Kesedihan & kebahagiaan kadang seperti cuaca, ada cuaca baik juga cuaca buruk, selalu silih berganti datang juga berlalu. hanya waktu yang tahu kapan cuaca datang/berlalu, tapi di setiap cuaca buruk datang,kita punya pilihan untuk:
1. Menikmatinya dengan baik (mungkin menikmati bersama orang-orang yang kita sayangi akan lebih berwarna).
2. Membenci dan mengutuk sepanjang waktu cuaca buruk dengan menutup diri sampai cuaca buruk berlalu.
Cerita pengalaman hidup seperti apa sangat bergantung dari kebijaksanaan memilih pilihan itu karena yang pasti cuaca akan selalu datang 😶🌫️
Ceritanya mengalir dekat dengan keseharian tapi sangat ADIKTIF punya aura bikin aku selalu penasaran pengen kembali untuk membaca. Banyak rahasia yang diungkap & PLOTTWIST.
Menurutku rahasia dibalik masa kecil dan masa lalu euseob, haewon dan juga beberapa anggota good night club sangat menarik penasaran hehe
EUNSEOB the best, aku ngefans banget dari cara dia bicara, caranya berpikir, caranya berekspresi, caranya memperlakukan orang sekitarnya, caranya mencairkan suasana, caranya menulis, ketulusan hati & kehangatannya membuat dia begitu ROMANTIS & MENGAGUMKAN! Ini bukan romantis garing gitu, tapi aku sebut romantis dewasa yang bijaksana nan puitis haha Aku banyak tertawa & senyum-senyum sendiri 🤭
Strategi Eunseob sebagai pemilik TOKO BUKU GOOD NIGHT untuk membuat orang sekitarnya menyukai buku juga toko buku sangat berhasil. Aku sangat menyukai seseorang yang bisa mengekspresikan kecintaannya pada buku dengan baik 🖤 ngiler banget sama BOOK KEEPING dan BOOKSTAY 🤤 ko bisa ya ada toko buku kaya gini?😍
Aku baru bertemu buku yang hampir semua karakternya walaupun memiliki kekurangan dan punya masa lalu buruk mungkin pahit tapi mereka semua sangat LOVEABLE. penulis membuat semua karakternya beragam dari segala umur dengan realistis. ada pesan tersirat bahwa memiliki kekurangan tidak menutup kemungkinan bahwa dirimu bisa mudah disayangi oleh banyak orang jika dirimu juga punya hati tulus yang mudah menyayangi orang lain. Rasa sayang dan cinta begitu besar akan selalu membuat kita bergerak ke arah yang baik bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang-orang yang kita cintai. Penyelesaian setiap masalah, berdamai, memaafkan dilakukan begitu hangat dibuku ini.
Buku ini juga sudah diadaptasi jadi drakor movie dengan judul WHEN THE WEATHER IS FINE
Quotes favorite ku:
Jika kau meminum teh panas setelah terbangun dari tidur pertamamu, kesedihanmu akan mereda saat kau terbangun dari tidur yang berikutnya. (Page. 16)
“Hal yang kusadari akhir-akhir ini adalah … mengajarkan orang melukis itu tidak sama dengan mengajarkan orang menulis. Aku tidak perlu mengajari orang yang sudah memiliki bakat dan tidak ada gunanya aku mengajari orang yang tidak punya bakat.” (page. 19)
Bertemu dengan seseorang yang sudah lama tidak ditemui akan memaksa kita untuk menyentuh kenangan lama. Ingatan yang terlupakan, tapi sesungguhnya kenangan itu terus tersimpan di dalam ingatan sepanjang waktu. (Page. 40)
Seseorang yang selalu kita pikir adalah orang yang sama, ketika kita sudah lama terpisah jauh akan terasa seperti bukan orang yang kita kenal, mungkin hal itu juga berlaku untuk anggota keluarga. (Page. 45)
