Seorang Praveena—sang wanita yang paripurna—menjadi seorang pengasuh? Mungkin-mungkin saja, jika imbalannya adalah jumlah gaji yang mampu memenuhi seluruh hasratnya untuk berbelanja setiap bulan.
Pra pikir, ia hanya perlu mengantar-jemput anak asuhnya ke sekolah, lalu melapor kepada sang papa. Sayangnya, semua tidak sesimpel itu, dan yang membuatnya rumit bukanlah sang anak asuh yang bernama Raka, melainkan majikannya—papa Raka—yang bernama Gandhaa.
Sikap Gandhaa yang selalu wishy-washy terhadap Pra, membuatnya muak. Gandhaa bisa menjadi pria yang sangat hangat dengan segala pesona, lalu semenit kemudian menjadi pria dingin yang sangat malas berbicara pada Pra. Harusnya, sikap Gandhaa tidak membuat Pra gelisah, sampai membuatnya tidak bisa berhenti memikirkan Gandhaa. Sayangnya, yang Pra rasakan justru sebaliknya. Ia gelisah, dan tidak bisa berhenti memikirkan Gandhaa.
Lantas, mengapa Pra merasa dipermainkan dengan sikap Gandhaa yang sangat plin-plan? Apakah sebenarnya yang Pra rasakan terhadap Gandhaa? Benarkah hanya sebatas antara pengasuh dan sang majikan?
"Jatuh cinta itu emang nggak bisa diatur sama siapa, nikahnya sama siapa. Jadi, semuanya balik ke kamu. Mau nikahin orang yang dicinta, atau milih yang lain lagi." - Hal. 214
Kisah Praveena ini harus banget diikuti! Setelah berhenti kerja di tempat lama, Pra nganggur. Demi kehidupannya dia mencari kerja, ya secara kalau nggak ada dana pastilah nanti dia nggak bisa shopping dong ya. Nggak bisa pake pakaian yang bikin Paripurna!
Dan di sinilah dia menjadi pengasuh anak kecil gegara ceramahnya Laras dan juga demi kesehatan dompet. Raka sih teman-able banget, sayangnya sang papa yang ketus dan jutek bikin nggak nyaman. Banyak prosedur yang harus dilalui Pra untuk jadi pengasuh.
Ya Pra ditatar banget sama Gandhaa, secara kan contoh juga sih emang buat Raka. Banyak hal yang Pra lalui sebagai pengasuh, dan mungkin Pra emanf harus bisa tahan diri juga demi hidup PARIPURNA.
Karena cerita mereka ini emang romance comedy, ya setiap bab aja tingkah laku mereka yang emang bikin ketawa. Gaya cerita kak Umi selalu menarik. Temanya antimainstream juga sih.
Karena dua tokohnya ini 11-12 sikapnya, ya Gandhaa ini kalau ngomong suka nyakitin trus jutek abis kan jadinya bikin greget ya. Pra pun sama sih, gaya ceplas ceplos dia suka bikin sakit hati trus juga barbar pulak lagi. Tapi meski begitu, sikap mereka yang lainnya loveable kok dan kusuka mereka.
Gaya bahasa yang digunakannya mengalir dan ringan. Bacanya tuh nggak berasa, page turner banget.
Memakai sudut pandang orang pertama dengan POV Praveena, perasaan Pra digambarkan dengan baik. Kadang ikutan kesel dan sedih juga sih. Baper 😂
Interaksi antartokohnya ini gemesin, hangat dan seru. Apalagi Raka ini bocah pinter abis, chemistry Pra sama Om pun feelnya berasa banget.
Dan untuk konfliknya emang lebih ke romansa cinta dan konflik batin Pra, ya ego dia masih labil bikin gemes gitu. Apalagi mulutnya cablak abis ini yang selalu jadi masalah tapi ya itu keunikan dia juga sih ya. Eksekusi konfliknya rapi dan apik, endingnya kusukaa banget 😍.
