What do you think?
Rate this book


100 pages, Paperback
Published June 24, 2019
Kembang Tidur
ingin menyelinap
ke dalam waktu tidurmu
walau itu sebuah guling
selimut belel
atau kaus longgar
yang telah kaupakai berhari-hari
MERAIH KEHIDUPAN
pembalut mahal di swalayan
sementara tak ada hari libur
bagi perempuan saat menstruasi
lucunya, iklan-iklan di tivi
masih saja berwarna biru
pada darah perempuan
"bilang pada mereka, nak
darah itu merah
karena ia kehidupan."
nak,
jika agama seperti rumah
Mestinya tak mengapa
Warna tembokmu berbeda dengan tetangga
Di kota ini,
Para pekerja seks digerebek
Tempat pelacuran dikucilkan
Kehamilan kadaluwarsa
Anak seribu anak
Mau kau kasih makan apa
Mau kasih pendidikan agama saja
Sementara mahal harga hotel
Mau bercinta ditangkap polisi
Kondom-kondom dilarang
Bayi-bayi dibuang
Seni pipis di celana
Di kota ini seniman-seniman mati
Dengan tidak bahagia”
dan aku bukan cinderella
aku babu bersepatu kaca
Aku suka berdiri di jendela
Menyetubuhi sajak-sajak telanjang yang lewat
Tak kenal detik dan waktu
Pukul dua belas lewat
Lipstikku masih menyala
Putingku masih merekah
ingin menyelinap
ke dalam waktu tidurmu
walau itu sebuah guling
selimut belel
atau kaus longgar
yang telah kau pakai berhari-hari