Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Shark Caller

Rate this book
Desperate to become a shark caller to avenge the death of her parents, Blue Wing is instead charged with befriending infuriating newcomer Maple. At first they are angry and out of sync with the island and each other. But when the tide breathes the promise of treasure, can they overcome their differences and brave the deadliest shark in the ocean?

400 pages, Paperback

First published January 1, 2021

Loading...
Loading...

About the author

Zillah Bethell

10 books73 followers
Zillah Bethell was born in a leprosy hospital in Papua New Guinea, spent her childhood barefoot playing in the jungle, and didn't own a pair of shoes until she came to the UK when she was eight. She was educated at Oxford University and now lives in Wales with her family.

Zillah has written three adult novels (SEAHORSES ARE REAL / LE TEMPS DES CERISES / GIRL IN PROFILE) and three children's novels (THE SHARK CALLER / A WHISPER OF HORSES / THE EXTRAORDINARY COLOURS OF AUDEN DARE)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
763 (55%)
4 stars
467 (33%)
3 stars
126 (9%)
2 stars
24 (1%)
1 star
5 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 344 reviews
Profile Image for Khansaa.
172 reviews212 followers
January 31, 2022
4.5 stars

Blue Wing hidup bersama kakek asuhnya yang bisa memanggil hiu. Pada suatu saat, mereka kedatangan seorang profesor dari Amerika dan anak perempuannya, Maple. Sang profesor datang ke Papua Nugini untuk meneliti terumbu karang dan Blue Wing ditugaskan untuk menemani anak perempuannya. Siapa sangka mereka berdua mendapatkan petualangan sekali seumur hidup?

Novel middle grade seringkali dianggap sebagai “hanya untuk anak kecil”, tapi The Shark Caller mematahkan anggapan tersebut. Mulai dari persahabatan, balas dendam, sampai bagaimana berdamai dengan kehilangan dibahas di novel ini dengan ringan & penuh makna.

Membaca The Shark Caller mengingatkanku pada masa kecil yang penuh rasa penasaran dan kejujuran—bagaimana kita berharap banyak dengan orang dewasa. Ternyata, pas sudah dewasa kita itu hanya anak kecil yang membesar :))

Dengan latar laut Papua Nugini dan kehindahan alamnya, The Shark Caller mengingatkan kita untuk tidak tenggelam dalam kehilangan sampai lupa dengan apa yang masih ada di depan mata. Cerita ringan yang akan membuat hatimu hangat (dan kaget karena ada kejutan di dalamnya!)
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books245 followers
June 6, 2022
This book is mobeta than I expected. Positive vibe di sepanjang cerita, peran antagonis tipis-tipis yang gak hitam-putih belaka, lalu penjabaran latar tempat dan sejarahnya sedap banget. PLOTTWISTNYA!!! Padahal di sepanjang cerita mereka ngomongin hantu dan tetek bengeknya, dan alasan Siringen gak mau mewarisi ilmunya ke Blue Wing yang terlalu samar, tapi nggak nyangka ternyata begitu endingnya. So clever!

Ah, dan juga....

Hiu bikpela biasanya betina. Hiu betina di banyak spesies lebih besar daripada jantannya. Jadi kemungkinan Xok itu betina, atau jantan yang tru bikpela.

Praktik turisme pemberian makan hiu di masa kini berperan dalam meningkatkan jumlah serangan hiu terhadap manusia. Hiu sejatinya kucing yang hidup di laut. Sekali diberi makan, dia bakal datang lagi dan bersikap lebih kurang ajar karena berharap dikasih makan lagi. Jadi jangan memberi makan hiu di laut. Jangan buang sampah di laut juga. Hiu makan apa pun yang ditinggalkan manusia di laut. Termasuk sampan dan ban bekas.

Aku suka depiksi ketua adat desanya Blue Wing yang penjilat ke orang asing tapi nggak adil sama warga sendiri. Itu terjadi di mana-mana. Itu juga penyebab endonesa dijajah lama sekali oleh orang asing. Karena pemimpin lokalnya penjilat.

Profile Image for Fikriah Azhari.
385 reviews171 followers
June 25, 2026
❝Dia bilang orang hidup harus mendahulukan yang masih hidup daripada yang sudah mati.❞

Buku BAGUS yang ending-nya bikin aku nangis JELEK! 😭💔 Beneran terisak karena nggak pernah menduga arahnya ke sana padahal setelah aku baca lagi, sebenarnya penulisnya udah tebar petunjuk yang sebelumnya aku anggap lalu aja.

Berlatar sebuah desa di Papua Nugini, Blue Wing tinggal bersama Siringen—waspapi-nya yang merupakan seorang Pemanggil Hiu—setelah kedua orangtuanya meninggal. Suatu hari, Siringen ditugaskan mendampingi seorang profesor dari Amerika yang datang untuk meneliti terumbu karang; Atlas Hamelin, bersama putrinya, Maple Hamelin.

Blue Wing diminta menemani Maple selagi Mr. Hamelin pergi bersama Siringen. Namun, tidak mudah untuk mengakrabkan diri. Hingga akhirnya mereka mengetahui luka serupa di diri masing-masing yang perlahan menjadi jembatan untuk memahami satu sama lain.

