. He was approached by an independent literary agent, Kathleen Anderson. They talked, but for six months there was no news until an email arrived telling him that one of the best publishers in the US, Farrar, Straus and Giroux, had accepted his book.

Then every week, more publishers said “yes” and now he has 24 contracts from the world’s leading publishers.

Andrea worked with Angie Kilbane of the US on the English translations of Laskar Pelangi and its sequel Sang Pemimpi (The Dreamer). Translators from several other countries have visited his home village in Belitung to do research.

“For a long time I wondered what was the key to the enormous success of my book,” Andrea said.

“I think there’s no single right answer. Perhaps people are fed up with writing focused on urban issues or esca

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
70 (36%)
4 stars
86 (44%)
3 stars
34 (17%)
2 stars
3 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
2 reviews1 follower
June 20, 2020
"Ayah" dan "Sirkus Pohon"

Sirkus Pohon ke Ayah
Ayah ke Sirkus Pohon

Sobirin dalam Sirkus Pohon
Sabiri dalam Ayah

Sobirin dengan pohon delima, sirkus kelilingnya, Tegar & Tara, Taripol dan Abdul Rapi.
Sabiri dengan puisinya, Zorro, dan Marlena.

Setiap babnya seperti menikmati 2 menu dalam 1 suapan.
Bukan aneh tapi rasanya unik.

Bagi yang sudah mencicipi rasa Ayah,
Dan sudah pernah mengunyah Sirkus Pohon,
Akan lebih mudah menikmati menu ini

Bagi yang belum pernah merasakan Ayah ataupun Sirkus Pohon,
Justru lebih seru.
Maka berkonsentrasilah
Untuk mencicipi setiap rasa dalam buku ini.


Akan banyak yang berkesimpulan tentang rasanya,
Tentang kegigihan Sobirin mungkin, atau kegilaan & kebodohan Sabiri, atau tentang munculnya keinginan menonton Sirkus setelah ini, atau tiba-tiba ada yang merindukan Ayah yang lama tak ditemui.

Buat kamu,
Selamat merasa ☺
Profile Image for Taqiyyah.
18 reviews3 followers
March 14, 2021
#8 Tajuk: Ayah dan Sirkus Pohon
Penulis: @hirataandrea

Sekiranya anda telah membaca Orang-Orang Biasa (OOB) karya Andrea Hirata (AH) pastinya ekspektasi anda terhadap karyanya yang lain tinggi. Kali ini melalui Ayah dan Sirkus Pohon AH mempertaruhkan pula kisah kumpulan sarkas. Siapa sangka ada juga pengkarya yang terfikir untuk menzahir dan membukukan kisah kumpulan badut sarkas. Usaha AH sewajarnya dipuji kerana seringkali mengangkat kisah-kisah kumpulan monoriti yang kadangkala terpinggir dan dilupakan.

Terdapat 3 kisah ahli kumpulan sarkas dalam Ayah dan Sirkus Pohon

Kisah 1: Sabari dengan kegilaan terhadap cinta hatinya Marlena

Kisah 2 : Cinta yang tidak terluah di antara Tegar dan Tara

Kisah 3 : Hobirin si badut sarkas

Penggunaan bahasa kali ini agak sukar difahami berbanding OOB walaupun persekitaran penceritaan ini adalah di kota yang sama iaitu Belantik. Terpaksa mengambil masa yang agak lama untuk memahami struktur ayat dan dialek bahasanya.

Penyusunan 3 kisah di atas yang bercampur aduk juga membuatkan pembaca agak keliru untuk mendapatkan kesinambungan penceritaan. Adakalanya terpaksa membelek ke depan dan belakang seakan menyambung puzzles.

Ending penceritaannya juga seperti tergantung dan masih banyak persoalan yang tidak di jawab.
A
Profile Image for Shanifiction.
221 reviews70 followers
December 16, 2022
Jadi ini tuh edisi asli dari novel Ayah dan Sirkus Pohon.
Mungkin semacam draft awal gitu kali ya? Terus akhirnya dikembangkan menjadi novel terpisah. |

Bacanya agak membingungkan sih pas di awal, ada dua cerita berbeda tapi gak yang cerita A dulu selesai terus baru cerita B. Kedua ceritanya diceritakan beriringan gitu.

