Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dua Jejak

Rate this book
Katanya, untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan kadang perlu dibantu orang lain.

“Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu...”

Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat.

“Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras....”

Tapi bukankah kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri?

“Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain. Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti.”

Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan?

“Gue pengin memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapa pun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengin punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali? Does he love you better than I do?”

Ini adalah bagian akhir dari kisah empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain. Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apa pun yang mampu menghapusnya begitu saja.

440 pages, Paperback

First published September 1, 2019

18 people are currently reading
197 people want to read

About the author

Aqessa Aninda

5 books365 followers
Aqessa Aninda is a writer. Computer code writer from Mon-Fri, fiction writer on the weekend.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
52 (21%)
4 stars
112 (45%)
3 stars
74 (30%)
2 stars
7 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 53 reviews
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
October 14, 2019
Sebenarnya, aku tuh bingung dua jejak di sini itu berarti apa. Jejaknya siapa, gitu. Soalnya kan ada Sat-sat, Sabrina, Abi, sama Kinan, nah itu kalau dihitung ada empat. Terus kalau berpasangan, jadi tiga, Sat-Sab, Sab-Abi, Sat-Ki. Untung aja gaada Sat-Bi XD. Atau Dua Jejak di sini tuh merujuk ke dua pasangan di akhir? Haghag
Dua Jejak adalah kelanjutan Satu Ruang. Seperti blurbnya yang bilang kalau DJ nih mengurai benang kusut dan semrawut di SR, demikianlah yang terjadi di DJ. Sebelum benang itu diurai, tokoh-tokohnya bikin benang tambah kusut dulu, semakin kusut dan semrawut semakin kusukaaa, barulah diurai pelan-pelan (?)
Secara keseluruhan, kumenikmati DJ. Kendati jika dibandingkan dengan pendahulunya, kulebih suka SR daripada DJ. Mungkin karena membuat benang jadi kusut memang lebih menyenangkan daripada menguraikan benang-benang itu. Haghag.
Radhi dan kerecehan yang haqiqi plus Kaka Arinka dan jinak-jinak merpatinya mungkin bagian yang kusukai di sini. Menghibur sekali diantara kemumetan benang-benang itu. Kujadi ingin berkebun bersama Mbak Kinan. Ah, ya, ada typo di halaman 411. Mendadak Sat-Ki sedang di pantai lalu ada Sabrina tiba-tiba nongol. Kan kujadi bayangin Sab datang sebagai hantu yang marah dan menahan tangis, setelah ngomong sebaris, lalu hilang. wkwk
Sudalah, begitu saja. Sukses tuk KaEcha. Kutunggu cerita lainnya.

73-2019
Profile Image for Nurul.
311 reviews38 followers
December 20, 2019
Akhirnya perjalanan cintanya si Satrya kelar juga. Ini termasuk novel yang saya tunggu-tunggu terbitnya hampir setahun lebih dan baru sempet baca sekarang.

Dua Jejak ini lebih ke mengurai benang kusut antara Satrya-Kinan Abi-Sabrina. Ceritanya ngalir jadi walaupun bukunya tebel ngga berasa. Walaupun saya lebih suka Satu Ruang. Kalo di novel ini juga lebih serius gitu dan candaan receh ala-ala Geng Fogging ngga begitu banyak walaupun si Radhi masih tetep receh tapi suka banget sama Radhi-Arinka.

Terus juga yang saya suka dari novel kak Echa dari jaman SKDPL itu character developmentnya dan cara tokoh-tokohnya itu bangun chemistry mereka dengan cara ngobrolin tentang hal-hal yang mereka suka kayak film, buku, makanan dan itu dibahas secara mendetail yang suprisingly ngga bikin saya bosan. Mungkin ada beberapa typo tapi ngga banyak paling satu dua aja. Secara keseluruhan saya menikmati novel ini.

Rate : 3.5/5
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
October 20, 2019
Review lengkap https://www.kubikelromance.com/2019/1...




Melanjutkan kisah Satu Ruang, masih bercerita tentang Satrya yang ingin membuka lembaran baru dengan Kinan, dua orang yang punya masa lalu sulit dilupakan, mereka mencoba mencari kebahagiaan. Namun, ketika Satrya serius mendekati Kinan, perempuan tersebut malah membuat jarak, menjauh bahkan menghilang dari Satrya. Nahasnya, Kinan masih eksis, dia masih aktif di Instagram bahkan sempat liburan ke luar negeri, dia bisa dihubungi orang lain. Namun, setiap dia mengirim pesan dan menanyakan kabar, Kinan tidak pernah membalas. Kinan seperti menghilang ditelan bumi, hanya Satrya yang Kinan hindari.

Di saat galau dengan perasaanya, Satrya bertemu dengan Sabrina yang bisa membuatnya tertawa dan melupakan masalahnya sejenak. Sabrina selalu ada bila Satrya membutuhkan. Di sisi lain, Sabrina kecewa dengan laki-laki yang diam-diam dia cintai sejak remaja dulu. Mereka pun membuat kesepakatan untuk menjalin hubungan secara serius, mencoba sama-sama move on dengan bantuan orang lain. Bila salah satu di antara mereka ada yang tidak nyaman, mereka bisa putus secara sukarela.

Abi menyesal dengan tindakannya, dia mengatakan apa adanya, hanya saja caranya mengungkapkan malah melukai Sabrina dan kehilangan dirinya. Abi mulai instropeksi, apa yang salah dengan dirinya, belajar memahami Sabrina dan dirinya sendiri. Dan dia tidak akan menyerah mendapatkan Sabrina kalau hubungannya dengan Satrya tidak serius. Di sisi lain, Kinan masih menata hatinya, berusaha kuat tanpa bantuan orang lain. Namun, ketika tahu Satrya sakit parah, mau tidak mau Kinan tidak bisa membohongi isi hatinya.

"Bi, tau cara ngelumerin es batu? Ya taruh di tempat yang hangat. Bukan dilawan pakai benda keras atau angin, nanti malah hancur. Sama kayak hati yang ingin dan keras, harus dengan perbuatan yang hangat buat meluluhkannya," ujar Lasha sok menasihati kakaknya.

"Satu hal yang perlu lo tau, Sab. Perasaan itu akan tetap ada. Tapi gue nggak akan menuntut apa pun dari lo. Karena gue sadar, sesuatu yang tulus nggak seharusnya menuntut balasan," tutup Abi kemudian.

"Ternyata kadang orang lebih sempurna dalam pikiran kita ya?"
"Iya, pasti begitu. Semotimes we love the idea of a person in our mind, more than the person it self."

Dua Jejak tebalnya hampir sama dengan Satu Ruang, maka tidak heran kalau dibagi menjadi dua bagian, tidak bisa membayangkan kalau hanya tersusun satu buku saja, hehehe. Saya bisa memahami kenapa ceritanya begitu tebal hanya untuk cinta segi tiga saja, yang berkembang menjadi cinta segi empat, karena penulis juga menceritakan orang-orang di sekitar mereka, dengan porsi yang pas tentunya. Selain itu, konflik keempat tokohnya pun seperti benang kusut, yang memang tidak sebentar untuk mengurainya. Sama seperti review sebelumnya, saya akan membedah review ini menjadi empat plot cerita, ada tambahan satu dari sebelumnya. Satrya-Kinan, Satrya-Sabrina, Sabrina-Abi, Radhi-Arinka.

