Filsafat pada hakikatnya adalah satu aktivitas: satu jalan berpikir yang menuntut kejernihan, kedalaman, dan keluasan. Karakter utama filsafat adalah berpikir secara logis dengan melakukan dua aktivitas, yakni mengajukan argumentasi, baik untuk menemukan, menyusun, atau mengkritisi kebenaran; serta menganalisis dan menegaskan kejelasan suatu konsep.
Kata “filsafat” juga sering digunakan secara meluas dalam pengertian “pandangan dunia seseorang” atau “prinsip-prinsip ideal yang digunakan seseorang memandu hidupnya”. Pengertian ini mengasumsikan bahwa setiap orang memiliki seperangkat prinsip ideal yang digunakan sebagai poros dalam berpikir, bertutur, berperilaku. Di sinilah kemudian berlaku pepatah, bahwa setiap orang adalah filosof.
Fahruddin Faiz adalah doktor ilmu filsafat di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Ia kini selain sebagai dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), juga menjabat sebagai Wakil Dekan I di Fakultas Ushuluddin (teologi Islam).
Sudah sejak 2013, tiap malam Rabu di setiap pekannya, Pak Faiz, panggilan akrabnya, menjadi pengisi materi dan pemantik diskusi kajian filsafat di Masjid Jendral Sudirman.
Fahruddin Faiz lahir di Mojokerto pada 16 Agustus 1975. Dia meraih S-1 dari Jurusan Aqidah dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1998), S-2 dari Jurusan Agama dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2001), dan S-3 dari Jurusan Studi Islam UIN Sunan Kalijaga (2014).
Selain menjadi dosen dan wakil dekan di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penerima Short-Course on Research-Management, NTU Singapura (2006) dan Short-Course on Islamic-Philosophy, ICIS (International center for Islamic Studies), Qom, Iran (2007) ini juga merupakan seorang penulis yang cukup aktif.
Beberapa karyanya antara lain: Menjadi Manusia, Menjadi Hamba; Menghilang, Menemukan Diri Sejati; Hermeneutika Qur’ani: Antara Teks-Konteks dan Kontekstualisasi; Tafsir Baru Studi Islam dalam Era Multikultural; Transfigurasi Manusia (Terjemahan); Perempuan dalam Agama-Agama Dunia (Terjemahan); Filosofi Cinta Kahlil Gibran; Bertuhan Ala Filosof (Terjemahan); Aku Bertanya Maka Aku Ada; Handbook of Broken Heart; Risalah Patah Hati; Filosof Juga Manusia; Sebelum Filsafat; Memaknai Kembali Sunan Kalijaga; Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran; dan beberapa judul buku lain. Dia juga masih aktif memberikan ceramah keagamaan, khususnya bertema filsafat ke sepenjuru Nusantara.
Buku yang berisi ancang-ancang sebelum terjun ke dunia filsafat yang sangat filosofis, bahasa yang ringan, sederhana, penuh makna dan sangat menarik. Berikut juga membuat filsafat dan penikmatnya sekaligus pembencinya disuguhkan jalan tengah pada arti yang sebenarnya untuk setiap dinamika kehidupan para pembelajarnya tadi di setiap level hidupnya masing-masing. Mulai dari tahap awal sampai dengan ketiadaan akhir selagi manusia itu masih menggunakan segala daya rasionya untuk mencapai kebenaran, kebijaksanaan dan kebahagiaan dalam hidup. Karena pada hakekatnya, filsafat adalah ibu dari segala ilmu, dengan menertawakan, menyukai ataupun membenci filsafat sesungguhnya anda sudah berfilsafat.
Terima kasih Pak Faiz, Semoga terus istiqomah untuk mulung hikmahnya. ^_^
Falsafah ialah satu genre yang selalu aku cuba masuk dan faham. Selalunya orang-orang hebat dan besar memang sering menelaah buku falsafah. Itulah yang cuba aku lakukan. Bukan untuk menjadi orang yang hebat dan besar itu tapi cuma untuk memahami bagaiamana dunia ini bergerak sahaja.
Kalau diikutkan perjalanan pertama aku tentang falsafah ini ketika masih belajar di UM. Sewaktu itu mengikuti macam diskusi tapi isi ceritanya tentang kapitalisme dan liberalisme. Perkara-perkara ini meresahkan aku. Jujur, pertama kali mendengarnya aku berfikir bodohnya aku tak faham istilah ni padahal dah belajar di universiti. Kedua aku tertanya bagaimana caranya nak belajar falsafah.
