Hidup Sashenka Aundy dan Arganta Yudha baik-baik saja awalnya.
Aundy baru saja menikmati kehidupan sebagai mahasiswa baru di kampus yang sama dengan Ariq—pacarnya. Sementara Argan adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang berusaha melupakan Trisha—mantan pacarnya.
Namun, kehidupan mereka berubah saat Mahesa dan Audra—kedua kakak mereka— kabur sebelum akad nikah dimulai. Aundy dan Argan terpaksa menggantikan calon pengantin demi menyelamatkan nama baik keluarga.
Hidup bersama sebagai suami istri di usia yang sangat muda dan juga tanpa rasa cinta, membuat keseharian mereka selalu dipenuhi perdebatan. Belum lagi Ariq dan Trisha yang masih menyusup di kehidupan mereka.
Hingga suatu malam, kejadian tak terduga mengubah semuanya. Bisakah Argan dan Aundy benar-benar saling membuka hati untuk meyakinkan perasaan masing-masing?
Aku sebel banget sih sama Argan di awal, dan Aundy tuh kayak terlalu cepet aja maafin dia. Emang Aundy gk trauama gtu udah dilecehin kayak gtu? Aku yg baca aja gedeg banget. Mana selanjutnya omongan Srgan gk ad akhlak. Tanggung jawab, tanggung jawab. Dari awal juga hrusnya udah tanggung jawablah, orang suami walaupun terpaksa. Jdi aku hepi sih endingnya bgtu, wkwk. Argan emang harus mnderita dulu karena yg dia lkuin tuh susah dimaafkan.
Terus buat Audra juga ih. Dia tuh gk thu diri sih, lari dari tanggung jawab. Udah pingin bejek2 dia di awal :(:(
Kenapa saya nggak kasih ke 4 bulat sekalian? Nanti saja jelasin wkwk.
Saya suka sama jalan ceritanya yang seru, asik, ngalir gitu aja dan page turner banget. Nggak kerasa 400 halaman saya lahap seharian wkwk.
Oke, kali ini saya mau review agak blak-blakan ya. Ini murni pendapat saya pribadi. Bagi pembaca yang merasa kurang sependapat, tolong jangan bully saya wkwkw.
Sejujurnya saya baru tahu kalau novel Satu Atap ini bersekuel atau trilogi tepatnya. Jadi ada Satu Atap dibuku pertama, Garis Tangan dibuku kedua dan Hi, Bye! dibuku ketiga. Dan untungnya saya sudah meminjam ketiga buku tersebut. Jadi bisa puas mengikuti lika-liku perjalan kehidupan Aundy dan Argan.
Back to the review, jadi Satu Atap bercerita tentang Sashinka (atau Shinkansen, namanya udah macam kereta api cepat di Jepang) Aundy (yang entah mengapa saya selalu salah baca menjadi Audy atau Andri wkwk) yang tiba-tiba saja dinikahkan dengan Argantara Yudha karena Audra (kakak Aundy) dan Mahesa (kakak Argan) kabur di hari pernikahannya.
Alhasil, demi menutupi malu dan aib keluarga, dinikahkanlah kedua adik itu (tiba-tiba jadi teringat novel Bukan Pengantin Terpilih by Agnes Jessica). Yup, premisnya cukup make sense ya. Tapi saya menikmatinya, sangat menikmati malah wkwk.
Aundy, gadis berusia 19 tahun yang baru masuk semester awal kuliah, berparas cantik dan sedikit kekanak-kanakan harus tingal satu atap bersama dengan Argan, laki-laki berusia 21 tahun yang tampan, cukup dingin dan sangat ulet dalam menjalani bisnis coffe shopnya. (Tiba-tiba teringat juga dengan novel So, I Married Senior by Arista Vee).
So, bagaimanakah kehidupan 2 orang yang tidak saling mencintai itu di rumah nantinya? Yang pasti penuh drama dan kesalapahaman. Tapi bukankah cinta datang karena terbiasa macam lagunya Dewa? Apalagi mereka berdua selalu bertemu dan sering melakukan berbagai kegiatan bersama.
