_Aku ingin menjadi setiap harimu. Yang pertama kali kamu jumpai saat membuka mata di awal hari. Yang melepasmu penuh rindu saat kamu pergi di pagi hari. Yang menyambutmu dengan manis saat kamu kembali di sore hari. Yang mengobati segala lelahmu di malam hari. Yang melayanimu dengan sepenuh bakti demi ridho ilahi._
_Aku ingin menjadi selalumu. Selalu kamu hargai. Selalu kamu sayangi. Selalu kamu ridhoi. Selalu kamu dengarkan. Selalu kamu doakan. Selalu kamu perjuangkan._
_Aku ingin menjadi masa depanmu. Yang masih kamu tatap mesra di hari tua kita. Yang ikut menemanimu bermain dengan anak-cucu kita. Yang mendampingimu menghabiskan jatah usia kita. Yang tetap saling cinta di masa renta kita._
_Sayang, terima kasih sudah berjuang. Terima kasih sudah menjadikanku alasanmu untuk berjuang. Semoga aku bisa menjadi orang yang layak untuk kamu perjuangkan._
***
*Genap 3* adalah lanjutan dari serial Genap sebelumnya. Bercerita tentang perjalanan suami-istri untuk membuat keluarga kecilnya semakin lengkap dengan kehadiran seorang anak. Semua cara sudah ditempuh sampai akhirnya sang istri hamil. Tapi apa hendak dikata, semuanya seolah sia-sia, saat istri mengalami keguguran karena kelalaiannya sendiri. Kesabaran, kedewasaan, keikhlasan serta cinta mereka kembali diuji. Apa yang harus mereka lakukan?
Buku ketiga dari penulis yang berjudul Genap. Dari ketiga Genap, yang pertama masih menjadi kesukaan saya. Jika diurutkan menurut versi saya maka urutannya Genap 1 > Genap 3 > Genap 2.
Buku ketiga kali ini lebih ke arah fiksi dibandingkan dia buku sebelumnya yang saya rasa adalah pengalaman pribadi penulis. Karena jalan cerita yang berbeda dari buku yang kedua.
Genap 3 ini akan bercerita bagaimana sebuah pasangan suami istri yang harus menghadapi konflik besar mereka setelah kehilangan anak yang sedang dikandung sang istri. Diceritakan dari dua sudut pandang, sudut pandang suami dan sudut pandang istri, sehingga kita tahu bagaimana perasaan dan pemikiran dari masing-masing mereka.
Untuk buku dengan 270an halaman, menurut saya buku ini terlalu panjang. Banyak hal yang diulang-ulang sehingga saya mendapatkan kesan hanya diperlama. Selain itu, ada beberapa bab yang melenceng isinya dari cerita utama. Dua hal itu cukup mengganggu selama saya membaca buku ini.
Meskipun demikian, ada nasihat-nasihat penting yang bisa diambil dari ceritanya. Terutama tentang bagaimana komunikasi suami-istri.