Dari situlah mulanya aku tenggelamkan diri aku dalam bacaan falsafah. Buku yang pertama aku beli dan tak faham sampai sekarang ialah buku dari Prof Syed Naquib Al Attas, Education Framework apa entah tajuk dia. Aku berasa terkejut perbahasan falsafah kadang-kadang isunya sangat remeh dan fundamental. Tapi itu tak membuatkan aku merasakan ini perbincangan yang mengarut. Disebabkan aku tak faham satu habuk pun, aku rileks dan mencuba membaca karya-karya falsafah dari komentar bukan dari sumber primer.
Banyak buku-buku falsafah yang aku beli namun tak semuanya aku dapat faham. Ada satu buku yang ditulis oleh John Stuart Mill tentang kebebasan. Walaupun buku itu diterjemahkan dalam Bahasa Melayu, aku masih gagal menangkap apa yang ingin disampaikan.
Perjalanan membaca buku falsafah aku diteruskan lagi dengan membaca novel travelog dari Agustinus Wibowo, Titik Nol.
Buku itu sarat dengan falsafah dan sejarah serta banyak mengandungi pengajaran. Dari situ minat aku cuba belajar falsafah dalam gaya penceritaan novel.
Seiring berjalan waktu, aku masuk kelas WISE yang dianjurkan oleh CASIS. Program ini ialah program yang memberi kefahaman aku tentang peri pentingnya falsafah. Ketika itu aku belajar sedikit tentang pemikiran Prof Naquib Al Attas.
Kemudian berangkat ke Indonesia pada 2016-2017, aku masuk ke kelas falsafah di UIN Jakarta. Di situ semakin mendalam aku belajar tentang pemikiran tokoh-tokoh pemikir atau ulama kalam dalam tradisi Islam.
Sampai hari ini, aku masih belum sepenuhnya faham tentang falsafah. Aku seronok membaca dan menelaahnya. Semakin banyak yang aku baca dan mendalami, semakin paham aku tentang diri aku yang tak tahu apa-apa ini.
Dengan membaca buku falsafah juga aku jadi lebih percaya diri untuk melakukan sesuatu sesuai jalan ninjaku. Itulah inti yang juga di tulis oleh Pak Fahruddin Faiz.
Falsafah dan overthinking tidak sama. Overthinking satu gejala berfikir dengan lingkaran negatif dan tidak produktif. Falsafah pula ia cara berfikir punya rasional, sistematik dan mengandungi satu renungan untuk mencari kebenaran.
Saya sentiasa mencari satu titik letak untuk memahami falsafah. Buku Sebelum Filsafat oleh Dr. Fahruddin Faiz sangat membantu. Segala pertanyaan saya tentang falsafah dirungkai dengan cara yang amat mudah difahami. Tanpa ragu-ragu saya boleh katakan buku ini sebuah rujukan awal untuk mengenal, membaca, menulis teks dan untuk menjadi ahli falsafah. _____________________ Perkara yang amat saya syukuri selepas membaca Sebelum Filsafat — ia melepaskan beban 'kenapa, mengapa' yang saya pikul. Kerana sebelum ini saya anggap falsafah hanya untuk golongan akademik. Penulis kemudian mengunggah saya dengan kepentingan falsafah yang memanusiakan manusia.
Falsafah wajib diteroka untuk mengenal kehidupan dan paling penting mengenali diri sendiri! Seperti saya yang suka memerhati, menyoal dan menduga kehidupan masyarakat. Tanpa saya sedar rupanya saya juga sedang berfalsafah dan mencabar diri saya untuk memahami siapa diri saya yang sebenar. _____________________ Dikala dunia digital yang semakin menangkis daya akal budi. Falsafah merupakan sᥲ𝖿ᥱ һ᥆ᥙsᥱ untuk didiami bagi mereka yang penat dalam hiruk-pikuk layar skrin. Uji dan renungilah segala yang pernah terkunci dalam minda. Jangan takut selagi memegang falsafah sebagai alat.
Orang yang menjauhi falsafah, antara orang yang mencintai kepalsuan. _____________________
Di tahun 2019 dan 2020, aku sering ngedengerin kajian 'Ngaji Filsafat' di Spotify. Sebagai orang yang awam banget sama filsafat, penuturan si pengampu kajian, Pak Fahruddin Faiz, sangat mudah dicerna. Bahasanya sederhana dan contoh-contoh yang beliau ajukan relatable sama kehidupan kita sehari-hari.
Sebagaimana kajiannya, tulisan Pak Fahruddin Faiz setebal 290 halaman ini juga sederhana, mudah dipahami, bikin aku berkontemplasi, dan bikin aku pengen belajar lebih banyak lagi.
