Seorang lelaki berusaha menghindari pertemuan dgn mantan kekasihnya selama 20 tahun. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di perasaannya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menemui mantan kekasihnya. Apakah ternyata dia masih memendam rasa cinta, atau hanya ilusi perasaan belaka?
143 halaman yg membekas dan bacanya bener bener sampe ke hati 😭😭😭😭😭😭😭😭 like listening to your father's or mother's old love story with someone so neatly she/he still remembers it until now APALAGI PAKE ILUSTRASI sumpah ada perasaan yang sedihhhhh banget waktu bacanya kayak when you are already with someone but still keep the sweetest memories behind you with someone who is not with you and then you realize when you finally meet again that you don't love her anymore and really only keep the memories 😭😭😭😭 sumpah ini beneran kayak true story gitu dan part terakhirnya sangat sangat bikin kretek kretek hatikuuuuu
Membaca Cinta Lama adalah keberanian. Yang pertama, keberanian penulis dalam menulis sebuah novel pendek yang benar-benar pendek. Selain pendek, novel ini juga terdiri atas satu babak atau satu scene. Namun demikian, satu babak ini terasa begitu sarat karena ada dialog kontemplatif yang sederhana tapi mengenai jiwa.
Juga, setiap lembaran novel ini dihiasi oleh ilustrasi yang menarik. Sesekali, jika merasa terlalu cepat mengikuti cerita, ilustrasi di dalamnya akan memaksa kita "mlaku alon-alon" sebagai filosofi si penulis yang kayaknya mulai berubah ke "alon-alon ojo waton" seiring dengan pertambahan usianya. Mungkin, saya dan kita semua pun seharusnya begitu.
Yang kedua, keberanian sang tokoh--yang mungkin malah si penulis sendiri--dalam menemui salah satu serpihan indah yang sempat mewarnai masa lalunya. Penulis ini konon pacarnya banyak gaes wkwk. Dan dalam cerita ini, percakapan keduanya lebih seperti menelanjangi diri sendiri melalui orang lain yang sejatinya mungkin adalah cermin dari dirinya sendiri.
Penelanjangan diri oleh diri sendiri, ini berat dan tidak semua bisa. Tapi mas Puthut EA dengan bagus banget melakukannya lewat membuat cerita.
“Beberapa burung terlihat masih terbang. Seakan mereka mau bilang, tak peduli hujan, akan tetap terbang. Seperti hidup ini pula. Kita akan melewati kesedihan demi kesedihan, tapi terus melakoninya. Ya, tentu saja ada kegembiraan. Cuma dari dulu aku pesimistis, seandainya kesedihan dan kegembiraan ditimbang, jelas bakal jomplang. Menang kesedihan telak.
Tapi mungkin nun jauh di balik kesadaran kita sebagai manusia, sudah tertanam naluri menghadapi kesedihan sebagai bagian paling pekat kehidupan tapi diperlukan untuk terus menjalani hidup. Kesedihan bisa jadi bahan bakar kehidupan. Ikut menggerakkan zaman. Kesedihan, kekhawatiran, rasa penasaran, juga rasa takjub, membuat orang betah hidup. Kegembiraan hanyalah bonus. Sementara kebahagiaan terlalu absurd.”
Pertama kali baca karya Puthut EA. Cukup menarik menurutku. ‘Cinta Lama’ adalah jenis buku yang bisa dibaca hanya dengan sekali duduk. Berkisah tentang pertemuan dua manusia setelah 20 tahun lamanya tak bertemu. Yang dulunya mereka pernah menjalin hubungan asmara.
Aku bener-bener menikmati buku ini. Dialognya sederhana. Isinya ringan. Sangat gampang untuk dipahami. Bahkan aku merasa, aku sendirilah yang menjadi tokoh perempuan dalam buku ini.
Dan yang menarik dari buki ini, ada ilustrasi disetiap halamannya. Jadi, buat kalian yang mencari bacaan ringan yang bisa dihabiskan hanya dalam sekali duduk. Buku ini rekomen banget buat kalian baca.. Selamat membaca... 😊
Cinta Lama yang ditulis oleh Puthut EA ini bercerita mengenai sepasang mantan kekasih yang bernostalgia mengenai masa lalu mereka.
Cerita dalam buku ini menggunakan penceritaan orang pertama dari sudut pandang sang pria. Pertemuan mereka ditujukan untuk menemukan konklusi apakah sang pria masih memendam rasa cinta, atau hanya ilusi perasaan belaka.
Buku ini termasuk bacaan ringan yang bisa langsung habis dibaca dalam sekali duduk sembari meminum kopi atau teh di pagi hari.
