Jump to ratings and reviews
Rate this book

Progresnya Berapa Persen?

Rate this book
Sudah setahun April mengabdi di sebuah kantor konsultan yang bergerak di bidang konstruksi. Nyaman, minim persaingan, dan fleksibel. Suasana yang sulit dijumpai di lingkungan kerja kebanyakan. Namun, selalu ada harga yang harus dibayar. Seperti bobot pekerjaan yang bikin puyeng, deadline yang suka tiba-tiba, delegasi tugas tanpa instruksi detail, dan puluhan tender yang diikuti dalam waktu berdekatan.

Seakan semuanya belum cukup, rasanya kepalanya mau pecah saat sebuah pertanyaan muncul ketika dia sedang mengerjakan tugas lain yang juga mendesak. Seringnya, pertanyaan itu meluncur dari seorang manajer teknik bernama Dewangga Bayuzena, laki-laki yang entah kenapa selalu bikin jantung para staf ketar-ketir dengan satu pertanyaan kebanggaannya ini;

"Progresnya berapa persen?”

360 pages, Paperback

First published August 21, 2019

180 people are currently reading
1958 people want to read

About the author

Soraya Nasution

3 books78 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
996 (33%)
4 stars
1,450 (48%)
3 stars
481 (16%)
2 stars
41 (1%)
1 star
16 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 675 reviews
Profile Image for Dinur A..
258 reviews98 followers
February 12, 2023
Finished: January 14, 2020
____

Lebih suka ini daripada Resign! (maap bandingin karena bacanya deketan :')). Kalo boleh jujur (ya boleh lah), segala aspek dlm buku ini tuh mainstream tingkat dewa, bener-bener ga ada yg baru. Mulai dari keberadaan Hebringers Kantor yg udah nggak terasa spesial lagi mengingat sebelumnya udah ada geng-geng serupa yang gue temui di Resign, Dirt on my Boots, dan Secangkir Kopi; sub-plot berupa kemunculan mantan dari luar negeri yang ga disangka-sangka oleh si heroine; kehadiran cewek ala berbi di paruh cerita yg dimaksudkan untuk dijodohkan dgn si pakbos; bahkan sampai ke scene-scene macem kondangan hingga kunjungan ke calon rumah baru pakbos (klasik bgt kan?). Di beberapa bagian juga gue berasa dejavu karena formulanya persis bgt kayak Resign, terutama epilognya. Ya intinya udah kebaca banget dah ya strateginya..

Tapi yg bikin buku ini bernilai “lebih” buat gue adalah nuance-nya yang terasa lebih realistis dan humble dibandingkan cerita-cerita serupa yg udh pernah gue baca sebelumnya. Dewangga nggak seperti Tigran atau Andra yg jelas-jelas power abuse, alias paham bahwa diri mereka dominan/berkuasa dan lantas bersikap pasif-agresif ke bawahan yg mereka taksir. Dewangga terasa membumi dan manusiawi tanpa mengeliminasi trait dia yang juga cerdas dan berwibawa, wataknya yg mature dan emotionally stable terasa konsisten sepanjang cerita. Penulis juga pinter menggambarkan age gap Dewangga dan April lewat karakterisasi keduanya tanpa terkesan telling sama sekali, beneran berasa aja gitu mana yang umur 23 dan mana yang 33. Dewangga yang tahu betul apa tujuannya dan April yang masih punya banyak 'noise' di kepalanya. Meski gue bilang karakterisasi mereka kuat, tapi gue juga suka bagaimana sifat mereka nggak ada yg mencolok, average aja gitu, selayaknya manusia pada umumnya. Dewangga ga liberal-liberal amat, pun April ga submisif-submisif amat. Pas. Tarik-ulur antara Dewangga dan April juga smooth sampai ketika akhirnya mereka jadian, gue gak cringe. Terus, yang paling gue apresiasi adalah peran mantan April (Ryan) yang nggak dibuat sebagai konflik utama karena sumpah demi apa pun gue udh siap bgt buat nutup ni buku kalo sampe ada lagi tetek bengek cinta segitiga antar bawahan-atasan-mantan. Walaupun dgn begitu emang rada pointless sih ngehadirin Ryan, apalagi Jelita, tapi yaudahlah boleh juga buat bumbu.

Alih-alih konflik batin berupa kebingungan memilih antara mantan atau bos, penulis lebih fokus ke peperangan antara diri April dengan kondisi rumah yg berimbas ke bagaimana dia menyikapi dinamika hubungan dia dgn Dewangga, yg mana konflik semacem ini bagi gue lebih relatable dan bisa bikin kita bersimpati ke April; hal yang sulit bgt gue rasakan ke heroine-heroine CityLite/MetroPop kebanyakan, karena let's be honest, seringnya mereka terkesan dangkal dan punya daftar prioritas yg aneh bagi manusia dunia nyata kayak gue. Emang sih ada saat2 ketika si April suka whiny, tapi berasa aja gitu bahwa itu memang diintensikan oleh penulisnya sebagai character building April. Dan memang si April ini resilien ketika menyangkut masalah pribadinya, jadi alih-alih annoyed gue malah respect ke dia. Sebagai #TeamSulung, gue bisa sedikit-banyak mengasosiasikan diri dengan April.

