Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kita Adalah Sekumpulan Patah Hati yang Memilih Matahari

Rate this book
Kita pernah merasakan cinta yang membawa kita ke langit tertinggi,
kita lalu merasakan terjatuh lalu patah hati.

Kita tidak mati,
tapi lukanya membuat kita tak bisa berjalan seperti dulu lagi.

164 pages, Hardcover

First published March 2, 2020

2 people are currently reading
71 people want to read

About the author

Astri Apriyani

9 books37 followers
Astri Apriyani is Indonesia scriptwriter, travel writer, blogger, poet, and fiction writer who often talks about culture, art, human/ people, and most of it, about her journey or traveling experience.

She began her writing career by becoming a journalist for seven years in a few different magazines. She continued to write after that by becoming a passionate freelance scriptwriter, copywriter, blogger, travel writer, and also fiction writer.

She was the winner of Sayembara Tulis Nusantara 2012 created by Nulisbuku.com, PlotPoint, and Ministry of Tourism Republic of Indonesia, and one of the Emerging Writer at Ubud Writers and Readers Festival 2013.

Until today, she already published four books with other author, and one solo book.

- Belukar Kisah, Bianglala Rasa (Antologi Sajak)
- Jarak Menghidupkan Hasrat (Antologi Cerpen)
- Ibu Nusantara, Ayah Semesta (Antologi Sajak)
- Through Darkness to Light: A Bilingual Anthology of Indonesian Writing (Antologi Karya Penulis UWRF 2013)

- Kita adalah Sekumpulan Patah Hati yang Memilih Matahari (Buku Solo, Kumpulan Sajak)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
23 (32%)
4 stars
23 (32%)
3 stars
20 (28%)
2 stars
1 (1%)
1 star
3 (4%)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
Profile Image for Utha.
824 reviews402 followers
March 11, 2020
3.5

surat cinta

Aku jatuh cinta padamu
Tetapi kau seperti rintik hujan di Kathmandu
Yang diharap-harap, tapi tak pernah datang
Yang membuatku menunggu di tengah badai debu

Aku jatuh cinta padamu
Tetapi kau seperti pagoda kokoh di Durbar Square
Yang tetap berdiri tegak meski gempa
Sementara, aku sudah runtuh ke tanah

Di antara burung-burung beterbangan di selasar pagoda,
Aku menunggumu pulang dari angkasa
Kesepian tidak pernah sebising ini
Tetapi menunggu tidak pernah semenyenangkan ini
Profile Image for Nura.
1,057 reviews30 followers
July 31, 2020
Ketimbang manis, gw lebih suka menggunakan kata lugas buat puisi-puisi Atre ini. Tanpa diksi yang rumit, dia mengajak kita mendarat lima mendatar di Tulamben, merelakan senja di Cilacap, membangun benteng di Jaipur, hingga mokhsa di Kathmandu.

Atre menuliskan perjalanan yang dialami setiap orang dengan sederhana, dari bertumbuh, jatuh cinta, kehilangan, dan berdamai dengan perpisahan serta luka patah hati tanpa jadi menyek-menyek dan mellow berlebihan.
Profile Image for s t.
7 reviews3 followers
April 30, 2020
selain kata-katanya yang simple tapi mampu memberikan sensasi tertentu, buku ini juga diselingi foto-foto dari penulis yang tidak hanya memanjakan mata, namun juga memberikan kita selayang pandang tentang dari mana penulis mendapatkan inspirasi.
Profile Image for Vira Tanka.
36 reviews2 followers
April 2, 2020
Cocok untuk yang suka kata2 manis, puitis, tapi nggak picisan
Profile Image for Dini Annisa Humaira.
187 reviews6 followers
March 2, 2020
description

Di tepi Sungai Aar,
Dandelion kehilangan separuh jiwanya
Ia berbisik, "Kau tahu apa yang menggelikan?
Kupikir mudah untuk membuatnya jatuh cinta." (hlm.57)


description

"Tadi lagi apa di sana?"
"Lagi mengunyah udara."
"Kenyang?"
"Sebelumnya sudah kenyang makan derita." (hlm.86)
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
March 4, 2020

Dan, tidak ada kegelapan yang lebih besar dari ketiadaan
Profile Image for Isabelle.
37 reviews1 follower
September 12, 2024
Tanpa perlu jatuh cinta, Kak Atre membantu untuk jatuh cinta dengan simplisitas dan harmoni yang dibawa oleh buku ini. Sajak yang tak hanya menarik tapi juga ikut membawa pembaca menyusuri cerita yang ingin Kak Atre lirihkan. Senang rasanya juga dibawa jalan-jalan ke setiap sudut dunia yang disusuri oleh Kak Atre. Semoga Kak Atre semakin banyak jalan-jalan, dan semakin ada sajak yang dilahirkan dari perjalanan itu.