Satrya-Kinan. Porsi mereka tidak sebanyak buku pertama, di buku ini lebih ke penyelesaian masalah, tidak banyak interaksi yang terjalin, melihat Kinan masih menjaga jarak dengan Satrya. Lebih ke bagaimana cara mereka survive, Satrya dengan menyembuhkan hati lewat Sabrina, sedangkan Kinan lebih ke mendekatkan diri ke Tuhan dan mencari kesibukan.

Satrya-Sabrina. Seperti dengan perjanjian mereka di awal hubungan, hubungan mereka serius tapi tidak mengekang. Satrya masih mencoba mencari cara menghubungi Kinan di saat dia masih berhubungan dengan Sabrina, dia ingin memperjelas apa sebenarnya hubungan mereka. Sabrina sendiri memperbolehkan Satrya menyelesaikan masalahnya, tapi lama kelamaan dia merasa terganggu, terlebih Satrya tidak bicara jujur, dia melakukan pencarian di belakangnya, laiknya pasangan yang selingkuh. Selain itu, bila Sabrina berurusan dengan Abi, Satrya seperti tidak rela, maruk banget, sih, mas.

Berbeda dengan kehadiran Sabrina-Abi di buku pertama yang bisa dibilang selingan, di buku ini porsi mereka cukup banyak, sesuai harapan saya di review buku pertama. Ada bagian falshback ketika mereka masih SMA, saat mereka bertemu pertama kali dan jatuh cinta. Bagian Sabrina-Abi ini yang menjadi favorit saya, apalagi cara Abi mendekati Sabrina lewat buku His Dark Materials atau hal-hal yang disukai Sabrina, suka banget obrolan mereka!

Radhi-Alinka. Porsi mereka nggak sebanyak di buku pertama tapi kalian akan melihat perkembangan hubungan mereka, Alinka yang tidak sejudes sebelumnya, Radhi masih tetap konyol tapi nggak sengoyo dulu, lebih ke pasrah tapi nggak pasrah amat, hahaha, emang ribet banget dia. Kehadiran mereka yang sebagai pemeran pembantu, khususnya di pihak Satrya-Kinan cukup kerasa dan pas. saya suka bagaimana penulis membuat Radhi yang nggak bocor soal Kinan, lebih ke biarkanlah waktu yang membantu masalah mereka, terasa dewasanya, lah di balik kelakuannya yang ambyar itu.

Saya utarakan dulu kekurangannya. Dari segi rating memang berbeda dengan buku pertama, saya jauh lebih menikmati buku pertama. Bukan karena jelek, buku pertama jauh lebih menghibur. Buku ini bisa dibilang lebih serius dari buku pertama, konfliknya lebih kompleks seperti benang kusut karena tidak hanya tentang Satrya-Kinan saja, ada tentang Sabrina-Abi. Jujur saja, Satrya bukan tokoh favorit saya di buku ini, pun dengan Kinan sejak buku pertama. Satrya terlalu pasrah dan pilihannya yang malah berpacaran dengan Sabrina, di saat hatinya untuk orang lain membuat saya sebal dengan dirinya.

Sedangkan Kinan terlalu lemah, saya tahu dia memang bukan karakter yang kuat, dia terlalu gloomy dan tidak bisa tegas, dia terlalu lembut. Saya tidak menyalahkan penulis karena menciptakan karakter seperti ini, ya Kinan memang seperti itu, kita sebagai pembaca tidak bisa menyetir karakter seperti apa yang diciptakan penulis. Kita hanya perlu menyukainya atau sebaliknya. Jadi tertolong banget dengan kehadiran Sabrina-Abi karena mereka lah karekter favorit saya di buku ini, selain Radhi tentunya, hehehe.

Sisi humorisnya dan kehadiran Geng Fogging tidak sekental buku pertama, ya karena buku ini memang lebih serius dan bagian dari penyelesaian masalah, beberapa orang sekaligus. Hanya merasa kehilangan saja, karena saya suka banget dengan kehadiran mereka, obrolan receh masih ada cuma kurang banyak. Dan kekurangan berikutnya, saya tidak menyukai covernya, hehehe. Sebagai masukan, mungkin ke depannya bisa minta voting pembaca.

Saya senang banget bagian Sabrina-Abi cukup banyak, karena sejak di Satu Ruang saya berharap porsi mereka sebanyak Satrya-Kinan. Saya suka dengan karakter Abi yang bagi saya bukan overprotective ya, lebih ke ingin melindungi orang yang dia sayang saja, yang perhatiannya jauh di atas rata-rata, dan dia tipe orang yang dingin, yang lebih banyak aksi daripada mengumbar kata-kata. Makanya dia banyak salahnya di mata Sabrina karena kekauan dirinya dan sama-sama keras kepala. Kalau di buku pertama saya #TimRadhi, maka di Dua Jejak ini saya #TimAbi, hehehe.

Walau bisa dibilang nggak puas banget, saya cukup senang membaca keruwetan kisah cinta Satrya dan Abi ini, jarang-jarang loh saya lebih menyukai second lead daripada pemeran utamanya. Ngomong-ngomong soal Abi, di bagiannya kita akan samar-samar mendapatkann cerita tentang Lasha, adik Abi dan sahabat Sabrina ini. Kalau lihat di wattpad-nya penulis, cerita bagian Lasha ini secara timeline ada sebelum Satu Ruang, judulnya Past, Present, and Repeat. Sayangnya ceritanya sudah dihapus, padahal pengen banget baca. Secara voting pun, Raesangga menduduki peringkat pertama dari semua karakter cowok yang dibuat penulis, mengalahkan Ghilman! Kan penasaran, hiks. Semoga saja nanti diterbitkan, ya.

Selain Past, Present and Repeat yang berharap diterbitkan, sudah kangen dengan keeksisan Geng Fogging, saya juga menantikan Runaway From You dan Back to You. Saya suka banget ceritanya, bisa dibilang favorit saya setelah Secangkir Kopi dan Pencangkar Langit untuk sementara ini. Semoga saja segera ada buku terbaru dari Aqessa Aninda yang segera diterbitkan. Jangan sampai dua tahun lagi, dong :p

Buku ini wajib kalian baca kalau sudah pernah membaca Satu Ruang karena merupakan bagian penyelesaikan semua konflik yang ada. Memang nggak sehumoris buku pertama, bukunya lebih serius dan kita lebih bisa memahami karakter masing-masing tokohnya, apa yang mereka rasakan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Jadi, kalian tim siapa?
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews142 followers
November 18, 2019
"Gimana caranya kita bisa menyembuhkan luka orang lain padahal kita sendiri masih belum sembuh?" - Hal. 169⁣

Dua Jejak adalah lanjutan dari Satu Ruang, karena kisah Satrya - Kinan - Abi - Sabrina ini belum berakhir! Ya puncaknya di novel ke dua inilah semuanya dikumpas tuntas 😂.⁣

Ending Satu Ruang, emang bikin nyesek kan ya. Dan di sini pun ternyata penderitaan Satsat belum berakhir dong, ditinggal Kinan tanpa alasan yang jelas bikin Satrya galau. Awalnya Satrya kekeuh untuk mencari tahu, sayangnya Kinan seolah kayak ditelan bumi. Ya dia beneran menghilang, menjauh dari jangkauan Satrya.⁣

Untung aja, Satsat masih tetap waras karena ada Sabrina. Tapi kadang Sabrina masih selalu mikirin Abi, dan Satsat pun sama selalu galau mikirin Kinan. Dan puncak kegalauan datang, saat Kinan muncul lagi di depan Satsat. Jadi gimana kisah empat orang yang saling terikat ini 😂.⁣

Pas baca halaman-halaman udah dikasih kejutan sama Satsat, meski begitu aku tetep sayang dia kok. Gaya ceritanya menarik, aku dibuat jatuh cinta banget sama ceritanya.