Nilai plus Hebringers Kantor adalah mereka ga berisik kayak di Secangkir Kopi, porsinya pas dan inklusif (klasik, tapi emang bagusnya begini ga sih kalau mau bikin geng fiktif?); cewe centil ada, abang2 penuh wisdom ada, playboy ada, ganteng-kaya juga ada. Nggak lupa ada MVP-nya juga yakni Bang Adrinta dan Naufal. Nilai plus selanjutnya ada di dunia konstruksinya yg terasa fresh buat gue pribadi, walaupun kadang masih minim konteks tapi tetep enjoyable bagi gue yg awam.

Yaudah gitu aja deh. Nggak tahu juga kenapa jadi panjang, padahal niatnya ga ngereview samsek, huehehe..
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews240 followers
September 7, 2020
Sukaaaa 😆😆😆 bikin ngakak apalagi epilognya 🤣🤣🤣🤣
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
December 20, 2019
4.5 🌟

"Kita nggak punya hak untuk mengatur-atur perasaan orang lain. Biar itu jadi urusan individunya sendiri." - Hal. 106

Kisah April sama Pak Dewangga ini gregetan banget dong. Pakde sebutan buat Pak Dewangga, dia manajer teknik yang hobi banget nanya progres ke April. Ya kadang bikin sebel dan keki ya, belum apa-apa Pakde selalu nembak progres. Untungnya kalau masalah kerjaan sih April gerak cepat.

Cuman ya kadang Pakde ini omongannya kayak yang nyinyir gitu, padahal emang dia tegas kalau masalah kerjaan. Dan April-lah objek yang suka dapet nyinyiran pakde. Lucuk aja sih liat interaksi April-Dewangga ini. Ditambah lagi sama teman-teman kantor yang bisa dibilang asyik banget jadi ya seru. Keadaan berubah setelah pengakuan dari Dewangga buat April. April kaget sekaligus bingung, apa yang mesti dia lakukan?

Aku jatuh cinta banget sama gaya bercerita kak Soraya ini. Gaya berceritanya menarik! Temanya sederhana, tapi ya bikin baper dong sama mereka ini.

Karakter tokohnya konsisten, kusuka sama kegigihan April cuman ya dia emang agak keras kepala sih ya. April ini tipe pemikir banget, makanya pas mau ngambil keputusan dia benar-benar harus siap dan tenang. Kalau Dewangga ini gemesin banget, jatuh cinta om-om ini bikin sikap dia jadi lucuk meski ya dia tetep cool sih ya. Kusukaa sama mereka berdua ini, loveable banget. Tokoh lainnya pas kok porsinya, meski emang lumayan banyak tokoh-tokohnya.

Gaya bahasa yang digunakannya ringan dan ngalir, page turner banget pokonya. Memakai POV 1, April. Perasaan dia diceritakan dengan baik, pas bagian sedih ada yang bikin aku nangis juga.

Interaksi tokohnya sangat seru, rame dan hangat. Chemistrynya pun dapet banget feelnya, gregetan sama Pakde.

Dan konfliknya emang lebih ke konflik batin April, dia insecure dengan dirinya sendiri. Ya secara kan kenalan pakde itu para barbie dan April ini cuman Baymax 😂. Konflik romansa cinta juga ada trus ngena banget, ada sedih sekaligus ketawa. Jurus pakde beneran bikin keki 😂. Eksekusi konfliknya apik dan rapi, cuman endingnya kayak terburu-buru jadi kan greget. Meski begitu, endingnya sukaaaaaa ❤.

Overall, aku sukaaaa ceritanya. Rekomen banget yang cari bacaan yang berlatar belakang teknik.
Profile Image for Autmn Reader.
882 reviews92 followers
August 11, 2021
Baca di GD.

Aaaaaaaaaa, suka bangeeeet. Aku nggak expect bkalan sesuka ini sih sama bukunya karena trope office romance yg superior-inferior itu bukan trope favorit aku. Kadang suka bete karena bos nya creepy dan menyalahi jabatan, semena-mena cuman buat narik perhatian bawahannya. Kan apa banget yg bgtu.

As seperempat awal buku ini juga nggak ada impresi apa gtu kan yg bikin aku tertarik buat baca lebih lanjut. B aja gtu. Eeeeeh tahunya makin sini makin asyik banget. Obrolan2nya tuh bukan kek sengaja dibikin biar kocak, tapi ya natural lucu aja. Tingkah hebringers juga bikin ngakak apalagi si Kembar Tacibana. Ya Allah ngakak abis. Yang pling penting, tokoh2nya nggak ober the top. Pakde nggak sok2an cowok sadis bin dingin, tapi ya biasa aja, punya sisi kemanusiaan yang baik. Enggak terlihat superior. April juga orangnya nggak yang sok2an dibikin jaim, tapi ya dia natural aja kerasannya. Macam cewek2 pada umumnya. Dia nggak spesial tapi malah krena dia nggak dibikin spesial dia kerasa jadi spesial. Ampun belibet amat, wkwk.