Menurutku, buku ini nggak cuma menarik, tapi juga penting dibaca oleh kita yang baru mau belajar filsafat. Buku ini ngasih tau kita apa itu filsafat, apakah benar filsafat itu nggak guna (WKWK), what to expect ketika belajar filsafat, sikap mental yang harus dimiliki pembelajar filsafat, cara membaca teks filsafat, fungsi filsafat di ranah pragmatis, dan yang menurutku paling menarik: bisakah kita beriman sambil berfilsafat.
Aku masih pengen bahas buku ini lebih lanjut, tapi nanti kepanjangan.
Intinya mah Pak Fahruddin Faiz keren banget. Semoga ilmu yang beliau sebarkan jadi amal jariyah yang mempermudah kehidupannya di dunia dan akhirat 🙏🏻
Buku ini memberikan pemahaman yang lebih mudah dalam mengetahui apa dan bagaimana itu filsafat. Kita dibawa aktif untuk berpikir dan merumuskan sendiri juga tentang apa dan bagaimana itu filsafat. Secara cukup lengkap memberikan petunjuk kepada kita bagaimana cara mempelajarinya juga. Akan tetapi saat sebelum membaca buku ini ada beberapa hal yang saya pikir akan ada ternyata tidak ada di dalam buku ini. Berikut hal-hal tersebut yang mudah-mudahan bisa menjadi masukkan buat penulis: 1. Mindmap ilmu filsafat secara keseluruhan sampai saat ini berkembang. 2. Roadmap belajar yang tepat dalam mempelajari filsafat. 3. Daftar referensi yang sebaiknya dibaca secara sistematis. 4. Metodologi ilmu filsafat 5. Sedikit pengantar pembahasan:
a. Epistemologi b. Logika c. Epistemologi d. Ontologi e. Aksiologi
6. Lebih menjabarkan lagi lebih luas dan mendalam mispemahaman terkait filsafat (atau memang perlu dituangkan ke dalam buku khusus)
Tetapi juga, buku ini menyajikan hal yang tidak saya prediksi sebelumnya dan memang harus dipahami bagi pemula dalam ilmu filsafat: 1. Cara membaca teks filsafat 2. Cara menulis teks filsafat 3. Sikap mental seorang filosof
Menghabiskan waktu dengan membaca buku di kereta menjadi sebuah hal yang membuat aku bahagia di awal januari yang darderdor ini. Buku ini dulu kuperoleh dari toko buku bekas di Yogyakarta---sampaing kedai kopi yang suasannya senantiasa ingin selalu kuiingat. Bercerita tentang bagaimana kisikisi memahami filsafat dan panduan berpikir ala filosof. Bahasanya enak dicerna sebagaimana Pak Faiz biasanya menjelaskan di kajian Majelis Jenderal Sudirman. Banyak hikmah yang bertebar, pun bahanbahan untuk perenungan mengapa belajar filsafat itu penting--- bukan untuk kerenkerenan tapi melatih kebijaksanaan dalam memandang paradigma hidup. Dan bagian menyenangkan dari terselesaikannya buku ini adalah fakta bahwa kesukaanku membaca perlahan pulih setelah mengalami kemandekan satu tahun, alhamdulillah 🤍
Kutipan sejauh ini yang kusuka dari buku ini; - Manusia terlahir bebas, tetapi dimanamana ia terbelenggu - Seorang pemberani bukanlah ia yang mampu menaklukan musuhmusunya, melainkan ia yang mampu menaklukan kesenangankesenangannya.
Banyak banget hal2 yang dibahas dalam buku ini (tentunya yang berkaitan dengan filsafat). Mulai dari apa itu filsafat dan filosof, apa kegunaan serta manfaat dari berfilsafat, bagaimana filsafat bekerja, apakah filsafat itu dibutuhkan atau tidak, dan lain sebagainya.
Di bab akhir buku ini juga menarik. Karena disajikan quotes dari beberapa filosof ternama, seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dan yang lainnya.
Mungkin untuk kalian yang beranggapan bahwa filsafat itu adalah sesuatu hal yang "melenceng", tapi di buku ini filsafat dijelaskan tidak seperti itu. Filsafat itu bebas.
Inti dari buku ini adalah mengajarkan apa-apa saja yang harus disiapkan sebelum kita berfilsafat. So, siap berfilsafat?
Sebelum Filsafat menceritakan tentang apa dan bagaimana cara mempelajari filsafat. Lebih seperti buku ringkasan ilmu filsafat secara keseluruhan. Textbook yang disederhanakan. Ya, buku berat tapi disajikan dengan sederhana, dan rendah hati.