Karakter tokohnya ini emang realistis, aku suka sama semua tokohnya! Tapi tetep aku cinta mati sama Satrya. Abi gemesin sih, apalagi kalau udah ngegas. Sabrina cewek kalem tapi kalau sama Abi pasti aja suka debat. Kinan yang selow dan gloomy ini bikin Satsat kebakaran jenggot. Pokonya, kusuka mereka apa adanya 😂.⁣

Gaya bahasa yang digunakan ringan, dan selalu ada bahasa anak zaman now bikin aku nggak kudet. Memakai POV 3 ini, aku beneran ikut memahami pikiran para tokohnya dan ikutan terhanyut sama perasaan mereka 😭.⁣

Interaksinya kusuka banget, mereka semua ini manis. Chemistrynya pun dapet. Baper banget sama mereka.

Untuk konfliknya emang sedikit rumit, apalagi permasalahan hati ini nggak kan bisa cepat juga sih ya. Konflik batin Kinan pun harus diselesaikan lebih dulu dan aku suka cara Kinan menyelesaikan hati dia. Aku suka cara Echa mengeksekusi ending, meski aku udah deg-degan awalnya. Tapi endingnya bikin senyum dan puas banget.

Overall, aku sukaaa banget sama mereka sampe gagal move on! Rekomen banget bagi yang menunggu kelanjutan Mas Satsat. Tapi pliss jangan ambil mas Satsat aku ya 😂.⁣
Profile Image for Liliyana Halim.
309 reviews238 followers
November 2, 2019
Masih suka seperti pertama kali baca SKDPL. Meskipun termasuk yang paling tebal. Ceritanya ngalir enak bacanya seperti aku lagi dengerin temanku curhat tentang temannya 😂. Jadi ikutan gemes 😬.

“Sebaiknya kamu ingatkan dia, kalo nggak ada yang pasti di dunia ini. Suatu saat dia pasti akan jatuh lagi, terluka lagi. Tapi kita semua harus siap dengan perban masing-masing untuk mengobati luka. Sama kayak jaringan kulit dan tubuh kita, hidup akan menyembuhkan dengan sendirinya. Inget waktu belajar sepeda dulu, kan? Kalau belum sampai jatuh-jatuh, artinya kita belum mahir.” (Hal 347)
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
September 26, 2019
Satrya kehilangan Kinan yang menghilang tanpa kabar. Sementara itu, ada Sabrina yang meninggalkan Abi karena ketidakjelasan hubungan mereka. Saat Satrya ketemu dengan Sabrina, Satrya menemukan semacam hiburan atas kekosongan yang disebabkan oleh Kinan. Tapi urusan dengan Kinan yang belum selesai membuat Satrya tidak bisa sepenuhnya untuk Sabrina.
Sabrina memahami posisinya, karena itu dia membebaskan Satrya untuk mencari tahu tentang Kinan. Hanya saja Satrya menyimpan banyak hal darinya, dengan melampiaskannya pada olahraga yang berlebihan. Sabrina tahu dia berdiri di antara Satrya dan Kinan. Dan ada Abi yang tidak benar-benar lepas dari hidupnya.
Ibarat benang kusut, itu inti dari novel ini. Perjalanan mengurai benang kusut itu meninggalkan bukan hanya dua jejak, seperti judul novel ini. Banyaak jejak. Ada jejaknya Kinan-Satrya, jejaknya Sabrina-Abi, jejaknya Sabrina-Satrya, jejaknya Kinan-Prana, jejaknya Arinka-Radhi dan masih banyak lagi. Komplit.
Novel ini bisa saja lebih ringkas, kalau tidak membahas semua hal sampai mendetail. Bahas lagu, bahas buku, bahas film.
Trus sampulnya... err, not my cup of tea. Itu Kinan dan Sabrina ya? Tapi yang rambutnya panjang tekstur wajahnya kayak cowok.
Profile Image for Palinda.
180 reviews3 followers
December 16, 2019
Rating 3 buat Mas Radhi. Kok Radhi lagi sih? Kan tokoh utamanya bukan dia? Ya suka suka akuh lah. Nyolot sengak banget ya gue hahahaha *sungkem ke para pembaca.

Agak kaget juga sama lika liku kisahnya Radhi sama Arinka karena lumayan banyak dijelasin di versi buku cetaknya. Thanks Echa udah sedikit menaikkan derajat jomblonya Radhi! Akhirnya ilmu SSI Si Mamat naik level jadi expert. Makanya Mat rajin tuh sholat bukan semedi di Gunung Kemukus mulu buat dapetin Arinka.

Gue tuh lebih tertarik sama Radhi-Arinka karena emang suka sama cerita yang kayak Tom & Jerry gitu. Jadi Om Iyya, Kinan, Tanteu Ina sama Kabi sorry ya hati gue berkhianat. But I'm happy for all of you :)
Profile Image for Kaytalist.
348 reviews26 followers
October 28, 2021
Actual rating 3,5. To be brutally honest i feel indiferent toward Kinan, Satya and Abi. They are all very dramatic people. I'm stick on my prev opinion that Sabrina deserve better! However i really like the conversation over safari bear and his dark material book series. Plus Arinka+Radhi are so asdfghjkl. Sorry to all main characters (except my Girl, Sabrina!) these two are more than scene stealer to me. They are the main stars of these duology in my eyes (ofc along with Sabrina!)
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
June 21, 2022
Bintang 3!!

Pertama-tama saya mau ucapin syukur karena berhasil mengkhatamkan trilogi SKdPL ini wkkw.

Actually bintang ⭐⭐ untuk Satrya dan Kinan
And bintang ⭐⭐⭐⭐ untuk Sabrina dan Abi.

Capekk banget nggak sih baca cerita perjalanan cinta si Satrya ini?? Rasanya kaya nggak selesai-selesai dan ngebosenin banget sejak di buku ke-2.

*mengela nafas panjang* *merenggangkan badan*

Entah berapa minggu saya baru bisa selesain novel ini karena saking malas dan jenuhnya dengan cerita Satrya, sampai diselingi beberapa novel lain juga supaya bisa lanjut baca novel ini.

Saya nggak mau komentar dan review banyak karena beberapa ceritanya saya sudah lupa saking lamanya lanjut baca. Intinya ya cerita masih seputar Satrya dan Kinan.