Aku juga suka krena ini slow burn romance. Pdkt nya mulus dan gk penuh modus. Make sense aja klo disuruh lembur atau apa gtu, kan. Nggak ada main kekuasaan.

Endingnya juga manis bangeeeet. Dan penyelesaian masalah mreka tuh ya kocak dan bikin cengar cengir sendiri. Yah intinya aku suka banget sama certa ini. Wkwk.

Oh ia satu lagi, deskripsi kerjaannya juga nggak yang bikin pusing dan mudah dipahami. Ini nih penulis kece, walaupun istilahnya banyak belibet, tapi kita tuh tetep paham sama konteksnya karena ada showing di sana. Beberapa footnote juga membantu, jadinya nggak rooming.

Udah, ah. Suka pokoknya. Heuheu.
Profile Image for Reina Tan.
289 reviews143 followers
December 26, 2019
kind of reminded me with Resign!

really. some characters from here are representing some characters from Resign!

honestly, i enjoyed this book—from the beginning until half.

BUT

not with the ending, the conflict.

i'll explain it later

short message: this book is such a typical wattpad work-themed story (if you got what i meant)
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
October 6, 2020
Suka banget sama office romamce yang satu ini

Standing applause buat epilognya... Gilaaaaa!! Epilog terkocak dan ter the best deh. Sampai nggak berhenti ngakak sambil ngebayangin wajah mereka.

Sebenernya dari awal udah kecium bakal gimana progress nya. Tapi penasaran aja gimana eksekusi bakal dijalankan. Dan bener-bener nggak mengecewakan. Satu lagi nih taruhan ala anak kantoran yg absurd banget tp justru jadi bumbu pelengkap.

Recommended buat yg suka office romance tp nggak kebanyakan drama.
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
April 19, 2020
Overall, buku ini menyenangkan. Baca ini semalam dan langsung tamat. Tipikal renyah buat dikudap 😆

Premisnya memang sekitar 60%an mirip novel sebelah. Aku ngga niat membandingkan. Toh novel lain juga banyak kok yang premisnya modifikasi dari karya lain, sah-sah aja selama tidak asal tempel. Cuma ya ngga bisa boong kalau selama baca ini, aku inget terus novel sebelah itu. Tokoh-tokohnya, candaannya, grupnya, aura setting tempatnya.

Lalu, banyak bagian yang bisa dikembangkan juga dari cerita ini. Misal bagian keluarganya Dewangga. Semacam ... sayang banget gitu beberapa potensi seperti kurang diolah di ceritanya.

Terlepas dari itu semua, rating 3⭐ dariku artinya it was okaaay. Aku ketawa-ketawa, aku menikmati ceritanya 😆😆
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
October 21, 2019
Review lengkap: https://www.kubikelromance.com/2019/1...






Seperti label yang tertera di sampul novel, CityLite, bercerita tentang kisah cinta di dunia perkantoran, office romance tanpa adegan dewasa, hehehe. April bekerja di sebuah kantor konsultan, dia cukup nyaman bekerja di sana karena memiliki teman-teman yang sangat menyenangkan dan tanpa persaingan, mereka memiliki grup yang diberi nama Hebringers Kantor. Salah satu hal yang selalu menjadi gibahan mereka siapa lagi kalau bukan si bos, yang selalu mereka sebut dengan Pakde, alias Dewangga Bayuzena, yang memiliki pertanyaan andalan kepada siapa pun, Progresnya Berapa Persen?

Hebringers terdiri dari Naufal, yang diam-diam melamar ke kantor sebelah, Gandi Partners (baca Over the Moon), yang punya kisah cinta nahas, ditinggal menikah empat mantan pacarnya. Clinton, si kembar Tacibana kalau kata April, dia dan naufal ini duo yang tak terpisahkan, sama-sama koplak dan saling membully. Clinton disinyalir memiliki pacar virtual yang selalu dipamerkan tapi nggak pernah ada wujud aslinya. Ada juga Sheila, teman cewek satu-satunya April di kantor yang sering digodain Naufal tapi dia sudah punya pacar malam jumat yang tajir melintir. Ada Bang Adrinta yang merupakan orang terdekat bos dan husband material banget, idola April dan Sheila. Ada juga Kenzo, teman kuliah April, yang selain bekerja sedang berupaya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke gelar master.

Mereka punya ritual seru tiap hari kamis, menebak kemeja yang dipake Pakde. Pakde ini orangnya selain pendiam, mudah ditebak, dia kaku banget, gaya berpakaiannya itu-itu saja. Makanya anak buahnya pada iseng, siapa yang menebak dengan benar akan ditraktir makan. Pakde ini walaupun sering memberi pekerjaan banyak ke April, dia diam-diam memberi perhatian khusus. Misalkan saja dia tidak jadi ikut pergi setelah tahu April membatalkan liburan bersama Hebringers, dia malah menemani April, pergi ke rumahnya agar April nggak selalu kepikiran, bisa mengalihkan perhatian.

