Pos perbatasan masuk Slovenia ini sedikit lebih besar daripada di Zagreb. Saya bersama seisi penumpang bus antre dengan tertib melewati sebuah ruangan berkaca. Di sanalah petugas jaga memeriksa paspor penumpang satu demi satu.
Saat itu posisi saya di depan dan adik di belakang. Saat memeriksa halaman biodata pada paspor, si petugas bertanya, "(Are you) tourist?"
"Yes," jawab saya.
"Check your luggage there," ujarnya sambil menunjuk sudut ruangan yang terdapat mesin pemindai barang. Feeling saya mulai nggak enak. Penumpang lain melihat kami dengan tatapan bingung.
* * *
Buku ini merangkum kisah-kisah penulis saat menjelajah Indonesia, Bangkok, Hong Kong, India hingga Eropa secara gratis. Siapa sangka, "hanya" bermodal hobi ngeblog, ia mampu melompat lebih tinggi ke benua biru!
Baca kisahnya dan ikuti jejaknya! - Amukan "Drakula" di Tengah malam. - Ditawari Ganja di Amsterdam - Terjerembab di Heidelberg - Ditahan di Imigrasi Perbatasan Kroasia dan Slovenia, dll.
Buku jurnal perjalanan dari Haryadi kocak, seru, dan bikin pengeeen bisa jalan-jalan gratis. Bagaimana kisah di balik layar bisa diundang untuk ngunjungin tempat yang seru-seru dibahas di buku ini.
Kepo Buku berkesempatan ngobrol sama mas Yayan di akhir Agustus 2020. Mari kita kenalan dengan penulisnya, Haryadi Yansyah di episode kali ini. Siapa tahu ada yang tertarik mengikuti jejaknya.
Udah lama nunggu buku traveling baru yng bisa dibaca pas karantina, tau2 terbit bukunya omnduut ttg ngeblog smpai eropa. Asikkk seneng banget bisa kepoin semua petualangan omnduut di bukunya, ikut sebel sm si jeneiro waktu gak mau sekamar sm omnduut di india hahaha, ngakak juga waktu omnduut di flores diminta tukar duit sm kepala suku, ikutan deg2an omnduut nunggu pengumuman n menang tiket gratis ke UK dan banyak lagi aku sukak banget gaya nulisnya kayak buku Lupus jamanku dulu. Ternyata banyak ikut lomba nulis bisa menghantar kita keliling dunia gratis. Bener2 inspiratif. Kerennnnnn om. Selama karantina ini bukunya dibaca bolak balik ulang2 gak mau cepet2 abis hahhaha.sukses terus om ditunggu karya selanjutnya. Salam dr Tangerang
Meski judulnya Ngeblog Bisa Sampai Yurop, tapi cerita perjalanan di dalamnya bermacam-macam, nggak hanya cerita jalan-jalan ke Eropa, tapi juga ke beberapa destinasi di Indonesia, Thailand, Hong Kong, dan India, yang semua didapatkan secara gratis "hanya" bermodal ngeblog. Diceritakan dengan gaya yang asyik, ringan, juga diselingi curhat dan canda, hehe... habis baca jadi pengen jalan-jalan. Cerita-cerita di buku ini menunjukkan bahwa siapa pun bisa jalan-jalan, asal ada niat. Tidak perlu menunggu kaya raya atau jadi mantu atau anak angkat sultan untuk bisa jalan-jalan, terutama ke luar negeri, karena "hanya" modal ngeblog kita bisa jalan-jalan gratis. Tapi, memang ada proses panjang untuk menjadi travel blogger dan bisa jalan-jalan "hanya" modal ngeblog. Intinya, ngebloglah sampai orang mengira kamu adalah anak sultan karena sering jalan-jalan. HAHAHA!
Bukunya oke banget, banyak pengalaman yang dituliskan dengan humor dan kadang tertawa membacanya. Menyenangkan sekali membaca pengalamannya.
