Jika ada satu hal yang membuat Audrey ingin mengembalikan waktu maka itu adalah Akira. Dia sangat menikmati momen kebersamaannya dengan Akira sekaligus menyesalinya. Kedekatannya bersama Akira yang melenakan telah menciptakan jurang antara Audrey dan keluarganya.
Setelah kepergian orangtuanya yang begitu mendadak, Audrey memutuskan mengambil jarak dan meninggalkan Akira. Namun, meski telah menjauh, Tuhan kembali mempertemukan mereka.
Akankah momen pertemuan singkat ini mampu memperbaiki hubungan keduanya?
Lucu, seru, namanya juga cinta remaja jadi pasti bisa dibayangkan kan bagaimana cute-nya interaksi antara Audrey dan Akira. Buku lumayan tebal sekitar 370an halaman yang sebenarnya bisa dipersingkat aja karena beberapa hal kurasa juga tak adapun tak akan mengganggu jalannya cerita. Penulisannya lebih ke telling jadi beberapa bagian terkesan monoton, padahal ini buku lumayan page turner.
Yang kusuka dari buku ini adalah bagaimana dua tokoh utamanya bertumbuh. Akira dan Audrey memiliki masalah dan luka yang dalam sebagai remaja. Luka dan sakit itu membuat satunya menjadi lebih dewasa dan kuat sedangkan yang lain justru terperosok dalam sampai hampir menghancurkan diri sendiri. Untungnya nggak sampai berlanjut. Semakin menyadari betapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan mental anak. Aku juga suka Audrey yang tegas dan pintar, setuju sama keputusan yang dibuatnya. Jadi ingin bilang bahwa Audrey kamu keren dan kamu berhak melakukan apapun untuk melindungi dirimu sendiri, kamu nggak egois, well, kadang kita juga butuh jadi egois untuk bisa bertahan. Untuk Akira, awalnya gemas sama dia tapi nggak, red flag berkibar, meskipun oke aku kasihan sih, tapi hidup selalu banyak pilihan kan. Hahaha ngapain sih aku ini malah ghibahin karakter fiksi😅
Kemudian endingnya, wah jempol sih nggak nyangka. Maaf tapi kadang aku memang jahat, hiks
Cerita ttg sepasang kekasih yg terjalin dari kelas 3 SMP. Audrey dan Akira. Meski sama² pintar, tapi karakter mereka bertolak belakang. Uwuu kali emang. Dari yg diajak cabut terus ikut ngeband, aku bacanya senyum² gitu 😆
Tapiii masalah mulai datang semenjak kepergian orang tua Audrey ☹ Semuanya jadi berantakan. Baik dari sudut Audrey, maupun Akira. Ttg Akira, aku bener² gak nyangka kalo latar belakangnya kayak gitu lhoo (yg penasaran baca sendiri yaa) Uhh, pengen peluk Akira jadinya 😚
Dannn mereka gak cuma berdua doang, Gaess. Ada Ronan. Gak seru dong kalo gak orang ketiganya. Ehee~
Awalnya jika "hanya" melihat judulnya saja mungkin aku atau kamu akan berpikir kalau novel ini hanya mengisahkan pertemuan kembali seseorang dengan mantannya kemudian menghabiskan 1 hari bersamanya. Nyatanya, kisah ini tidak sesederhana itu.
Novel ini terdiri dari 4 bagian, yaitu kisah Audrey, Akira, Ronan dan ditutup dengan bab tentang Satu Hari Bersama Mantan sesuai judulnya.
Novel ini memiliki rentang waktu yang cukup lama, mulai dari masa SMP Audrey-Akira hingga SMA kemudian bertemu dengan Ronan hingga ada sedikit masa kuliah.
Namun, tenang saja buatku pribadi, alurnya cukup mengalir, membuatku lebih memahami kisah mereka lebih utuh. Novel ini seakan membawaku ke perjalanan pendewasaan diri Audrey, pertemuannya dengan Akira, Ronan dan teman-teman lainnya.
Tidak hanya itu novel ini juga cukup detail mengulas konflik keluarga Audrey, Akira dan Ronan sendiri.
Sayangnya. aku kurang begitu suka endingnya... entahlah aku tidak menyangka kalau akan diakhiri seperti itu 😂 sampai akhir pun aku tetap lebih suka Ronan daripada Akira, lebih dewasa dan penyayang cocok mengimbangi Audrey
Teen romance, tentang kehidupan remaja bernama Audrey yang baru mencicipi kebebasan. Lewat Akira, Audrey bisa merasa jadi diri dia sendiri. Setengah bagian buku ini menggambarkan bagaimana dia dan Akira bisa dekat hingga akhirnya putus. Lalu, setelah mereka bertemu apa mereka jadi balikan?
Cerita yang light ini bisa jadi teman bacaan saat dalam perjalanan.