Hal yang membuat saya bertahan untuk membaca novel ini adalah kisah Sabrina dan Abi! Mereka gemessh banget! Jauh lebih menarik dibanding main couple dan bahkan somplak couple Radhi-Rinka sekalipun.

Apa yah kaya lebih menarik aja gitu perjalanan cinta Abi dan Sabrina ini. Apalagi Sabrina sempat pacaran dengan Satrya, tambah menggalau nggak tuh Abi! Wkwkw. Seandainya buku ke-3 ini lebih difokuskan ke couple mereka pasti saya nggak akan selama ini sih bacanya.

Serius deh, saya bener-bener jenuh hingga ke tahap muak dengan kisah Satrya dan Kinan yang begitu-begitu aja. Kinan yang ilang-ilangan, cengeng, lemah, apalagi kalau ngomong vibesnya berasa kaya novel teenlit. Arghhh, nggak suka, nggak suka >•<

Untungnya ada Sabrina dan Abi! Merekalah penyelamat buku ini bagi saya. Seneng banget waktu tau akhirnya dua orang keras kepala yang sama-sama saling mencintai lebih dari 5 tahun lamanya bisa bersatu! Jadiannya pun gumushin bangettt! Ih, Abi ternyata bisa chessy juga yak wkwk sweet banget lagi. Pengin baca kisah mereka berdua lebih banyak.

Sayang banget di buku ke-3 ini nggak ada selipan kisah Athaya dan Ghilman, padahal kan saya pengin tau gimana rumah tangga mereka wkwkw. Anakanya gituu. Lalu cerita tentang Dara dengan siapa itu ah sampai lupa namanya, yang nyamperin di Pixie. Kan sampai lupa nama-nama tokohnya karena dianggurin dan diselipin baca novel yang lain.

Yah pokoknya saya masih ingin baca kelanjutan kisah Abi dengan Sabrina, Radhi dengan Rinka, rumah tangga Athaya dan Ghilman, serta Dara dengan cowok yang kalau gak salah adiknya Ghilman. Kalau Satrya dengan Kinan? Engga deh, makasih. Cape udah ~

Masih ada 1 buku lagi karya Aqeesha yang belum saya baca, tapi saya masih agak maju mundur mau bacanya, takutnya ngebosenin lagi dan akhirnya justru dianggurin.
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
November 23, 2019
"Karena memutuskan berkomitmen sama memilih jatuh hati sama siapa itu beda perkara, Sat." (hal.332)

Mungkin memang menerima, memenangkan, memaafkan dan juga berdamai tidak mudah. Tapi, seperti yang Ka Echa tulis di awal buku ini di tulis untuk mereka yang mau berusaha akan semuanya. Walau memang sulit

Seperti kisah Satrya-Kinan-Sabrina-Abi. Mereka memiliki permasalahan dalam hubungan asmara tapi yah, memang semuanya nggak mudah di lalui. Apalagi tiap masing-masing merasa sulit menerima. Makin ribet kan tuh? Jangan lupakan Gengsi yang membuat semua jadi makin runyam

Tapi, apa kelelahan mereka bisa membuat satu sama lain ingin mencoba menguraikan benang tersebut?

Aku suka semua tokohnya. Punya karakter yang berbeda dan kuat. Bahkan, pesona Satrya dan Abi pun ternyata ada sisi lemah yang bikin aku gemas. Realistis dalam kehidupan tokohnya pun seperti real life bikin aku hanyut dalam cerita. Chemistry mereka semua dapat dan nggak saling tumpang tindih.

Konflik nya klimaks abis disini. Mungkin karena ini ending dari ceritanya. Walau tetap di awal aku agak takut bacanya kurang puas, secara aku menanti sekali kisah lanjutan ini. Tapi, ternyata legaaaa selega leganya.

Gaya bahasa tetap santuy dan asik seperti buku sebelumnya. Bahkan walau ada kata-kata tentang pemrogrammeran begitu dijelaskan mendetail sedikitnya jadi ada gambaran.

Jangan lupakan peran Radhi dan Rinka disini sedikit banyak berpengaruh sama ending cerita. Mereka pasangan yang cocok. Jadi ngarep ada kisah Radhi dan Rinka eh wkwk

Overall, suka dan recomended. Dari buku SKdPL, Satu Ruang dan Dua Jejak aku sukaaa. Sukses selalu ka Echa. Ditunggu karya selanjutnya
Profile Image for Ayesa.
69 reviews3 followers
September 5, 2022
Mungkin karena ini lagi buming soal mental health jadi pembahasannya kebanyakan tentang penerimaan diri, aku gk terlalu suka. Tapi couple lainnya seru banget Sabrina-Abi sama Radhi-Rinka.
Profile Image for intan prw.
51 reviews
March 8, 2020
Kinan, masih belum bisa move on, gara-gara Prana, yg udah nggak ada, memang ada Satrya, tetap saja, Kinan masih belum mau menjalani hubungan dengan Satrya.

Satrya, masih dibayang-bayangi oleh Alisha--sahabat sejak kuliah yang ditaksirnya setengah mati. Tapi, Alisha nggak memilih Satrya.

Dari Kinan, bisa belajar bahwa, move on dari seseorang yang dicintainya setelah nggak ada di dunia ini, lumayan sulit, nggak pa-pa sedih, terpuruk, wajar, tapi, hidup akan terus berlanjut.

Dari Satrya, bisa belajar bahwa, menunggu jawaban dari seseorang atas segala tanya, yang ada di kepala, dan waktu yang pas itu harus sabar. Memang nggak mudah, biarkan waktu yang menjawab semuanya. Memang benar kok, ketika sudah waktunya pas, akan terjawab juga.

Dari Dua Jejak, terjawablah sudah mengenai pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat menemukan jawabannya.

"Dengan aku, kamu nggak perlu menghapus jejak Prana. Aku nggak mau menggantikan dia. Aku nggak akan maksa masuk dengan cara menyingkirkan dia. Biarkan dia meninggalkan jejak di sana. Mengukir jejak-jejak terbaiknya di setiap sudut. Dia bukan untuk dilupakan, dia untuk diingat. Aku akan mengukir jejak lainnya dengan cara yang berbeda dengan dia." Hlm: 413

Novel lanjutan dari judul Satu Ruang ini, sudah menjawab rasa penasaranku setelah beberapa tahun yg lalu.

Konfliknya agak lumayan ribet, iya lah, wong tentang cinta yg nggak biasa, gaya bahasanya juga enak, interaksi di antara para tokohnya juga seru abis. Kafernya menunjukkan dua tokoh yang saling ingin menemukan jawaban yang selama ini dicari. Ciamik.
Profile Image for Bethari.
38 reviews2 followers
August 17, 2021
Akhirnya sampai pada buku terakhir dan masih sama seperti kedua buku sebelumnya, aku sangat menikmati halaman demi halaman Dua Jejak. Tidak perlu ulasan terlalu panjang karena hal-hal seperti karakterisasi tokoh, gaya penulisan, penyampaian emosi, serta selingan humor tetap menjadi alasanku menyukai novel karya Aqessa Aninda ini.

