TUBUH manusia, dalam berbagai bentuknya memang cuma seonggok daging dan tulang. Tetapi tatkala tubuh itu telah berpadu dengan "ruh", eksistensi manusia sebagai individu serta merta terkait dengan berbagai hal. Sebagaimana ditunjukkan Michel Foucault (1926-1984), seorang pemikir dan filsuf Perancis kenamaan abad ini, tubuh tidak saja sekedar anatomi dari aringan sel-sel yang mengandung sejuta pesona dan kenikmatan (seks), melainkan pula dalam sejarah peradaban Eropa tubuh terkait dengan perkembangan teknik-teknik rekayasa tertentu yang tak lepas dari kekuasaan politik, ekonomi dan medis yang di kemudian hari telah membawa rasisme Eropa.
Seno Joko Suyono adalah pewarta, akademikus, dan budayawan. Namanya dikenal sebagai jurnalis Majalah Tempo dan salah satu pendiri Borobudur Writers and Cultural Festival bersama Mudji Sutrisno sejak 2012.
Foucault terlahir dari kalangan keluarga menengah keatas, ayah foucault adalah seorang dokter bedah dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Foucault adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Foucault sendiri tumbuh mencadi sosok yang cerdas diaman dia sangat tertarik dengan bidang sejarah dan sastra. Ketertarikan Foucault sendiri denga sejarah membuatnya berkonflik dengan ayahnya, dimana ayah Foucault menghendaki Foucault meneruskan profesi ayahnya sebagai Ahli bedah.
Ketertarikan Foucault terhadap kedua bidang tersebut membuatnya tertarik untuk masuk dalam perguruan tinggi terkenal di prancis, yaitu Ecole Normale Superiour. Universitas ini memang ditujukan untuk anak yang kecerdasanya diatas rata rata, tokoh teoritikus besar banyak yang menempuh studinya di Universitas tersebut,diantaranya Louis Althusser, Jean Paul Sartre, Levinnas dan masih banyak lagi. Sewaktu menempuh studinya Foucault dikenal sebagai siswa yang kecerdasanya tidak diragukan lagi, akan tetapi, perilaku Foucault sangat aneh bahkan sering dicap sinting oleh teman temanya. Foucault juga sangat juga sering melakukan hal yang aneh salah satunya dia pernah melakukan percobaaan bunuh diri berkali kali dengan menyayat urat nadinya dengan pisau. Dia juga dikenal pribadi yang menggebu gebu dan susah mengendalikan emosi, pernah suatu ketika dia mengejar temanya dengan membawa pisau ditanganya.
Karir Akademik Foucault terbilang sangat cemerlang, pada sekitar tahun 50 puluhan dia sempat menjadi asisten dosen Lois Althuser seorang tokoh sosilogi yang bercorak strukturalis. Focoult juga banyak menerbitkan buku yang terkenal meskipun pada awal terbitnya buku itu kurang mendapat minat yang mendalam dari intelektual lain, akan tetapi pada tahun selanjutnya karya karyanya menjadi sangat diterima publik dan sering menjadi tema sentral para akademisi dalam setiap diskusi. Karya karya foucault diantaranya The Birth of Clinic, The other of Things, Madness and Civilization dan masih banyak lagi.
Foucault juga terkenal sebagai seorang Homoseksual tepatnya Gay. Orientasi seksual Foucault sendiri sebenarnya mulai nampak sewaktu dia datang ke Amerika untu memenuhi undangan untuk mengisi perkuliahan umum. Tepatnya di Sanfransisco pada tahun 1960 an para kaum Gay dari beberapa Negara termasuk prancis pindah ke Amerika, karena hak haknya lebih di hargai di Negara paman Sam tersebut. Di sela sela waktu sengganya mengisi perkuliahan di Amerika foucolt menyempatkan mengunjungi bar bar di daerah san fransisco, dimana setiap bar memang banyak diisi oleh kalangan kaum Gay. Setiap bar disana menampilkan adegan adegan seksualitas kaum Gay, dan hal itu sangat menarik perhatian Foucault. Orientasi seksualitas Foucault sebagai Gay dianggapnya sebagaia pengalaman yang sangat nikmat dan bersifat transedental (keilahian), menurutnya sewaktu dia melakukan hubungan badan dengan sesame jenis setiap gesekan kulit selain dia mengalami pengalaman yang sifatnya transcendental.
Pemikiran Foucault juga dipengarui oleh banyak tokoh diantaranya adalah Marquis de Sade. Marquis de Sade sendiri adalah seorang Novelis dan juga sastrawan. Karyanya seperti the 120 day of Sodom sangat dikagumi oleh Foucult. Dalam karya ini menceritakan mengenai kegiatan pesta seks kaum Gay yang dilakukan 120 hari tanpa henti. Karya ini menurut Foucault merupakan karya yang sangat menggambarkan realitas yang ada tanpa adanya sensor atau ditutup tutupi tentang erotisme, kekerasan, dan hal hal yang dipandang sebelah mata. Marquis de Sade ini juga dianggap sebagai orang yang membahayakan menurut Napoleon pada saat itu, karena tulisan tulisanya yang sangat kasar tersebut.
Arkeologi, Genealogy dan Discourse.