Ada sesuatu yang sudah lama kupikirkan tapi sulit untuk kukatakan, sering kali aku akhirnya memutuskan untuk lebih baik tidak mengatakan apa pun. (Page. 58)
Haewon berpikir bahwa hati seseorang itu selalu seperti labirin. Sama seperti antara hati Haewon dan hati Bibi Myungyeo rasanya seperti ada pagar penghalang yang kadang tidak terlihat. Pagar itu adalah pohon mawar berduri yang ketika mawarnya layu, pohon itu hanya meninggalkan durinya. Haewon jadi teringat ekspresi wajah Bibi Sujeong yang datang ke toko buku siang tadi. Hubungan antara mereka tidak begitu akrab dan bahkan jarang bertemu. Namun, Bibi Sujeong bisa semudah itu menunjukkan kesedihannya di hadapan orang lain, Hatinya memang terlihat lebih rapuh, tapi bisa saja Bibi Sujeong itu mentalnya lebih kuat daripada Bibi Myungyeo. Karena seperti itulah orang yang mudah tertawa dan mudah menangis. (Page. 82)
“Hal yang menyedihkan adalah ketika seseorang tidak bisa memahami perasaanmu.” (Page. 96)
Memilih untuk membaca buku yang dibaca dan disukai seseorang adalah salah satu cara untuk memahami pembacanya. (Page. 115)
Kalau melakukan kesalahan katakan saja ‘aku bersalah’, ‘aku melakukan kesalahan’ lalu mengucapkan kata maaf dan semuanya selesai. Tapi, kenapa orang-orang memilih untuk mengatakan ‘kau sudah salah paham’, seperti ada kesalahpahaman, ingin menjelaskan kesalahpahaman. (Page. 127)
Kesalahpahaman berarti pemahaman yang kurang atau kemampuan untuk memahami dan membaca situasi atau perasaan yang kurang atau memahami kesalahan pada diri sendiri karena tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang cukup. Tapi bukan itu. Tidak ada kesalahpahaman, hanya ada salah satunya yang melakukan kesalahan. Itu artinya dia mengetahui kesalahannya, tapi berusaha mengatakan bahwa bukan dirinya yang bersalah dan menyalahkan orang lain. (Page.127)
“Kalau ada yang sakit, bukankah kita harus berada di sisinya dan membiarkan mereka bersandar pada kita. Sama-sama saling mengandalkan seperti itu.” (Page. 146)
“Aku pikir, ada dua sikap yang diambil oleh orang yang sedang sakit. Pertama, orang yang ingin dihibur dan merasa berterima kasih saat ada yang mau merawatnya. Sebaliknya yang kedua, dia ingin sendirian dan bersembunyi dari orang disekitarnya ketika dirinya merasakan sakit. Orang yang kedua itu bahkan tidak suka jika ada yang ingin bertemu atau bahkan hanya sekedar melihatnya.” (page. 146)
Sepanjang hidupnya dia ingin mendapatkan alis perak serigala untuk bisa mengenali manusia yang sebenarnya. ‘Karena orang-orang sekarang sering kali menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda dari
isi ucapannya, seharusnya mereka bukan hanya mendengarkan tapi juga bisa membaca ekspresi wajah’, itulah ucapan yang selalu dikatakannya berulang-ulang kali. Namun, hanya sebagian saja ucapannya yang benar. Karena orang-orang sekarang bisa hidup dengan mengubah ekspresi wajahnya dengan bebas dan mudah. Jadi terkadang lebih baik tidak membaca ekspresinya sejak awal. Lihat apa yang diperlihatkan, dengar apa yang diperdengarkan, dan hentikan jika itu terasa seperti membuang waktumu.
Ada hal-hal yang bisa terlihat lebih baik ketika Sendirian dan tidak ada salahnya untuk belajar dari kesepian. Semakin Sedikit yang kau harapkan, semakin damai hidupmu. Sangat Menyakitkan untuk memiliki harapan tentang ‘sesuatu yang sangat diinginkan’.
