Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bibliophile

Rate this book
Bibliophile mungkin nama yang aneh.
Toko yang aneh.
Tempat yang aneh.
Dan susunan buku yang aneh pula.

Lalu, Raka yang kehilangan arah betemu dengan Citra yang berjiwa komisi disiplin di Bibliophile.
Sejak itu, hidup Raka berubah menjadi aneh.

Tapi, mungkin aneh tak ada salahnya.

256 pages, Paperback

Published June 24, 2019

2 people are currently reading
25 people want to read

About the author

Thurff

1 book2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (25%)
4 stars
17 (48%)
3 stars
9 (25%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
July 23, 2019
Masih jarang sekali saya menemukan cerita tentang kehidupan mahasiswa dengan permasalahan akan mimpi dan masa lalu. Kebanyakan cerita yang saya temukan selalu berkisar pada kehidupan remaja SMA. Bibliophile menyajikan cerita kehidupan mahasiswa dengan benang merah sebuah toko buku. Yang saya suka dari buku ini adalah cara penulis dalam merangkum permasalahan tokoh utamanya akan masa depan dan masa lalu secara realistis. Sampul bukunya terlihat simpel dan sederhana. Latar warna merah muda yang mendominasi akan menarik atensi para pembaca. Ikon sebuah toko buku yang ditempatkan di tengah semakin menambah kesan lucu dan manis. Apalagi penempatan judul buku dan nama penulis juga terbilang pas dan tepat sehingga membentuk sebuah kombinasi sampul buku yang tidak berlebihan, namun tepat sasaran.

Bibliophile bercerita tentang sebuah toko buku yang menghubungkan para tokohnya dengan permasalahan mereka masing-masing. Bibliophile berisi orang-orang dengan karakter yang unik dan menggelitik. Raka yang pada awalnya secara tidak sengaja masuk ke dalam Bibliophile bertemu dengan Citra, Arin, Anne, dan Lev yang berhasil membantunya menghadapi permasalahan akan masa depannya. Kehidupan mahasiswa yang diselipkan oleh penulis terbilang hidup, terasa, dan informatif. Kehidupan Raka sebagai mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia terlihat jelas dari hobinya yang suka menulis, menonton teater, hingga membaca buku. Sementara kehidupan Citra sebagai mahasiswa senior jurusan Bahasa Jepang pun tergambarkan dengan kegiatannya sebagai komdis. Ide penulis dalam menempatkan Bibliophile sebagai pusat jalannya cerita terbilang unik dan berbeda. Di mana sebuah toko buku bisa menyatukan, menghangatkan, dan mendamaikan para tokohnya.

Tokoh sentral dalam novel ini adalah Raka dan Citra. Raka adalah seorang MaBa (Mahasiswa Baru) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Meskipun memilih jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, tapi penampilan Raka terlihat tidak mencerminkan itu. Raka memiliki sifat yang cuek, sarkastik, dan terkadang dingin. Passion Raka dalam menulis adalah salah satu alasan dia memilih jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sementara tokoh Citra merupakan senior Raka yang mengambil jurusan Bahasa Jepang. Citra merupakan seorang ketua komdis sekaligus bekerja di toko buku Bibliophile. Citra memiliki karakter yang riang, ceria, dan optimistis. Meskipun terkadang dia juga harus tampil tegas saat menjadi ketua komdis. Selain Raka dan Citra terdapat pula tokoh-tokoh pendukung lainnya, seperti Lev yang konyol, Arin yang blak-blakan, Oma Anne yang hangat, dan Ladika yang setia kawan. Tokoh pendukungnya sangat membantu membangun chemistry antara tokoh Raka dan Citra. Dua tokoh utamanya memiliki latar belakang yang cukup kuat dengan permasalahan mereka sendiri.

Latar tempat yang dipakai adalah di kota Bandung. Kebanyakan tempat yang digambarkan adalah di toko buku Bibliophile dan kampus. Namun yang saya suka adalah penulis menggunakan kota Bandung tidak hanya sebagai tempelan belaka, karena daerah-daerah seperti Cihampelas, Dago, dan Palasari sempat dimasukkan ke dalam jalan ceritanya. Alur ceritanya berjalan cepat dan mengalir. Ini bisa dilihat saat Raka dan Citra yang langsung bertemu di awal cerita. Gaya bahasanya ringan dan mudah dimengerti dengan beberapa istilah dan kata Jepang. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga lewat tokoh Raka dan Citra. Sudut pandang ini berhasil menyampaikan sikap dan tindakan Raka dan Citra.

