Sebenernya aku bingung mau kasih 3 atau kurang dari 3. Soalnya aku enjoy baca bukunya, tapi nakin sini kek makin cringe dan aku kepingin teriak frustrasi. Tapi aku putuskan buat kasih 3 bintang penuh.
Ceritanya tentang Faranisa yang fobia sama pernikahan karena sering baca artikel-artikel mengerikan tentang pernikahan. Lalu, datang bos baru di perusahaanya yang foba deketin dia.
Awalnya, aku suka interaksi Danendra ama Faranisa. Lucu aja gitu. Tipikal cerita atasan sama bawahan. Tapi makin sini aku makin kerut-kerut kening. Masalahnya, inkonsistensi karakter itu kadang gimana gitu, kan. Begini-begini:
1. Danendra itu diktator, tapi aku gak bisa rasain kediktatoran dia. Apa ya? Soalnya dia senengnya nyuruh faranisa buat ke kantor dia, dan gak jelas juga.
2. Dia ini awalnya kaku gitu, tapi berubah jadi cringe pas deketin Faranisa. Perasaanku aja sih kayaknya, wkwk. Bener kata faranisa, dia ini receh banget.
3. Maaaan, kalau bener apa yang diduga Reno tentang mutasi itu, suer deh Danendra ini berarti childish dan gak profesional, wkwk
Tapi, terlepas dari itu, aku suka kalau udah ada Reno. Dia karakte favorite-ku di buku ini. Kalau ada dia itu rada cerah gitu. Deskripsi Danau Rakihan-nya bagus beut sih, aku jadi terbawa suasana, wkwk
Lumayan! Meskipun ada pertanyaan besar dari gue yaitu apa yg melatarbelakangi Nisa sampai punya trust issue dengan yg namanya pernikahan?? Kayanya engga ada penjelasannya deh di buku ini, atau mungkin gue terlewat?
Salah 1 hal yg buat gue enjoy karna temanya office romance, meskipun (lagi) gue kurang suka dengan boss-employee trope, kaya unreal gitu sih haha. Prefer sesama cungpret, atau yg jenjang jabatannya engga terlalu jauh, selera pribadi loh :)
Btw vibe buku ini sangat mengingatkan gue sama bukunya Almira Bastari judulnya Resign, di luar plotline tipe2 buku seperti ini memang klise. Perkembangan alurnya mirip, karakter MCnya yg seorang bos otoriter dan galak, dan female MCnya yg bener2 dibikin kesel sampai pelan2 akhirnya jadi jatuh cinta.
menceritakan tentang Faranisa yang phobia dengan pernikahan karena melihat pengalaman buruk serta berita pernikahan yang berujung dengan perceraian/kekerasan, dan perselingkuhan.
lalu, tiba-tiba saja bos barunya menawarkan hubungan yang berujung pernikahan kepada faranisa.
akankah faranisa mengatasi phobia-nya atau tidak?
well, sejujurnya idenya cukup menarik, gaya penceritaannya pun aku suka dan cocok denganku.
sayang bgt sih sikap faranisa akan phobia-nya gak terlalu terlihat/terkesan begitu(?)
konflik bukunya ringan, interaksi antar tokohnya aku suka, apalagi kalau udh berhubungan dg rekan rekan kerja gadis itu.