Lanjutan kisah Satrya dan Kinan yang menggantung pada Satu Ruang dituntaskan di novel terakhir, walaupun perjalanannya tidak mulus. Bisa dibilang cerita pada novel ketiga ini lebih rumit, tentang bagaimana Satrya merasa bingung akan perasaannya pada Kinan dan Sabrina. Begitu pun dengan Kinan yang masih sering terbayang Prana dan Sabrina yang belum sepenuhnya melupakan Abi.

Setiap permasalahan diselesaikan secara dewasa, namun penulis juga tetap menghadirkan kesulitan dan kegagalan dalam prosesnya. Itu yang membuat novel ini cukup dekat dengan realita. Seperti saat Satrya memutuskan berpisah dengan Sabrina, rasanya menyesakkan tapi di sisi lain ada kelegaan dari cara mereka saling merelakan dan tidak memaksa satu sama lain.

Aku akui kehadiran tokoh Abi dengan sikapnya lumayan membuat sebal. Namun setelah dipikirkan kembali, adanya sosok Abi memberikan kesan yang lebih pada novel ini. Perkembangan karakter yang digambarkan pada sosok Abi juga memuaskan. Begitu juga dengan tokoh Kinan yang awalnya kerap lari dari masalahnya dengan Satrya. Lambat laun ia mulai menemukan caranya berdamai dengan diri sendiri sehingga bisa kembali bertemu Satrya dan meluruskan semuanya.

Rasanya puas menyimak perjalanan cinta Satrya dan tokoh lainnya dari buku pertama sampai terakhir. Perasaan dibuat campur aduk selama membaca, tetapi itu lah yang meninggalkan kesan mendalam. Pokoknya recommended!
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
March 3, 2020
Untuk para bucin nya mas satrya pasti nunggu2 banget gimana kelanjutan kisah cinta nya mas satsat setelah dibuat galau karna belum nemu ending mas satsat sama siapa dibuku satu ruang 😭😭 akhirnya di buku "dua jejak" Semua kejawab endingnya gimana.

Di dua jejak ini , pembaca bener2 dibuat diacak acak perasaan nya. Kayak naik roler coaster. Mulai dari mas satrya yg sama mba sabrina. Abi yg gede gengsi buat bilang suka ke sabrina. Kinan yang suka kabur kaburan.

Sempet gemesh juga sama kinan yg suka menghilang karna ribet sama pemikiranny sendiri. Kasihan kan satrya jadi kayak orang keilangan arah. Gemesh juga sama si Abi yg ga ngasih kejelasan sama si sabrina . ( kan jadinya sabrina sama si satrya 🤣🤣) walau hampir baper juga sama satrya-sabrina. Dan seperti yg gw bilang, cerita ini kayak naik roller coaster. Diaduk2. Haha Udah hampir baper sama sabrina- satrya , tiba tiba kinan muncul pas satrya sakit itu bener bener bikin ... Ahhhh... Mulai dari situ udh senyum2 bacanya! Haha

Walau, cerita ke uwu-an satrya-kinan ga terlalu banyak di dua jejak , tp kebayar sama cerita nya sabrina- abi ❤❤ jugaa ke kocakan mba rinka sama mas radhi!!

Pokoknyaa, mulai dari skdpl, satu ruang dan dua jejak itu cerita nya bagus! Ending ny apa lagi ❤❤

Satu lagi, bonus yg bikin ngakak. Pas princess kinan bilang " Yaa nggak gitu juga! Buset deh. Pelan-pelan aja kali" ( Hal. 420) . Ngakak woii , princess masa ngomong "buset" HAHAHAHHAHA❤❤🌹
Profile Image for Nadiana.
74 reviews
September 2, 2022
fyuhh kelar juga, deep feelings deep story deep closure
1 review
March 4, 2020
Novel Dua Jejak ini merupakan lanjutan dari novel Echa sebelumnya, yaitu Satu Ruang. Masih menceritakan ttg perjalanan cinta yang lumayan rumit antara Satrya-Kinan dan Abi-Sabrina. Bahasanya ringan dan relatable bgt ke keseharian kita (apalagi bercandaan dan jokes2 recehnya). Jujur kalau dibandingkan dengan yg Satu Ruang, aku lebih suka Satu Ruang. Selain lebih suka alur dan ceritanya, juga karena adegan dan interaksi ‘uwuuw’ antara Satrya-Kinan lebih banyak. Tapi sgt menikmati banget Dua Jejak juga sih (udh ditungguin lumayan lama soalnya😂) meskipun menurutku ada bbrp scene yg kyk ‘eh gini doang nih?’ terus interaksi Sat-Kin nya kurang huhu.. padahal berharap bgt lumayan byk adegannya secara ini kan tentang kisah mereka ya (yg utamanya). Sabrina yg di buku pertama adalah tokoh yg tau2 nongol di Dua Jejak ini mengambil porsi yg lebih banyak. Overall tetep suka dan udh baca berulang kali pastinya! Keep up the good work Cha ❤️
1 review
March 4, 2020
Aku ngikutin perjalanannya Mas Satsat dari jaman dia di SKDPL sampe di Dua Jejak ini. Bikin aku mikir Mas Satsat ini tipe cowok ordinary bgt. Kyk real bgt. Ada satu bagian pas doi ngomong gini ke Sabrina : “Semua cowok di dunia ini tuh brengsek, cuman tipenya aja yang beda-beda” yaah kurang lebih seperti ituu. This statement really punch me hard! Nyata nya, di dunia ini tuh ga ada pangeran di negeri dongeng yang nyaris sempurna. This statement always stuck in my head tbh.. hehehe
Dan, aku tuh kagum bgt sm anggun nya Kinan. Walaupun aku sedih kalo liat dia rapuh gitu...
Dan Kinan-Abi... ugh this couple! Mereka tuh kadang gemesin, kadang bikin kesel.
Pokoknya ini bikin nguras pikiran dan hati bangettt, tapi bikin ga nyesel bacanya! Tiba tiba udah abis aja.. pengen terus di ulang ulang bacanya...
Profile Image for orphicella.
19 reviews
August 13, 2022
"Kita sering lupa, terlalu sibuk mencari cinta dari seseorang, padahal cinta itu selalu ada di sekitar kita. Bentuknya mungkin berbeda. Tapi selalu ada, nyalanya tidak pernah padam." - halaman 338



Perihal hubungan keempatnya: Kinan - Satrya - Sabrina - Abi, it's too complicated. Berhubung ketika saya membaca 'Satu Ruang' masih diselimuti perasaan tanggung dan konflik yang sesungguhnya belum dimunculkan. Namun, di novel 'Dua Jejak' ini saya merasakan apa yang namanya manis sekaligus pahit terkait rumitnya hubungan keempat tokoh utama yang semakin saya membaca semakin merasa banyak yang tidak pas di antara keempatnya.

Dimulai ketika Kinan dan Satrya yang keduanya saling bercermin antara satu sama lain. Hal yang menyakitkan karena keduanya sama-sama sedang tidak utuh; berserakan namun berusaha untuk membangun suatu hubungan. Saya sempat merasakan jengkel ketika halaman demi halaman justru Kinan semakin menghilang dan Sabrina menggantikan sementara posisi itu sebagai seseorang yang mendampingi Satrya. Bukan karena saya merasa kehadiran Sabrina tidak cocok jika disandingkan dengan Satrya namun lebih kepada, saya merasa hubungan mereka tidak akan sehat. Dalam artian, secara tidak sadar perasaan keduanya yang sesungguhnya tidak pada tempatnya, tidak untuk satu sama lain. Dan itu akan berakhir saling menyakiti satu sama lain, terutama Sabrina.

