Surat Cinta Tanpa Nama, aku pernah baca dulu di Wattpad, pas tau novelnya terbit versi cetak aku sengaja nunggu launching dulu dan nggak terusin baca di Wattpad.
Mengisahkan dua remaja Sabrina dan Jovan yang saling menemukan kepingan hatinya diantara rumitnya soal matematika. Aku suka sekali membacanya, dari lembar pertama terus nagih untuk dibaca, Pit Sansi juga memasukkan unsur ilmu matematika dalam kisah asmara mereka dan ini unik, beda dari cerita bergenre fiksi remaja pada umumnya.
Plot twistnya keren banget dibikin suudzon berkali-kalida tokoh yang salah, dan begitu tahu siapa pelakunya dibikin angguk-angguk kepala.
Alur flashback dari POV Jovan juga bikin hati berdebar, berbunga-bunga, rasanya seperti sedang dicintai saja, ada POV dari Shinta juga yang selalu ada untuk adiknya, tipikal kaka sayang adik oada umumnya, tidak masalah bagian ini tidak mengganggu alur cerita.
Namun endingnya aku harap Sabrina dan Jovan bertemu sekedar ngeteh di depan minimarket saat Jovan summer dari Harvard gitu biar lega mereka satu scene lagi.
Cover, layout dan ilustrasi di dalamnya juga sangat bagus makanya aku kasih bintang 5, ada pesan moral juga yang bisa diambil dari cerita ini sesuai quotes nya Jovan, dalam Matematika semua persoalan pasti akan mendapatkan jalan keluarnya.