Ketika melihat sampul, aku kira ini adalah middle-grade yang fokus di genre adventure; petualangan membelah lautan, ditambah blurbnya nyebut-nyebut harta karun, tapi ternyata yang coba diangkat Zillah Bethell lebih dalam dari lautan tempat hiu dan harta tersebut bersemayam.

Rasanya sebagai pembaca ikut diuji kesabarannya seperti Blue Wing dalam menghadapi Maple yang tidak mengamalkan peribahasa “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Pokoknya ada aja yang bisa dijadiin bahan adu mulut mereka! Seiring cerita kita bakalan ngerasain character development-nya dia, emosinya memang terkadang masih kurang stabil, mengingat usianya yang masih 12 tahun dan prosesnya menerima duka atas berpulangnya ibunya yang belum juga selesai. Polanya menyerap fase berduka, mulai dari kemarahan yang membuat emosi tidak stabil, munculnya berbagai perandaian dalam kepala, sampai akhirnya bisa menerima kehilangan.

Serunya waktu mereka mulai mencurigai apa yang sebenarnya Mr. Hamelin cari di lautan, dan ketika tahu keinginan Blue Wing untuk menjadi Pemanggil Hiu demi menuntaskan dendam terhadap Xok si hiu.

Selain PLOT-TWIST-nya yang tidak kusangka, buku ini juga merefleksikan gimana seseorang atau bahkan mahkluk hidup lain yang hadir penuh amarah itu bisa aja dipicu oleh trauma, pengalaman tak mengenakkan, atau bahkan duka yang membuat mereka tidak sepenuhnya utuh.

The Shark Caller menjadi salah satu buku yang akan selalu aku rekomendasikan; kisah dua anak perempuan yang sibuk menyalahkan diri sendiri atas kehilangan, lalu akhirnya bisa menerima semua yang terjadi dan perlahan memaafkan.
Profile Image for Milou.
367 reviews10 followers
January 19, 2021
I received this book through Netgalley, and am so grateful for it…. because it was Amazing. This is the book I wanted The Line Tender to be, but so much better.

The story follows Blue Wing on New Ireland, and island of Papua New Guinea. After Blue Wing’s parents died two years ago she moved in with the Shark Caller of the village. She is desperate to become a shark caller herself, but her waspapi doesn’t want to teach her because she is a girl. And because he is scared she will use it to take revenge. When an American scientist and his daughter Maple arrive on the island, Blue Wing is asked to show Maple around and keep her company. What follows is a clash of cultures and a lot of anger… which develops in a beautiful friendship.

The story is beautifully written. The islanders aren’t fluent English speakers and have their own words, all of which is very well handled. The author herself grew up in Papua New Guinea, and it shows. What might have seemed strange and ‘savage’ in our eyes, now feels natural. It really is beautiful setting that Zillah has made come to live before our eyes.

And the story itself is beautiful as well.

I do not cry any more. It has gone beyond me to cry. Crying is a hoping. And when things have moved beyond hope, there is no need to cry. Everything is already scratched into the rock. It cannot be unscratched.
This is when Blue Wing tells Maple and her father about her parents died… and she may not have been crying at the time, but I surely was. And it wasn’t the only time tears rolled down my face either. This is a story about friendship, grief, forgiveness, moving on… and all of it is very raw yet beautifully handled.

And then there was the ending, which completely took me by surprise. Looking back at it the hints were there, throughout the whole story. Yet I never suspected a thing. It has been a long time a book has pulled of such a brilliant twist for me, one I never expected and hit me right in the feels. Just, Wow.

I had one minor issue with this book (I wasn’t the biggest fan of the real reason Maple’s father came to the island), but everything else more than made up for that. This is a book that I foresee sticking with me for a long time still, and I would be very surprised if it doesn’t make my favourites of the year. Please do yourself a massive favour, and pick this up!
Profile Image for Matchanillaaa.
105 reviews3 followers
April 16, 2025
Berekspektasi bahwa buku ini isinya dongeng anak-anak bawah laut. Tapi begitu tahu latar tempatnya di pantai Papua, ekspetasiku sedikit berubah. Wah kayaknya bakalan seru nih.

Di awal cerita mungkin masih terasa biasa aja. Menceritakan permasalahan Blue Wings dan keinginannya untuk menjadi pemanggil hiu. Namun cerita jadi makin menarik saat Blue Wings kedatangan tamu dari Eropa. Ini orang asing jauh jauh ke pantai Papua mau ngapain? Ngga mungkin kan kalau cuma untuk meneliti laut Papua aja? Pasti ada teka-teki yang harus di pecahkan.

Dan ternyata, betuuuuul. Petualangan Blue Wings dan Maple bukan hanya membawa penggambaran keindahan laut Papua aja, tapi juga menyajikan plot twis berlapis. Kedatangan tamu Eropa bukan hanya membuka tabir masa lalu Blue Wings, tapi juga membuka misteri sesungguhnya dari sosok itu sendiri. Begitu tamat membaca buku ini, sempet speechless karena, "wahhh.. jadi selama ini? Ternyata 😱😱." Ada beberapa bagian yang aku lewatkan sampai ngga sadar plotnya akan seperti itu. Kageeeet banget.

Sayangnya, penggambaran plot twisnya terlalu tiba-tiba. Pembaca seolah ga dikasih kesempatan untuk memproses kenapa plotnya bisa se-plot twist ini. Karena saking kagetnya dan ga ada proses penjelasannya, aku sempet baca ulang dua bab sebelum ending untuk memastikan bahwa dugaanku benar.