Overall, yang suka romcom wajib baca nih! Bisa buat temen #dirumahaja 😊😊.
Aku nggak inget kapan benci banget sama heroine di buku, tapi Pra ini emang beneran keterlaluan, sih. Pemakaian sudut pandang pertama semakin nambah kegusaranku. Yah, pokoknya aku "nay" lah sama heroine di sini.
Pra terpaksa harus mencari pekerjaan baru setelah di-PHK. Lalu, sahabatnya, Laras, mempunyai satu pekerjaan yang dari segi kerjaan sih gampang, gajinya juga lumayan (bisa memenuhi kebutuhan tersier Pra), tapi nggak elit sama sekali. Pra harus jadi pengasuh anak SD umur 9 tahun. Nggak cukup di situ, ternyata bosnya (alias bapak si bocah) ini punya sifat yang wishy-washy. Bertindak berdasarkan mood. Ugh, yang paling Pra benci adalah bosnya itu duda!
Oke, masuk bagian ulasan. Pertama, aku suka sama gaya tulisan Kak Umi ini; ngalir dan mendalami karakter banget. Kedua, saking mendalaminya, aku sampai jengkel setengah mati sama si Pra. Gimana ya, dia katanya punya otak pintar, tapi nggak dibarengi dengan akhlak, alias akhlak eobseo. Terus, di ini manja. Astagfirullah, kenapa gitu nyari kerja harus nodong temennya dulu? Mana habis itu kena masalah dilempar ke Laras pula. Arghhh!
Ketiga, masih masalah kemanjaannya. Kalau dia pintar, kenapa nggak masukin CV ke mana-mana gitu, perusahaan bonafide misalnya? Kan, dia pinter, hmmm. Kadang greget sih yang dipikirannya harus tampil cantik dan paripurna. Aku sampai jengkel lihat kalimat paripurna. Palelu, palelu 😭 paripurna juga nggak gitu banget kali, mbak. Duh ....
Keempat, pandangan Pra soal duda itu asdfghjkl cuma bisa ngelus dada doang karena udah done banget. Oke, banyak orang yang nggak sependapat duda itu keren, atau apalah. Cuman apa ya, parah aja sih pemikiran Pra sama duda hanya karena masalah "bekas pakai orang lain". Duh, kalo jadi Gandhaa udah aku blacklist dari hidup, dah. Sabar banget bapak satu itu huhu.
Hal yang bikin aku bertahan sampai akhir adalah Raka. Dia tuh lucu, pure, terus pinter banget! Karakter yang nggak bisa gitu aja aku benci, hiks.
Overall, bukunya bagus, cuma aku nggak bisa tahan sama karakter Pra yang bikin darah tinggi.
Wishy Washy merupakan novel terbaru Kak Umi yang kubaca. Novel yang mengisahkan kehidupan Praveena, seorang gadis yang cantik dan selalu berpenampilan paripurna. Pra rela menghabiskan banyak biaya untuk bisa tampil paripurna.
Sayangnya, Pra baru saja kehilangan pekerjaan. Dia baru saja di PHK. Satu-satunya pekerjaan yang dia temukan saat ini menjadi "pengasuh anak".
Awalnya Pra ragu, tapi setelah bertemu dengan Raka, anak yang harus dia asuh, dia jatuh cinta. Apalagi Raka ini benar-benar anak yang lucu, menggemaskan dan dewasa banget 😍 suka banget kalau interaksi dia dengan Pra.
Masalahnya, bukan berarti semua berjalan mulus begitu saja. Kendala ada pada sosok Gandha, ayah Raka. Sang duda yang tidak pernah bisa akur dengan Pra. Ada saja yang tidak cocok diantara keduanya.
Baca novel ini segar dan menyenangkan. Suka banget dengan interaksi Pra dan Gandha. Gemes banget dengan Pra, ya ampun sudah dewasa tapi tingkahnya suka ajaib 😂😂😂 untung saja, Gandha dan keluarga Pra benar-benar mengerti dan memahami Pra.