Buku sekali tamat terbaik 🤩🤩🤩 Sebelum membaca ini sebaiknya baca dulu cinta tak pernah tepat waktu agar lebih terasa nyeseknya, hehe Daripada teksnya lebih banyak ilustrasi di dalamnya, tapi bagus deh. Recommended buat kamu-kamu yang lagi cari novel romance ambyar yg nyeseknya sampe ke ulu hati Btw, yg mau baca buku 'cinta tak pernah tepat waktu' secara online gratis dan original bisa dibaca di iJakarta dan buku Cinta Lama bisa dibaca di Ipusnas.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Setiap halamannya gak penuh dengan tulisan. Tentang dua orang yang pernah menjalin hubungan dan bertemu lagi setelah 20 tahun selesai.
Buku ini hanya berisikan obrolan mereka berdua, obrolan biasa, sampai mengenang masa lalu ketika masih bersama. Mereka seperti belum sepenuhnya 'moved on' dari cinta lama mereka,
Tapi yang bikin ganjil adalah keduanya udah berkeluarga.
Endingnya selesai begitu aja. Mereka hanya bertemu untuk ngobrol berdua.
Judul: Cinta lama Penulis: Puthut EA Penerbit: Diva press Dimensi: 142 hal, cetakan pertama Februari 2020, edisi digital ipusnas ISBN: 9786023918942
Pernahkah kamu memiliki perasaan yang belum selesai dengan seseorang, hingga butuh memastikan dengan menemuinya langsung meski puluhan tahun berlalu?
Itulah inti kisah dalam novel ini. Penggambaran seorang lelaki berusia 40 tahun yang menemui mantannya 20 tahun lalu, sebab hatinya ingin jawaban. Apakah rasa cinta itu belum selesai atau hanya ilusi belaka? Sebab perpisahan mereka mengganjal dengan tidak enak. Perempuan itu satu-satunya yang membuat lelaki itu merasakan patah hati.
Canggung, bertukar kabar masa kini, berkaca pada masa lalu, takjub akan masa depan yang telah menjadi sekarang. Beberapa kebiasaan memang masih sama, namun desir sudah tiada. Sesekali penasaran membuat keduanya saling stalking kehidupan, namun sebatas itu. Pada akhirnya memang mereka bukan jodoh.
Buku ini amat ringan, sedikit kata dan banyak ilustrasi, bisa tamat sekali duduk. Namun after tastenya, terutama yang punya permasalahan sama dengan tokoh utama atau pernah memiliki kegalauan seperti itu, cukup membuat kontemplasi lama. Seperti mencari hikmah dari suatu kejadian lampau.
Cocok dibaca untuk kamu yang masih punya ganjalan masa lalu.
"seperti hidup ini pula. kita akan melewati kesedihan demi kesedihan, tapi terus melakoninya."
sesuai judul, novel grafis ini bercerita tentang sepasang perempuan dan laki-laki yang dulu pernah menjalin hubungan. yang laki-laki memutuskan untuk mengajak bertemu yang perempuan untuk pertama kalinya setelah dua puluh tahun.
ceritanya ringan tapi entah kenapa pergulatan hati yang laki-laki dan perempuan, serta kecanggungan mereka benar-benar bisa dirasa.
nggak butuh lama untuk menyelesaikan buku ini, barangkali cuma sejam karena saking singkat dan ringannya.
"mendung masih tebal. pasti akan terus-menerus hujan, hanya mungkin sesekali gerimis, sesekali deras. bergantian. seperti kesedihan. kadang sedih sekali, kadang hanya agak sedih."
Nostalgia sepasang mantan kekasih yang berjumpa di sebuah kafe. Obrolan-obrolan lintas waktu, secangkir cappuccino, rokok, dan curi-curi pandang. Ada perasaan yang nggak lagi sama yang hadir di antara mereka. Ilustrasinya menarik dan pas banget, juga nggak perlu waktu lama untuk menyelesaikannya karena memang pendek. Yang bikin saya trenyuh adalah ketika laki-laki pemeran utama di sini telah menyadari kalau memang 'barangkali ia masih mengenang (mantannya), tapi ia sudah tidak mencintainya', karena memang ia telah memiliki istri dan juga buah hati. Aduh, nyes banget. Ada perih-perihnya gitu.
Buku sekali duduk, tentang kejadian yang barangkali sering dialami seseorang.
