Jump to ratings and reviews
Rate this book

Koala And Her Story

Rate this book
Di suatu siang di koridor kelas, Aldan Dirgantara tiba-tiba “menembak” Kumala Aruna, membuat Kumala merasa berbunga-bunga—tapi itu semua ternyata hanyalah tantangan Truth or Dare!

Setelah kejadian itu, Bara, sosok paling dingin dan pintar dari geng pertemanan Aldan, mulai mendekati Kumala. Kumala jelas menghindar, karena tidak mau mengulangi rasa malu yang sama. Bara tidak peduli dengan penolakan Kumala dan malah terus mendekat. Bara bahkan sampai menyuruh Kumala mengerjakan buku soal SBMPTN, padahal Kumala cuma pintar di pelajaran Kimia. Seiring berjalannya waktu, banyak hal yang terkuak.

Apa yang terjadi antara Kumala dengan trio cogan di sekolahnya ternyata tidak sesederhana yang Kumala pikirkan. Lalu apa yang membuat Bara terus-terusan mendekatinya?

416 pages, Paperback

Published March 9, 2020

6 people are currently reading
49 people want to read

About the author

Puteri Raka

1 book2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (26%)
4 stars
19 (33%)
3 stars
14 (25%)
2 stars
7 (12%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
April 3, 2020
Jarang sekali saya temukan novel remaja dengan ketebalan halaman yang mengintimidasi. Koala and Her Story merupakan salah satunya. Walaupun memiliki jumlah halaman yang banyak, Koala and Her Story tidak memberikan cerita yang membosankan. Justru sebaliknya Puteri Raka pandai dalam merangkai adegan yang tampak menggemaskan sekaligus menggelikan. Novel ini berhasil memperlihatkan identitasnya sebagai novel remaja dengan baik. Berbagai kegiatan sekolah, keluarga, cinta, dan persahabatan diperlihatkan dengan hidup dan bernyawa. Sampul bukunya memiliki daya tarik yang tak dapat dilewatkan oleh manik mata. Sesuai dengan judulnya aksen mata dan hidung koala ditonjolkan secara terang-terangan. Mungkin sekilas terlihat biasa saja, tapi justru di situlah letak rasa ingin tahu pembaca diuji. Bagaimana mereka akan berspekulasi akan cerita seperti apa yang disajikan oleh novel bersampul abu-abu ini.

Bertemakan kehidupan remaja, Koala and Her Story mungkin tidak memberikan sesuatu yang baru. Namun, penulis bisa memberikan nyawa dalam jalan ceritanya. Bagaimana Kumala yang tergolong ke dalam murid biasa-biasa saja harus dihadapkan pada Bara yang merupakan siswa rupawan nan terkenal di sekolah Budi Mulya. Tak hanya itu Kumala pun harus senantiasa menuruti apa pun permintaan Bara, termasuk menjadi pacarnya. Di sini mungkin ceritanya terlihat klise, di mana cowok cool yang terkenal naksir pada cewek baik-baik. Formula yang terasa basi dan monoton, tapi untungnya penulis bisa mengemas formula yang basi ini dengan nuansa yang segar dan menghibur. Selama membacanya saya tak merasa bosan sedikit pun. Kombinasi cerita remaja yang ditulis oleh Puteri terbilang komplit, seperti sekolah, keluarga, persahabatan, dan cinta disatukan dalam satu jalan cerita yang akan memberikan efek nostalgia, khususnya bagi saya yang sudah tak lagi menjadi pelajar SMA.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam Koala and Her Story terhitung banyak. Tokoh utamanya adalah Kumala alias Koala---pangilan teman-teman sekolahnya. Kumala sendiri memiliki karakter yang ceria, rame, dan menyenangkan. Pokoknya Kumala ini asyik banget untuk dijadikan teman. Bagaimana tingkah lakunya seringkali mengundang gelak tawa. Lalu ada tokoh Bara yang terkenal dingin dan cuek. Bara merupakan idola kaum hawa di SMA Budi Mulya. Selain Bara ada tokoh Aldan dan Rico yang sama-sama menjadi idola. Terakhir ada tokoh Kania si gadis cantik yang menjadi sahabat Aldan, Bara, dan Rico. Kania di sini berperan sebagai tokoh antagonis yang centil dan licik. Masing-masing tokoh memiliki karakter yang kuat dan natural. Mudah sekali bagi pembaca untuk ikut masuk dan merasakan karakter setiap tokohnya. Tak hanya sebatas pada pemeran utamanya, tokoh-tokoh pendukungnya pun tak kalah hidup. Mulai dari Kome yang blak-blakan, Aris yang jail, Kak Genta yang berwibawa, Kak Alsa yang friendly, dan masih banyak lagi. Penulis menyajikan setiap tokoh dengan baik dan berkarakter.

