What do you think?
Rate this book


240 pages, Paperback
First published August 19, 2019
"Ketika orang-orang menaruh ekspektasi mereka terhadapmu dan kau tidak mau memenuhinya, itu bukan masalahmu. Kau tidak bisa memenuhi ekspektasi semua orang."
Memiliki anak adalah komitmen yang sangat permanen. Zaman sekarang kau bisa mengubah apa saja dalam hidupmu. Tidak suka pekerjaanmu? Berhenti, cari yang baru. Tidak suka pasanganmu? Kau bisa bercerai. Tidak suka warna rambutmu? Potong, luruskan, warnai biru. Namun, jika kau tidak suka menjadi orang tua, tidak ada jalan mundur.
"Adakah yg lebih buruk daripada melihat foto teman-temanmu dengan kehidupan mereka yang berkilau cemerlang, lalu melihat ke sekelilingmu-semua remah roti dan tumpukan pakaian kotor serta fakta bahwa kau sendirian- dan menyadari betapa menyedihkannya hidupmu dibanding mereka?" -hal.81
Buku ketiga Annisa Ihsani yang aku baca setelah A untuk Amanda dan Teka-Teki Terakhir.
Masih dengan gaya penulisan yang sama, yaitu seperti buku terjemahan. Ada beberapa kata yang terlalu kaku yang jadinya agak aneh aja pas dibaca.
Genre metropop emang sangat sederhana dan relatable dengan kehidupan banyak orang. Bagaimana segala pencapaian di hidup kita jauh melenceng dengan apa yang telah di-ekspektasikan.
Tentang pencapaian karir, orangtua yang telah menua dan sakit, pertemanan yang perlahan menjauh, atau pasangan yang tidak bisa diharapkan. Semuanya bisa secara tiba-tiba menjadi hal yang memusingkan untuk dihadapi.
"Kurasa kebanyakan pertemanan berakhir bukan karena perselisihan dan pertengkaran, melainkan karena salah satu dari keduanya sudah larut dalam hidup mereka masing-masing." -hal.141
Suka dengan ceritanya, tapi... gatau deh. Ngerasa ada yang kurang aja gitu. 😅