Walaupun nuansa plotnya terkesan dongeng anak-anak banget, tapi buku ini bisa dibaca semua usia. Apalagi buku ini membahas tentang trauma masa lalu sekaligus bagaimana seseorang harus bisa memaafkan dan menerima diri sendiri.
Profile Image for Lucy DeRose.
Author 4 books46 followers
March 2, 2022
If you like middle grade and the sea, read this book! Trigger warnings for grief
Profile Image for Ren Puspita.
1,553 reviews1,044 followers
February 8, 2023
5 bintang

Buku sebagus ini kok jarang yang baca?? Bahkan gue lihat yang ngereview ga sampe ribuan dan reviewnya pun dikit. LIKE, SERIOUSLY???

"aku ingin bisa memanggil hiu. Kau tahu itu. Aku sudah kelewat sering bilang kepadamu, sampai rahangku terasa ngilu setiap kali mengatakannya. Aku ingin bisa memanggi hiu. Ajari aku sihirnya dan tunjukkan kepadaku caranya."


Gue dulu beli buku The Shark Caller dari temen karena ada diskonan (ini alasan utama ya hahaha), dan juga tertarik sama covernya (blue is my favorite color!) plus tertarik dengan premisenya tentang pemanggil hiu. Ekspektasi gue awalnya, oh ini fantasy untuk anak - anak, dengan tema yang unik tentang budaya pemanggil hiu dan setting yang juga sama uniknya yaitu di Papua Nugini. Bisa jadi bacaan ringan lah.

Boy, how I was wrong!

The Shark Caller bukanlah cuma buku tentang fantasy atau petualangan bocah - bocah mencari harta karun. Buku ini lebih dari itu. Zillah Bethell melalui buku ini menjabarkan kisah tentang dua anak berusia 12 tahun, Blue Wing dan Maple Hamelin. Awal cerita memang sedikit biasa saja, walau sebenarnya dari awal pun Bethell sudah memberi hints tentang dinamika Blue Wing dan waspapinya, Siringen. Diceritakan seluruhnya dari sudut pandang Blue Wing, pembaca diajak membaca kenapa Blue Wing bersikeras ingin jadi pemanggil hiu, demi balas dendamnya untuk hiu bernama Xok. Lalu interaksinya dengan Maple, bahwa Maple di dalam hatinya masih memendam rasa duka dan penyesalan yang luar biasa sampai awal mereka bertemu, Maple ini orang yang menyebalkan. Sampai akhirnya mereka pun jadi berteman dan membantu ayah Maple, Mr Hamelin untuk mencari harta karun.

Petunjuk - petunjuk di The Shark Caller, tentang Blue Wing, terutama interaksinya dengan Siringen, Maple, Mr Hamelin dan juga si dukun, Chimera, sebenarnya sudah jelas dari awal. Tapi Bethell tetap mengajak pembacanya untuk bertanya dan menduga - duga. Dan begitu semuanya terungkap...seolah semuanya jadi sempurna dalam satu lingkaran. Gue sarankan jangan terlalu banyak baca review dan juga jangan baca bagian belakangnya dulu (ini sih kebiasaan gue yah, jangan ditiru hahaha), supaya surprisenya tetap terjaga. Karena walau kamu mungkin udah bisa nebak...oh begini, tetap akan ada rasa puas saat semuanya jelas. Bethell sendiri juga mungkin berusaha untuk tidak berbelit - belit dalam bercerita, karena buku ini memang ditujukan untuk anak - anak.

"Rumah bukanlah sekedar bangunan. Itu bukanlah sekedar kumpulan bata atau kayu dengan atap di bagian atasnya. Juga bukanlah sekadar semen atau paku yang menyatukan semuanya. Rumah adalah tempat dimana kau diinginkan. Tempat kau merasa aman dan dicintai. Itulah arti rumah yang sesungguhnya-bukan bahan pembuatnya atau bahkan lokasinya. Rumah adalah tempat kau diterima apa adanya. Tolong, jangan lupakan itu."


Meskipun untuk anak - anak, temanya sendiri cukup universal. Di luar cerita tentang pemanggil hiu, dinamika di Papua Nugini plus penggunaan bahasa Inggris Tok Pisin-nya, tema utama buku ini adalah bagaimana memaafkan diri sendiri dan menghadapi rasa duka. Bethell cukup piawai dalam menjabarkan lima fase duka (penyangkalan, amarah, menawar, depresi dan penerimaan), terutama pada sosok Maple dan Mr Hamelin. Penyampaiannya pun enak dibaca tanpa terasa menggurui. Bahkan untuk hati gue yang menurut gue udah cukup keras karena kenyataan hidup pun, membaca The Shark Caller legit make me (almost) ugly crying. Memang terasa ada beberapa narasi yang tampak bijaksana padahal keluar dari sudut pandang Blue Wing yang notabene baru usia 12an tahun, masih anak - anak. Tapi mungkin juga anak - anak pun sejatinya bisa berpikir lebih pijak ketimbang orang dewasa.