Novel ini memiliki alur yang cepat dengan narasi yang renyah dan menyenangkan. Penulis terbilang lihai dalam membangun interaksi dalam setiap dialog. Dialog-dialog yang tersaji seakan-akan hadir di sekitar kita. Ada dua sudut pandang yang dihadirkan oleh penulis. PoV pertama diberikan untuk tokoh Kumala. Sedangkan PoV ketiga hadir melalui tokoh Bara. Masing-masing PoV disampaikan dengan cermat dan dekat. Pembaca akan merasakan seolah-olah Kumala ini adalah sahabat kita yang sedang bercerita. Gaya bahasa dan bercerita Puteri Raka sangat apa adanya, terasa dekat, dan mengalir bagaikan arus sungai. Dalam sekejap pembaca tertarik dalam sebuah gaya bercerita yang nyaman dan bikin ketagihan. Latar tempat yang dipakai pun sangat khas cerita remaja, seperti kelas, kantin, kafe, lapangan basket, dan lain-lain.

Permasalahan yang terjadi dalam Koala and Her Story menitikberatkan pada hubungan antara Kumala dan Bara. Bagaimana hubungan mereka yang terjalin secara tiba-tiba harus dihadapkan dengan berbagai rintangan dan rahasia. Konfliknya terjadi dengan perlahan karena penulis mencoba untuk membangun pondasi cerita secara utuh terlebih dahulu. Ini bisa dilihat dari tingkat ketebalan bukunya. Konflik khas remaja tentang hubungan percintaan memang menjadi inti masalahnya. Namun, tenang saja karena penulis tak lupa untuk memasukan unsur-unsur lainnya, seperti hubungan keluarga, pertemanan, dan masa lalu. Di setiap akhir babnya penulis selalu menyisipkan percakapan yang menjurus pada sebuah rahasia atau alasan yang akan membuat pembaca merasa penasaran. Walaupun rahasia tersebut tidaklah mengejutkan, tapi terbilang cocok untuk ukuran novel remaja.

Kisah cinta remaja memang tak pernah usang untuk dibahas. Bagaimana masa remaja memberikan warna pada hidup setiap orang. Mungkin tak melulu indah, tapi menyenangkan untuk dikenang. Koala and Her Story memberikan itu semua. Kumala dengan segala tingkah laku kocaknya berhasil membangkitkan mood baca saya untuk melahap habis jalan ceritanya. Kegiatan-kegiatan seperti belajar untuk SBMPTN, nongkrong di kantin, hingga berlibur bersama teman-teman menjadi unsur yang kuat dalam cerita remaja. Meskipun fokus utamanya tentang kisah asmara antara Kumala dan Bara, tapi entah kenapa saya menikmatinya. Penulis tidak melulu menunjukan remaja yang dimabuk cinta, tapi juga ada perjuangan yang bisa dilihat dari diri Kumala. Kekurangannya terletak pada ending yang menurut saya terlalu bertele-tele dan terkesan seperti ditunda untuk berakhir. Tokoh Kania yang jadi peran antagonis pun bagi saya masih kurang tereksplor latar belakangnya. Namun, untungnya karakternya berhasil keluar dengan baik. Secara keseluruhan Koala and Her Story adalah romansa remaja yang tak melulu soal cinta, tapi juga tentang sahabat dan keluarga.
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books152 followers
May 18, 2020
Tentang Kumala yang jago mapel Kimia, tapi selalu dipanggil Koala karena yah, sejujurnya dia biasa aja. Nggak terlalu cantik, pintar cuma di Kimia, suka telat, pokoknya tokoh yang sangat dekat dengan keseharian. Nah, Kumala ini satu sekolah sama 3 cowok cogan, satu di antaranya iseng dan bikin Kumala nangis sementara satu yang lain tiba-tiba baik. Maka dimulailah kisah putih abu-abu Kumala yang jadi nggak biasa aja.⁣