Secara terang-terangan Pakde memang mengakui memiliki perasaan pada April, tapi April selalu insecure, dia belum bisa berbagi apa pun, salah satu hal yang tidak disukai Pakde. Ketika perasaanya meragu, hadir orang ketiga di tengah hubungan mereka. Ryan yang merupakan mantan terindah April yang menjadi anak baru di kantor dan Jelita, teman masa kecil Dewangga yang cantik sekali.
"Jadi, progres hubungan kita sudah berapa persen, Pak?"
Di review Over the Moon saya pernah berkata kalau dari skill, untuk ukuran novel debut tulisan Soraya Nasution bagus dan enak diikuti, hanya satu kekurangan, yaitu ceritanya yang belum bisa membuat saya sangat puas. Nah, di novel keduanya ini dia seperti mejawab tantangan saya, saya puas dengan, baik karakter maupun ceritanya, saya sangat terhibur sewaktu membaca, saya menyukai kedua tokoh utamanya, hubungan mereka nggak berbelit-belit. Terlebih dengan keberadaan para Hebringers kantor.

Dari segi konflik, ceritanya mudah ditebak, intinya nggak ada sesuatu yang baru, ringan banget pokoknya. Namun, penulis membuat cerita ini sangat menyenangkan dengan kehangatan di tempat kerja. Bahkan Pakde tidak melarang bila pegawainya melamar ke perusahaan lain, sangat terbuka. Ada beberapa istilah yang dijelaskan penulis lewat catatan kaki tentang dunia konstruksi apa konsultan ya? Walau saya tetap nggak ngeh, hahaha, karena bukan bidang yang saya geluti juga, setidaknya menambah informasi karena penulis cukup sering menyisipkan istilah di pekerjaan tersebut.

Nggak sedetail buku pertama, bahkan lebih banyak dialog atau interaksi antar pemeran, jadi kita bisa dengan mudah merasakan suasana kerja. Nggak selalu mulus, ada kalanya mereka mendapat teguran. Rasanya ketika membaca pengin banget memiliki teman kerja seperti mereka, yang saling mendukung, terbuka, memahami satu sama lain. Karakter yang diciptakan penulis di buku ini hampir semuanya loveable, deh.

Satu kekurangan, mungkin bukan juga ya. Tulisan Soraya Nasution ini bukan jenis tulisan yang puitis atau quoteable, sejak buku pertama saya cukup sulis menemukan potongan kalimat yang indah, memang lebih ke blak-blakan. Tapi dia cukup jago membuat dialog, kok. Terbukti di buku ini kalian akan mendapatkan percakapan yang seru antara para tokohnya, sisi humorisnya ada banget. Untuk ending, saya bisa menerima, khas Hebringers banget, cuma kalau ditambahin seru juga, lebih seneng aja. Oh ya, ide meletakkan cuplikan percakapan Hebringers Kantor di awal halaman kemudian judul novel ini di lembar selanjutnya daebak sekali! Saya langsung ingin membaca lanjutannya. Bisa saya masukkan ke postingan Bab Pertama Begitu Menentukan, tungguin saja ya, lagi ngumpulin, hihihi.

Kalau kalian menyukai Resign, Dirt on My Boots, Secangkir Kopi dan Pencangkar Langit, maka saya yakin kalian akan menyukai Pregresnya Berapa Persen? juga karena memiliki vibe cerita yang sama. Intinya, kalau kalian ingin membaca kisah cinta si bos dan pegawainya, buku ini bisa menjadi pilihan :)
Profile Image for teresa .
54 reviews42 followers
May 10, 2024
Oke sih, ringan buat dibaca
Profile Image for Zelviaaa Aris.
60 reviews6 followers
July 6, 2022
Sweet and sour. Both are perfect descriptions for this book.

It is about April, who works in a consulting office. Her boss, Dewangga, also known as "Pakde," has "a magic" word :

"Progressnya Berapa Persen?"

You will follow April's work life, which is slowly changing after Dewangga gives her a spark. 

I love how the author describes Dewangga's personality; it really suits him (considering his age). How he thinks about work and love, how he faces his problems, how he still focuses on work when he has a love problem with April. But still, the author also shows us that Dewangga was only human and sometimes made mistakes. Who once put his emotions first and forgot his surroundings.

I love how sweet Dewangga treats April. This book already gives us sweet moments without any kissing scenes. I sacrificed my bed time just to finish this book as soon as possible because it is too cute!! 

If you are looking for a sweet, light, romance, or comedy genre, I think you have to try this one!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
December 28, 2019
Seandainya saya belum pernah membaca Resign, mungkin bakal ngasih bintang lebih ke novel ini. Tapi saya suka dengan ceritanya.

Dewangga tipikal atasan yang selalu memantau kinerja stafnya. Pertanyaan utamanya adalah "progresnya berapa persen?" dan semua stafnya mendapatkan pertanyaan itu. Tidak terkecuali April. Tapi khusus untuk April, Pakde (panggilan Dewangga) juga nyinyir. Mungkin karena April juga selalu punya jawaban tangkisan.

Long short story, Dewangga menyatakan perasaannya ke April. Trus April menjadi insecure. Hal yang bisa dimaklumi mengingat usia mereka yang terentang jauh, posisi atasan-bawahan di kantor, dan Dewangga yang selalu dikelilingi gadis-gadis cantik ala barbie sementara April bagaikan baymax.