Gue membaca ini hanya dalam waktu singkat, walau harus dibaca dalam beberapa hari karena kesibukan kerja. Alur ceritanya memang tidak terlalu cepat dan bisa dibaca santai, tapi memang unsur misterinya cukup bikin penasaran. Ditambah dengan ilustrasi - ilustrasi didalamnya yang cukup menarik, pun covernya juga sangat catchy. Menyembunyikan fakta kalau ceritanya bikin pengen nangis endingnya, hahaha. Apakah sad ending atau happy end? Bagi gue mah happy yah, karena kan tema utama ceritanya lebih tentang memaafkan diri sendiri dan melanjutkan hidup. Minusnya mungkin masih ada beberapa typo yang cukup kelihatan, pun penggunaan bahasa Tok Pisin cukup nanggung karena hanya sepatah - dua patah kata walaupun tetap ada catatan kaki dan glossary untuk artinya. Tapi untuk terjemahannya, menurut gue luwes dan enak dibaca, terlepas dari typonya yang lumayan. Oh ya, di bagian belakang buku juga ada sharing dari Bethell tentang kehidupannya dulu di Papua Nugini dan trivia tentang hiu dan info untuk konservasi hiu. Selain itu kalau kamu baca ini sama temen atau klub buku ada list pertanyaan untuk jadi bahan diskusi.

"Waktu hanyalah keranjang yang membawa kehidupan dan kematian. Dan semua makhluk yang hidup pasti akan disentuh oleh kematian - mustahil menolaknya. Jadi kematian hanyalah bagian dari kehidupan." Siringen mengangkat bahunya. "Jika kita bisa menerima fakta itu, hidup baru terasa nyata. Hidup. Kematian. Waktu. Semua itu adalah hal yang sangat sederhana."


The Shark Caller jadi salah satu buku favorite gue di 2023 ini dan juga my first 5* in this year (lol, akhirnya). Ngelihat pembacanya kok dikit banget, jadi sedih deh. Karena buku ini menurut gue lebih daripada sekedar cerita pemanggil hiu. Buku ini bakal bikin hati merasa tersayat - sayat tapi juga hangat pada akhirnya. Recommended!!

"Orang bilang waktu akan membuat luka sembuh. Semua orang di dunia mengatakannya. Tapi itu memang benar. Jika kau menunggu cukup lama, kau akan mendapati tidak ada keburukan yang cukup buruk untuk mengubah segalanya. Orang akan selalu kembali menjadi diri mereka seperti saat dilahirkan. Seperti halnya kematian, itu juga sesuatu yang tidak dihindarkan."

Profile Image for Cyn.
292 reviews11 followers
November 16, 2022
in my honest opinion, buku ini adalah definisi saved by the ending 🦈 [NO SPOILER]

The Shark Caller bercerita tntg Blue Wing, ank yatim piatu yg diasuh bapak angkat (istilahnya 'waspapi') bernama Siringen yg adalah satu"nya pemanggil hiu di desa itu. Blue Wing pngn bljr manggil hiu jg, tp selalu ga dibolehin krn ada alasan tersendiri. suatu saat desa itu kedatengan profesor Hamelin sm anaknya, Maple, yg ternyata punya maksud tertentu jg.

sepanjang buku ini mostly tntg cara" Blue Wing ngajak berteman Maple, gmn sikap Maple yg selalu bermusuhan, gmn mereka masing" mengontrol amarah n sadness dlm hati mereka. buku ini byk mengajarkan tntg merelakan, memaafkan.

now my own opinion(s)!!!! sepanjang buku ini boseninnnn banget. jenis yg page turner karna narasinya mengalir, tapi ya gitu ga terlalu byk kejadian berarti. liat blurbnya bikin keinget Lima Sekawan, padahal ga sama skali, karna di buku ini smua msh bergantung sm org dewasa n 'berkelana' yg disebut ga seseru itu.

pembangunan suasananya mnurutku kurang totalitas (mgkin karna dr sudut pandang anak 12thn), byknya rambling narrations, karakter yg gajelas (contoh: Maple yg sempet kyk traitor, sikapnya berubah lg). ak udah positif bgt ngasih buku ini 3⭐. bisa dibaca, just an ok for a MG book, ceritanya jarang ditemui. tp semua berubah ketika memasuki ending 🤣🤣

endingny dikemas dng plot twist. ak ngerasa kyk pembaca ga dikasih kesempatan memproses dl. ak bahkan cari" kejanggalan lg dari awal, dan ya, byk yg harusnya aneh tp ak ga sadar. jujur ak ga siap, gada bayangan bakal dibuat gt. this book got me!!!! nambah 1⭐ buat endingnya yg bikin sobbing.

etsss baru kepikiran, ini tuh kueren pol kalo jadi film sih. ngeliat visual landscape Papua Nugini plus ceritanya emg tipe" cocokan buat film.
690 reviews6 followers
June 26, 2021
2.5 stars. The nonsensical, mumbo-jumbo ending ruins what would otherwise have been a perfect book. I really don’t like it when books about real life, grief and death turn into fantastical stories about scrolls and spirits at the very last minute -especially when there was very little build-up to it!