Tapi tetap suka sih, jadi pengen baca dua novelnya yang ini, biar tau kisahnya lebih detail.
Profile Image for monita.
153 reviews5 followers
Read
May 12, 2021
Macam trailernya "Ayah" dan "Sirkus Pohon", tapi berbentuk buku hehehehe. Baiknya membaca buku ini dulu baru membaca buku tersebut sendiri-sendiri.
Profile Image for Mis.
7 reviews
November 2, 2020
Format penulisannya agak berantakan, mungkin karena konsepnya memang disajikan seabagai naskah asli. Baca ini saya jadi teringat kembali betapa lucunya Sirkus Pohon, dulu. Untuk yang belum baca Ayah dan atau Sirkus Pohon versi satuannya, mungkin akan kewalahan dengan tumpukan tokoh di sini yang silih berganti tiba-tiba. Namun untuk yang sudah baca, bisa jadi nostalgia yang menyenangkan sekaligus menyegarkan, melihat bagaimana kedua ceritanya bertaut.
Profile Image for Rose Diana.
Author 3 books1 follower
January 31, 2021
Sebenarnya, saya tidak tahu kalau Pak Cik membuat buku ini. Saat melihat judulnya agak ragu juga, apakah buku ini rangkuman dari dua novel Ayah dan Sirkus Pohon atau beda cerita? Boro-boro ada blurbnya. Seperti biasa, blurb berisikan karya-karya Pak Cik. Jadi, saya tidak tahu buku apa ini sebelum membuka plastik pembungkusnya.

Ulasan lengkapnya di https://www.instagram.com/p/CKt9LniAm...
Profile Image for Muhammad Fitri.
152 reviews7 followers
June 30, 2020
Novel ke-7 dari Set box Andrea Hirata edisi ke-50 Laskar Pelangi original story.


Sekali ini perasan saya, Andrea Hirata dalam karyanya sangat menekankan tema keghairahan pada kerjaya (passionate). Manusia diberi hidup supaya menikmati makna kehidupan yang dikurnia dan berani bermimpi.

Seperti juga, Hob dan Tegar yang menikmati kerjaya sirkus bersama Ibu Bos dan Tara. Sabari yang berjiwa sastera.

Kerjaya apa pun di dunia ini, selama kita seronok melakukannya ianya lebih bermakna. Walau mungkin di mata orang lain tidak. Yang penting kita sendiri menemukan kebahagian dalam kerjaya itu, walau mungkin awal kita sendiri tidak suka.

Kesabaran menjadi benteng bagi seorang muslim. Benteng yang menghalang dari kita terjerumus ke lembah ketidakwarasan. Kesebaran memerlukan tenaga dalaman yang kuat yang mana berkata tak sudah untuk praktis. Begitulah yang menimpa Hob yang diuji isterinya 'tidak sihat' dan Sabari yang kehilangan anak.

Orang sekeliling dan Alam Ciptaan tuhan menjadi teman kita. Kegilaan Hob disedarkan oleh bahasa alam. Pokok Delima yang tumbuh indah di hadapan rumahnya memberi semangat untuk tidak putus asa dalam hidup. Sabari pula disedarkan oleh bantuan sahabat sejati yang berusaha bersungguh-sungguh membantu mengembalikan kewarasan akalnya. Dari membantu ke kaunseling sehinggalah berusaha mengembalikan anak Sabari.

Bulan Jun 2020 merupakan bulan Andrea Hirata bagi saya.

#MembacaBagaiNakRak
#MalaysiaMembaca
#PerintahKawalanPergerakan
#PKPP
#Covid19
Profile Image for nana.
9 reviews1 follower
September 25, 2021
Terkesan dengan 2 watak dalam buku ni;

Sobirin@hob-..si hob sangat setia dgn isteri dia,walaupun mempunyai masalah jiwa..tetap sayang dgn isteri dia. Nilai penyayang dan bertanggungjawab.

Sabarin-tersentuh dengan kisah si sabirin, sebab dia sgt syg pada anak dia,walaupun hakikat nya anak itu bukan anak kandung dia.. masa cerai,bekas isteri ambik anak dia menyebabkan si sabirin ni jadi tak waras.Berita gembira bila sabirin akan dapat jumpa anak dia dalam masa 2 mggu.. Cuma bila hujung cerita,rasa tak puas sebab dia tak ceritakan detik2 saat perjumpaan anak dan ayah.

Part tentanya2,,siapa si amiru pada awal bacaan,pertengahan cerita baru dapat tau siapa amiru ni.. agak terkejut!

Part paling tertanya2 bila hujung buku nyatakan si Gendut topi fedora mirip abdul rapi. Maybe org yg sama atau hanya mirip2 mungkin?


“Tuhan menciptakan tangan seperti tangan adanya, kaki seperti kaki
adanya, untuk memudahkan manusia bekerja" -setiap orang mampu untuk berusaha..ayat ni merupakan satu kata motivasi dalam berusaha.