Di awal cerita penulis seperti ingin menutup-nutupi latar belakang kedua tokoh utamanya. Ini terlihat dengan adanya beberapa percikan konflik yang muncul. Seperti Raka yang belum bisa sependapat dengan masa depannya. Dan Citra yang harus kembali menghadapi masa lalunya. Kedua konfliknya berjalan secara terpisah, tapi terdapat benang merah yang menyatukannya melalui toko buku Bibliophile. Raka dan Citra juga tidak dipaksakan untuk berusaha ikut campur dalam permasalahan mereka satu sama lain. Tapi mereka sendirilah yang berusaha untuk berdamai dengan masa depan dan masa lalu masing-masing. Saya sendiri merasa ikut terhanyut dengan konflik Raka dan Citra. Realita di balik permasalahan Raka memang kerap kali terjadi saat akan memasuki bangku kuliah. Sementara untuk permasalahan Citra mungkin terdengar klise dan biasa, tapi tetap ikut meramaikan konfliknya. Kedua konflik yang terjadi secara terpisah, tapi disatukan oleh sebuah benang merah yang sama.

Saya rasa Bibliophile memberikan cita rasa yang berbeda untuk ukuran novel young adult di Indonesia. Bagaimana sebuah toko buku bernama Bibliophile bisa menjadi fokus sentral dalam sebuah cerita. Saya sendiri bisa ikut merasakan kehangatan dan kedamaian yang diberikan oleh toko buku Bibliophile. Aroma kayu manis, nuansa vintage, dan susunan rak buku berhasil saya bayangkan dengan baik lewat deskripsi penulis. Toko buku Bibliophile seperti memiliki sihir yang bisa ikut menghipnotis saya untuk masuk ke dalam suasananya. Terlepas dari toko buku Bibliophile, cerita dua tokoh utamanya juga tak kalah menarik untuk disimak. Bagaimana urusan masa depan dan masa lalu bisa terlihat realistis. Kekurangan dari novel ini mungkin terletak pada chemistry Raka dan Citra yang terbangun terlalu cepat dan penyelesaian masalah yang masih terlihat terburu-buru. Secara keseluruhan Bibliophile merupakan sebuah kisah dua orang mahasiswa yang berusaha untuk menggapai mimpi dan berdamai dengan masa lalu mereka.
Profile Image for Ika Merdekawati.
77 reviews3 followers
July 4, 2020
"Bibliophile adalah orang yang cinta pada buku."

Awalnya, saya mengira buku ini bercerita tentang kehidupan seseorang pecinta buku. Yang bisa dibilang, sudah tergila-gila sama buku lah sampai tidak bisa jauh dari buku jenis apapun itu. Tapi ternyata, judul tidak sesuai sama isinya. Maksudnya, tidak sesuai dengan isi kepala saya 😄

Bibliophile dalam cerita ini adalah sebuah nama toko buku yang menyediakan buku-buku terbitan lama. Salah satu pegawainya, Citra, seorang mahasiswa yang menjadi Komdis di Jurusan Bahasa Jepang. Terus ketemu sama Raka si Mahasiswa Baru di Fakultas yang sama tapi jurusan Sastra Indonesia, yang mimpinya harus berhenti jadi Penulis karena Ayahnya.

Di sini, saya melihat sosok Raka seperti saya tempo hari. Nyaris putus asa hanya karena menerima berkali-kali surat balasan dari penerbit yang menolak naskah saya 😆🤭 Sampai dapat wejangan dari Citra, kalo menulis itu tentang merasakan. Memang sih, menulis itu tidak sesederhana itu, yang hanya duduk depan laptop, begadang, dan lain-lain. Tapi menulis itu sedikit memaksakan kita untuk mencoba merasakan di posisi itu.

Halaman yang tidak cukup 300 ini, saya baca agak lama ya. Soalnya banyak kata baku baru dan kata-kata yang beberapa kali muncul tapi lupa sama artinya, jadi harus ditulis dulu baru di cek di KBBI. Dan banyak kosa kata bahasa jepang juga yang diselipkan setiap dialognya, seperti sensei artinya dosen/guru, shitsureina artinya nggak sopan.

Pokoknya banyak deh. Nggak bisa ditulis banyak. Mending kalian baca aja dulu. Sampulnya memang lucu, sesuai warna kesukaan 😄🤭 Tapi tenang, tidak sefeminim itu kok isinya hehe
Profile Image for Nandia.
59 reviews1 follower
March 12, 2023
Ini cerita tentang sebuah toko buku bernama Bibliophile. Tempat di mana mereka yang terluka bertemu kemudian saling membantu dan menguatkan. Ini cerita tentang mereka orang-orang yang sedang berjuang melawan rasa takut agar bisa berdamai dengan masa lalu dan bisa melanjutkan perjuangan mereka meraih impiannya.