Udah bisa nebak kan bagaimana alurnya? Lagipula tema seperti ini sudah cukup umum.
Namun walaupun begitu, saya tetap suka. Apalagi kehidupan rumah tangga mereka direcoki oleh orang ketiga, baik dari pihak Aundy maupun dari pihak Argan. Tambah nano-nano bacanya.
Saya suka dengan interkasi antara Argan dan Aundy yang gemashh, manis dan cute. Apalagi kalau mereka sudah saling cemburu. Bikin ikut kesal sendiri wkwkw.
Belum lagi ditambah sikap Argan yang cheesy abis. Tambah gemas jadinya. Yang satu suka menggoda dan merayu, yang satunya lagi judes dan suka ngelawan. Lucu aja gitu liat hubungan mereka (kalo lagi normal tapi ya wkwk).
Saya juga suka dengan perubahan karakter Argan yang cukup signifikan. Mulai dari dingin, perhatian sampai bucin akut pada Aundy wkwk.
TAPIII... ini nih yang saya mau bilang bakal review blak-blakan, mengenai tokoh Argan.
Arga sebenarnya manis ya, romanis dan pintar men-treat Aundy. Tapi ada kalanya saya berpikir bahwa Argan itu seperti sampah.
Dia mengajak Aundy untuk melakukan ritual celap-celup pertama kalinya diatas meja makan. Oke, katakanlah itu yang kedua karena yang pertama, terjadi saat Argan mabuk dan Aundy marah karena merasa dilecehkan atau dinodai. Tapi tetep aja saya nggak habis pikir kenapa harus di meja? Untuk pertama kalinya pula (dalam artian mau sama mau).
Belum lagi mereka juga melakukanya di dapur dan ruang keluarga di rumah orang tua Argan. Dan yang paling cringe mereka melakukanya di atas sofa cafe pada saat pembukaan perdana cafe Argan! Sinting emang, temen-temen Argan yang lain pada sibuk ngurusin tamu mereka malah enak-enakan di sofa. Otaknya dimanaaa?
Kenapa sih harus meromantisasi hal seperti itu? Nyebar benih dimanapun, sex dengan kasar dan lain sebagainya??
Dan yang paling membut saya 'muak' adalah nafsunya Argan.
Liat Aundy dandan dia nafsu, liat kancing kemeja Aundy, dia nafsu, liat rok Aundy, dia nafsu, liat Aundy abis mandi, di nafsu. Argan is sooo weird and pervert!
Oke oke, saya tau mereka suami istri. Tapi nggak gitu juga kali! Apalagi kalau ingat umur Aundy yang masih belasan tahun. Baru 19 tahun boooo. Arganpun masih awal 20-an. Sempat terpikir di benak saya tentang tontonan mereka mengingat di usia yang masih sangat muda ini, mereka jago banget ngenakin pasangan. T.T
Hal lain yang membuat saya berpikir bahwa Arga sebenarnya cukup cabul adalah bahwa dia tidak bisa menahan hasratnya terhadap Aundy bahkan di tempat umum sekalipun. Saling cemburu, marah-marah tidak jelas, terjadi perselisihan dan selalu berakhir dengan celap-celup.
Sex, sex and sex. I can't!!!
Mereka terlalu dewasa dan vulgar untuk usianya. Saya nggak bisa baca tanpa lepas dari keterangan umur mereka. 19 dan 21. Mungkin kalau tokohnya sudah dewasa dalam artian bukan anak kuliahan apa lagi anak baru lulus SMA saya bakal oke-oke saja macam tokoh di novel-novel Alia Zalea, Titi Sanaria dll.
Tapi ini?? Too much nggak sih? Sampai ada blow job segala? Gila, gila, gila *geleng-geleng kepala*
Oke, move on dari pasangan hyper itu. Ada 1 tokoh lagi yang menurut saya annoying. Yup, siapa lagi kalau bukan Trisha. Karakternya dibuat berlebihan untuk anak kuliahan yang merangkap menjadi pelakor. Entahlah, menurut saya Trisha kaya lebay aja gitu penulis membuat karakternya. Padahal dia sebenarnya nggak ngejar-ngejar Argan amat.