Jujur, waktu pertama baca aku sudah mikir si cogan satunya nggak mungkin deketin tanpa agenda. Tebakanku setengah benar karena alasannya agak rumit dari yang kupikirkan. Lalu ada juga sosok yang minta dijambak; Kania. Wkwkwk sampai akhir masih sebal aku 😂⁣

Beberapa perumpamaan dalam buku ini sukses bikin ngakak, soalnya sering kita dengar dan pas aja dijadikan celetukan ala remaja. Aku juga suka karena biarpun pakai POV Kumala, kita masih dikasih selipan dialog dari tokoh lain yang nggak ada pas baca POV Kumala. Ini adanya di akhir tiap bab gitu.⁣

Buat kalian yang lagi cari bacaan dengan tokoh-tokoh teen lucu, juga ingat-ingat masa putih abu-abu, boleh coba novel ini.⁣

Actual rating: 3.5
Profile Image for Rin Chan.
3 reviews2 followers
April 25, 2020
Koala and Her Story⁣

Penulis : Putri Raja⁣
Penerbit : PT Elex media Komputindo⁣
Tahun terbit : 2020⁣
Tebal buku : 408 halaman⁣
Waktu baca 24-25 April 2020⁣

Blurb ⁣
"Lo tahu kita nggak sedekat itu sampe harus ke kantin bareng atau nganterin gue pulang, misalnya. Sampe akhirnya Lo nyeret gue ke sini."⁣

"Terus?"⁣

"Lo deketin gue cuma biar gue bisa ikutan belajar kelompok ini? Buat mengisi kekosongan orang yang bisa ngajarin kalian kimia?"⁣

Kumala Aruna harus dihadapkan dengan kebingungan besar saat El Barraq Alghani alias Bara, orang paling dingin dan pintar di sekolah yang tiba-tiba mendekatinya, setelah tragedi memalukan yang dialaminya karena Aldan-sahabat Bara.⁣

Kumala menghindar, takut Bara hanya ingin mempermainkannya seperti yang dilakukan Aldan. Namun Bara malahan terus mendekat. Bara bahkan menyuruh Kumala mengerjakan buku soal SBMPTN, padahal Kumala cuma pintar di pelajaran Kimia.⁣

Seiring berjalannya waktu, banyak hal terkuak. Apa yang terjadi antara Kumala dengan kedua cowok itu ternyata tidak sesederhana yang Kumala pikirkan. Lalu apa yang membuat Bara terus-terusan mendekatinya?⁣

🐣 Aku kok jatuh cinta sama Bara yah, Maaf Koala upss maksudnya Kumala. Bara mengingatkanku pada sosok dia yang sedingin es batu (eeh kok aku curhat yah).⁣

"Jika memang ini adalah satu dari nihilnya jalan untukku menggapaimu. Apakah rasa akan memaklumi dusta yang terencana?" - hlm 18.⁣

🐣 Novel ini manis banget, karakter dalam cerita rasanya pas meskipun pemaparan mengenai karakter Rico kurang ngefeel buatku yang membuat Rico menjadi salah satu trio cogan. Tapi mempengaruhi keindahan cerita ini.⁣

🐣 Aku suka dengan beberapa tokoh memberikan sudut pandangannya dalam cerita ini, tapi menurutku pasti lebih seru kalau setiap pergantian bab sudut pandangnya diganti. Bukan pas diakhiri cerita aja.⁣

"Ketika raga berlalu tak peduli pada dia selaksa bulan dikala siang namun saat itu hati berkata dia bukanlah sesuatu yang remeh dan sepintas." (Koala) - hlm 25.⁣

🐣 Aku kurang greget tentang konflik Aldan dengan Mama Kumala, alasannya terasa belum kuat, entah itu mungkin perasaanku saja. Tapi novel ini sudah membuat hariku terasa menyenangkan. Manis seperti coklat. Terima kasih Bara untuk dingin yang membekukan rasa (apaan sih Rin) wkwkwk.⁣