Semakin membaca perjalanannya ke Eropa, semakin dibuat takjub. Namun juga semakin dibuat minder selama membacanya, masih minder sekarang. Sepertinya butuh waktu untuk membaca seluruhnya, tak ingin dibaca habis dengan cepat. Tunda dulu melanjutkan membaca perjalanannya hebatnya.
Biarlah ini otak mikir dulu.
*Update selesai baca:
Selama bacanya minder, karena mikir pasti bahasa Inggrisnya hebat banget ini. Bisa bertemu dan ngobrol dengan orang° luar.
biar otak mikir dulu. mikir bahwa ini buku keren banget, effort mencapai tujuannya sungguh besar dan sekarang sudah banyak yang tercapai kan.
Menemukan buku ini di rak "new arrival", saat ke toko buku lagi setelah 5 bulan tak menyambangi karena pandemi covid. Tertarik beli karena kenal penulisnya :). Sering berinteraksi terkait traveling, tapi agak berkurang sejak era copras-capres wkwk.
Senang membaca pengalaman seseorang yang memiliki determinasi kuat seperti penulis. Apalagi hampir semua perjalanan yang Yayan tulis adalah "hasil" usaha kerasnya mewujudkan mimpi., melalui berbagai kompetisi blog yang ia ikuti. Saya sempat berpartisipasi juga, nyumbang vote saat penulis mengikuti kompetisi blog berhadiah trip ke Kerala, India, hehe.
Buku ini terdiri dari dua bagian: Jelajah Indonesia dan Jelajah Dunia. (Eh, tapi kenapa sih nyebutnya chapter, bukan bab atau bagian? :D). Dari pengalaman "berjumpa" orangutan, komodo, hingga beragam karakter manusia yang rumahnya "ditumpangi" penulis semasa melakukan perjalanan di beberapa negara di Eropa.
Ada bonus itinerary Eropa dalam bentuk poster terpisah, yang menurut saya sih agak mubazir. Akan lebih menarik bila poster tersebut berisi fun facts beberapa tempat/kota/negara yang penulis kunjungi. Atau mungkin daftar blog/blogger yang inspiratif, dikaitkan dengan judul/tema buku ini. Oh ya, soal ngeblog mestinya bisa lebih diperbanyak, sejalan dengan judul buku ini. Walau penulis menyelipkan usahanya dalam ngeblog yang "menghasilkan" perjalanan demi perjalanan dalam hidup penulis, akan lebih kaya jika penulis memberi kiat atau trik ngeblog yang lebih mendalam.
"Dalam meraih kesempatan jalan-jalan gratisan pun tak selamanya mulus. Sebelum melawan banyak peserta lain dalam perlombaan, terlebih dahulu saya harus melawan diri sendiri." -Halaman 12-
"Tak hanya jelajah benua biru, buku yang terbagi 2 chapter ini juga mengajak kita untuk jalan-jalan di Indonesia & beberapa negara Asia. Gaya bahasanya santai dan mudah 'dicerna' dengan bumbu humor khas travel blogger kawakan, buat pembaca tak bosan untuk terus 'melahap' isinya. Petualangan yang disajikan tak hanya senang, suka & seru tapi juga diberangi sulit, duka & tegang. Selain itu, terdapat juga kisah di balik layar perjuangan beliau meraih kemenangan lomba. Nah, jadi buat penasarankan? Segera miliki & baca buku kedua Kak Haryadi Yansyah alias Omduut!"
Seperti biasa, karena ini buku sendiri, saya tak sampai hati untuk kasih skor haha. Biarlah penilaian itu diberikan langsung oleh para pembaca.
Sebagai sebuah karya, tentu buku ini juga masih jauh dari sempurna. Namun, paling tidak buku ini menjadi perwujudan bahwa saya akhirnya bisa menulis buku perjalanan.
Aku suka dengan gaya penulisannya, gak kaku dan di isi humor santai, banyak info dan tips juga dalam buku ini. Saya pikir wktu ikutan PO isinya bakal hanya ttg perjalanan ke Eropa yg geretong itu, ternyata ada bnyak perjalanan ke tempat2 keren di Indonesia, Manteup ...