Banyak nilai yang boleh diambik dari buku ni.Nilai kasih sayang,rendah diri,kesetiaan,keberanian,kujujuran,bertanggungjawab.

Cuma jalan ceritanye ringkas jadinya tidak puas membaca.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Arbain Dhuhri.
38 reviews
August 15, 2023
Jadi sebenarnya ini gabungan dari novel 'Ayah' dan 'Sirkus Pohon' atau bagaimana? Aku juga kurang paham. Tapi sepertinya tidak, novel ini terlalu tipis jika menjadi gabungan 2 buku tadi. Yang jelas ada beberapa cerita di dalamnya, yang cukup membuat bingung di awal. Tapi membaca buku Pak Cik selalu jadi pengalaman menyenangkan.

nukilan:
"Demikian terjadi setiap sirkus memberiku libur. Hidupku berputar dalam lingkaran sederhana yang di dalamnya hanya ada pekerjaan sebagai badut di sirkus keliling, buah delima, dan cinta pertama, namun Demi Tuhan aku tak perlu meminta apapun lagi dalam hidup ini. Baru ku tahu ternyata hidup ini indah sekali. Mereka yang selalu mengatakan hidup ini sulit, sepi, tak adil lalu mengeluh saja tak habis-habis kiranya perlu mempertimbangkan profesi baru sebagai badut sirkus."

"Ternyata, Kawan, kemauan adalah segala-galanya dalam hidup ini. Tanpa kemauan, orang tak dapat terkejut, tak dapat curiga, tak dapat iri, tak dapat cemburu, tak dapat gembira, mellow, dan golput."
Profile Image for Ilari Dawashy.
28 reviews
June 5, 2023
ilari_dawashy's profile picture
.
Seribu alasan tak cukup bagi seorang perempuan untuk menyukai seorang lelaki namun lelaki hanya perlu satu alasan untuk memberikan seribu cinta dalam hatinya. (Hal. 11)

Novel karya @andreahirata ini bisa di baca dengan sekali duduk. Meskipun ada banyak tokoh di dalamnya, secara garis besar cerita berpusat kepada Sobirin/Hob san Sabari. Sobirin dengan pohon delima, sirkus keliling, Tara & Tegar, Taripol dan Abdul Rapi. Sedangkan Sabari dengan puisinya, Zorro dan juga Marlena.

Novel lengkap dari sisi romantis, humor, sains, politik, dan menyinggung unsur kebudayaan dan sosial-ekonomi.

Salah satu quote yang saya suka:
“Orang-orang yang berkata tentang diri mereka sendiri, melebih-lebihkan, orang-orang yang berkata tentang orang lain, mengurang-ngurangi.” (Hal. 31)

Hidup ini memang dipenuhi orang-orang yang kita inginkan, tetapi tak menginginkan kita, dan sebaliknya. (Hal.65)
Profile Image for Ridho Arisyadi.
27 reviews2 followers
June 15, 2020
Buku yang tipis jika dibandingkan buku-buku karangan Andrea Hirata lainnya, bahkan 10 lembar terkahir dari buku berisi gambar dan daftar buku Andrea Hirata yang didistribusikan di luar negeri.

Secara gaya penulisan, ciri khas Andrea Hirata masih sangat terasa. Alur nya pun tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat. Di awal cerita saya masih kesusahan untuk membayangkan banyaknya aktor dengan nama-nama dan kondisi yang hampir mirip namun dipertengahan saya mulai dapat mengikuti. Tapi dibagian akhir, saya kembali kebingunan, terutama dibagaian penutup.

Sepertinya, penulis ingin memberi twist yang tak terduga seperti pada Orang-orang Biasa, namun karena cerita tokoh yang belum terlalu mendalam, saya kurang menikmati dan mengerti twist nya.