Review lengkap bisa di baca di sini --->

https://littlemushroomjourney.blogspo...
Profile Image for Annasthasya.
17 reviews
April 12, 2021
Suka banget sama latar belakang cerita dari buku ini, menarik dan banyak kutipan-kutipan yang sayang untuk dilewatkan. karakter Raka konsisten dari awal ditambahi sedikit perubahan yang baik. tapi dibagian masalahnya ada beberapa momen yang bikin aku ngerasa kaya "ini mereka sedekat apa sampai udah cerita-cerita gini".
Sebenernya mau dibilang pure romance pun kayanya kurang di-highlight, karna kebanyakan bercerita tentang masalah diluar romansa itu. Dan kalau dibilang mau fokus ke masalah internal para karakter, penyelesaiannya bisa dibilang anti-klimaks.
Tapi, tetap aku masih sangat enjoy bacanya, mungkin akan lebih seru kalau ceritanya lebih fokus aja.
-t-
Profile Image for Nowela.
117 reviews2 followers
November 19, 2021
Awal tertarik karena judul dan temannya. Iya tentang toko buku yang menjadi pusat sentral para tokohnya berinteraksi. Bukan tentang sesuatu yang berat. Namun, hal-hal ringan tentang sesuatu yang manis.

Tempo dan alurnya maju dengan porsi pas. Tidak ada yang dilebih-lebihkan. Hanya saja, sayang dunia tentang buku tidak di ekspos terlalu banyak. Padahal settingnya d toko buku.

World bulding toko bukunya juga kurang dijelaskakan dengan epic. Terkecuali bagian belakang rumah Bos Lev, yang cukup sedikit memberikan gambaran yang jelas.
Profile Image for Bookish Dungeon.
105 reviews
November 26, 2021
Mengenai alurnya, aku juga sangat menikmatinya. Pendeskripsian tempatnya sangat terasa, seperti aku memang benar-benar ada disana, berkumpul dengan karyawan Bibliophile dan mencari buku incaran.

Novel yang hanya berjumlah 260 halaman berhasil membuatku merinding dengan masalah klise namun nyata di kehidupan sehari-hari. Novel ini memberikan banyak pembelajaran simple tapi penting untuk orang yang membacanya.

Profile Image for Lulu Khodijah.
435 reviews10 followers
February 5, 2022
Sukaaa 💗 ini tuh jenis novel yang keliatannya ringan, padahal bermakna. Topiknya pun yg aku banget: toko buku, buku, sastra, kegiatan menulis.

Suka sm catatan di akhir bab.
Tokoh Raka dan Citra yg romantisnya nggak klise auto jatuh cinta tp diiringi kebingungan dan kekikukan.

Menghibur sekali!
Profile Image for dhfbryt.
18 reviews
June 6, 2024
AKU JATUH CINTA SAMA BUKU INI ♡___♡ Alasannya, mungkin karna tokoh Raka ini mirip sama aku, sempat ditentang masuk jurusan Sastra Indonesia, tapi bedanya aku gak sampai separah Raka disuruh pindah jurusan. Aku juga suka banget sama tokoh Citra like how could there be someone that strong? I love her so much. Bahagia selalu kalian berdua <3

ps; to another bibliophile, take me out please t___t
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for he.
11 reviews
October 13, 2019
Sebelumnya, aku memang udah baca beberapa fanfiksi buatan kakak Thurfa di platform kepenulisan, terus pas baca ini ternyata punya rasa tersendiri gitu.

Pertama, Kak Thurffa ini punya khas kalau nulis; dari deskripsi, sifat dua tokoh utama dan masalah yang jadi topik utamanya, Dan aku menemukannya di novel perdananya Kak Thurfa ini.

Deskripsinya panjang, jelas, teratur, tapi ga bertele-tele. Itu yang bikin aku bisa ngerasain nuansa hangat Bibliophile, atau manis-manisnya Raka sama Citra dalam berinteraksi. Tapi mungkin karena banyak konflik empat tokoh di dalam novel tersebut, penyelesaian masalahnya jadi keliatan terburu-buru, malah menurutku 16 bagian itu kayaknya ga cukup kalau kak Thurffa emang mau semua konflik di buku tsb selesai dan bikin pembaca malah makin wow sama tulisannya.

Sebenarnya ada beberapa kalimat yang menurutku masih ga efektif buat ditempatin di bagian sana-sini, tapi overall aku ga kesel-kesel banget bacanya, paling cuma bagian konfliknya aja.

Terus kemistri antara Raka dan Citra di sini, menurutku, romantisnya ga kerasa, hampir ga ada. Mungkin karena novel ini memang lebih fokus ke mimpi dan masalah mereka berdua (sebenarnya ini masih agak abu-abu). Pengembangan hubungan antar tokoh secara romantik masih lemah, tapi pengembangan tokoh-tokohnya oke banget.

Karena temanya fresh juga, ini sebenernya recomended banget, apalagi di kasih kata-kata bijak di tiap awal Part/Chapter-nya, bikin semangat.

Dan fyi, aku merinding pas baca bagian satu!

mau kasih 4,25 aku sebenarnya hehehe! Aku menunggu sequel novel ini, dan novel novel Kak Thurffa berikutnya!
181 reviews
January 3, 2020
ceritanya maniss dan terkesan natural. Bikin gemesh juga wkwk.

aku sukaa karakter Citra disini.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.