Namun, nyatanya ketika Sabrina berusaha membantu Satrya menyembuhkan hatinya dari kehilangan Kinan, justru hal itu fatal sekali menurut saya. Dan di sini saya sangat setuju dengan sebagian sikap yang diambil oleh Kinan. Saya sangat setuju ketika Kinan memutuskan untuk tidak bergantung pada orang lain untuk menyelamatkan dirinya dari kubangan duka tentang Prana, pun orang itu adalah Satrya. Akan lebih baik ketika ia memutuskan untuk istirahat dan memprioritaskan keluarga dan orang-orang terdekatnya untuk banyak menghabiskan waktu bersama, berusaha menghargai kebersamaan dan kesempatan yang telah diberikan untuknya.

Kemudian di sisi lain saya sangat merasa gemas terhadap Satrya. Sabrina keeps him still alive. Dan itu adalah salah satu alasan yang diutarakan oleh Satrya agar Sabrina tidak pergi. Duh, saya merasa kasihan terhadap seorang Sabrina. Sabrina memang orang yang asik, so funny, punya berbagai macam jokes, penuh warna - warni, dan mampu memaknai setiap peristiwa dengan kalimat - kalimat filosofis nya yang justru malah membawa ingatan Satrya berlabuh pada Alisha. Berbeda dengan ketika Satrya yang sedang bersama Kinan. Satrya akan menjadi rapuh dan sangat apa adanya.

Di antara ketiganya, Abimana sangat annoying dan saya sependapat dengan Sabrina. Abi yang overprotective, galak, seperti dispenser, dan tidak dapat berkata-kata manis. Apalagi ketika Abi mengatakan ingin memiliki Sabrina, dan tidak tahu bagaimana caranya. FOR GOODNESS SAKE ABI!!!! Sabrina bukan barang ya. Hubungan Abi dan Sabrina sendiri semakin dipersulit dengan buruknya komunikasi anatar mereka berdua. Yang mengesankan adanya saling adu mempertahankan argumen dan seperti kompetisi. Namun, Abi adalah Abi di atas segala macam sifatnya yang menjengkelkan bagi orang lain.

Secara umum saya menyukai novel ini karena tidak hanya berfokus pada perkara cintanya saja. Namun, banyak hal dimana saya diajarkan untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Self love itu penting sebelum kita mencintai dan dicintai orang lain. Karena memberi jeda dan ruang untuk diri sendiri sesekali bukanlah suatu keegoisan. Justru kita sangat membutuhkannya. Dan hal ini saya dapatkan dari bagaimana tindakan yang diambil oleh Kinan setelah ia melewati fase terendah dan masa-masa terpuruknya akibat Prana.

Saya suka dengan gaya penulisan kak Echa yang santai tapi sarat akan makna dan pelajaran. Dan istilah-istilah IT yang dikorelasikan dengan jokes antara Arinka dan Radhi itu sangat manis dan bikin perut sakit karena saya berakhir dengan terlalu banyak tertawa. Lucu banget deh mereka. Saya suka dengan bagaimana jalinan pertemanan tokoh-tokoh nya. Satrya dengan teman-teman kantornya maupun Kinan dengan Arinka. Dan lucunya lagi saya sangat gemas karena Kinan yang begitu terobsesi dengan Disney. And Mikha so cute.

Dan di sini setelah membaca kisah Om Iyya, Tante Kinan, Tante Ina, dan Om Abi, saya merasa lega. Bukan karena ending yang memenuhi ekspektasi saya, namun karena alurnya begitu logis dan ending itu sendiri tidak terasa dibuat-buat. Begitu saja mengalir dan natural. Saya sangat menikmati setiap alurnya, dan ya kadang-kadang saya merasa dada saya seakan diremas-remas karena dialog-dialog yang terasa gloomy. Overall, saya tidak merasa menyesal membaca novel ini meskipun akhir-akhir ini saya sedang kehilangan minat terhadap novel-novel bertema romance. Namun, novel ini sangat menyentuh buat saya pribadi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review1 follower
March 3, 2020
buku ini tuh bagus banget. buku ini bukan cuma ngebahas tentang percintaan dan hal-hal perbucinan tapi yang paling utama tentang selflove banget. dari Kinan buat aku belajar kalo sebelum sayang dan menjatuhkan hati ke org lain kita harus lebih dahulu sayang dan memperbaiki diri sendiri dulu. pokoknya buku ini worth it banget buat di baca!!! luv luv.
1 review
February 13, 2020
Keereeeenn
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Triz.
19 reviews1 follower
June 26, 2022
Re-read 2022.

Heuheuheuu, iseng aja baca ulang SKdPL - Satu Ruang - Dua Jejak dalam seminggu. Duuh.. kangen banget sama karakter-karakter di universenya kak Echa ini!

Sebenernya cuma pengen bilang aku SAYAAANGGG bgt sama Kinan. Kayak, setuju kok kalo emang Kinan tuh kadang bikin sebeelllll banget banget kayak pengen gw omelin! Sisi lainnya, menurutku penulis berhasil bikin karakter kompleks yg walaupun vibenya gloomy abis, tapi tetep bisa bikin aku sebagai pembaca simpati dan berakhir sayang sama karakter itu. Nah, itulah aku ke Kinan! I want all the best for her. Aku juga seneng bgt cara penulis memasukkan topik berdamai dengan diri sendiri sebagai cara untuk Kinan mengikhlaskan Prana. Gimana pas Kinan khilaf dia langsung teringat orangtuanya, Arin, dan orang-orang yang sayang dengan dia. Kayak… penggambarannya tuh nyata bgt!

Trus tuh.. apa ya.. kenapa aku jg sayang bgt sama Kinan karena gak semua ‘main character’ / cewe strong tuh harus tipe yang luwes, friendly, semua jokes nyambung, pokoknya yg setipe Sabrina gitu lah hahahah (bukannya aku ga suka Sabrina lho ya). Menurutku definisi perempuan strong dan ‘badass’ tuh gak harus yg kaya gitu. Yaa.. contohnya yang kaya Kinan ini lah. Pemalu, kalo mengutarakan isi hati kadang belibet, dikit-dikit nangis, gloomy, dll. Lihat cara gimana dia bangkit dari keterpurukannya itu.. ahh suka bgt (walaupun tetep rasanya kadang pen gw toyor kalo udh ngilang HAHA). So far, character development Kinan ini yg paling aku suka dari semua novelnya ka Echa. Fun fact, Kinanti adalah comfort characterku sejauh ini membaca buku😊

Lalu.. lihat gimana Satrya ke Kinan tuh entah kenapa ngingetin aku sama Ghilman ke Athaya di SKdPL. Gak tau ya.. permasalahan mereka tuh beda, tapi ujungnya gimana kedua lelaki ini jadi sayang dan cinta bgt sama kedua tokoh perempuan ini kayak mirip gt lho! Mau ada di suka, duka, susah, seneng… feelnya mirip! Aku lupa deh siapa yg ngomong (kayanya ka Uti), intinya kalo dalam hubungan itu yaa pasti ada aja ups and downnya, dan lo harus siap untuk melalui itu bersama (asli lupak dialog aslinya gmn). Nah.. ini tuh entah knp jadi ngingetin sama Athaya gimana dia pengen pasangan yang bisa ada di saat-saat seperti itu, melihat ibunya yang selalu setia merawat ayahnya. Hehehe.. jadi ngelihat Satrya yang se-begitu sayangnya sama Kinan, “aku cuma mau kamu”, jadi kayak terbayarkan gitu deeh rasa sedih eyke pas Athaya gak milih dia dulu LOLLLLL🤣. Alhamdulillah yah bun, doanya Athaya agar Satrya mendapatkan perempuan yang tepat tuh akhirnya terwujud.