Still, the book scores some extra points for being an otherwise fantastic book about grief.
Profile Image for Steph.
1,565 reviews90 followers
February 23, 2020
Well... this was a BEAUTIFUL story filled with love, hope, grief and friendship. I absolutely adored Blue Wing and Mabel’s stories: how they went from being cold to each other to bonded. How important the sea is. How important kindness is. This is a magical story. I just loved it.
Profile Image for Henzi.
236 reviews23 followers
September 1, 2025
Awalnya membius seperti dongeng, adventure-nya khas seperti buku anak-anak pada umumnya. Pembaca diajak mengikuti Blue Wing, seorang anak remaja yang ingin menjadi pemanggil hiu sejak kematian kedua orang tuanya. Ia bertemu dengan Maple, anak dari seorang professor yang datang ke desanya dengan misi tertentu. Meskipun kelihatannya memiliki kepentingan yang berbeda, namun tujuan mereka linear.

Melalui POV pertama, kita diajak menyelami isi kepala Blue Wing yang lengkap dengan kegiatan hariannya. Ia sering diminta mengajak Maple jalan-jalan mengelilingi pulau. Awalnya mereka kurang akur, sebab Maple menempati pondok bekas tempat tinggalnya dahulu sebelum ditinggal orang tuanya. Sementara itu, Maple juga bersikap selayaknya anak kota yang nyebelin dan memandang rendah pulau mereka. Seiring meningkatnya frekuensi bertemu, mereka kemudian berkawan baik.

Maple mulai menceritakan tentang ibunya kepada Blue Wing, apa yang terjadi padanya dan penyesalannya soal itu. Sebaliknya, Blue Wing juga terbuka soal ayah dan ibunya, penyebab kematiannya, dan seekor ikan hiu bernama Xok yang menjadi dendam kesumatnya. Kontak mereka jadi lebih erat, saling memahami satu sama lain. Hingga kemudian ada kejadian mencurigakan yang memaksa mereka untuk melakukan pengintaian.

Aku mengira cerita akan berakhir sesuai dengan harapan masing-masing. Petualangan berakhir bahagia. Ternyata, plot twist-nya …. Luar biasa! Hmmm, masif banget pokoknya, sempat merasa dibodohin dari awal. Akan tetapi, setelah membaca penjelasan hingga epilog terkait apa penyebabnya dan bagaimana bisa hal tersebut kejadian, aku terpuaskan. Ternyata ada yang lebih penting dari keseluruhan plot cerita di sini. Mindblowing.
Profile Image for Aurora.
91 reviews4 followers
January 12, 2023
The cover is gorgeous, and I thought it was pure adventure, as it turns out.............

However, I like the plot. How does Maple's friendship develop into a sibling, then the explanation of each character is also easy to understand. Like a traditional leader with the heart to treat his people but bows down to foreigners. Then the explanation of Xok's origins as a ferocious shark is heartbreaking. Luckily Xok was finally able to find peace of his own.

The plot twist at the end surprised me, but it still didn't detract from the beauty of the story; instead, it made the story leave an impression.
Profile Image for Milena.Reads.
83 reviews178 followers
September 5, 2021
I thought the book was really well written overal. The friendship and relationships in this book were beautiful. The characters very well rounded. Sometimes the dialogue felt a bit too mature for the age the girls were. I really didn’t like the plottwist at the end, it felt unnecessary and took away so much of the story.
Profile Image for Michelle Harrison.
Author 28 books1,253 followers
June 19, 2020
A gorgeous story about love, loss, friendship, revenge and acceptance. Zillah Bethell's writing is incredible, full of wisdom and hope, and the ending is a triumph. I haven't been this moved by a book since A MONSTER CALLS.
Profile Image for Shanya Putri.
366 reviews169 followers
August 8, 2026
AKHIRNYA AKU SELESAI BACA INI! Kaget banget sama ending-nya.

“Balas dendam hanya untuk mereka yang jiwanya sudah hancur dan tidak berharga seperti kelopak bunga kamboja.”

The Shark Caller mengisahkan persahabatan antara dua gadis, Blue Wing dan Maple, yang lahir di tempat dan latar belakang yang berbeda.

Dengan selipan beberapa kata dan kalimat dari bahasa Inggris Tok Pisin, buku fantasi middle-grade ini membawa pembacanya menjelajahi sebuah desa pesisir kecil di Papua Nugini. Di bagian awal, berkenalan dengan dua tokoh utama ini memang mengharuskan pembacanya bersabar—keduanya selalu berdebat dan merasa paling benar. Setelah mereka mulai bertualang, mereka pun mulai menjalin persahabatan.

Seiring berjalannya cerita, aku jadi sangat paham kenapa mereka bisa penuh amarah seperti itu.

It’s the collective grief that they, children, have to carry…

Pertemuan awal mereka memang penuh perdebatan, namun duka yang sama atas kematian orang yang mereka cintai itulah yang mengikat pertemanan itu.

Dua tahun lalu, Blue Wing menjadi saksi mata atas kematian kedua orang tuanya. Sekarang, ia dibesarkan oleh “kakek angkatnya”, Siringen, seorang pemanggil hiu. Sedangkan Maple adalah putri seorang profesor Amerika yang baru tiba untuk tujuan penelitian. Bersama-sama, mereka bertualang dan menghadapi seekor hiu yang sangat berbahaya.

Kisah Blue Wing dan Maple begitu magis dan sangat reflektif. Dari sampulnya, mungkin terlihat seperti cerita petualangan biasa, tapi The Shark Caller berhasil mengangkat topik penting seperti duka, balas dendam, memaafkan, dan bagaimana setiap orang harus berani dan jujur dalam menjalani kehidupan.