Font yang digunakan dalam cetakan yang saya baca ini bagus. Kertas bukunya juga lumayan premium. Setiap isi pembahasannya disajikan point-per-point, jadinya, bagi saya yang malas ini, sangat terbantu dalam menyelesaikan buku ini sampai akhir, dan jadi lebih tahu sedikit tentang ilmu filsafat dan tatacara belajar dan memahaminya.
Buku yang tidak terlalu tebal untuk ukuran buku filsafat. Namun, merangkum banyak hal. Bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami. Saya tidak hanya dapat pengetahuan tentang filsafat namun juga ada beberapa poin yang sebenarnya berlaku untuk beberapa hal di kehidupan sehari-hari. Contohnya bab tentang membaca dan menulis teks filsafat, poin-poinya juga masuk untuk membaca dan menulis teks lain. Terdapat satu bab yang memuat quotes dari beberapa filsuf yang layak dijadikan bahan renungan dan latihan berfikir hehe...
Membaca buku ini serasa mendengarkan langsung kajian Pak Fahruddin Faiz di MJS, bahasanya ringan dan mudah dipahami untuk ilmu filsafat yang umumnya sulit dipahami. Buku ini bukan membahas pengantar filsafat pada umumnya melainkan tentang pedoman awal untuk pembaca yang benar-benar ingin mulai belajar filsafat dari nol sebelum benar-benar terjun membahas filsafat itu sendiri. Sangat direkomendasikan bagi mahasiswa tingkat awal untuk membantu mengembangkan kemampuan berpikir dan belajar melalui filsafat.
Buku sebelum filsafat karya Pak faiz ini bagiku adalah sebuah buku pengantar yang ringan tapi on point sekali sebelum kita memasuki pemikiran2 para filsuf dan tentu nya makna dari filsafat itu sendiri
Di buku ini dijabarkan tentang "apa itu filsafat? ", "Mengapa harus filsafat? ", " Siapa yang butuh filsafat? " "Cara membaca dan menulis filsafat" Dan " Apa yang diperoleh jika kita belajar filsafat "
Buku ini memang kurang cocok disebut sebagai pengantar filsafat, lebih ke pengantar dari pengantar ilmu filsafat. Isinya tidak banyak membahas teori-teori filsafat dasar. melainkan mengenalkan apa itu filsafat dan kenapa kita harus berfilsafat. Di akhir buku, ada banyak kutipan filsuf yang bisa direnungkan atau di-share ke media sosial. buku ini seakan-akan berusaha mengenalkan bahwa filsafat tidak sesulit itu dan mengajak semua orang untuk mencobanya
Buku ini bener bener ngebuka wawasanku banget. Awalnya masih nganggep filsafat itu susah dan aku bener2 ga ngerti aspek apa aja di dalam filsafat itu. Lewat buku ini aku jadi tambah ngerti apa itu filsafat. Rekomen bgt buat klian yg emang bener2 mau belajar Filsafat (soalnya aku awalnya ga minat hiks wkwkwk)
karya lama Pak Fahrudin Faiz, isinya bahas mengenai sejarah dan asal muasal berbagai teori dan pemikiran filsafat dari para tokoh. Kekurangannya, kurang komprehensif dan mendalam di setiap penjelasannya sehingga membaca buku ini tak jauh beda hasilnya dari membaca sejarah teori filsafat di Wikipedia
Kesan saya setelah membaca adalah isi buku sesuai dengan kata pengantar: "...buku ini mungkin diperlukan justru sebelum seseorang memulai belajar filsafat atau sebelum ia membaca buku-buku pengantar filsafat... Visi buku ini adalah menjawab pertanyaan: Apa yang harus dilakukan, bagaimana bersikap dan perilaku, serta seperti apakah profil seorang filosof itu?"
Selayaknya prasyarat yang mungkin harus kita ikuti sebelum mengerjakan sesuatu, begitulah adanya isi buku ini. Ia mengajak kita untuk melakukan apa yang harus dilakukan sebelum kita berfilsafat, bahkan sebelum kita sendiri mengenal apa itu filsafat
Bersetuju dengan kesimpulan yang dilontarkan penulis.
"Falsafah itu : penting, eksistensial dan kebijaksanaan."
Membaca buku ini dengan niat ingin mengetahui bagaimana ahli falsafah berfikir diakhiri dengan menyakini bahawa kita semua adalah ahli falsafah, sama ada sedar ataupun tidak.
Sebuah pengantar filsafat ala Pak Fahruddin Faiz. Mudah dipahami dan insightful bagi siapa saja yang tertarik untuk mulai terjun mengenal dunia filsafat.
Bukunya ringan, mudah dipahami dan sangat menjelaskan beberapa pemikiran yang sedang trend saat ini seperti mengapa belajar filsafat dianggap sesat? dan lain sebagainya