"Kumala Aruna, gue suka Lo. Be mine, please?" - hlm 127.
1 review
April 11, 2020
It should be kinda 3.5/5 tho.
Baru aja selesai baca ini. Menurutku isi bukunya asik dan menyenangkan buat dibaca. Interaksi antartokoh utama dan tokoh pendukung lain juga menarik dan terus berkesinambungan.
Suka banget sih sama karakter Bara walaupun kayaknya tipe kayak gitu nggak ada di dunia nyata.
Cuma menurutku kurang ngena aja konflik yang ditimbulkan sampe Bara rela buat ngelakuin "itu" demi sahabatnya. Selain itu cerita Bara ke Kumala menurutku cukup klise, walaupun manis banget sebenernya, jadi geregetan.
Dan jujur aja pas baca surat dari Ibunya Kumala aku nangis hahahaha... karena kayak ngerasain kalau ibunya sesayang itu sama dia.
Masuk dalam kategori buku yang menarik sih menurutku ^_^
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 3, 2020
Koala and Her Story merupakan novel pertama Mba Puteri yang kubaca. Novel ini sebelumnya pernah diposting di akun wattpad Mba Puteri dan cukup menarik perhatian pembaca.

Awal-awal membaca jujur aku agak bosan dengan kisah Kumala-Bara-Kania, apalagi kalau sudah menyangkut Bara yang membingungkan dan Kania yang nyebelin. Tapi, semakin lama membaca kira-kira di pertengahan cerita, ketika satu per satu fakta mulai terkuak. Ketika rahasia demi rahasia terungkap, kisah pun bergulir semakin menarik, aku semakin deg-degan mau dibawa kemana kisah ini.

Ternyata memang benar, kisah Koala ini tidak sesederhana yang kupikirkan sejak awal. Kisahnya cukup kompleks, melibatkan romansa, persahabatan dan kisah keluarga yang mengharukan 😭 Apalagi menjelang bab-bab akhir, cukup menguras emosiku 😭😭😭😭

Mba Puteri cukup lihai menyimpan rahasianya layaknya bom waktu, kisah ini pun meledak di waktu yang tepat, membuatku cukup terkejut. Aku suka ...

Cuma memang salah satu kelemahan novel yang tebal adalah tantangan untuk membuat kisah tetap menarik dari awal hingga akhir. Karena buatku, ada beberapa bagian yang sebenarnya masih bisa dipadatkan lagi, tanpa mengurangi esensi cerita. Begitupun dengan eksplor setting.

Untuk karakternya sendiri cukup konsisten dari awal hingga akhir. Ada 3 tokoh lain yang cukup menarik perhatian. Aldan, Rico dan Aris, mereka punya potensi untuk dikembangkan lagi ceritanya 😁

Secara keseluruhan, untuk sebuah novel debut, ini merupakan perkenalan yang cukup manis untukku.
Profile Image for Yasmin Nabilla.
193 reviews
July 19, 2023
Buku ini menceritakan kisah seorang siswi SMA bernama Kumala yang biasa dipanggil koala. Kehidupan koala semakin kacau sejak keusilan yang dilakukan Aldan yang mempermainkan perasaannya, belum lagi Kania yang tidak ada angin tidak ada hujan sering mengganggu Koala tanpa sebab. Lalu Bara tiba-tiba mengusik kehidupan koala dengan perlakuan Bara yang seenaknya dan sok perintah. Akankah setelah kehadiran Bara kehidupan SMA Koala menjadi lebih indah atau sebaliknya?

Diawal bab aku masih bisa mengikuti cerita dengan baik tetapi semakin lama aku merasa kurang cocok dengan narasi nya. Aku kurang suka dengan narasi Koala yang dikit dikit ngedumel jadi kurang cantik. Selain itu aku masih belum bisa melihat karakter yang kuat diantara tokoh nya. Aku yakinkan diriku untuk terus membaca dan berharap di tengah tengah aku menemukan semangat baru untuk menamatkan buku ini. Tapii maaf aku sudah menyerah di halaman 169

Not my cup of tea
Apa mungkin karena aku semakin tua aku jadi tidak bisa menikmati kisah SMA mereka ya? Entahlah hingga halaman 169 aku belum menemukan konflik yang membuat ku bertahan. Sorry to say mungkin kalau aku baca ini pas masih SMP aku (mungkin ya mungkin loh) bisa menyelami buku ini hingga tamat but untuk sekarang aku mau berpindah ke tbr ku yang lain dulu.
Profile Image for inas.
392 reviews37 followers
July 20, 2025
Alasanku ambil buku ini karena dulu tertarik sama gaya bahasanya yang renyah, terus blurb-nya juga kerasa beda. Belum lagi, novelnya sering ilang di perpus dan kalo diniatin pinjem belum tentu muncul, wkwkwk.