Dan satu lagi tentang novel ini yang membuat ganjalan di hati saya. Yaitu nikah muda. Novel ini seakan mendukung gerakan nikah muda yang walaupun memang gak salah sama sekali tapi kalau ceritanya masih kuliah sudah menikah macam Aundy, Argan, Ajil, Hera, Trisha dll itu menurut saya cukup menggangu. Mereka bahkan nggak kerja, uang kuliah masih dibiayai orang tua. Lagi-lagi novel ini meromantisasi hal yang tidak seharusnya. T.T
Dan ya, walaupun saya nggak begitu suka dengan sikap Argan yang too lust, tapi saya suka tokoh Argan sejujurnya. Dia baik dan seru. Perhatian juga cinta sekali pada pasangannya. Apalagi kalau sudah bersama teman satu cafenya, Janu dan Chandra atau bersama kakaknya, Mahesa. Dia berubah menjadi sosok yang asik dan lucu. Selalu saja ada celutukan-celetukan yang membuat saya tertawa. Becandaan khas cowo, walaupun geli tapi cukup menggelitik.
Ya sudahlah, cape juga saya nulis reviewnya. Intinya ceritanya bagus dan seru. Gaya penulisanyapun oke, hanya masalah di beberapa tokohnya saja yang menurut saya over. Selain itu saya sangat menikmati novelnya dan ingin lanjut baca sekuel kedua dimana umur Aundy sudah 23 dan Argan sudah 25 (sudah cukup dewasa untuk melanjutkan ritual celap celupnya dan mungkin sudah bisa saya maklumi).
HUAHHH SUKA BANGET! GEMES POLLL! Semua yang ada di buku ini tuh ngalir banget, ga ada yang di paksa. Alasan mereka bisa nikah dan masalah-masalah yang muncul tuh pas banget, jadi masuk akal setiap keputusan-keputusan yang di ambil tokoh tuh. Peran-peran pembantunya tuh berfungsi banget sesuai tokohnya, kaya ortunya ga lepas gitu aja, Kak Tyas, Mahesa, sama Audra tuh berperan dengan baik. Feelingnya sumpah kerasa banget, tapi ga banyak narasi, keren! Sayangnya menurut aku masalah Faaz tuh aga kepaksa gitusi, dan cara Audra minta maaf tuh rese banget, tapi at least dia tetep kakak yang baik! Hats off! Akan baca karya kak Citra selanjutnya!
gue sampe bingung sendiri pas baca satu atap ini—like, semua adegannya familiar banget. dari awal sampe akhir tuh gue ngerasa, “eh ini gue udah pernah baca deh?” tapi anehnya, gue gak inget kapan dan di mana. bahkan review pun kayaknya gak pernah gue tulis sebelumnya.
jadi ya, ini semacam dejavu literasi. otak gue denial, tapi perasaan gue udah ngalamin semua scene-nya. mungkin dulu bacanya pas setengah ngantuk kali ya? atau waktu itu gak sempet nulis review, padahal udah tamat. who knows. intinya: i’ve been here before, cuma gue lupa kapan.