Baca novel ini bakal banyak belajar untuk tidak menghakimi pekerjaan maupun status orang lain dan lebih bijak dalam berkata maupun berbuat, jangan sampai menyakiti orang lain
Jujur, aku nggak tahu apa yang aku suka dari buku ini. Tapi mungkin 1 🌟 buat narasinya aja deh, ya. Ini lebih oke timbang buku2 random yang kubeli tahun lalu.
Mari aku yapping satu-satu:
1. Narasi:
Narasi di sini salah satu yang readable sebetulnya. Dia ngalir dan tipikal romcom Indonesia pada umumnya. Cuman ada beberapa dialog yang sangat tidak natural. Kek baku bener. Daaaaaan jangan lupa dialog cringe ituuh. Ya ampun aku nggak kuat banget kalau tokoh-tokohnya tetiba jadi puitis out of nowhere. Tapi ya lumayanlah jdi masih bisa tahan kalau narasinya oke.
2. Plot:
Duh, aku heran dah ama crtanya. Sebetulnya, hal janggal terjawab setelah ketahuan kalau ternyta Gandha itu dijodohin ama Praveena. Soalnya pas awal2, omongan Gandha ini sangat berbanding terblik ama kelakuan dia. Nggak suka cewek tukang umpat, ngajarin anaknya nggak bener, dsb. Tapi hukumannya cuman nyuruh si Praveena masak. Enggak masuk akal. Cuman pas tagu itu dijodohkan dan emang si Gandha suka dari lama, jadi masuk akal.
Terus nggak ada chemistry sama sekali. Mereka ini nggak pernah deep talk. Nggak pernah ada ingin mengenal satu sama lain. Nggak ada dating dulu apa gimana gitu untuk menumbuhakn chemistry. Nol besar.
Mereka tuh tiap ketemu cuman saling judge dan saling ngejek satu sama lain. Aku heran gimana mungkin mereka bisa saling suka ketika yang mereka lakuin cuman gelut doang. Iya, mungkin maksudnya enemy to lovers tapi kan dia harus ada sequence yang jelas jugaaaa. Jangan yang dari awalnya saling judge terus tetiba di akhir-akhir jadj saling suka tapi nggak ada transisinya yang oke sama sekali.
Iya, ini one side love karena Gandha dari jauh-jauh hari udah suka (dan ini agak geuleuh juga) tapi kan si Praveena-nya baru tahu Gandha dan nggak adasatu pun hal positif yang diomongin Pra otu positif tentang Gandha.
Hal yang sangat2 mengganggu dan bikin aku makin nggak suka ni buku adalah:
HINT OF PEDOOHILIA
Iya iya terlalu ekstrem. Nggak ekstrem banget sih, TAPI APA YA MAKSUDNYA GANDHA TERTARIK DARI PAS PRAVEENA BOCAH SD????????? YANG BENER AJAAAAA. MEREKA BEDA 10 TAHUN. KALAU PRAVEENA ANGGAPLAH MEREKA KETEMU UMUR 9, BERARTI SI GANDHA 19 DONG??? UDAH TERTARIK????
MEREKA KETEMU LAGI PAS SMP. ANGGAPLAH 15, GANDHA 25. DAN DIA NIKAH MUDA!!!
YANG PALING BIKIN MUAK ADALAH GANDHA BILANG DIA NGGAK BISA NIKAHIN BICAH SMP, JADI KETIKA DELIA (ISTRI PERTAMA) ADA, YA NIKAHIN DIA. YG BNER AJA LUUUUUUUUUUUU.
