Dara Kirai adalah gadis kampung yang memiliki cita-cita sederhana. Dia hidup bahagia berdampingan dengan kekayaan alam yang melimpah di Bayan, surga cinta bagi semua anak kecil.
Tahun 2004 Bayan dihebohkan oleh kedatangan orang-orang berpakaian rapi yang ingin membeli sebagian besar tanah subur Bayan. Belakangan diketahui ternyata mereka adalah utusan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ingin beroperasi di Bayan. Kedatangan perusahaan bernama Bintang Utara itu perlahan mengubah surga cinta bumi Bayan menjadi sebuah penderitaan dan malapetaka berkepanjangan. Sebagian besar hal tersebut berdampak pada kaum perempuan di Bayan, tak terkecuali kehidupan pribadi Dara Kirai.
Di sisi lain, Byan Borneo dan Bumi Ayu, dua bersaudara yang menghabiskan masa kecil di Bayan, merasa terpanggil oleh kondisi memprihatinkan tanah kelahiran mereka. Keduanya bertekad melakukan sesuatu untuk Bayan. Setelah menyelesaikan kuliah, mereka kembali ke Bayan dan bergabung bersama masyarakat untuk melakukan perlawanan dan menuntut hak-hak yang diabaikan. Berbagai upaya mereka lakukan, mulai dari negosiasi hingga jalur litigasi. Mampukah mereka melawan pemberangusan hak-hak hidup dan mempertahankan tanah kelahiran mereka?