Baca novel ini asliii bikin gregetan sendiri karena aku ngerasa kedua tokoh ini agak kurang konsisten dengan perasaan mereka, I know mereka ini masiiih baru banget dan pernikahan bukan sesuatu yang mudah apalagi dengan awal yang salah. Gak tau kenapa aku ngerasa Argan disini malah keliatan red flag nya, di satu sisi dia gak pengen ngelepasin Aundy tapi disisi lain dia masih memantau keadaan Trisha (mantannya). Tapi disamping itu dia sosok yang penyayang dan juga pekerja keras di usia yang sangat muda. Nah kan aku jadi bingung mesti gmn hadepin denialnya si Argan ini hahahaa… 🌺 Aundy yang manis dan polos ini gampang banget tergoda sama rayuan Argan hahhaa, aku cukup suka dengan chemistry Argan dan Aundy mereka ini lucu dan kadang suka tarik ulur gituu, sebentar baikan sebentar sebel”an teruus ujung”nya yaa begitu😊. Ini saking polosnya, dia tuh jadi gampang luluh sama Argan meski berkali-kali dia tau kalau Argan masih belum bisa move on dari Trisha. Dan keduanya ini sebenernya sama” saling bucin cumaaa terhalang gengsi ajaa. 🌺 Aku sebel sama Trisha padahal udah tau kl Argan ini udan punya istri tapi tetep aja ngotot deketin Argan (jd pengen colok matanya gak tuh) aku suka sm Ajil dia ini kayak jagain si Aundy dan gak mau Aundy smp kenapa” dia ini sahabat yang baik. Hara ini apa yaa meskipun dia punya kesalahan sm Aundy tapi dia gak mau kehilangan persahabatannya sm Aundy. 🌺 Konfliknya ceritanya cukup rumit menurutku apalagi untuk ukuran mereka yang usia pernikahan dan umur yang sangat muda dengan melibatkan pihak ketiga. Tapi meskipun begitu kak Citra membuat ceritanya jadi nyenengin apalagi kita bacanya kayak ada efek butterflynya gitu sama perlakuan Argan ke Aundy dan aku masih penasaran sama kelanjutan cerita mereka karena masih nanggung banget. 🌺
Tadinya udah mau baca Garis Tangan, tapi ternyata itu sekuelnya Satu Atap. Jadinya harus baca ini dulu.
Aundy dan Argan menjadi tumbal pelarian Mahesa dan Audra, yang direncanakan menikah hari itu. Tidak ingin menanggung malu, keluarga mereka sepakat menikahkan Aundy, adik Audra, dengan Argan, adik Mahesa. Argan meski masih kuliah sebenarnya sudah memiliki hidup yang mapan berkat usaha kopi bersama dua sahabatnya. Sementara Aundy masih di tingkat pertama kuliah.
Jadilah keduanya menikah, belajar memahami satu sama lain. Tidak mudah karena Argan masih memiliki Trisha, sementara Aundy pun berpacaran dengan Ariq. Tapi kedekatan mereka membuat Aundy jatuh cinta pada Argan, sementara Argan masih belum bisa lepas dari bayang² Trisha. Ada rasa percaya yang menjadi krisis di antara mereka.
Premis awalnya sebenarnya meragukan. Kok masih ada ya orangtua yang memaksakan anaknya menikah daripada menanggung malu. Tapi kisahnya mengalir dengan baik. Becandaan Argan dan judesnya Aundy itu membuat novel setebal 400an halaman ini jadi selesai dalam sehari.
Tapi endingnya membuat saya ragu. Apakah Aundy dan Argan masih bisa bersama, setelah semua yang dijalani. Bukan dari merekanya sih. Tapi dari kedua kakak yang suka tiba² bikin keputusan sendiri itu. *brb lanjut ke Garis Tangan*
Aku cukup suka dan enjoy cerita ini! Alurnya ringan, manis, dan cukup gemesin tanpa terasa terlalu cringe atau childish. Chemistry antara Aundy dan Argan juga lumayan dapet, apalagi interaksi mereka yang kadang nyebelin tapi bikin senyum-senyum sendiri.
Tapi jujur aja, aku agak keganggu sama frekuensi adegan "itu"-nya yang menurutku agak terlalu sering dan kadang jadi terkesan... pervert 😭 Kalau dikurangin sedikit, kayaknya feel cerita ini bisa jadi jauh lebih dalam dan meaningful.
Di awal cerita, pacing-nya terasa pas—perlahan tapi yakin, apalagi waktu Aundy masih susah banget buat buka hati dan percaya sama Argan. Tapi makin ke belakang, konflik yang udah dibangun dari awal kayak diselesaikan terlalu cepat. Ending-nya juga berasa buru-buru dan gak terlalu nendang dari segi penyelesaian masalah. Awalnya aku pikir itu kekurangan besar, tapi ternyata novel ini ada sekuelnya, dan itu cukup menjelaskan kenapa akhir cerita ini agak “nanggung”.