Kurangnya cuma satu sih, adegan Kinan - Satrya pacaran kurang banyaaakkkk hahahah😆
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sevin Armani.
1 review
January 24, 2020
Akhirnya selesai juga kisah SatSat,Kinan,Abi, dan Sabrina. Aku ngikutin banget cerita Satrya dari buku pertamanya dan gak sbar untuk baca buku ini. Sebenernya, cerita ini tuh cliche abis karena alurnya yang mudah ditebak dan konfliknya umum banget. TAPI gaktau kenapa aku selalu nyari waktu luang, atau lebih tepatnya nyari kesempatan dalam kesempitan cuman untuk baca buku ini, yaa karena cara penyampaian nya gak terkesan neko-neko, dan jokes nya itu loh! Siapa lagi kalo bukan Radhi-Rinka. Kalo dari segi cerita, gaktau kenapa aku lebih prefer ke masalah percintaan Sabrina-Kabi daripada Satrya-Kinan karena menurutku mereka 'drama' banget (gakbisa nge judge sembarangan jugak sih, karena aku gktau apa yg mereka rasain). Gaktau..tiba-tiba suka aja sama Kabi yang kalo ngomong suka nge gas hehe. Jadi keliatan lebih cute gitu. Ahh pokoknya cerita ini recommended banget dibaca waktu luang.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
October 31, 2019
Rating asli 3.5
Akhirnya terbayar sudah semua kekesalan di Satu Ruang :)))
Ceritanya ngalir banget, ga kerasa bosen gitu deh
Rujukan ke novel Satu Ruang juga detail banget sampe ke halamannya, cukup membantu buat yg ngikutin seri novel ini, tapi agak2 lupa sama cerita di seri2 sblmnya
Gatau sih ini bakal bisa dinikmati engga sama pembaca baru, karena gue pun udah baca dua buku sebelum ini hehe
Btw...penasaran sama kisah Radhi dan Arinka nih 😂😂
Ada niatan nelanjutin gak mbak??
Profile Image for Koosandriyani Retno Prabandari.
30 reviews8 followers
January 24, 2023
Nggak ada niat buat ngabisin buku ini dalam waktu sehari. Tapi alur ceritanya bener-bener bikin nggak tahan buat nggak ngelanjutin terus sampe habis. Intinya aku suka dengan caramu membuat Sabrina, Abi, Satrya, dan Kinan bahagia. Terima kasih, hatiku hangat 💜💜
Profile Image for Lily Amalia.
200 reviews16 followers
December 20, 2019
Akhirnya cinta mas Satsat bisa berlabuh juga. Setelah cukup muter², endingnya teuteup ama Kinan. Eh spoiler wkwk
Profile Image for Nur Rokhmani.
255 reviews6 followers
March 31, 2022
👣 DUA JEJAK👣
🧚‍♀️ @fairywoodpaperink
"Mbaaaaak, aku kesian banget sama si Sat-sat!!! Eh, tapi akhirnya melegakan ding!"
📖 427 halaman
🔖 @elexmedia

🤖 Kurang baik apa sih Sat, gue jadi temen lo. Dengerin kisah cinta lo yang ngenes sejak jaman SKDPL, Satu Ruang, sampe ke Dua Jejak!! Makasih nggak lo Sat!! (Ngomong sama ebook)

🍂 Bener-bener ambyar ya. Kalau kita pura-pura siap melangkah, padahal diri kita sendiri belum siap. Mau membangun hubungan baru, padahal di rumah (hati) sendiri masih berantakan. Masa iya mau nyuruh partner baru yang beresin⁉️ Nggak sopan itu namanya.

🌵 Itulah yang terjadi sama Satrya. Satrya masih belum selesai ngeberesin hatinya yang berantakan gara-gara masa lalunya dengan Alisha dan Atthaya, ditambah Kinan tiba-tiba menghilang. Eh, dia malah ceroboh untuk mencoba casual relationship sama Sabrina. Dengan harapan, Sabrina akan berhasil membantu dia membereskan semua kekacauan di rumahnya. Eh, ya Sabrina juga salah sih, dia juga belum move on dari Abi.

❓Trus kalau ternyata Satrya masih cari-cari Kinan? Masih galau sama Kinan? Masih keder pas Kinan balik lagi? Gimana? Trus, saat Abi mulai membuka jati dirinya, berani menunjukkan perasaan sebenarnya? Sabrina mau gimana? Padahal itu tuh salah mereka sendiri.

🔥 Inget kata Mama, "Kita nggak bisa nyalahin orang lain. Mereka nggak akan masuk ke hidup kita, kalau bukan kita juga yang mengijinkan."

Jleb banget. Dari awal, memang konflik buku ini agak berat dan njelimet. Tentang kehilangan, keberanian, memilih, membasuh luka, releas perasaan, melepas seseorang yg ada di samping kita.

🔥 Jadi inget ucapan Mamanya Satrya (lagi), "Melepas seseorang itu nggak pernah mudah."

Tapi itulah yang harus kita hadapi. Cinta akan selalu bisa buat kita bertahan, katanya. Tapi menurutku, bukan cuma cinta, tetapi komitmen kita untuk membangun cinta, akan selalu membuat kita berani bertahan.

"Maybe, thats just the purpose of love in our life. So, even if you have a thousand reasons to leave, there will always one strong reason to stay. —dan menurutku, selalu ada komitmen dibalik 'one strong reasons' itu.

Kisah ini juga mengajarkan tentang gimana seharusnya kita hidup hari ini. Jangan terlalu larut sama masa lalu, seburuk apapun itu, selebih baik apapun masa lalu itu daripada hari ini. Jangan juga terlalu khawatir sama masa depan yang nggak pasti. Yang kita ada di sana atau nggak adalah hal yang di luar kuasa kita. Yang kita punya adalah hari ini. Hiduplah dengan baik.

Kita nggak perlu menghapus jejak orang-orang di masa lalu, biarkan mereka dengan jejak mereka di sana. Kita cukup memberi tempat untuk orang-orang baru di hati kita. Dan biarkan mereka membuat jejak baru milik mereka sendiri di sana.