Tapi kan Gandha nggak ngelakuin apa2. YA TAPI TETEP ANEH SUKA BOCIL DAN TERTARIK KE ARAH SANA YA. JANGAN NGADI2. 😭😭😭
Terus plot Kemal juga tiba2 banget muncul di tengah-tengah. Kemal inj ada cuman buat plot device, biar ada alasan Praveen lari dari Kemal dan minta perlindungan ke Gandha. Yang menurutku agak aneh juga. Mana abis dikejar2 Kemal mreka malah pangku2an terus si Gandha horny. Geuleuh da ih. Teu ngerti deui.
Pokoknya plotnya segala tiba-tiba transisinya nggak oke.
Oh iya, di sini ada bocil, kan. Si Raka. Aduh kasian banget kamu, Nak, harus tinggal sama ayah dan pengasuh soon-to-be your mom. Raka nih baru tiga hari kenal Praveen udah sayang-sayang banget lagi ama si Pra. Padahal si Pra juga nggak ngapa2in selain ngajarin Raka buat gelutin temen2nya. Aneh banget parenting si Praveena ini. Iya, klo diejek dan di bully harus nelayan, tapi bukan berarti pas lagi nggak ada apa2 cubit anak orang. Aneh.
Terus tahu nggak? Setelah akhirnya mereka jadian, CRINGE BANGEEEEEET IH GELEUUUUUUH 😭😭
Gelendotan nggak jelas, mana nggak mau dipisahkan. Ih geuleuh lah pokoknamah. Dahlah.
3. Karakter
Ini paling meh banget sih. MEH BANGET. Aku tuh ya awalnya ber-positive thinking kalau bakalan ada chara development ke Praveena atau ke Gandha. Tahunya? Nol besar.
a. Praveena
Dari awal, cewek ini termasuk karakter yang susah buat disukai. Motivasinya cuman duit dan badan seksi. Dia nggak punya empati ke orang lain. Di awal waktu ngomongin istri Gandha yang meninggal aja nggak sopan banget. Belum lagi, judgment dia ke duda juga sangat mengganggu. Dibilang bekasanla, jeleklah, tualah. Let's not be a double standard person deh ya. Mo Janda mo Duda mereka tetep manusia utuh, nggak ada tuh istilah bekasan atau apalah itu.
Isi otak dia juga mesum. Dia tiap liat Gandha suuzon mulu takut dilecehkan. Padahal awalnya si Gandha nggak ngapa2in.
Terus, dia ini gampang banget bilang ke orang lain idiot. Ke Laras ke Satya. Padahal, Laras ama Satya ini hidupnya dan pemikirannya lebih oke dari si Pra. Jadi sebenernya dia ini lagi ngejek dirinya sendiri karena dia yang bgtu.
Dan yang paling makin aku BENCI Praveena adalah dia mengklaim apa yang dia lakukan itu karena dia nggak mau fake dan pengen jdi diri sendiri. Aku tahu di sini lagi mau nyindir orang2 yang sering bilang kalau muka cantik otak kopong itu manusia juga yang nggak pantas diejek. Lah, ini tuh bukan masalah otak kopong atau otak berisi Praveena, ini lebih ke attitude kamu. Nggak semua orang harus pinter kok, kemampuan orang tuh beda2. Nggak pintar di akademik bukan berarti dia nggak ada kemampuan lain, tapi masalnya dia bisa nggak memanusiakan manusia lain. Lu mah pingin dimanusiakan tapi lu juga nggak memanusiakan orang lain. Amit-amit.
Ini klo ada chata develop sih oke ya, tapi ini sampe akhir si Praveena kek bgini kelakuannya yaampun. 😭 enggak bisa diutarakan sebenci apa aku sama Praveena.
B. Gandha
Selain pedo prik tadi yang bikin aku geuleug ama Gandha, dia juga seneng banget nge degrading cewek. Yah degrading si Pra sih. Tapi tuh nggak enak aja dibaca. Cewek bodoh, idiot, dsb. Apalagi klo dia udah sok dominan dan bilang gini:
"Bagus. Sekarang kamu sudah jadi gadis pintar."