Kutipan yang cukup menarik dari buku ini :
Tapi mungkin nun jauh di balik kesadaran kita sebagai manusia, sudah tertanam naluri menghadapi kesedihan sebagai bagian paling pekat kehidupan tapi diperlukan untuk terus menjalani hidup. Kesedihan bisa menjadi bahan bakar kehidupan. Ikut menggerakkan zaman. Kesedihan, kekhawatiran, rasa penasaran, juga rasa takjub, membuat orang betah hidup. Kegembiraan hanyalah bonus. Sementara kebahagiaan terlalu absurd.
kalau dulu baca cinta tak pernah tepat waktu depresif banget, cinta lama kasih cerita yang lebih menyenangkan (ya, namanya juga nostalgia). baca cinta lama berasa lagi nonton orang ngobrol di film before midnight versi semestinya. semestinya dua orang yang udah punya pasangan masing-masing. lagian, harusnya before trilogy tuh nggak perlu ada. cukup sampai before sunrise. lho, jadi bahas film.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Bacaan ringan yang mengisahkan tentang mantan kekasih yang kembali bertemu setelah 20 tahun, untuk meyakinkan apakah masih memendam rasa, atau hanya ilusi perasaan belaka. Bisa dibaca dalam sekali duduk. Menariknya, buku ini menambahkan ilustrasi yang membuat saya sebagai pembaca turut merasakan suasana disekitar keduanya.
Berisi percakapan dari pertemuan seorang "aku" (Laki2) dengan mantannya setelah 20 tahun berusaha menghindar, untuk memastikan lagi sesuatu yg mengganjal dari perasaannya. Bagi yg punya mantan tapi susah move on, buku ini bisa jadi relate dengan mereka. Ceritanya ringan dan tidak terlalu banyak. Pada tiap halamannya disuguhi ilustrasi yang menarik. Dapat dibaca sekali duduk.
Alhamdulillah sudah tidak penasaran dgn buku tipis tapi sangat banyak gambarnya ini.
Pokoknya, jangan pernah ngajak ketemu atau ngobrol dgn mantan bila kita berdua atau salah satu masih punya pasangan sah. Sebahagia atau sekelam apapun masa lalumu dgn si mantan, ketemuan kembali -apalagi cuma berdua- hanya akan membawa rasa gak enak setelahnya.
Membaca buku ini seperti apa yaaa deskripsiinnya. Aku bingung tapi aku senang. Seperti ada ombak yg berdesir di hati. Seperti mentari yg menghangatkan.
Aku menyukai kejujuran yg tersampaikan dengan malu-malu dari si cewe. Dan kepanikan serta kecanggungan dari si cowok.
Bacaan yang santai, tidak terburu2 dan nyantol di hati
Cukup beberapa jam saja mengkandaskannya. Tapi tak memungkiri kenikmatannya. Plot yg kukatakan kok bisa gitu ya. Seperti mengalami sendiri menjadi AKU. Buat yg suka romantika tapi tidak receh bacalah buku ini.
Sebuah novel yang pendek dengan ilustrasi pendukung yang waw. Saya suka saya suka. Memang tidak ada konflik yang rumit, hanya cerita biasa tentang sebuah pertemuan untuk membuat 'clear' sebuah perpisahan di masa lalu, tapi gimana ya... Bagus aja 😌👍🏻.
Buku yang dapat dihabiskan dalam sekali duduk, cukup singkat dan padat. Bercerita tentang seseorang yang ingin menemui masa lalunya setelah hampir 20 tahun tidak bertemu. Cerita yg cukup ringan untuk dibaca tidak vanyak nama yg perlu untuk diingat dan setting latar yg hanya ada beberapa tempat
Heartwarming sekali... Ngga tahu kenapa. Padahal ceritanya cuma obrolan dua orang nostalgia masa lalu, tapi bikin betah baca sampai akhir. Sederhana tapi berkesan. Love it. Ilustrasinya juga bagus, mendukung jalan ceritanya. Jadi ingin deh baca karya2 Mas Puthut yg lainnya..
Novel pendek yang hanya ada satu bab. Ada ilustrasi yang menggambarkan kedua tokoh berinteraksi--senyuamn dan kekikukan keduanya setelah bertemu kembali sekian lamanya.
Ikutan grogi, ikutan senyum, ikutan kikuk juga pas baca kisah mereka berdua
Terkadang, dua orang yang pernah mengakhiri cerita dengan akhir yang tidak baik memang perlu bertemu untuk saling berdamai. Meskipun terkesan ngga ada plot dan latarnya hanya di satu tempat, aku tetap enjoy dan suka sama ceritanya
Enggak tahu gimana ceritanya kenapa bisa aku baru baca buku ini. Selama baca, jujur aja buku ini bikin aku senyum sekaligus nyesek di waktu yang bersamaan.
It was.. ok. Do they count as having an affairs? "Dan hari ini aku bisa memastikan, aku memang masih mengenangnya. Tapi sudah tidak lagi mencintainya."
Bagus sih, ada ilustrasinya juga. Kata2 nya juga menyentuh banget, baper sih akakaka. Cuma buat aku ya biasa aja sih bukunya, tapi kalo buat bacaan ringan worth sih. Sekian.