Ternyata, begitu dibaca—setelah Southern Eclipse, lagi—aku malah kecewa.

Hal positif dari novel ini ada dua:

1. Plotnya lumayan tertata

2. Gaya bahasanya renyah, puitis. Perumpamaan science yang dipake oke. Bahkan ada beberapa istilah baru yang aku pelajari dan belum pernah denger sebelumnya.

Kekurangannya:

1. Banyak tata bahasa yang berantakan.

Manggil nama orang di akhir kalimat nggak pake koma. Awal dialog malah pake huruf kecil.

Contoh:

Ibu itu terlihat terkejut, “barusan berangkat,” jawabnya sembari menunjuk keluar kaca. —hlm. 396

Ini ada BANYAK, di sepanjang buku, dan jadinya mengganggu. Bukan dialog tag, cuma tokoh ngelakuin aksi, terus dikasih koma dan huruf kecil. Ini ajaran siapa? Kok bisa lolos terbit + cetak kalo emang EYD penulis masih berantakan?

Elex tuh udah sering gini sejak tahun 2013-2014 nerbitin novel-novel Wattpad. Maybe I should read more local books on Gramdig and strictly in the public library, smh.

Ada dialog tag “cemberutku” sama “kagetku” juga, padahal bisa pake kata kerja kayak contoh di atas. Tapi ya dibiarin aja meski aneh dan nyalahin aturan. 🙃🤣

Penulis juga nggak bisa bedain mana yang “apalagi” disambung sama “apa lagi” dipisah. “Daripada” juga ditulis pisah. All this mess buat 92rb menurutku kemahalan sih (meski aku pinjem ya wkwkwk).

2. Pemakaian Sudut Pandang

Dari awal Kumala selalu pake POV 1, terus tiba-tiba pas ngejelasin kejadian yang dia nggak tau, penulis pake POV 3 dan di-italic semua. Rasanya kayak ambil jalan pintas termudah buat tahu apa yang dilakukan tokoh lain.

TAPI kalo di akhir akhirnya switch ke POV 3, ya sekalian aja dari awal pake POV 3 daripada terkesan nggak konsisten dan cuma cari gampangnya.

3. Chemistry & Keputusan Tokoh

Yang kurang dari hubungan Bara sama Kumalah tuh chemistry. Tiba-tiba Bara pengen berubah, tiba-tiba Kumala naksir dan sayang, padahal mereka nggak punya emotional bonding sama sekali. Nggak ada shared moments berarti yang bikin mereka pengen bareng satu sama lain.

Interaksi mereka terbatas di Bara yang jadi tsundere, bikin komunikasi mereka jelek, penuh asumsi, penuh rahasia, dan kesannya Bara tuh nggak nganggep Mala setara sama dia (emang enggak wkwkw). Bara tuh kesannya cuek dan dingin, kadang tengil juga. Cuman pas negur Mala, undertone yang kutangkep tuh dia nganggep Kumala nggak becus ngapa-ngapain (again, emang enggak! wkwkwk)

Kumala sendiri terlalu polos. SEMUA hal dia percaya. Nggak ada rasa waswas atau kapok setelah mengalami sesuatu.

Ya memang dia masih remaja, wajar kalo labil. Tapi kalo sampe akhir pun semua pandangan dia tentang Bara cuma berpusat di kecurigaan, kemarahan, rasa kesel, nggak pernah ngertiin Bara juga, ya buat apa? Nggak ada koneksi bermakna yang terbentuk di antara mereka, dan kesannya mereka tuh cuma kebawa suasana aja sampe bisa jadian.

Fatalnya lagi, ada satu bab khusus tentang Kania sama Bara—terus cowok itu bilang “gue udah milik lo”—dan aku lebih percaya mereka yang lebih cocok jadian! 🤣

Kania kesepian karena masalah ayahnya (dan ini pun kurang dieksplor lebih banyak; nggak ada justifikasi dari tendensi bullying-nya). Sementara Bara ngerasa diatur-atur sama ayahnya juga.

Jadi pas mereka deket, meski cuma satu-dua halaman, emotional bonding-nya kerasa. Ada alasan mereka percaya satu sama lain sampe Kania bergantung ke Bara.

