Valiza bekerja sebagai asisten baru di Showroom milik Dimas. Hari pertama bekerja, Valiza mendapati Dimas tengah memeluk seseorang dengan jenis kelamin yang sama di toilet pria.
Saat itu Valiza tidak tahu bahwa Dimas adalah bosnya, saat gadis itu diberitahu, ia pasrah apabila di pecat. Tapi Dimas tidak memecatnya. Dengan tenang, Dimas meminta Valiza untuk melupakan kejadian itu.
Valiza yakin Dimas itu gay. Tapi kenapa setiap kali berdekatan dengan pria itu, jantungnya berdebar-debar tidak keruan?
Lumayan seru, dan ini agak berbeda dgn tiga buku karya penulis ini yg pernah ku baca sebelumnya. Mungkin karena ada humor nya kali ya, tpi untukku, humor nya garing ehe. Aku pas baca malah ngerasa jdi aneh sendiri. Jalan ceritanya ku anggap cepat, soalnya cepat banget mereka jdi saling jatuhnya. Tpi tetap oke.
4 stars. Karena ceritanya tu ala-ala bella-alfariel. Boss sama bawahan. Novel dengan tema yg sama yg ditulis oleh penulis ini tu ada sekitar 3 (yg telah saya baca), jadi agak gimana ya bacanya. Tapi gimanapun saya suka aja penjelasannya. Karakter dua orang ini yg jelas beda sama karakter tetangganya. Terus sangkin ngalirnya saya sampe ngerasa kalau halamannya tu dikit banget.