YIKES 🤮🤮🤮
Terus dia ada arc nya nggak? Ya tidak ada, dong. Sampe akhir juga dia kek begitu. Mana makin geuleuh pas thu dia suka Pra dari ps Pra masih SD. Hiiih.
4. Lain-lain
Terus di sini tuh banyak karakter yang dipaksa masuk cuman buat plot device doang. Kayak Diandra trus ada Dewa. Kek maksa banget. Kalau emang nggak mau ada mau plot cinta segitiga, ya udah nggak usah dipaksa masuk2in.
Dahlah. Pokoknha ini one of the worst book I've read this year pokoknya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Wishy Washy Umi Astuti 297 Halaman Penerbit Namina Books Terbit digital, 2023 ____ "Jaga diri baik - baik. Laki-laki dengan segala pujian nggak selalu bisa kamu banggakan, Pra." - hal 170 ____ Pertama kali baca karya penulis satu ini dan berhasil bikin aku gregetan, gemes, gondok juga sama Praveena atau yang biasa dipanggil 'Pra'. Benar-benar tokoh utama ceweknya yang menggunakan sudut pandang orang pertama ini bikin aku kesel tingkat hakiki, karena sifatnya yang jauh dari kesan baik, semena-mena, mungkin karena terlalu dimanja, lebih tepatnya oleh sang Ayah yang begitu menyayanginya.
Karateristik Praveena ini cukup cantik, dengan cara berpakaiannya yang minim bahan, dengan tambahan bandana di atas kepalanya. Sayangnya penampilannya nggak sebaik ucapannya yang terlalu cablak dan nggak mengenal tiga kata kunci: Maaf, tolong, dan terima kasih. Kalau sekalinya ngomong itu nggak disaring dan nggak sadar juga udah bikin sakit hati orang lain dengan ucapannya.
Karena pola hedonisme Praveena yang memang terlalu materialistis, dia butuh tetap cantik dan paripurna setiap waktu, akhirnya menerima tawaran dari Laras, sohibnya jadi pengasuh Raka yang menggemaskan, anak dari seorang duda yang berprofesi sebagai Dokter Obgyn.
Dan nyatanya Gandhaa 11-12 karakternya sama Praveena, keduanya kalau udah ngomong, sama-sama menyakitkan, tapi yang paling sering lost control itu ya Pra, semua kata kasar kadang keluar begitu ringan dari bibirnya, terasa hal itu terdengar biasa di telinganya, sedang berbeda dengan orang tua termasuk abangnya Pra yang kadang bisa lebih nyebelin dari Pra.
Konfliknya sendiri ringan, dan karena gaya bercerita sang penulis yang begitu mengalir, di tambah banyak momen yang bikin aku ketawa ngakak, malu-maluin banget, memang terasa kuat komedinya sih, dan nggak terasa asyik dibaca hingga halaman terakhir dengan penyelesaian yang aku suka. Dan karakter yang bisa berkembang dengan sangat baik di akhir.
Aku rekomendasikan buat kalian yang suka genre romance comedy, cocok banget deh buat teman baca kalian di perjalanan atau saat nongkrong di kafe.
Ketemu novel ini waktu jalan-jalan di BBW surabaya tahun ini. Sampulnya yang keliatan ceria banget dengan judul yang 'wah kayaknya seru deh novel ini' akhirnya aku angkut deh. .
First time baca karyanya kak Umi Astuti bikin aku kaget karna sebelumnya belum pernah baca novel dengan kata-kata yang ceplas-ceplos ala anak zaman now gitu 🤣
Bahasanya ringan banget nggak berbelit-belit jadi pas kalau mau dibaca sekali duduk. Baca ini bikin gemes sama kelakuaan mbak pra yang paling paripurna ini 🤣. Saking gemesnya sampai pengen jitak wkwk. Sifatnya itu loh asli bikin gregetan parah. Untungnya ada pak Gandhaa yg calm dan idaman ini bikin ati adem bacanya 😁. Dan ada Raka yang bikin gemes.