(Page. 181-182)
“Penilaian buruk itu selalu datang bersamaan dengan penilaian baik yang mengikuti sebagai bayangannya.” (Page 194)
“Vitamin itu sama saja seperti sebuah pekerjaan rumah. Tidak akan kelihatan jika kau meminumnya, tapi akan terlihat jika kau tidak meminumnya.” (page. 199)
Tampaknya tidak akan ada penyesalan di masa depan ketika saat ini mereka semua merencanakan untuk membuat sebuah kenangan di musim dingin, dan bukanlah lebih baik melakukan sesuatu daripada tidak melakukan apa pun. (Page. 205)
Semua itu tampak berharga bagiku ketika aku memikirkan orang-orang yang merencanakan dan menulis buku, mengambil gambar, dan memproduksinya dengan cermat. Jika semuanya mungkin dibuat dengan kesungguhan dan ketulusan, maka semua itu terlihat sangat berharga. Tidak ada kekecewaan yang lebih besar, ketika memikirkan sesuatu yang dibuat dengan kesungguhan dan ketulusan membuat segalanya jadi mungkin. Namun, kenyataan yang tidak seperti itu akhirnya mengharuskan kita melalui proses seleksi. Semua orang melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan, tidak peduli hasilnya membahagiakan atau mengecewakan, mereka harus hidup dengan menerima hal itu. Aku pun sama seperti itu.
.. Dan aku tidak tahu apakah cukup bijaksana bagiku untuk memulai penerbit indieku sendiri, tapi aku harus melakukan apa yang ingin kulakukan. Karena kalau aku tidak melakukannya, aku tidak akan pernah tahu dunia lain ketika aku melakukannya. (Page. 238)
“… tidak ada alasan untuk tidak bahagia ketika ada orang-orang baik yang selalu ingin kuucapkan terima kasih kepada mereka. (Page. 239)
Aku menceritakan kisahku kepadanya. Dia mengatakan dia sama sekali tidak tahu bahwa aku adalah anak angkat. Saat masa SMA, beberapa siswa nakal menindasku karena kelemahanku gebagai seorang anak angkat. Bahkan jika aku tidak berpikir itu adalah kelemahanku, mereka tetap ingin aku berpikir bahwa hal itu adalah sesuatu yang menyakitkan. Ke mana pun aku pergi, tidak peduli saat aku masih kecil ataupun sudah dewasa, selalu ada orang yang terobsesi dengan ide itu. Pertanyaan dan kritik yang sama. Siapa bilang kau boleh bahagia? Bagaimana bisa kau hidup dengan sangat tenang? Bukankah kau yang tinggal di pondok atas gunung sana? Ayahmu gelandangan, bukan? Kenapa kau tidak merasa malu?
Jadi suatu hari, aku kembali ke atas gunung dan memikirkannya. Haruskah aku merasa tidak bahagia dan sedih seperti yang mereka inginkan? Tampaknya mereka berpikir itu adalah keadilan. Sebuah Pertanyaan keras dilontarkan padaku, “Mengapa kamu tetap bisa merasa bahagia ketika kondisinya tepat untuk kondisi yang Membuatmu merasa tidak bahagia?” Apakah pertanyaan itu benar?
Aku pernah memikirkannya dalam waktu yang cukup lama dan aku tetap berpikir pertanyaan itu salah. Aku suka dengan orangtua agkat yang merawatku dan juga Paman Go Jinman yang merawat ayahku dari jauh. Meskipun tidak ada setetes darah keturunan Nereka yang mengalir di tubuhku, aku tetap menyayangi mereka, Aku masih sangat ingat ketika aku berjalan menuruni gunung hari itu setelah menyimpulkan bahwa tidak ada alasan untuk tidak bahagia. Ketika ada orang-orang baik yang selalu ingin kuucapkan terimakasih kepada mereka. (Page. 239-240)
“Coba katakan yang sejujurnya. Karena itu jauh lebih penting daripada kata-kata indah yang enak didengar tapi hanya sebuah omong kosong.” (Page. 245)
Namun, ukuran rasa sakit itu tidak penting. Tidak semua orang meninggalkan dunia ini hanya karena merasakan sakit yang begitu banyak dan orang yang ditinggalkan akan merasa sakit yang lebih sedikit, tapi karena mereka berusaha keras untuk menjalani hidup mereka sampai akhir nanti. (Page. 245)
Orang-orang yang hidup bersama di bawah satu atap dalam bentuk apa pun mungkin keluarga yang menetap ataupun yang berpindah-pindah tempat, saya tidak berpikir bahwa mereka wajib saling mencintai. Cukup dengan adanya perasaan bersalah, berterima kasih, dan saling pengertian, saya pikir semua itu sudah cukup. (Page. 324)
“Aku tahu rasanya, hal yang tidak ingin dikatakan dan menyembunyikan kelemahan sendiri karena tidak ingin siapa pun mengetahuinya.” (page. 345)
Aku berharap kalian juga memberiku hak untuk merasa sakit bersama kalian. Meskipun semua itu sudah berlalu. (Page. 366)
Aku harap aku bisa membenci seseorang Namun, meskipun sudah berulang kali memikirkannya, aku tidak tahu harus membenci siapa. Aku bahkan tidak ingin membuat target. Aku masih berpikir bahwa kebencian yang tumbuh adalah hambatan bagiku. Setidaknya aku masih berpikir begtu sampa sekarang.