Yang bikin suka adalah geng hebringers yang selalu riuh. Terutama duo Clinton dan Naufal. Becandaannya garing tapi bikin ngakak sih.
Profile Image for dira.
89 reviews32 followers
January 15, 2022
AAA GEMESS!!! ringan bangettt, cocok buat refreshing. ini kedua kalinya aku baca novel yang temanya office romance. jujur sebenernya alurnya sama aja dan ketebak, tapi tetep aja pas baca senyum-senyum sendiri ^-^

dewangga <3 <3 <3
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews147 followers
August 1, 2021
“Warna putih dan abu-abu lebih banyak, Pak. Tapi ya balik lagi, ini kan cuma saran saya.”
“Saran dari kamu itu penting banget.”


Hidup memang berat, anak muda. Apalagi kerja di kantor konsultan bidang konstruksi serta punya bos yang sering banget nanyain progres udah berapa persen.

Tapi pernah nggak sih, kepikiran bahwa pertanyaan tersebut bukan cuma bisa digunain si bos dalam hal kerjaan, tapi bahkan hubungan personal yang melibatkan perasaan di dalamnya?

***

Masuk di lini Citylite, nggak cuma sekadar tempelan jadi latar saja, tapi buku ini sukses menghidupnya suasana kantor dengan segala project konstruksi yang ditanganinya.

Mulai dari ngawas di lapangan, pusing mikirin tender, revisi, lembur, sampai tingkah karyawan yang nebak warna baju bosnya tiap Kamis. Ada ada aja emang hebringers kantor ini.

Yang aku suka adalah si bos alias Dewangga alias Pakde ini profesional banget, April juga gitu sih. Meski keduanya terlibat percikan-percikan, tapi tetap tidak mempengaruhi performa mereka dalam pekerjaan. Mereka tahu memosisikan diri. Nggak terpontang-panting dan ngasih efek buruk ke kerjaan meski lagi ada masalah di antara mereka.

Karakter pendukung lainnya juga nggak ada yang useless, semua punya peran masing-masing, apalagi hebringers yang sefrekuensi terlebih dalam hal ngerumpi 😂.

Konflik utamanya tuh pergolakan batin April yang terus aja denial sama sikap Pakde yang udah jelas banget lagi mencoba mendekat. Tapi emang di awal smooth banget sih Pakde ngajakin makannya 👍.

Gemes banget sama chemistry Pakde dan April 😆. Pakdenya semangat maju tak gentar meski gerakan bawah tanah hahaha. Tapi sejujurnya dia tuh manis banget. Dia selalu berusaha nanyain pendapat April, dan selalu diingat. Mulai dari rak buku, warna cokelat, cadburry, apalagi sejak dia mutusin untuk terang-terangan terhadap perasaannya.

Well, satu lagi office romance ringan dan menyenangkan yang kurekomendasikan kalau kalian lagi mumet banget dan butuh hiburan.
Profile Image for cel.
94 reviews5 followers
February 14, 2022
5/5!!!! yall should read this book because BAKALAN BIKIN SENYUM-SENYUM SAMPE AKHIR CERITA. dari alurnya sendiri bener-bener pas banget menurutku, dan juga seneng banget gak ada karakter yang nyebelim dan yes, i can't move on from Dewangga. hello, can someone tell me where to find a guy like Dewangga? 🥺 dan working lifenya juga seimbang sama the romance plot juga ending dan komposisi romancenya menurutku PAS BANGET!
Profile Image for Roem Widianto.
83 reviews3 followers
May 10, 2021
Suka banget sama novel iniiiii 😍. Yaampun, dari awal baca sampai akhir rasanya bibir ini gak berhenti tersenyum. Lucu dan sweet banget. Ini kalau ceritanya gak berhenti, bisa-bisa aku jadi diabetes, nih. 😆
Profile Image for Yoyovochka.
310 reviews7 followers
February 13, 2023
4,5 kali yaaa
Selesaaaai dong. Suka banget sama buku ini karena semua karakter cowok-cowoknya lovable dan jadi ngebayangin asyik yaaa punya temen-temen gini yang supel, oke, nggak sombong, dan kayaknya slow aja. Mana saling menghargai satu sama lain ga ada bumbu2 pelecehan.
Memang karakter cowok2 buatan Mbak Soraya ini selalu aku suka. Karakter ceweknya oke-oke, cuma ada satu hal yang membuatku nggak kasih 5 bintang full. Justru di sini karakter April yang nggak bikin aku suka banget-banget, mungkin memang masih kekanakan juga kali ya. Dan mikir usia sejauh itu kayaknya jauh banget. Dan karakter bos di sini sama seperti tipe-tipe bos yang kantornya pernah kuhuni, suka sama perempuan yang mudaaaa sekali. Sebenarnya sih nggak masalah, cuma aku aja kali yah yang nggak demen.
Selebihnya aku enjoy banget baca ini, soalnya meski bos, si Dewangga ini cara pedekatenya nggak semena-mena, nggak berbau pelecehan, dan tau diri gt, dihindarin ya udah mundur pelan-pelan. Top banget pokoknya. Bisa menuntaskan dahagaku soal cowok di buku yang nggak bentar-bentar menyalahgunakan kekuasaan dan pedekatenya creepy ga jelas.
Profile Image for myutokki ✶꩜ .ᐟ.
85 reviews12 followers
February 26, 2024
5/5 from meeee. such a heart-warming slice of life book. it was used first person POV, the main character, April. i love the way the characters’ interact between each others. i love Dewangga, a walking green flag man. never get bored when i read this book, loveeeeee.
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,421 reviews291 followers
April 24, 2020
Novel ttg office romance sudah banyak dibuat di novel-novel lokal. Saya tuh menantikan ada hal-hal yg baru dan berbeda dari tema-tema novel office romance ini. Yg unik dan punya ciri khas yg membedakan dgn novel sejenis. Tapi apa daya, novel ini masih mainstream, ironisnya jadi agak terlalu mirip dgn novel "Resign" nya Almira Bastari juga, tema cinta diam-diam bos dgn bawahannya, plus dgn grup kantor yg berisik dan super kepo-an bernama "Hebringers".

