Setelah membaca ulang kasus terakhir di vol. 96 kemudian berlanjut ke vol. 97, aku mulai berpikir tindakan Sera membahayakan nyawa Conan/Shinichi. Di manga, Sera terlalu gegabah dan tidak berpikir panjang, berbeda sekali dengan Sera di versi film. Bahkan sikap gegabahnya ini semakin terlihat di kasus terakhir vol. 97. Sera mengintai rumah Profesor Agasa, lalu berusaha memancing Ai mengungkapkan identitasnya. Aku jadi tidak suka dengan sikap Sera di sini. Padahal di film, aku merasa Sera adalah orang yang cerdas dan bisa diajak kerjasama.
Tidak hanya Sera yang perlu diwaspadai Conan. Masih ada Kanenori Wakita dan Rumi Wakasa. Inspektur Kuroda tidak lagi masuk daftar orang yang perlu dicurigai, karena identitas aslinya sudah cukup jelas di film Zero The Enforcer.
Setiap kali ada kasus yang melibatkan Wakita dan Wakasa-sensei, selalu muncul perasaan mencekam hingga membuat pembaca pun waswas dengan kedua orang ini. Pada kasus kedua juga begitu. Wakita mirip sekali seperti Amuro dan Subaru, yang selalu tiba-tiba muncul membawa makanan dan bergabung ke dalam pembicaraan. Karena kemiripan ini, aku jadi lebih mencurigai Wakita dari pada Wakasa-sensei. Apalagi dia seperti mengamati gerak-gerik Amuro ketika bersama Conan.
Di sisi lain, Wakasa-sensei pun sama mencurigakannya. Aku merinding setiap kali ekspresi wajahnya berubah ketika anak-anak tidak memperhatikannya. Mungkin dia tidak berpura-pura ketika dia terjatuh atau terpeleset. Pada kasus di perkemahan, Conan menyadari Wakasa-sensei kesulitan melihat di bagian kanan. Lalu saat dia teringat pada almarhum Koji Haneda, dia langsung memegangi mata kanannya. Kemungkinan besar, mata kanannya memang buta. Satu-satunya sandiwara yang dilakukannya adalah berpura-pura menjadi guru yang baik. Aku bisa memahami jika Wakasa-sensei menyembunyikan keahlian aslinya sebagai bagian dari penyamaran, tapi kenapa harus guru? Apa dia memang mengincar Ai atau ada hal lain? Apa hal lain itu berhubungan dengan Koji Haneda?
Sayangnya aku masih harus menunggu beberapa volume lagi untuk mengetahui jawabannya.
Jika kita membandingkan volume 97 ini dengan volume sebelumnya, pelaku dalam setiap kasus semakin mudah ditebak. Yang membuat otak kita sebagai pembaca tetap berpikir keras adalah trik kasus tersebut. Selain itu, perhatian pembaca mulai terpusat pada hubungan antar tokoh yang kian rumit. Kita sudah mengetahui hubungan Adik Morofushi dengan Amuro, tapi apa hubungan antara Wakasa-sensei dan Koji Haneda?