Dengan segala kekurangannya, buku ini masih sangat menarik dan memancing tawa.
Profile Image for Izzah Berhan.
85 reviews5 followers
April 18, 2022
Kisah yang indah, ringan tapi tetap menyentap sanubari.
Percaya la kata2 ayah, dengari lah nasihat ayah biar saat itu kita tidak merasakan warasnya di mana, kelak pada suatu hari Allah akan menunjukkan berkat mentaati nasihat tersebut.
Hargai setiap pencapaian diri kita, usah banding dgn kehidupan org lain, tiap org ada untung dan malangnya, yang penting usah putus asa utk hidup.
Bukan hanya cinta lelaki dan perempuan bisa menghidupkan serta membunuh jiwa, kasih sayang ayah pada anaknya juga tiada timbang taranya begitu.
Sahabat, sahabat sejati walau nampak buruk tetap ada pada waktu susah kita.
Itu la sedikit sebanyak dapatan yg aku perolehi dgn bacaan indah ini.
Profile Image for Sona.
34 reviews
November 18, 2024
Lumayan page turner karena di awal kita dibuat bingung tentang point of view ceritanya, tapi nanti kalau udah lanjut baca pasti bakal nyambung kok! Buku yang lumayan ringan untuk dibaca dan sesekali ada komedi yang bikin aku ketawa, tapi ada juga beberapa bagian yang bikin aku sedih. Menurut aku kurangnya tuh ada di ending yang kurang klimaks huhu, kalau sirkusnya bisa berakhir bahagia terus gimana tentang Hob dan istrinya Dinda? dan yang paling penting bagaimana akhirnya cerita Sabari dengan Zorro? Karena menurut akupun sabari disini benar benar menggambarkan sosok "ayah" juga selain ayahnya si Hob. Duh bagaimana akhir kisah cinta Tara dan Tegar yaaa, penasaran bangeeeet:]
Profile Image for Ira Nadhirah.
603 reviews
April 10, 2025
Agak pusing ya naskhah yang ini. Mula mula aku ingat Hob dengan Sabari orang yang sama. Bila nama perempuan perempuan yang di cintai berbeza baru aku faham rupanya dua watak yang berbeza. satu cerita cinta tidak kesampaian di antara Tara dan Tegar meski telah ketemu. Satu nya tergila gila kan wanita dan berhasil menikahi tapi ending nya sakit jiwa. Satu lagi kisah cinta yang normal dan tiba tiba perempuannya sakit jiwa secara tiba tiba. Dan di sela sela cerita cinta itu, ada nya cerita berjalannya kehidupan masing masing dengan pekerjaan masing masing termasuk lah bekerja di sirkus keliling. Gitulah. Pengakhirannya juga agak tergantung ya. Buku ini cuma deraf kali ya?
Profile Image for Deristya Handoko.
24 reviews
June 7, 2021
Buku ini termasuk buku yang agak tipis dibandingkan buku lain yang ditulis oleh Andrea Hirata. Tak pernah terduga bahwa seorang badut sirkus bisa yang sering dipandang sebelah mata oleh orang lain bisa menjadi bintang utama di buku ini. Awal membacanya begitu antusias, namun semakin lama perlu konsentrasi ekstra untuk mengingat peran dan peristiwa masing-masing tokohnya.

Cita rasa Indonesia tempo dulu khususnya Sumatera sangat terasa. Buku ini menceritakan tentang berjuang dengan kerja keras, konflik cinta dan semangat dalam menjalani hidup. Bangun Pagi, Let's Go!
Profile Image for Miranti Banyuning Bumi.
29 reviews24 followers
January 30, 2022
Jujur saat di halaman terakhir buku ini malah bingung, eh ceritanya beneran udahan?
(Fyi buku ini emang tergolong tipis dibandingkan buku Andrea Hirata yang lain)
Sepertinya semua tokoh terhubung tapi tokoh intinya kok banyak banget, kayaknya harus baca ulang nih biar lebih klik😅.
Karena di pembuka buku ini memang tertulis bahwa ini adalah naskah asli "Ayah" dan "Sirkus Pohon" jadi wajar kalau isinya 'berantakan' belum dikembangkan lebih lanjut, tapi seruuu seperti melihat isi kepala Andrea Hirata yang loncat-loncat nan ajaib!
Selesai baca buku ini, langsung baca ulang novel "Ayah" dan bertekad akan membaca "Sirkus Pohon"🙃
Profile Image for Ann T.
74 reviews
September 13, 2023
Penulis yang sangat menarik. Karena saya tidak kenal penulis ini, awalnya agak bingung baca buku ini. Penjelasan mengenai buku ini membicarakan Laskar Pelangi. Tanpa memperhatikan judul buku ini, saya pikir itu yang saya beli.

Dari komentar pembaca lain, baru saya mengerti kalau ada dua cerita independen dalam buku ini. Cara kedua cerita ini diinterlinked seamlessly cukup menarik. Andrea Hirata adalah penulis yang menarik. Observasinya atas kehidupan sehari2 dan tingkah laku manusia yang dalam dan luas. Excellent writer
Profile Image for Aro~.
244 reviews9 followers
December 7, 2022
Buku ini barangkali masuk kategori cerita yang nggak neko-neko tapi justru menghibur. Untuk ukuran novel, buku ini terbilang cukup tipis. Tanpa adanya sinopsis, buku ini lumayan menantang buat dibaca.