Kelemahan novel ini, gak jelas settingnya dimana nih kantor dan bergerak di bidang apa (sudah pasti sih konstruksi). Saya sih menebak-nebak aja dekat pinggiran Jakarta dan kemungkinan besar di Cikarang. Saya juga hrs menebak-nebak suku bangsa si April ini krn sejak awal saya heran dia dipanggil Cici. Bukan saya rasis, panggilan Cici itu identik dgn sukubangsa Cina. Atau ini cuma sekedar panggilan krn April ini bermata sipit dan rada pendek dan montok ala Baymax (ini juga menduga-duga krn ada bbrp dialog yg mengarah pd itu). Jadi saya membayangkan sosok Kiky Saputri, komedian yg saya suka krn garingnya itu 11-12 dgn April.

Sosok Dewangga ini sbg boss yg sok cool sekaligus sok peduli ini bikin saya gemes bin geregetan bin kzl. Tadinya sih sampai dgn 3/4 cerita saya gak marah sama pakde ini. Tapi di ending klimaks saya jadi emosi, "cowok apaan itu suka jual mahal?" "apa-apaan sih sok peduli tapi gak ada effort-nya?" Saya tau tipe Dewangga ini irit kata-kata, hemat warna (pakaian aja cuma 3 warna, hitam, putih, abu-abu ... yaoloh... kalah sama anak-anak panti asuhan), tapi sbg pria apalagi udh usia super matang ... plis deh jangan sampai miskin tindakan juga buat dapetin gebetan. Kalau saya yg jadi April sudah saya tinggalkan (gw depak) dari hati gw. Malesin banget sampai hrs cewq yg ngejar-ngejar balik. Sbg wanita yg punya harga diri dan martabat, gw sangat keberatan di poin ini.

Di sisi lain saya dilema juga dlm memberikan bintang pd novel ini. Saya pernah baca novel author sblmnya "Over the Moon" yg maaf aja saya gak berkenan dgn novel itu. Novel Progress ini beneran kemajuan pesat author dari OtM itu. Tokoh-tokohnya lebih hidup dan berkarakter, tapi ada kemungkinan besar 2-3 thn saya bakal lupa krn karakter Dewangga - April ini belum bisa menancapkan pd saya sesuatu yg unik/berbeda dari tokoh-tokoh office romance yg lain. Justru sidekick macam Hebringers lebih membetot perhatian saya dgn tingkah polah mereka yg super duper pecicilan. Tapi sebagian besar saya gak gitu bisa tertawa (mungkin) krn saking garingnya.

Saya juga suka ilustrasi cover novel ini. Unik dan menggambarkan hubungan Dewangga - April yg gak lurus dan rada berbelok-belok.

Overall : 3.5 🌟
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
July 13, 2021
This book definitely a fast paced read. Pembaca yang akan memulai membaca buku ini pasti akan ketagihan dan terus menerus melanjutkan bacaan ke halaman-halaman selanjutnya.

Trope enemy to lovers yang ku suka banget, interaksi antar tokoh lucu dan gemesin parah. Dan circle pertemanan April pun seru, suka ketawa kalo baca gimana mereka making fun each other. Untuk plot ceritanya we could predict lah, tpi suka deh gimana penulis tetap mendeskripsikan pekerjaan tokoh-tokoh dalam buku ini, yg sebagai org luar (bukan anak teknik) jadi lebih gampang relate.

Although, ada beberapa scene yang memang aku rasa agak dipaksakan atau terburu-buru ditulis dan logically sulit aja dibayangin di kehidupan nyata.

Juga sebenarnya aku berharap ada narasi dan adegan yg lebih baik untuk how the two main characters settle their problem, krn I felt like the ending is a bit rush and rough.