Aku pernah berpikir bahwa hidup adalah proses mencari pekerjaan. Sebuah titik di dunia yang bisa memberikan ketenangan dan kedamaian. Aku ingin menemukan tempat yang tepat untukku. Tempat yang bisa menerima keberadaanku, di mana tidak ada yang mengganggu atau terganggu, tempat yang tidak
akan menolak keberadaanku. Aku anggap ini adalah proses untuk menemukannya.
Namun, sekarang berbeda. Di mana pun aku tinggal itulah tempat yang tepat untukku. Jika aku hidup sebagai diriku sendiri, dengan sendirinya ruang itu akan menjadi tempatku berada. Keberadaanku adalah tempat di mana aku berada dan di sinilah tempatnya. Terkadang, pikiran itulah yang membuatku goyah.
.-. Sebaiknya aku berhenti memikirkan itu sampai di sini saja. Jika tidak, mungkin itu akan membuatku menyerah pada semua hal. (Page. 356)
‘kepada H
Jika rasa sakitnya menghilang ketika kau membaca buku, itu bukanlah rasa sakit yang sesungguhnya. Menghibur diri dengan buku berarti meremehkan kepedihan hidup. - Charles Dantzig
Haewon memikirkan kalimat yang tertulis di papan tulis itu. Tulisan itu mungkin benar. Menghilangkan rasa sakit dalam hidup dengan membaca buku, bagi sebagian orang mungkin hatinya merasa terhibur setelah membaca, tapi bukan berarti rasa sakitnya menghilang. Namun, bukan berarti itu tidak berguna... karena sejak awal itu memang bukan untuk menyembuhkan rasa sakit di hati. Mungkin saja orang-orang membaca buku untuk menyampaikan bahwa rasa sakit selalu ada, tapi bukan berarti kau harus selalu bersama dengan rasa sakit itu. (Page. 366)
Manajer kami tersayang, apa kabar? Aku berharap semua yang terbaik untukmu. Kau tidak perlu belajar pelajaran atau apa pun dalam hidupmu. Itu agak menyedihkan. Pelajarannya tidak ‘sedih , tapi proses mendapatkannya akan sangat menyedihkan. Mereka mengatakan tidak ada yang lain selain kesedihan, tapi itu karena hanya ada kesedihan yang mereka punya. Jadi, mari kita menghibur diri kita sendiri. Akan lebih baik jika tidak sedih dari awal. Tentu saja, akan lebih baik lagi jika semuanya berjalan sesuai harapanmu. Aku ingin mengucapkan terima kasih. Aku Selalu merindukanmu. (Page. 369)
Dan tentu saja... kepada para pembaca. Terkadang aku berpikir bahwa buku-buku yang tidak dibaca seperti cermin yang tidak bisa dilihat. Cermin akan ada di sana dengan maknanya sendiri, tapi pasti akan menjadi kesepian ketika tidak ada objek yang terlihat di dalamnya. Aku ingin mengulurkan sepotong cermin yang kuletakkan di telapak tanganku di luar jendela dan menyimpan sinar matahari di awal musim panas dan cahaya bulan malam di dalamnya. Aku ingin menyinari sesuatu.
Dengan penuh rasa terima kasih,
Juni 2018, Lee Do Woo
(Page. 392)