Aku tau Adrea Hirata punya nama besar dan karyanya sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa tapi memaparkan katalog karyanya justru membuat kurang sreg dengan buku ini. 40 halaman berisi katalog buku Andrea Hirata dalam berbagai bahasa sekaligus reviewnya bukan sesuatu yang kuperlukan.
Profile Image for Opang Intan.
9 reviews
January 5, 2025
Cerita awalnya terpisah-pisah, bahkan terkadang bingung dengan sudut pandang yang dipakai. Benar-benar berusaha menebak gimana kiranya cerita ini bisa nyatu? Ada beberapa cerita:
- Hobirin dan kehidupannya sebagai badut sirkus
- Sabari dan mantan istrinya, Marlena.
- Ada Tara dan Tegar
- Sekilas ada juga Amiru
Tapi mendekati akhir ketika semua cerita itu mulai bersinggungan, barulah aku berdecak kagum. Suka sekali, buku pertama yang habis dibaca di 2025!!!
2 reviews
August 18, 2025
I don't really know how to feel after i read this book, but for sure i kinda love it. It had many parts that made my heart suffer so i cried a river. This book also has many parts that made me questioning what is this book about? In this book, Andrea tells us two different stories that made me confused. He ends this story in a weird but amazing way that made me so speechless. So, solid 3/5 for this masterpiece!
Profile Image for Lulu Khodijah.
438 reviews10 followers
March 19, 2021
Hidup tuh perjuangan. Realita hidup orang yang ngga pernah dapet pekerjaan tetap. Lalu mendapat pekerjaan sbg badut sirkus dan disitu dia merasa bahagia. Meskipun bukan kerja kantoran seperti yg banyak dibanggakan orang.

Dan beberapa cerita lain tentang cinta serta kehilangan.
19 reviews
October 25, 2021
Sedikit bingung dengan tokoh-tokohnya, tetapi andrea hirata selalu menyajikan tulisan yang sangat indah. Komedi yang disajikan juga mampu membuat saya tertawa kencang dan berfikir kok ya ada orang kepikiran nulis begini. Pokonya the bestlah
Profile Image for LuckyPotatoe.
63 reviews
November 17, 2022
Ya cerita yang sederhana, gak wah dan menye2 bahkan seringkali terlalu sederhana. World buildingnya sangat kurang, ga ada referensi tahun sebagai latar belakangnya, yang buat setting latarnya banyak sebagai formalitas saja.

+1 buat diksi, ratingnya mungkin 3/5 kl bukan andrea hirata yang nulis, menggunakan banyak teknik2 genre music rap which I'm a big fan of! I'm a sucker for artistic writing.
Profile Image for Bidasari.
305 reviews
December 27, 2022
Semua buku Andrea Hirata yang den pernah baca membawa tema kehidupan rakyat marhaien yang tidak pernah berputus asa tidak apa pun berlaku di dalam hidup. Orang biasa yang sentiasa cuba bangkit selepas jatuh berkali-kali. Happy ending nya membuatkan pembaca berasa sangat nyaman.
Profile Image for Una.
36 reviews3 followers
June 27, 2023
Pertama kali baca novel karangan Andrea Hirata jadi agak sedikit kaget sama gaya bahasa novelnya, bagus si menceritakan tentang pemuda-pemuda yang cintanya bertepuk sebelah tangan 😯
Sobirin, seorang lelaki yg berkerja sebagai badut keliling bersama Tegar. Tegar, seorang anak lelaki yg melindungu seorang anak perempuan bernama Tara di pengadilan agama. Juga, Sabri seorang anak SMA yg jatuh cinta kepada Marlena,anak perempuan SMA yang ia temui saat ujian sekolah.

Sebenernya cerita ini seru, hanya sayang endingnya tidak sesuai harapan alias berakhir begitu saja tanpa ada kejelasan yg lebih lengkap.
Profile Image for Nurmaghfirawati.
8 reviews
February 12, 2024
Novel dengan segala humornya, ada bagian yang lucu dari kisah hobirin si badut, ada kisah cinta tara dan tegar, ada kisah menyedihkan dari manusia tulus bernama sabari, yang layak mendapatkan yg terbaik krn tulus dan polosnya, tapi cintanya kepada Marlena terlampau Buta Permanen.
2 reviews
March 19, 2021
Bukunya lucu tapi gak sekedar lucu buku ini mengungkit masalah masalah sosial yang dapat kita temukan di lingkungan sekitar kita dan buku ini menurut saya related sama saya yang tinggal di Bangka
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 38 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.