But overall, I'm enjoy this book and I'm happy reading it, Would recommend buat yg suka office romance, such a cuttee storyy
Profile Image for peachberryss.
58 reviews
November 2, 2021
Suka banget sama novel ini. Lucu + menghibur banget. Terutama Hebringers, pegawai-pegawai di kantor itu lucu banget, mau banget deh gabung ke squad mereka, bener-bener selucu itu. Aku paling suka sama setting di novel ini, berasa jadi anak teknik, yang ikut ngerjain proyek, tugas-tugas kantor, deadline, dll. Lumayan jadi ngerti kerjaan mereka kayak gimana. Meskipun banyak istilah-istilah yang sulit dimengerti yang bukan anak teknik, tapi tetep seru, nambah perspektif baru. Terus lucunya panggilan Pakde, mikir dulu beberapa saat, eh ternyata Pak Dewangga, serius bener-bener kocak jadi disingkat Pakde. Hubungan antara Pakde-April juga lucu sweet gitu. Meskipun konflik ringan, mudah ketebak juga, tapi tetep enjoy bacanya!
Profile Image for Lia.
515 reviews12 followers
June 26, 2020
Kali ini office romance yang aku suka banget, makanya kukasih full stars 😀
Sebelumnya aku ga ekpektasi apa-apa, dan baru tau kalau ini juga ada di wattpad juga.
Tulisan Kak Soraya mengalir gitu aja, suka sama plot dan pace nya. Semua karakter ga aku komen, likeable semua deh, apalagi Harbinger Kantor.
Saat pandemi gini, buku ini cocok buat bikin mood baik kembali. Kondisinya pun aku habis drop gini. Happy lagi deh.
Profile Image for Nurul.
311 reviews38 followers
April 21, 2021
Ceritanya ngalir banget saya keasikan baca tau-tau udah tamat, dan suasana kantornya berasa banget, jokes di sini juga nyambung ke saya, saya ngakak terus. Cerita kantoran gini emang nggak pernah gak asik ya kayaknya.

Cuma, ya, karena ceritanya ini ringan jadi konfliknya emang biasa aja sih nggak gimana-gimana dan pendekatan April-Dewangga kurang berasa aja karna novel ini alurnya cepat.

Rate: 3.25/5
Profile Image for Lisra Yenny.
96 reviews1 follower
September 9, 2024
Heeh ceritanya pas. Menurut ku semua tokoh yg ada porsinya pas. Geng Hebringers juga pas, g yang berisik banget di kantor, sampai kalo baca kayaknya mengganggu gitu, tp Hebringers ini g, semuanya pas.

Konflik di buku ini menurut ku konflik batinnya April. Jadi gemes sama April yang insecure kebangetan. Tapi wajar sih ya di usia April pikiran masih baling² bambu. Beda dengan Dewangga yang terasa banget dewasanya, sesuai umur lah ya.
Dan komunikasi keduanya pun pas.

So Naufal berapa persen progres mu dengan Tita ?
Profile Image for Amaya.
745 reviews58 followers
July 31, 2023
Re-read (31/07/23)

Baca dua kali karena sama sekali nggak inget sebagian besar alur, kecuali bagian Pakde yang rajin banget nanya progresnya berapa persen itu wkwkwk

Gambaran singkatnya, ini cerita soal office romance antara manajer dan salah satu stafnya. Dewangga Progres Bayuzena a.k.a Pakde suka tanya progres ke semua stafnya. Hal yang wajar, tapi stafnya yang gregetan. The Hebringers sebagai para staf jelas suka banget ngomongin bosnya di belakang (atau di bawah? mengingat ruangan Pakde di lantai atas wkwkwk), bahkan suka menebak warna kemeja yang Pakde pakai di hari Kamis. Yap, khusus Kamis karena Senin sudah pasti pakai putih, Selasa selalu hitam, dan Rabu selalu abu-abu. Sisanya random. Pemenang kuis (atau taruhan) bakal dapat makan siang gratis.

Ngomongin soal karakter, awalnya bingung mau bedain Kenzo sama Naufal. Masih sering ketukar dan voice-nya sama. Kalau Adrinta, Clinton, sama Sheila sih oke karena punya karakter sendiri. Ryan juga punya warna meskipun nggak begitu banyak muncul di sini. Agak kurang sreg sama karakterisasi Pakde, I mean, dia kan wajahnya datar terus tipe bos yang kalo bisa nggak usah diajak soalnya entar suasana jadi garing, tapi kalo sama April bisa ekspresif banget. Tapi dipikir-pikir okelah berarti Pakde punya layer, kan.

Masalah konflik, aku kaget karena yang keingat agak berat, ternyata enggak juga sih, dan sekali lagi penulis bikin karakter yang relatable. April udah lama jadi cewek mandiri, jadi nggak ada yang aneh kalo dia suka banget mendem apa pun.

Porsi antara office dan romance-nya juga seimbang. Nggak ada yang overshadowing. Balance. Kayaknya PBP office-romance terbaik sejauh ini yang kubaca, deh.

***

Bagi April, hal yang paling mengesalkan adalah pertanyaan, "Progressnya sudah berapa persen?" dari salah satu manajer teknik sekaligus atasannya, Dewangga.

Kisah mereka kental banget dengan suasana kantor yang, yah walaupun belum pernah merasakan sih, suka kejar deadline. Untung rekan kerja April orangnya walaupun agak-agak gesrek tapi kocak dan seru abis!