Selain itu, buku ini juga memberikan banyak hal selain isi cerita mereka. Bukan, bukan cuma tentang Satrya-Kinan, Abi-Sabrina, atau bahkan Radhi-Arinka. Buku ini penuh dan kaya informasi tentang banyak hal. Emmmm, meskipun, btw, mbak penulis, anggrek itu nggak bisa disebut parasit, karena dia nggak ambil makanan dari inang kok😅

Ah, iya. Terima Kasih Abi, karena telah mengajarkan gimana caranya mengalah dan mencoba mengerti. Terima kasih Sabrina, karena sudah mengajarkan untuk nggak sungkan memberi pertolongan. Meski kadang kita harus ukur diri kita, bisa kah kita menolong, atau salah-salah justru kita sendiri harus ditolong.

Terima kasih untuk Radhi, si mas-mas yang mature and funny at the same time. Wkwkwk. Terima kasih Arinka, sudah mengajarkan gimana jadi sahabat yang baik.

Terima kasih Lasha, Ka Uti, dan Mama, sudah jadi support system yang luar biasa untuk orang-orang di sekitarnya.

Dan .... Terima Kasih untuk Satrya 🥺 udah mengajarkan untuk mengambil resiko, berani memutuskan, dan mengajarkan untuk menata sebelum mencintai. Juga untuk Kinan, yang sudah mengajarkan untuk bisa terus spread love ke orang-orang yg sayang sama kita.

Uwaaaaaa sedih berpisah dengan mereka😭 sekali lagi, Thanks mbak @fairywoodpaperink
1 review
May 15, 2021
Ini buku ketiga Aqessa yang gue baca. Tau penulis ini juga gak sengaja karena lagi bosen dan iseng ngecek Google Books. Ceritanya masih satu universe sama Secangkir Kopi dan Pencakar Langit. Overall, bukunya lumayan lah. Cukup bikin penasaran sama endingnya. Yang kusuka dari karakter-karakter di buku Aqessa, mereka likeable. Bahkan karakter Kinan yang rapuh dan 'princessy' aja masih bisa disukai (it's my least favorite traits in fictional characters).

Dari sejak baca Satu Ruang, FIX udah nge-ship Sabrina-Abi! Mereka adalah pasangan kesukaan gue di kisah ini. Yep, bahkan mengalahkan Radhi dan Rinka. Mungkin karena ada latar belakang high school crush gitu kali ya? (I'm a sucker for such settings). Dari sejak baca Satu Ruang juga gue dengan amat subjektif mengatakan kalo Satrya-Kinan itu rada gimana ya? Rada ngeselin. Agak bete aja sama si Satsat yang sok-sok gak mau sama cewek yang alisnya 'palsu'. Sebagai cewek yang perlu menggambar alis gue setiap pagi tentu saja gue bete dan ingin berteriak "Gak semua orang bisa bangun tidur terus cakep kayak lo sama Kinan, Sat!!!". Terus dia juga di buku ini untuk kedua kalinya menggunakan rebound untuk move on. Kan kasian anak orang. Mentang-mentang ganteng, huh! Kinan juga! Memang latar belakang masalah Kinan ini yang bikin gue jadi simpati sama dia. Tapi tetep aja gue rada gimana gengges setiap baca Satsat yang kelimpungan nyari Kinan tapi gak ditanggepin sama sekali. Kayak gue tuh pengen teriak, kalo mau ngiklasin ya jangan macem digantung gitu anak orang, Mbak! Intinya mungkin kekesalan ini didasari oleh rasa sirik setengah mati kepada pasangan good-looking satu ini. Padahal pesan penulisnya mungkin mulia. Semacam, 'orang cakep juga punya masalah dan perasaan' atau 'tidak bijak menilai seseorang hanya dari kulitnya saja'.

Namun, lagi-lagi gue mau disclaimer bahwa ini opini yang sangat subjektif. Karena gue gak masalah dengan Sabrina yang masih ada rasa ke Abi dan suka ketemu Abi padahal masih jadi pacar Satrya. Gue malah jadi pro sama Abi yang berniat nikung. Jadi double-standard gitu. Intinya, cerita Aqessa sih tetep well-written meskipun gak selucu Satu Ruang karena lebih banyak bagian yang memang berkesan gloomy untuk menciptakan plot yang masuk akal bagi Kinan dan Satrya.
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
February 16, 2022
Yaaaay seleaai. Paling suka buku ini siih. Awlnya udah worry aja aku harus ngadepin Satrya-Kinan lagi, tahunya bku ini lebih fokus ke Sabrina-Abi. Maknyalah aku suka bat. Wkkwkw. Couple fav, mengalahkan Rinka-Radhi. 😂

Suka bnget aku tuh sama debat2nya Abi-Sab. Bikin ngakak mulu, egonya dua2nya tinggi siih, tapi bikin ngakak. Wkwkwk. Apalagi aku tuh paling suka klau mereka berdua udah interaksi sama anak asuh tantenya itu. Duuuh klop banget dan serasi banget.

Iya sih, Sabrina juga bukan yg nggak ada nyebelinnya karena dia tuh kalau ama Satrya suka berlindung dibalik hubungan Kinan-Satrya, padahal ya dia juga sama aja kan sama Abi. Itu aja sih yaaa yg bikin rada2 muter bola mata. Tapi selebihnya ya aku suka bat ama dia sama Abi.

Yah, aku juga lega sama ending hubungannta Satrya-Kinan. Walaupun Kinan tetep aku nggak bgtu suka ya. Karena dia ini mnurutku rada childish. Dia tuh egois aja sih mnurutku. Paling egois. Karena ya dia mah beres2 di rumah sendiri, tapi buang sampah ke halaman orang lain. Daaaan aku emang nggak suka cwek atau cowok yang damsel in distress. Jadilah bgini.

Aku juga suka sih dinamika Satrya-Sabrina. Nggak kesel juga pas mereka "selingkuh" karena ya mereka nih udah bukan kek pacaran. 😂 Mungkin salah stu buku yang nyenggol kek cheating tapi aku suka banget. Mendukung malah. Hahahahah.
Profile Image for Maya Murti.
205 reviews8 followers
August 11, 2022
Buku ini melanjutkan cerita Kinan-Satrya-Sabrina-Abi. Untuk alasan tertentu, Satrya jadi lebih ganteng di sini, tapi kelakuannya juga bikin kesel. Kinan menghindari Satrya sambil menyembuhkan diri. Sabrina ngga terima gaya komunikasinya Abi, jadi pacaran rebound sama Satrya. Abi ngejar-ngejar Sabrina.

Ini nih, maksudnya Satrya ganteng tapi nyebelin, seperti pendapat Sabrina:
...Ini nih, yang kayak gini yang disimpan Satrya. Di balik pembawaannya yang tenang, dia tuh kayak orang yang nyimpan granat yang bisa dilempar semau dia. Bikin orang kayak merasa dihuru-hara tiba-tiba!
Saya ngga terlalu terbawa emosi ketika baca buku ini, jadi ngga punya ship tertentu di antara mereka berempat. Tapi saya apresiasi pendekatan ceritanya yang menonjolkan kelebihan dan kekurangan masing-masing tokoh, dan cara mereka menanganinya. Baca cerita yang tokohnya serbasempurna kan lama-lama males juga. Keterampilan penulis juga terlihat meningkat jika dibandingkan buku pertamanya Secangkir Kopi dan Pencakar Langit.

Displaying 1 - 30 of 53 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.