Overall, ini masih termasuk novel yang enjoyable buat dibaca santai. Cocok buat kamu yang suka trope kawin paksa dan relasi benci jadi cinta, asal siap aja sama adegan-adegan panas yang cukup sering muncul :')
400 Halaman dan ga nyesel sih mantengin ini Novel. tipe-tipe novel yang kamu pengen baca terus menerus gitu. Suka aja sama obrolan si Argan sama Aundy yang bener-bener dibuat kayak mengalir. Kita bisa liat ketulusan Argan yang suka gombalin Aundy. Aundy-nya yang balas dengan celetukan ketus dia. Yang ga kalah seru interaksi Argan-Janu-Chandra. dan Mahesa-Argan. Penceritaan yang ada di dua sudut pandang buat kita ngerti perasaan karakter masing-masing. Paling ga ngerti tu Penulisnya (yang dari namanya kayak) Cewe tapi bisa buat kita mengerti gimana sih fikiran cowo tu. masalah-masalahnya Argan-Aundy tu emang bener-bener kayak beda pemikiran cewek-cowok dan pasangan suami istri nikah paksa aja. Salah pahamnya, berantem-berantemnya. Ga ada yang ga masuk akal. semua keren dan tertata. Salut aja sih sama sang Penulis. Great Job.
menurut gue cerita ini cukup bagus, konfliknya nggak terlalu berat dan lebih ke nyantai sih. apalagi karakter argan yang bener-bener udah stuck dan bucin ke si aundy walaupun di awal dia agak nyakitin aundy. ceirtanya juga bikin pembaca menikmati alurnya dan nggak ngebosenin karena disini ada beberapa adegan mature yg ga terlalu mature bgt jadi ga monoton. jujur aku capek sih sama kesalah pahaman yg terus ada diantara mereka dan ikut ngerasain capeknya jadi argan wkwk. tapi gue sukak banget sama karakter argan, gemes banget dah mo gue bungkus aja rasanya. yaampun dijamin deh kalo baca ini dari buku pertama sampe ketiga, pasti kalian senyum dan ketawa sendiri karena ada humornya juga yang bikin kita menikmati cerita🖤
This entire review has been hidden because of spoilers.
Pas part awal msh g enk bt bc dan ttp bthan.. pas pertengahan mulsi enak dan konfliknya sdkit bd di terima tp Gtw mo ngomong apa..wkwk endingnya mksa banget astaga..... Krg greget endingnya...smpt btanha2 yg ngrim bunga itu sp ko g d ksh pjlsan....yaelH pnjlsannya pas lg d mobil ending 4th kmudian...Astaga🤣🤣🤣🤣🤣🤣tadinya mau ngsih bintang 1.... Tp krn ak suka pas ptengahn(yg ku pkir endingnya bkal TOP) jd ak ksh 2aj....krn sy sk pas ptengahsn mski d kcewakan dg ending yg mmksakan
SUMPAAAHH GEDEK SAMA ARGAN. Anak usia 19 tahun di perkosa dan sempat-sempatnya nyebut nama mantannya. Meskipun sudah nikah aku rasa kalau hal ini terjadi mungkin ini sudah menjadi akhir cerita novel tersebut. Aku kurang suka alur ceritanya, kebanyakan seks dan argan juga terlalu flat jadi cowok. Maksudnya hornynya udah keterlaluan, dan pemeran cewekny jug masih 19 tahun. Pokoknya novel ini bisa dilabeli novel dewasa yang dimana me-romantisasi rapist 😭😭😭🫵🫵
Sebenarnya drama di cerita ini nyaris bikin gua nyerah lanjutin bacanya, tapi ada momen-momen lucu di sini. Jadinya tetep lanjutin. Oh ya, awak tak suka cover-nya 😕🙁