The Shark Caller juga membahas waktu—what if—yang sangat dekat dengan perjalanan dan perasaan duka. Namun pada akhirnya, “yang terpenting adalah semua yang bertahan dan yang kita lakukan selagi kita masih di sini”.

“Yang masih hidup seharusnya lebih diutamakan daripada yang sudah mati.”

It’s a book that could make you cry! Highly recommend for those who need a heartwarming read with a twist at the end!
🌟🌟🌟🌟✨
Profile Image for Mathew.
1,560 reviews225 followers
June 18, 2021
Believe the hype. The Shark Caller is a fantastic children's book full of dreams, moral dilemmas and enough twists and turns to keep you hooked right until the end. Having grown up in Papua New Guinea, Bethell explores the lives of two young girls, Blue Wing, a native who lost her parents to a shark attack when she was younger and island newcomer, Maple, a Japanese-American who has arrived with her father. She too has lost her mother.

An unlikely friendship begins between both, brought together through loss, and soon the girls become suspicious of the actions of intentions of Maple's father. Why does he need Blue Wing's carer, the local Shark Caller, Siringen, to map out the coast for him? Why is he interested in coral when his specialism is in World War 2? And what of Xok? The shark that killed Blue Wing's parents? Does he still hunt these waters?

Bethell weaves so much into this narrative. It is liminal in its telling, its plot and its nature. This is a proper rite-of-passage story and each character and sense of place is looking to move on (or is fighting it). Rich, evocative landscapes and characters abound. This is not just a story about confronting grief; it's a story about the cyclical nature of the human spirit - and it's quite beautiful.
Profile Image for Nining Sriningsih.
361 reviews39 followers
May 13, 2022
* baca di Gramedia Digital

baca ini karena lihat rating'y bagus..
:D

dari awal sampai pertengahan, B aja sich menurut q..
knp Siringen ga mau ajarin Blue Wing manggil hiu..

jreng..jreeeng
pas terakhir'y plot twist bangeeet lho..
dan baru sadar, ouw ini toch alasannya Siringen ga mau ajarin Blue Wing..
:D

antara sedih dan senang sich..
Buku ini banyak memberi pelajaran bangeeet, tentang kehilangan, balas dendam, memaafkan..
WAJIB dibaca..
:*
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews259 followers
February 2, 2022
WAAA KELARR! Cepet bgt ganyangka...

Ceritanya seru & banyak moral valuesnya jugaa—tentang dendam, merelakan, dan lain-lain. TRS ADA PLOT TWISTNYA JUGA DI AKHIR2!! Kaget soalnya gaterlalu kepikiran bakalan begitu... wow keren.

Oiya terjemahannya juga oke😎👍🏻

Full review bakalan ada di ig seperti biasa
Profile Image for Sulhan Habibi.
815 reviews65 followers
February 9, 2022
Baguuusss…

Kenapa begitu? Huhuhu..
Suka dengan nuansa Papua Nugini-nya. Sebuah pengalaman baru buatku.
Profile Image for Keisya.
67 reviews1 follower
January 15, 2023
well, it's supposed to be 4.9.
I did really in shock while noticing that Blue Wing was a ghost, and she wasn't a real-lived human. I love that part when Maple found three stones of Mama and Papa's Blue Wing, then Blue Wing herself.

Now, everything seems weird for me after reading the whole pages and find the character isn't lived 🥲. However, I'd still love to put my heart to this book, which means I love it!

Conclusion: I've learned enough things about Shark, Papua New Guinea, and time. Also, one of the part stories that I found it dynamite was when it said Blue Wing was a Ghost.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Raven.
472 reviews40 followers
March 23, 2024
"Yang masih hidup seharusnya lebih diutamakan daripada yang sudah mati."

Melalui petualangan Blue Wing dan Maple, The Shark Caller menceritakan bagaimana luka dan duka mengubah seseorang, dan proses yang sulit untuk melepaskan. Buku yang indah dan manis.
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book39 followers
August 15, 2026
The Shark Caller (Sang Pemanggil Hiu)
oleh Zillah Bethell
4 dari 5 bintang

“Aku ingin bisa memanggil hiu. Kumohon ajari aku mantranya dan tunjukkan caranya.”


Honestly, aku enggak punya ekspektasi apa-apa saat membaca buku ini. Tapi memang, aku banyak mendengar hal baik dari buku ini. Banyak yang bilang, kalau ingin membaca middle grade dengan kisah yang nggak biasa, The Shark Caller bisa menjadi pilihan. Aku rasa, ungkapan itu ada benarnya karena memang banyak hal tak terduga terjadi di The Shark Caller.

Pertemuan Blue Wing dan Maple

Blue Wing adalah gadis cilik yang tinggal di daratan pinggir pantai di Papua Nugini. Sejak kecil, Blue Wing ingin sekali menjadi seorang pemanggil hiu. Apalagi setelah kedua orang tuanya meninggal, Blue Wing terus memohon kepada waspapi (pelindung)-nya, Siringen, untuk mengajarinya. Sayangnya, menurut kepercayaan, kemampuan memanggil hiu itu hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tetentu saja, dan diwariskan ke keturunan laki-laki. Tentu Blue Wing yang seorang anak perempuan tak menyerah begitu saja. Ia yakin bahwa dirinya bisa memiliki kemampuan yang sama, atau bahkan lebih baik, dari seorang anak laki-laki. Sayangnya, Siringen enggan mengajari Blue Wing karena alasan Blue Wing yang tidaklah “tulus”.