Wah bukunya seru banget buat dibaca. Bahasanya juga ringan jadi kaya ngerasain apa yang dirasain sama si penulis. Pengalaman yang sangat luar biasa efek dari menekuni hobi berujung dengan perjalanan keliling yurop. Jadi semakin semangat buat menekuni hobi nulis!
Haryadi menjahit kisah yang personal dengan riset yang memadai. Kocak dan cara bercerita yang simpel tapi mengena. Di buku ini terlebih itu menyajikan kisah di balik layar jalan-jalannya. Bermodal ngeblog, bisa keliling nusantara, mampir nawar oleh-oleh di pasar akhir pekan Chatuchak, sampai nginep di teman Couchsurfing di Eropa. Siapa yang nggak kepengen ya? So, ini buku yang wajib dibaca buat yang penasaran jalan-jalan serunya plus gimana susah, pontang panting sampai menuju ke destinasinya.
Rekomendasi baru buat para pecinta buku perjalanan.
Sepertinya bisa bertualang ke sebagian bumi Nusantara hingga benua biru gratis (s&k berlaku) dengan modal ngeblog sudah takdir yang diperjanjikan Yayan saat ruh ditiupkan di alam rahim. Tapi saat membaca bagaimana gaya ia menyampaikan cerita seolah kita berada mengikuti perjalanan hingga mengetahui pemikirannya dengan gaya santai akan keluar kalimat permakluman ia dapat memenangkan berbagai lomba blog. Gak mau cerita banyak, sayang jika kisah-kisah seru Yayan justru terkontaminasi dari sudut pandangku.
Di buku ini, Haryadi bercerita tentang pengalamannya saat pergi ke beberapa tempat di Indonesia, yaitu Kalimantan, Tidore, Labuan Bajo, juga beberapa tempat di luar negeri seperti Bangkok, Hong Kong, Kerala, dan petualangannya di Eropa. Semua kesempatan itu didapatnya dari ikut kompetisi menulis. Diceritakannya bukan hanya cerita senang, tapi juga kejadian tidak mengenakkan, walaupun hanya sedikit. Seru juga, jadi kek baca blog perjalanan :D
Bukunya ringan, dan seru! Buku ini menceritakan bagaimana penulis pergi ke banyak tempat berbekal menang banyak lomba. Bisa menang di banyak lomba menulis tentu saja melalui proses yang panjang.. "Sebelum melawan peserta lain, saya harus melawan diri sendiri. Melawan rasa malas, memeras ide, dan harus banyak nyepik sama Tuhan!" Ini buku kedua penulis yang kubaca setelah jungkir balik dunia bankir, masih dengan gaya penulisan yang khas, buku ini berhasil membuatku jadi makin ingin pergi ke tanjung puting! dan jadi makin pengen ke Luxembourg!! Duhhh... Baca buku ini aku juga jadi tau kalau oyster card ada batas maksimalnya perhari 6,5 GBP dan selebihnya bebas keliling naik tube dan bus tanpa bayar lagi! Rekomendasi buat para pecinta buku perjalanan!!!
Ketemu buku bang Yayan di ipusnas. Sori modal minjam nih bang Yayan. Yang penting bukan bajakan ya bang.
Ternyata isinya bukan hanya soal jalan2 ke Yurop, tp juga ada cerita bbrp destinasi yg pernah penulis sambangi di Indo + bbrp negara lain berkat menang lomba blog (baca: berkat perjuangan nyari ide/referensi dan ngetik).
Saya abaikan bbrp typo minor. Buku ini inspiratif, bikin saya tercerahkan lagi buat nulis (semangat ngeblog) dan mengejar passion travelling. Tulisannya ringan dan kocak. Karena minjam di ipusnas, jd saya gak dapat bonus itinerary travelling ke Yurop. Hehe.