Disini aku pribadi ngerasa kok aku kayak Pra ya? Ini aku banget hehe 🤣
"Jaga diri baik - baik. Laki-laki dengan segala pujian nggak selalu bisa kamu banggakan, Pra." - hlm 170 Baca kata-kata ini berasa kayak ditampar eww
" kata papa, manusia itu makhluk emosional. Mudah sedih dan senang, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele." - 158 Overall aku suka ceritanya dan sangat menghibur 🥰 Sekian mini review ku dan mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan, Terima kasih ❤
Selama baca novel ini beneran di buat kesel sama karakter Pra. Sampe-sampe aku berkali-kali ngelus dada sambil bilang "ya ampunn Pra gedeg bgt aku sama kamu" xxD tapi justru itulah yang bikin novel ini beda dengan novel yg punya tema yang sama. Sebenernya tema yang diangkat cukup sederhana, tentang perjodohan dengan "duren" beranak satu. Tapi penulis membuat novel ini beda dengan konflik-konflik yang dihadirkan, salah satunya dengan menjadi pengasuh si anaknya duda. Aku beneran ga nyangka kalo rekruitmen jadi pengasuh itu sebenernya akal-akalan dibalik perjodohan. Good job!
Rekomen banget buat kalian yang pengen ikutan kesel sekaligus gemes sama Pra^^
PRELOVED!! Aku kasi bintang 5 karena si ceweknya adalah tipe cewek novel yang aku bangeddd. Bukan perempuan submissive dan menye menyee. Keren si, ceritanya ngalirrr san kocak. Tapi karena novelku udah numpuk aku mau PRELOVED novel wishi washy aku. Ada pembatas bukunya. Mulus 98%. Aku jual 40k aja. Tertarik? Chat whatsapp 0895323303487
Aku selalu suka cara penulisan author umi ini, cuma kalo soal karakter cewe yg dia bikin entah knp kebanyakan annoying salah satunya tokoh dicerita ini. Sumpah plin-plan bgt bikin greget, tpi gimana lagi sesuai sma judulnya wishy washy wkwkwk
Baca novel ini selalu dibuat kesel sama tokoh utamanya, yang suka maen seenak jidat ngatain orang. Tapi ikut geregetan juga sama kisah mereka. Ini gue kalau jadi temennya Pra kayaknya bakalan berantem tiap hari dehh.
Oke, (1) tbh aku kurang suka sma sifat nya Pra, dan itu malah buat aku bingung Pra ini di keluarganya terlalu dimanja apa gimana sih? Tapi dri tengah menjelang akhir aku ga terlalu masalah karena Pra mau berubah. (2) Raka gemeesh bangedd sma papa nya juga jadi suka *eh. (3) Konflik nya lumayan dan ceritanya seru kok. Udh itu aja.
Wishy Washy a novel by @buku.umi ditulis dengan gaya ceria dan remaja ala Umi Astuti. Namun demikian mampu membuat saya berurai air mata, psst diem2 sih dielap elap pake lengan kaos, malu sama cimut....
Satu dari sekian banyak kisah cinta, yang harusnya sederhana, tapi kalau soal hati perempuan mana pernah sesimple bikin kopi sachetan yee kaaan. Semua mesti di drama in yes mba Pra yang cantik paripurna.
Baru nyari yang romcom dan nemu ini. Baca ini tuh berasa naik roller coster, dibuat naik turun. Gemes sama Pra sang paripurna & Ghandaa, dan tentu she's pumpkin Raka. Konfliknya nggak terlalu berat. Cocok buat dijadiin bacaan selingan karena ringan dan tipe buku yang dibaca langsung selesai dalam sekali baca.
Suka novel ini banyak adegannya lucu apalagi saat mbak Pra cemburu dengan perempuan" yang ada di sekitar om Gandhaa dan kelakuannya yang rada idiot menurut Gandhaa