Foucault juga mencetuskan metode penyelidakan sejarah yang sangat original yaitu Arkeologi sebelum akhirnya dia sampai pada Genealogi yang diadopsi dari Nietzche. Dalam metedologi Arkeologinya dia ingin menyelidiki bagaimana suatu pengetahuan yang belum di materialisasi dan diformulakan terbentuk. Arkeologi Foucault sendiri sangat dipengarui oleh Mazhab Annales / Annales School. Annales School merupakan mazhab yang berfokus pada penyelidikan terciptanya pengetahuanpada suatu masa tertentu. Perbedaan mendasar antara Arkeologi Foucault dan Mazhab Annales yang membuatnya original adalah, Annale School lebih memfokuskan pada penelitian secara yang digabungkan dengan unsure geografis dan juga Annales School hanya menyelidiki lahirnya pengetahuan yang sudah dimaterilkan dan sudah diformulasi yang sifatnya lebih khusus, seperti lahirnya ilmu Matematika, Geografi, biologi dan sebagainya. Sedangkan Foucault lebih meneliti pengetahuan pada suatu masa sebelum diformulasikan dan di materilkan, dan juga sifatnya otomatis menjadi lebih luas. Pencetusan Arkeologi ini juga Foucault melihat beberapa Ilmuwan dari berbagai bidang sewaktu bertemu satu sama lain dan membahas mangenai suatu topic maka terjadi perbincangan yang nyambung meskipun dari latar belakang bidang yang berbeda.
Dalam membedakanya dengan Mazhab Annales juga Foucault juga menciptakan konsep Connaissance dan juga Savoir, kedua istilah tersebut sebenarnya diambil dari bahasa prancis yang sebenarnya artinya sama yaitu pengetahuan, akan tetapi memiliki tingkatan yang berbeda. Connaissance adalah ilmu pengetahuan yang khusus yang sudah diformulasikan seperti matematika, biologi dan sebagainya. sementara Savoir adalah ilmu pengetahuab ynag belum diformulasikan atau lebih luas cakupanya. Foucault sangat tertarik untuk meneliti Savoir daripada Connaisance.
Perbedaan lainya antara Foucault dan Juga Mazhab Annales sendiri adalah mengani sejarah. Mazahab anales sendiri sejarah pengetahuan selalu mengalami keretakan dan dalam keretakan tersebut diisi oleh pengetahuan yang baru, sehingga terjadi perubahan sejarah secara total. Berbeda dengan Mazhab Annales sendiri Foucault menganggap bahwa sejarah memang memiliki keretakan dan juga ada pengetahuan baru yang mengisi retakan tersebut, akan tetapi perubahan pada sejarah tidak terjadi secara total. Dalam memandang sejarah foucault memandang sejarah ini bersifat terputus atau terkotak kotak, maksudanya kita tidak bisa memandang sejarah yang kini terjadi dan mengkomparasikan atau membandingkan dengansejarah yang terjadi pada masa lampau. Foucault dalam hal mengkaji sejarah tidak tertarik mengkaji mengenai peristiwa peristiwa besar dan tokoh terkenal seperti yang dilakakukan sejarahwan mainstream lainya, akan tetapi foucault lebih tertarik mengkajai sejarah mengenai orang gila, rumah sakit dan hal hal yang sifatnya bersifat remeh dan terkubur oleh sejarh sejarah yang sudah dimapankan.
Setelah mencetuskan Arkeologi Foucault juga mengadopsi Genealogi Nietzche, menurut Foucault antara Arkeologi dan Genealogi memliki hubungan yang erat dan mengisi satu sama lain. Genealogi sebetulnya bukanlah metode menurut Nietczhe akan tetapi berguna untuk membuka kebobrokan aliran humanism pada masa pertengahan, dimana menurut Nietzche humanism pada saat itu merupakan instrument untuk mereproduksi pemikiran yang bercorak rasial, dimana hal ini dibahas oleh Nietzche dalam karyanya yang berjudul Genealogy of Morals. Dengan Genealogy Foucault berusaha menelanjangi kekuasaan yang tersebunyi dalam wacana untuk menundukan The others (yang lain).
Focoult juga sangat terkait dengan konsepnya mengenai Discourse atau wacana. Menurut Foucault sendiri wacana adalah bentuk dari kekuasaan yang disebarkan dengan sokongan dari pengetahuan. Wacana ini bisa menjadi berbahaya jika di baliknya terdapat hasrat akan sebuah kebenaran yang kuat, yang dampaknya menjastifikasi satu pihak dengan stempel bersalah, buruk , gila dan cap negative lainya. Hasrat akan sebuah kebenaran menurut nietzche dibaliknya ada hasrat akan sebuah kematian, karena orang sudah dibatakan oleh suatu ide fix yang membutakan realitas yang ada di depan matanya.
Unsure terkecil dari pembentukan suatu wacana menurut Foucault adalah statement. Statement sendiri sering kita temui dalam sehari hari, secara garis besar statement sendiri adalah ungkapan pernyataan yang dilontarkan oleh individu. Statement sendiri bisa menjadi percakapan biasa yang terjadi antar individu atau bahkan bisa menjadi wacana, tergantung individu siapa yang mengucapkan, jika yang mengucapkanya itu memang mempunyai pengetahuan yang memadai akan statemenya maka hal tersebut akan menjadi wacana. Contohnya jika seorang tukang becak mengatakan pada rekanya bahwa besok akan terjadi hujan maka ucapan itu tidak lebih dari percakapan biasa, akan tetapi jika yang mengucapkanya seorang ahli cuaca maka statementnya akan menjadi suatu wacana dan dipercaya bahwa besok benar banar akan terjadi hujan.
Foucault tutup usia pada usia 56 tahun akibat penyakit AIDS yang dideritanya. Foucault ditemukan meninggal di dapur rumahnya. Dalam pemakamanya tampak hadi beberapa Filsuf besar diantaranya Jaques Derrida, Jurgen Habermas tokoh yang beberapa kali berdiskusi mengenai masyarakat modern dengan Foucault dan juga Giliiez Deuleuz yang membacakan pidato pada pemakaman Foucault.