Februari, 2024

[Judul: Kita Adalah Sekumpulan Patah Hati yang Memilih Matahari
Jumlah halaman: 163
Kota: Jakarta Barat
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer]
Profile Image for Ekos.
11 reviews
January 2, 2021
Epitome

Pada pagi, kita menyerahkan langkah pada ketergesaan
Tergesa-gesa sarapan, tergesa-gesa mengejar kereta,tergesa-gesa membaca surat kabar, tergesa-gesa memupuk harapan.
Kita menyambut kedatangan waktu dengan cara yang tak ada nikmat-nikmatnya.
Kadang-kadang,kita terlelap sembari berjalan
Kadang-kadang, kita tidur dalam duduk
Kadang-kadang, mimpi kita habis dimakan lembur
Rasa lelah dari hari kemarin atau setahun lalu seolah tidak pernah ada habisnya.
Profile Image for Debbie Sally.
131 reviews33 followers
October 13, 2022
Rasanya seperti diajak jalan-jalan oleh Penulis sambil menyelami perasaan-perasaannya yang dituangan dalam kata-kata sederhana, namun memberikan perasaan hangat. Seperti membaca surat cinta yang tidak hanya ditujukan pada kekasih, namun juga kepada ibu, sosok yang senantiasa memberikan cinta itu sendiri kepada kita.

"Seringkali yang membuat kita masih selamat bukan keberuntungan, tapi doa ibu, doa ibu, doa ibu." (hlm.53)
Profile Image for Muthivasi.
16 reviews
April 5, 2024
dari kumpulan sajak Astri Apriyani, aku menyadari bahwa kadang kita juga perlu memperlambat langkah dan menikmati hidup..
Hal-hal berat dalam menjalani hidup juga kadangkala gabisa diceritakan lewat lisan, menginspirasi ku buat lebih banyak menuangkan pikiran lewat tulisan..🕊️

🌱Terima kasih telah memberiku jalan dalam sajak lembutmu..
Profile Image for Jessamine K..
19 reviews
May 19, 2022
kumpulan puisi puisi tentang keadaan sekitar. Bukunya cukup ringkas, tidak melulu soal cinta antara lelaki dan perempuan; tapi cinta ibu, cinta terhadap sesama.
Salah satu buku puisi pertama saya, dan ternyata saya cukup enjoy membacanya.
Profile Image for Ratih Cahaya.
413 reviews7 followers
September 1, 2023
Banyak puisi di buku ini yg aku suka (ya pokoknya puisi selera aku gitulah) dan foto-fotonya menambah nilai plus.
(Biasanya buku puisi dihiasi ilustrasi, tapi setelah membaca buku ini, sepertinya aku lebih suka dihiasi foto, apalagi kalau diambil oleh penulisnya sendiri.)
1 review
October 20, 2025
Awalnya, saya kira buku ini hanya tentang cinta. Ternyata, buku ini lebih seperti sebuah perjalanan meramu rasa, menghidupkan memori dari berbagai tempat yang rasanya menyenangkan untuk terus didekap.
Terimakasih Atre, sudah menyelamatkan saya dari reading slumps yang menyebalkan lewat buku ini.
Profile Image for Novita Dwi Riyanti .
149 reviews4 followers
December 15, 2020
"Seringkali yang membuat kita masih selamat bukan keberuntungan, tapi doa ibu, doa ibu, doa ibu."- (hal. 55)
:")❤
Profile Image for reas.
94 reviews4 followers
April 25, 2022
Bahasa yang digunakan terbilang sangat simpel, namun berhasil menyampaikan perasaan dengan baik.
Profile Image for linath.
83 reviews20 followers
April 26, 2024
Berisi puisi yang berlatarkan perjalanan penulis, diksi yang dipakai sederhana namun begitu apik dalam memadupadankan menjadi sebuah puisi yang indah dan sarat akan maakna.
Profile Image for Astrid.
14 reviews
November 10, 2025
Buku ini berisi puisi-puisi yang diperoleh penulis dari perjalanan keliling dunia yang dilakukannya. Penyajiannya disertai dengan gambar tempat dan lokasi serta keterangan waktu, yang membuatku serasa diajak keliling dunia. Bahasa dalam buku ini puitis dan konotatif, kaya akan makna, tetapi masih cukup mudah untuk dipahami pembaca awam. Buku ini sangat cocok dibaca dalam sekali duduk. Membacanya pun tidak harus urut karena setiap sajak tidak berkaitan satu sama lain. (2023)

Ini kedua kalinya aku baca buku ini dan feel-nya tuh beda bangett, apalagi di topik kedukaan (karena aku udah ngalamin rasanya berduka itu kayak gimana, jadi lebih relate aja gitu). Aku suka banget sama cara penulis menggambarkan hal-hal sederhana dengan penuh metafora, personifikasi, simile, dan gaya bahasa lainnya yang gak bisa aku sebutkan satu-persatu. It will definitely be my comfort book🫂🤍 (2025)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.