Ini personal sih, tapi aku nggak suka aja pas Kumala bilang Kania ngemis (bajunya) dicopotin cuma karena pake atasan off-shoulder (hlm. 261). Nggak masalah kalo Kumala sebel dan pengen ngambil nyawa Kania, itu pikiran wajar. Tapi kalo sampe mengarah ke sexual harrassment, rasanya terlalu jauh dan brutal, bro.

Kumala tuh ketolong jadi tokoh utama aja, makanya semua tindakan cerobohnya dianggep bener. Padahal emang dia aja yang ungrateful dan nggak bisa membentengi diri sendiri. Sorry not sorry.

Also, mungkin aku perlu tega buat DNF buku-buku yang nggak cocok sama aku. Banyak novel lokal yang eksekusinya questionable dan mending waktunya dipake baca fanfic AO3 yang lebih sesuai selera daripada kebawa aura negatif di sini.

So yeah, 2 bintang cukup.
Profile Image for alaia.
91 reviews1 follower
July 12, 2022
3.9/5 ⭐

I was so fucking mad when i scrolled down and rechecked the table of content and there's no EPILOGUE. This is a disaster. I wasn't satisfied with the ending that much... :/ Like, wtf???? That's all??? i feel like—there's something missing, but, ah. Actually i have no words that could describe my feelings about this book, what i can say is—it's good. 406 pages was hm- mid-long story. They have a long ass ride to clear things up, i like the tension. It will be possibly be short like about 200-ish or 300-ish page if Kania wasn't being bitchy! But, oh well! /lh

Nb: Idk Rico reminds me of Renjun. Yeah.
Profile Image for Riez Chiwi.
163 reviews
January 22, 2024
Gila seh ini keren banget
Kaget saat halaman 400an padahal teenlit takut bosen. Tapi ternyata seru banget malah.
Kesel banget sama Kania, hih benci banget sama orang yang sifatnya macem gitu. Dan Kumala please deh kenapa jadi orang harus sebaik itu. Ikut sakit hati bareng Kumala gara2 Kania sama Bara terus.

Tapi pas baca side story Bara rasanya pengen nangis guling2. Seorang Bara mencintai diam diam. Aku nggak kuat. Puisinya Bara juga bikin mewek. Cengeng banget aku.

Lalu endingnya huh cepet banget. Harusnya jangan langsung the end. Berasa ada yang kurang. Tapi overall buku ini oke banget. Bisa bikin mewek ketawa dan patah hati.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for gadis sabrinaa.
10 reviews3 followers
July 22, 2023
Actual rating 3.8 lah yaaa

Aku suka sama semua kondimen yang dikasi kak Puteri. Gak ada komplen sama skli, kecuali endingnya. PLEASE. Itu endingnya kayak buru-buru aja. Jelasiiiin dong after all the conflict mereka apakabsss.

Konfliknya aku pikir bakal cliche (walaupun tetap pas baca aku kayak, serius Bara????)

Termasuk buku yang bisa aku baca sekali duduk sih, tapii aku pengen hemat jadi bacanya dikit2 :((.

Interaksi antar karakter 3.5/5
Interaksi antar karakter utama 5/5
Plot cerita 4/5
Ending 3/5
Profile Image for Astrosphyx.
3 reviews2 followers
January 10, 2022
Good Book (4.5/5)
Tokoh utama yang tidak sempurna merupakan sesuatu hal yang saya sukai, mempunyai hati cantik bisa mengalahkan kecantikan diluar.

Agak kesal dengan sifat Kania yang selalu menempel dengan Bara, walaupun akhirnya mereka berpisah dan Bara dengan Kumala tetap bersatu.
Profile Image for lylusia  wind.
6 reviews
March 3, 2023
aku cukup terhibur dengan pembawaan ceritanyaa. tingkah laku Bara sama Kumala bikin senyum senyummmm, konfliknya jg gak kalah menarik🐨. cerita ini ringan ala-ala wp gituu TAPI SUMPAH GEMES BANGET. tapi endingnya kurang gregettt😔😔☝️☝️ overall 8/10 rekomen kalo mau baca yang ringan ringan🤩
1 review
May 8, 2020
Karena liat review dari kak Lala di ig, ak jadi penasaran mau baca😍
Profile Image for Inas.
17 reviews1 follower
May 16, 2023
Sampai pertengahan buku masih semangat tapi ke belakang bosan huhu
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.