Novel kedua Mbak Soraya yang kuhabiskan─beneran kayak orang kesetanan tiga hari ini─dalam kurun waktu 24 jam lebih sedikit. Well, bahasa dan alurnya mengalir gitu aja, nggak berat sama sekali. Oh, kecuali bagian yang berhubungan dengan dunia konstruksinya, sih. Mungkin karena aku nggak berkecimpung di dunia itu, jadi agak asing.

Konfliknya nggak seberat di novel Over the Moon, dan bumbu romancenya memang nggak kental seperti OTM, tapi tetap bisa dinikmati. Dan point paling penting adalah... thanks, akhirnya kumenemukan penokohan cowok cuek dan dingin tanpa deskripsi membosankan seperti, "kulkas berjalan" atau "persis kulkas". Sifatnya Mas Dewangga ini memang sedikit kagok (kalau dekat cewek) tapi masih ekspresif dan nggak jual mahal (separah yang pernah kubaca). Good job usahanya buat reach April duluan. Nggak ada yang lebih kusyukuri dari point ini ketika membaca PBP.

Soal sifat dan concernya April, aku cukup banyak merasakan juga dan untungya dia bukan cewek keras kepala yang mengedepankan ego ketimbang perasaan. Glad begitu April tiba-tiba berubah .... (baca sendiri, nanti spoiler xD).

Buku ini layak dapat 4 bintang. Well, sebenarnya bisa lebih, tapi balik poin awal, kurasa OTM konflik dan perasaan "greget"nya lebih nendang ketimbang PBP. Tapi seneng banget karena dua novel ini punya hubungan meski jauh (setidaknya bisa nyambung dan masih bisa enjoy, hehe). Pencinta light romance rekomen buat baca ini!
Profile Image for Hasita Visakha.
147 reviews
May 30, 2021
OKE!

Emang sulit buat ga memandingkan dengan Resign, tapi jujur buku ini terasa lebih masuk akal. Dewangga yang terlihat lebih 'normal' dan masalah pribadi April yang yaaa kita—para generasi sandwich—cukup bisa relate.

Tapi buku ini juga ga berkesan amat sih. Seperti city lite pada umumnya aja. Gw tetep merekomendasikan buku ini kalau ada yang butuh bacaan ringan. Humornya dapet, romansanya jugaa masuk.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Qomichi.
91 reviews2 followers
January 8, 2023
Actually 3,5!

Ceritanya so-so, metropop yang berlatarkan kehidupan di kantor konsultan. Chemistrynya dapet dan interaksi antar karyawan lumayan. Cuma di sini, Dewangga nggak senyebelin itu untuk jadi central of problem. Malahan menurutku dia bos yang lumayan baik. Jadi pokok permaslahannya mungkin hanya di nanyain progres yang menurutku kinda normal sebagai seorang bos.

Pekerjaan di kantornya juga sebenernya nunjukin ke-hectican-nya gimana, cuma karena kurang digali lebih dalem masing-masing job mereka itu ngapain aja (disebutin tipis-tipis) jadinya kurang ngefeel sama beratnya tugas dan target mereka. Meski begitu, tetap udah kerasa, cuma kurang greget aja.

Satu lagi yang disayangin. Beberapa karakter tokoh kurang kuat. Contohnya Ryan yang harusnya nambah bumbu cerita, tapi rasanya kayak lewat aja. Beberapa tokoh lain juga begitu. Namun, interaksi mereka tetep kocak banget!

Recomended!
Profile Image for Dwi.
6 reviews
August 26, 2019
3.5 . Senang nemu novel dengan dunia kerja dari si tokoh utama, sama dengan keseharianku 😂. Feels like deja vu. Ternyata penulisnya cewek lulusan teknik sipil. Toss 😂😂🙌. 2nd novel from my new favourite author, menariknya, sama sama punya karakter arsitek yg sableng, seperti di novel pertamanya, over the moon. First book, gandhi. Second book, naufal. Hmm... mungkinkah ini memang akan jadi ciri khas penulis? Who knows 😉. Kritiknya sih, ..kekonyolan the hebringers, sometimes, terasa terlalu panjang. Feels like, a half book. Konflik baru kerasa di separuh buku terakhir dan terasa kurang 'naik' tensinya. Duh bahasaku 😂. Dan pola karakter pakde dan april sdh pernah ada di novel lainnya dr penerbit sebelah. 😉. Jadi sdh ketebak sekali konfliknya gimana.
Profile Image for Putri M.
7 reviews
March 7, 2021
Pertama yg mau kuulas spesifikasi bukunya dulu. Kovernya lucu! Warnanya juga soft gitu. Layout-nya rapii! Dan yang terpenting ukuran font-nya pas jadi enak bacanya. Cuma bukunya kurang flappy jadi bacanya rada susah, tapi gapapa. Ceritanya? Love this novel so much! Romance, friendship, family, hard work, bahkan knowledge bisa didapat dari novel ini. Thank you for making this novel also love buat both author and editor!😚
Displaying 1 - 30 of 675 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.