Sampai suatu hari, seorang peneliti terumbu karang asal Amerika, Mr. Hamelin, datang ke PNG untuk melakukan penelitian. Ia turut membawa serta putrinya, Maple, yang seumuran dengan Blue Wing. Berhubung Siringen adalah ahlinya dalam mengenali area laut dan sekitarnya, termasuk letak terumbu karang, maka kepala desa meminta Siringen menemani Mr. Hamelin. Sedangkan, Blue Wing yang awalnya ogah-ogahan, diminta untuk menemani Maple.

Seperti yang disebut di blurb, hubungan keduanya awalnya betul-betul seperti air dan minyak. Maple yang terkesan angkuh dan Blue Wing yang telanjur malas bersosialisasi. Awalnya kita akn disuguhi petualangan-petualangan kecil Blue Wing dan Maple ketika menyusuri kota. Tapi lama-kelamaan, kita akan diajak untuk memahami lebih jauh soal kehidupan Blue Wing dan Maple. Termasuk dalam hal memaafkan diri sendiri dan melalui duka dari kehilangan orang yang kita sayangi.

Kisah yang Unik dan Menarik

Pertama kali aku membaca blurb dari The Shark Caller, aku jadi teringat dengan salah satu ARC yang pernah kudapat, Storm Child karya Ele Fountain. Aku pikir, sama seperti Storm Child, TSC akan berfokus ke bagaimana tradisi memanggil hiu pada dasarnya merupakan upaya untuk melestarikan hiu dan menjaga lingkungan. Memang betul ada unsur demikian, tapi ternyata tradisi ini tak menjadi cerita utama.

Kalau boleh jujur, sepertinya ini pertama kali aku membaca buku yang ditulis oleh penulis asal PNG. Meskipun PNG pada dasarnya berada sangat dekat dengan Indonesia, aku tak pernah terbayang keadaan di sana itu seperti apa. Jadi, membaca The Shark Caller ini merupakan pengalaman yang menarik buatku. Bisa mengetahui bagaimana kehidupan yang ada di PNG, bahkan sampai bahasa yang digunakan. Bahkan aku baru tahu kalau kata ‘Orait’ tuh beneran ada dan berarti ‘Baiklah’ dalam bahasa PNG. Jadi, aku bukan alay, ya, kalau pakai ‘Orait’!

Lalu, seperti yang sudah banyak dibahas, buku ini betul-betul membahas bagaimana cara karakternya, baik itu Blue Wing, Maple, maupun Mr. Hamelin menghadapi duka. Cara penulisnya menggiring pembaca untuk memahami proses kedukaan ini menurutku cukup smooth. Tak terlalu banyak scene yang menggurui dan aku cukup nyaman membacanya.

Aku juga suka bagaimana penulis menyisipkan sejumlah misteri—yang membuat kamu jadi nggak bisa berhenti membaca buku ini—dengan cukup engaging. Sebagai orang yang memang suka membaca middle grade, buku ini jadi kerasa lebih powerful karena memang banyak hal yang mengejutkan di dalamnya—termasuk identitas Blue Wing. Meskipun untuk yang saat ini, aku sudah sedikit menyadari breadcrumbs yang ditebarkan oleh penulis sedari awal.

Selain fokus ke Blue Wing dan Maple, kisah dalam buku ini juga membahas kehidupan Xok, si hiu ganas yang katanya sering menyerang manusia. Aku jadi teringat sosok Payakan, Tulkun di Avatar yang sempat disalahpahami oleh para makhluk daratan—dan juga para tetua Tulkun. Tapi ternyata, Payakan tidaklah jahat. Tapi karena ulah manusia yang begitu jahat, membuat Payakan jadi mudah menyerang. Aku rasa, sisi Xok yang mirip dengan Payakan ini juga terbahas dengan cukup adil di sini.

Kesimpulan

Meskipun The Shark Caller ini memang ditujukan buat anak-anak, aku rasa ceritanya masih cocok dibaca oleh siapa saja. Cerita dan latarnya fresh dan mungkin bisa membuat kamu menangis (literally) saat membacanya. Selain karena covernya yang cantik, aku juga suka dengan ilustrasi-ilustrasi yang disematkan di dalamnya. Jadi, berasa seneng gitu karena bisa baca buku cantik dengan cerita yang juga ciamik. Aku juga jadi penasaran dengan karya-karya lain dari Zillah Bethell. Jadi, mari kita masukkan TBR-list terlebih dahulu😉

“Dia bilang orang hidup harus mendahulukan yang masih hidup daripada yang sudah mati.”
Profile Image for Stella_bee.
496 reviews19 followers
May 22, 2022
Another favorite this year😍
Genre middle grade yang fresh & heartwarming plus eksotik dari settingnya
Dan endingnya itu lhooo... 🥺🥺
Profile Image for Jenny (Bookbookowl).
559 reviews257 followers
June 13, 2020
Thank you so much to Usborne Books for sending me a copy of The Shark Caller, in exchange for an honest review!



Blue Wing lives with the islands local shark caller, after her parents died two years ago. She is desperate to become a shark caller and she's after one shark in particular. But tradition dictates girls can't learn the shark caller ways.

When an American comes to study coral, and brings his insufferable daughter with him, Blue Wing is outraged to discover not only have they been put up in her family's home, she is now expected  to show the grumpy and rude Maple around town.  As the girls get to know each other, Blue Wing realises that she and Maple have some things in common, and maybe they're both just trying to  cope with their grief in their own ways.

The Shark Caller walks the line between middle grade and YA perfectly.  It is equally at home in either classification.  A tale of grief, friendship and acceptance - both of circumstances and cultures different to your own. 

This was a beautiful story, with several lovely messages and an incredible conclusion, that I wouldn't hesitate to recommend to anyone!
Profile Image for Blue.
1,804 reviews139 followers
May 21, 2020
Want to see more...
Bookstagram

Website
Thank you Usborne for this book in exchange for an honest review

The Shark Caller is one of those books that surprises you when you start to read it. I honestly wasn’t expecting much before reading this book but it barely took a few pages to change my mind. Based in Papua New Guinean, you meet Blue Wing and her guardian Siringen, the village’s shark caller. Siringen is skilled in the traditional and spiritual way of taming sharks. Blue Wing is desperate to also be a shark caller but for a separate reason – revenge.
The Shark Caller is absolutely stunning and covers a wide verity of topics that naturally occur in the human life. You have life and death, friendship, family and trust all wrapped up in one beautifully written tale that leaves you surprised.
You find out that this book is inspired by the author’s upbringing on the island of Papua New Guinea which is truly epic! Jumbled into the mix of the story a visiting professor and his daughter Maple arrive from the US and embody the westernisation that those that live on the island fear and Maple and Blue Wing have an instant dislike to one another. But as you would expect, overtime, they find that they have more in common than originally thought.
I loved the native setting of Papua New Guinea, it was refreshing and authentic. I also really loved the writing style, the characters and the dialogue. The whole book was pretty amazing and the fact that there were sharks involved – count me in!!
Profile Image for nadinosaurus.
337 reviews6 followers
March 11, 2023
BAGUS BANGET!

Diajak berpetualang ke pesisir pantai Papua Nugini melalui persahabatan Blue Wing dan Maple. Pembaca jadi mengenal bagaimana kebiasaan dan tradisi warga sana yang cukup tradisional, seperti mengunyah betel-nut yang bikin gigi dan mulut jadi merah. Kemudian, ikut belajar bahasanya yang juga menarik, seperti forever menjadi the long now. Wanpela, tupela, tripela, fopela, dst. Ikut memanggil hiu bersama Siringen dan Blue Wing, bikin aku penasaran pengen praktek juga haha uji nyali.

Buku middle-grade yang tak ku sangkaa punya cerita sekeren dan sebagus ini, sekaligus memberi kesan dalam dan tak terlupakan di aku, hiks. Pertemanan Maple dan Blue Wing begitu menggemaskan, walau sering berdebat, mereka selalu baikan lagi. Aku bs merasakan perkembangan karakternya seiring berjalannya cerita, ikut hanyuut, ikut sayang sama semuaa karakternya. Begitu banyak pesan moral, begitu banyak humor, begitu banyak petualangan, yang bikin aku susah move on dari buku ini. Selesai baca, aku nangis sesenggukan. Endingnya surprising.

Walau bukan lagi anak-anak, aku merasa dikuatkan dengan dialog2 yg quotable disini. Heartwarming. Lagu Shake the Papaya Down yang dinyanyikan oleh Blue Wing, masih terngiang2 di telingaky, ah love it! Aku suka semuaa bagian dari buku inii, semuanyaa! Termasuk fakta bahwa penulis lahir dan dibesarkan di sana.
Profile Image for Jess.
609 reviews144 followers
July 5, 2024
“kematian hanyalah bagian dari kehidupan. jika kita bisa menerima fakta itu, hidup baru bisa terasa nyata.”


middle grade yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, menerima kehilangan, berdamai dengan kematian orang tersayang dan bagaimana memaknai hidup dengan sebenar-benarnya bersama orang-orang yang kita kasihi.

salut banget dengan perkembangan karakternya yang rapih, setiap karakter dalam buku ini punya ceritanya masing-masing yang membuat ku belajar dari mereka, how they deal with grief is different from one to another, tapi the way they help each other through that process warm my heart.

settingnya di pedesaan dekat laut dengan keanekaragaman biota laut dan budaya is such a refreshing take, the shark and the shark caller element, always so heartwarming and sometimes make me cry. knowing that this animal also deserve to live as well as human.

i cried a lot, and literally sobbing at the end. love it with all my heart, i highly recommend it!
Profile Image for Rutuja Ramteke.
2,117 reviews99 followers
March 10, 2020
💗The Shark Caller💗
Desperate to become a shark caller to avenge the death of her parents, Blue Wing is instead charged with befriending infuriating newcomer Maple. At first they are angry and out of sync with the island and each other. But when the tide breathes the promise of treasure, can they overcome their differences and brave the deadliest shark in the ocean?
.
💗One of the most amazing books read recently, I just loved the writing, Bethell's writing is just so magical, there is magic in each and every page. This was a book which transformed me back to my childhood where adventurous movies were my favorite and it exactly made me feel that I am watching an adventurous movie. Each bit was so gracefully presented. The code language along with so many new terms, the book forms a new world around the reader. Definitely recommended.
.
Rating: 4.25🌟
Displaying 1 - 30 of 344 reviews

Join the discussion